
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 342
...•...
...•...
Setelah selesai telponan dengan putrinya, kini Jenar hendak pergi ke dapur untuk mencuci pakaian miliknya dan juga Nadya yang sudah menumpuk akibat tidak adanya bik Yani disana.
Namun, ia malah bertemu dengan Nadya yang baru turun dari tangga.
"Eh ibu, mau ngapain?" tanya Nadya penasaran.
"Kamu akhirnya turun juga, ibu kira kamu bakalan terus ada di kamar dan gak mau turun lagi ke bawah!" ucap Jenar.
"Hehe, maaf ya Bu! Tadi aku keasyikan scroll sosmed di kamar, makanya aku sampe betah banget disana gak mau turun! Ini juga karena batere hp aku low makanya aku turun," ucap Nadya merasa malu.
"Iya gapapa, yaudah ibu mau cuci baju dulu ya? Kamu kalo mau setel tv tinggal dicolokin aja, oke?" ucap Jenar tersenyum.
"Eee kalo aku mau bantu ibu boleh gak? Soalnya aku gak enak dong, masa baju-baju aku ibu juga sih yang nyuci?" tanya Nadya menawarkan bantuan pada ibunya.
"Udah gausah! Ibu bisa kok kalo cuma nyuci mah, lagian belum terlalu banyak!" ucap Jenar menolak.
"Yah, tapi aku tetep gak enak sama ibu! Apalagi baju aku kan yang paling banyak, masa iya cuma ibu yang nyuci terus aku malah santai-santai disini nonton tv? Durhaka banget dong aku jadi anak! Boleh ya Bu, aku bantu ibu nyuci baju?" ucap Nadya memohon.
"Huft, yaudah iya terserah kamu aja!" ucap Jenar.
"Yes, asik!" ucap Nadya kegirangan.
"Oh iya, tadi barusan Shella kasih tau ke ibu kalau sekarang dia lagi hamil empat Minggu!" ucap Jenar memberitahu pada Nadya kabar mengenai Shella.
"Yang bener Bu?" tanya Nadya terkejut.
"Iya sayang, kakak kembar kamu itu sekarang lagi hamil lagi! Ibu juga baru tau barusan dari Shella, karena kemarin-kemarin dia itu sibuk makanya belum sempat ngabarin ibu!" ucap Jenar.
"Wah pasti mbak Shella seneng banget sekarang! Aku sebentar lagi bakal jadi tante dong, Bu?" ucap Nadya tersenyum gembira.
__ADS_1
"Ahaha, iya sayang. Nanti kamu bakal dipanggil tante sama seisi rumah, bukan adek lagi!" ujar Jenar bercanda sembari tertawa kecil.
Nadya pun ikut tertawa karena candaan ibunya.
"Yaudah, ibu mau nyuci dulu ya?" ucap Jenar.
"Eh tunggu, Bu! Aku kan juga mau ikut bantu ibu, tadi ibu sendiri loh yang udah bolehin aku bantu ibu buat nyuci baju aku!" ucap Nadya.
"Iya iya, sayang! Yaudah yuk kita nyuci bareng-bareng di kamar mandi, sekalian nanti abis nyuci ibu juga mau mandi soalnya!" ucap Jenar.
"Boleh tuh Bu, udah lama aku gak mandi bareng ibu! Terakhir kali kan pas aku masih kecil, kayaknya seru ya Bu kalo sekarang kita mandi bareng lagi!" ucap Nadya tersenyum.
"Kamu ini ada-ada aja! Masa iya kita mandi bareng? Ngaco aja ah kamu!" ucap Jenar.
"Ahaha, becanda kok Bu!" ucap Nadya.
Nadya merangkul ibunya sambil tertawa kecil.
Sementara Jenar juga mengusap rambut panjang putrinya itu sambil senyum-senyum menatap wajah Nadya dan mengingat kejadian masa lalunya dulu.
"Sheila, ibu masih belum bisa melupakan perbuatan yang udah ibu lakukan dulu ke kamu, nak! Terimakasih banget karena kamu udah mau terima ibu lagi sekarang, walau ibu tau kamu pasti masih menyimpan rasa sakit hati walau sedikit!" batin Jenar bersedih mengenang masa kelamnya.
Nadya tau kalau sang ibu saat ini tengah bersedih, maka ia langsung memeluk ibunya itu.
Disisi lain, Silvi menghampiri kamar Shella sambil membawa sarapan serta segelas susu untuk menantunya tersebut, Silvi sangat khawatir pada kondisi Shella dan kandungannya jika Shella tidak sarapan hanya karena sedang marah dengan putranya yang tak bisa menjaga mulutnya itu.
Silvi pun sampai di depan kamar Shella dan segera mengetuk pintu agar bisa lebih cepat menyerahkan sarapan itu untuk menantunya tersebut.
TOK TOK TOK...
"Shella, ini mama sayang! Kamu tolong buka pintunya dong, mama mau masuk ke dalam!" ucap Silvi meminta Shella membuka pintu untuknya.
Tak lama kemudian, Shella pun mau keluar membuka pintu kamarnya.
Ceklek...
"Eh mama, masuk mah!" ucap Shella sambil tersenyum mempersilahkan mertuanya masuk ke dalam kamarnya.
"Iya sayang," ucap Silvi juga tersenyum.
Silvi pun melangkahkan kaki ke dalam kamar itu, disusul oleh Shella di belakangnya.
"Ada apa, mah?" tanya Shella heran.
__ADS_1
"Ini mama bawain sarapan buat kamu, sayang! Mama gak mau kamu sakit dan terjadi apa-apa sama calon cucu mama ini, makanya kamu harus makan ya sayang!" jawab Silvi menaruh nampannya di meja sembari memegang wajah serta perut Shella.
"Iya mah, maafin aku ya! Aku jadi ngerepotin mama, harusnya kan aku turun ke bawah!" ucap Shella.
"Gapapa sayang, mama udah denger kok dari Devano ceritanya. Memang anak itu dari dulu selalu gak bisa jaga mulutnya, lemes banget!" ucap Silvi coba menghibur Shella.
"Ah enggak kok, mah! Akunya aja yang baperan, padahal mas Vano gak bermaksud begitu!" ucap Shella tersenyum.
"Aduh, kamu ini terlalu baik sayang! Devano itu emang salah sama kamu, makanya tadi di bawah mama juga marahin dia dan kasih tau sama dia buat gak begitu lagi ke kamu!" ucap Silvi.
Shella tersenyum, ia merasa senang karena diperlakukan dengan sangat baik oleh Silvi.
Sementara Silvi terus mengusap lembut rambut terurai milik Shella sambil tersenyum juga.
"Makasih, mah!" ucap Shella.
"Sama-sama, sayang! Kamu harus jaga calon cucu mama ya! Jangan sampe kejadian waktu itu terulang lagi, karena itu pasti menyakitkan banget buat mama, kamu dan juga Devano!" ucap Silvi.
"Iya mah, insyallah aku janji akan berusaha semampu aku untuk menjaga calon anakku!" ucap Shella.
"Yaudah, sekarang kamu makan dulu ya? Mau mama siapin atau makan sendiri?" ucap Silvi meminta Shella makan dan menawarkan diri untuk menyuapi menantunya itu.
"Duh, aku bisa makan sendiri kok, mah!" ucap Shella.
"Ya bagus deh, tadinya kan mama pikir kamu masih lemas karena ulah si Vano yang sableng itu! Tapi syukurlah, sekarang kamu makan yuk!" ucap Silvi.
"Iya mah..." Shella mengangguk pelan.
Lalu, Shella pun duduk di pinggir ranjang dan mengambil segelas air putih yang dibawa Silvi tadi.
Barulah Shella mulai memakan sarapan itu secara perlahan, dengan ditemani oleh Silvi.
Silvi sangat perhatian pada menantunya, ia terus disana dan ingin menyaksikan kalau Shella benar-benar menghabiskan makanannya serta susu yang sudah dibuatkan oleh Intan tadi.
"Aku beruntung bisa dapetin keluarga yang seperti ini, mama Silvi udah bener-bener seperti ibuku sendiri! Dia sayang banget sama aku dan juga perhatian banget, aku jadi semakin merasa bersalah karena selama ini aku hanya merepotkan mas Vano aja di rumah ini!" batin Shella.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Happy Sunday❤️...
__ADS_1