
Adrian & Jenar sampai di rumah Lubis, setelah mereka diantar oleh Lubis.
"Ayo kita masuk dan bicara di dalam!" ujar Lubis.
Disaat yang sama, Lidya muncul dari arah yang berlawanan..
"Eh mbak Jenar.." ucap Lidya.
"Lidya,"
Lidya & Jenar pun berpelukan melepas rindu lantaran mereka cukup lama tidak bertemu.
"Kangen banget loh aku sama mbak.." ucap Lidya.
"Sama mbak juga kangen sama kamu!" ujar Jenar.
Shella & Damar mendengar suara orang berbicara dari luar, mereka pun penasaran lalu keluar untuk mengeceknya.
"Eh mbak, itu kok kayak ada orang yang ngomong ya di depan?" tanya Damar.
"Iya tuh mungkin itu ibu kamu.." jawab Shella.
"Kita ke depan yuk mbak!"
Akhirnya mereka keluar dan melihat Lidya sedang berpelukan dengan Jenar..
"Hah itu kan ibu.." ucap Shella kaget.
"Iya mbak itu tante Jenar, kok bisa disini ya?" ujar Damar.
Shella semakin terkejut ketika melihat ada Adrian juga disana.
"Itu siapa mbak laki-laki yang di samping bapak?" tanya Damar.
"I-itu Adrian.." jawab Shella.
"Adrian sopo toh mbak?" tanya Damar.
"Nanti aja aku jawabnya, aku harus samperin mereka!" ucap Shella.
Shella pun berjalan menghampiri ibunya..
"Ibu!" ucap Shella.
Sontak Jenar langsung melepas pelukan nya dan melihat ke arah Shella..
"Shella, ya ampun nak ibu kangen sama kamu..!!" ujar Jenar.
Jenar berlari ke arah Shella dan langsung memeluknya.
"Alhamdulillah kamu baik-baik aja nak, ibu khawatir banget sama kamu!" ujar Jenar.
"Shella, kamu makin cantik aja.. Kenapa sih kamu harus menghindar dari aku?" gumam Adrian.
Tak disangka Shella justru melepas pelukan ibunya.
"Bu, gak usah lebay deh! Aku tau kok ibu gak bener-bener khawatir sama aku! Ibu cuma khawatir karena aku gak jadi nikah sama Adrian ya kan!" ujar Shella.
"Kamu kok ngomong gitu Shella? Ibu beneran loh khawatir sama kamu!" ucap Jenar.
"Terus ngapain ibu kesini sama Adrian?? Pasti ibu dipaksa dia kan buat ikut kesini!" ujar Shella.
"Shella! Kamu gak boleh gitu! Adrian tulus sayang sama kamu!!" ucap Jenar.
"Eee mbak, Shella.. Sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan ini di dalam, gak enak sama tetangga soalnya.." ujar Lubis.
"Iya bener mbak, ayo kita ke dalam!" saut Lidya.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
"Nah kalau sambil duduk kan lebih santai.. Eee Damar, kamu tolong buatkan minum untuk mereka ya!" ucap Lubis.
"Oh kenapa gak ibu aja pak?" ujar Damar.
"Heh!" ujar Lubis.
"Yasudah biar ibu aja," ucap Lidya.
"Yaudah kamu bantu ibu sana!" ujar Lubis.
__ADS_1
"Iya pak," ucap Damar.
Damar menyusul ibunya ke dapur..
"Adrian, ngapain kamu kesini??" tanya Shella.
"Shella, kamu tanya nya baik-baik dong!" ujar Jenar.
"Buat apa Bu? Buat apa aku baik sama dia? Dia udah bikin hidup aku menderita..!!" ucap Shella.
"Shella, kamu tenang ya! Kita bicarakan ini dengan kepala dingin," ucap Lubis.
"Sebelumnya saya minta maaf Shella kalau kedatangan saya kesini membuat kamu marah dan keinget lagi sama kejadian itu.. Tapi, saya kesini karena mau meluruskan masalah diantara kita!" ucap Adrian.
"Meluruskan gimana?" tanya Shella.
Disaat Adrian ingin berbicara, Lidya datang membawa minuman untuk mereka.
"Nah ini dia minumannya, silahkan diminum dahulu..!!" ucap Lidya sambil meletakkan gelas minuman di meja.
"Makasih Bu, ayo silahkan diminum!" ujar Lubis.
"Iya pak," ucap Adrian.
Mereka meminum minuman itu terlebih dahulu..
...•••...
Devano menemui Novi dan memintanya ikut bersamanya.
"Novi, kamu ikut saya sekarang!" ucap Devano.
"Eee baik pak," ucap Novi.
Di luar kantor, Novi bertanya pada Devano ingin diajak kemanakah dirinya.
"Maaf pak, tapi kita mau kemana ya?" tanya Novi.
"Saya butuh teman curhat, tadi katanya kamu bisa kan.." jawab Devano.
"Oh iya pak bisa kok, saya siap dengerin semua curhatan bapak!" ucap Novi.
"Iya pak,"
Mereka pun masuk ke mobil dan pergi dari kantor.
"Sebenarnya, bapak ada masalah apa??" tanya Novi.
"Masalah besar Nov, ini yang bikin saya gak bisa fokus saat kerja!" jawab Devano.
"Tapi kalau menyetir bapak masih bisa fokus kan?" tanya Novi.
"Ahaha bisa kok tenang aja, kita gak bakal nabrak!" jawab Devano.
"Iya pak, tadinya kalau bapak pusing biar saya aja yang nyetir.." ucap Novi.
"Gak usah, masa saya disetirin sama cewek malu dong.." ujar Devano.
"Baik pak," ucap Novi sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, Devano menghentikan mobilnya di depan cafe.
"Kita mau ngobrol disini pak?" tanya Novi.
"Iya, tadinya saya mau ajak kamu ke taman.. Tapi gak enak masa harus panas-panasan demi dengerin curhatan saya," ucap Devano.
"Ah gapapa kok pak, saya kan asisten bapak.." ujar Novi.
"Udah ayo kita turun!"
"Iya pak,"
Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam cafe tersebut..
Mereka pun duduk lalu Devano memanggil salah satu pelayan disana.
"MBAK, MENU!" ujar Devano.
Pelayan itu pun datang dan memberikan daftar menunya pada Devano.
__ADS_1
"Kamu mau pesan apa?" tanya Devano.
"Saya samain aja kayak bapak," jawab Novi.
"Ok, berarti cappucino nya dua ya mbak!" ucap Devano.
"Baik pak ditunggu ya," ujar pelayan itu.
Pelayan itu pergi.
"Eee jadi bapak mau curhat soal apa?" tanya Novi.
"Sebenarnya saya malu ingin membicarakan ini sama kamu, tapi mau gimana lagi saya butuh teman curhat supaya saya gak stress.." ucap Devano.
"Iya pak, yaudah bapak cerita aja siapa tau saya bisa kasih saran buat bapak.." ucap Novi.
"Jadi gini.. Saya sudah memperkosa seorang wanita ketika dia pingsan dan dalam kondisi mabuk, lalu saya tinggalkan dia begitu saja di jalan.. Sampai akhirnya saya dipertemukan lagi dengan dia, lalu rasa bersalah muncul di diri saya! Saya ingin bertanggung jawab, tapi gak tau gimana caranya.." ujar Devano.
"..."
"Dan kemarin, saya bertemu dengan pacar dari wanita itu.. Saya pun menjelaskan semuanya ke dia," sambung Devano.
"Eee terus?"
"Kamu tau gak? Dia malah nyuruh saya buat nikahin pacarnya itu!" ucap Devano.
Novi terlihat kaget mendengar itu..
"Dan kamu tau wanita itu siapa??" tanya Devano.
"Enggak pak, emang siapa?" ucap Novi.
"Dia Shella, karyawan sekaligus pacar dari pak Adrian.. Klien baru kita," ujar Devano.
"Apa? Ja-jadi bapak??"
"Iya, itu dia yang bikin saya pusing.." jawab Devano.
Lalu, pelayan datang membawa pesanan mereka.
"Ini pak pesanan nya.." ucap pelayan itu.
"Terimakasih," ucap Devano.
Setelah menaruh pesanan mereka, pelayan itu pergi kembali.
"Jadi, menurut kamu gimana?" tanya Devano.
"Eee, kalau menurut saya lebih baik bapak turuti aja kemauan pak Adrian itu!" jawab Novi.
"Ya, sebenarnya saya memang mau begitu.. Siapa coba yang gak mau nikah sama wanita seperti Shella, udah baik cantik lagi! Tapi, masalahnya saya takut pak Adrian akan memutus kerjasama dengan kita.." ucap Devano.
"Loh kenapa gitu pak? Kan pak Adrian sendiri yang minta bapak buat nikahin Shella," ujar Novi.
"Iya, itu kan cuma pikiran saya aja!" ucap Devano.
...•••...
"Tadi katanya kamu kesini mau meluruskan masalah kita kan? Ayo langsung aja!" ujar Shella.
"Iya Shella, jadi aku mau kasih tau ke kamu sesuatu hal yang mungkin akan bikin kamu sedih setelah mengetahui ini.." ucap Adrian.
"Udah gausah basa-basi! Langsung aja ke intinya..!!" ujar Shella.
"Ya, kamu masih ingat kan kejadian malam waktu kamu mabuk??" tanya Adrian.
"I-i-iya, terus kenapa?" ucap Shella.
"Nah, kan disitu Devano datang nolongin kamu tuh.." ujar Adrian.
"Terus?"
"Abis itu kamu pingsan dan dibawa ke mobil kan?" ucap Adrian.
"Iya, terus kenapa??"
"Disitu, di mobil itu.. Devano udah mengambil perawan kamu Shella!" jawab Adrian.
Shella sangat kaget mendengar perkataan Adrian itu, tak hanya Shella seluruh orang disana pun kaget.
__ADS_1
...~Bersambung~...