
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 338
...•...
...•...
Nadya bersama Yoga akhirnya menyerah karena mereka tidak berhasil menemukan keberadaan Lestari hingga saat ini, padahal sudah hampir satu kota mereka kelilingi demi mencari Lestari termasuk mendatangi rumah kerabat atau saudara Lestari.
Hari yang sudah memasuki malam, membuat Nadya memilih untuk pulang saja dan meminta Yoga mengantarnya karena sudah tidak ada harapan bagi mereka untuk bisa menemukan Lestari di hari ini, apalagi mereka tak memiliki petunjuk apa-apa.
"Yog, kita pulang aja yuk! Ini udah mau malam, aku takut ibu malah khawatir!" ucap Nadya.
"Oh oke, tapi kamu yakin? Gak mau coba cari ke rumah temen-temen tante Lestari yang lain?" ucap Yoga masih bertanya pada Nadya.
"Iya aku yakin, kita lanjut cari mama Lestari besok-besok lagi aja! Lagian aku juga udah gak tau siapa temen mama yang ada di Jakarta selain yang udah kita datangi tadi, mungkin tinggal saudaranya aja yang ada di luar kota!" ucap Nadya.
"Yaudah, tapi kita jangan langsung pulang ya!" ucap Yoga menoleh ke arah Nadya.
"Loh kenapa emang?" tanya Nadya heran.
"Iya, kan ibu kamu titip martabak tadi. Kita mampir dulu ke tempat martabak di dekat sini, baru nanti kita lanjut pulang deh!" jawab Yoga.
"Oh iya, aku lupa. Untung kamu masih inget, kalo enggak pasti ibu bakal ngamuk!" ucap Nadya.
"Hahaha, ya iya dong! Kan aku ingatannya masih kuat dan belum pikun, lagian aku emang sengaja sih ingat-ingat terus supaya gak dimarahin sama tante Jenar nantinya kalo bawa kamu pulang tapi gak bawa pesanannya juga!" ucap Yoga.
"Dasar kamu!" ujar Nadya tersenyum.
"Iya kan? Kalo gitu nanti aku gak bakal diizinin buat ajak kamu jalan lagi, kan gawat!" ucap Yoga.
"Ibu gak gitu kok!" ucap Nadya.
__ADS_1
"Iya aku tau, kan aku bercanda cantik!" ucap Yoga tersenyum sembari mencolek pipi Nadya.
Nadya hanya tersenyum menatap Yoga.
"Oh ya, aku mau tanya deh sama kamu! Ini soal status hubungan kita, sekalian juga aku mau kasih tau sesuatu sama kamu!" ucap Yoga.
"Hah? Apa tuh?" tanya Nadya penasaran.
"Aku suka sama kamu, apa kamu juga bisa merasakan hal yang sama? Ya selama ini kan kita cuma jadi sekedar teman aja, sekarang aku maunya kita bisa lebih dari itu!" ucap Yoga.
Nadya terdiam sembari memalingkan wajahnya, ia tampak berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Emang sih kita baru kenal beberapa Minggu, tapi rasa cinta ini bahkan udah tumbuh di hati aku sejak pertama kali aku ketemu kamu! Bahkan berkat kamu, aku jadi berhasil moveon dari mantan aku!" ucap Yoga.
"Eee... Yoga, aku sih masih belum tau apa aku juga suka sama kamu atau enggak. Tapi, mungkin sebentar lagi rasa itu akan muncul! Karena kamu berhasil bikin aku selalu merasa nyaman, setiap kali aku ada di dekat kamu!" ucap Nadya.
"Jadi, apa kamu mau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman sama aku?" tanya Yoga.
"Contohnya?" Nadya pura-pura tak mengerti.
"Ya gitu deh, pacar misalnya. Kamu mau gak jadi pacarnya Achmad Prayoga si fotografer ini?" ucap Yoga menembak Nadya di dalam mobil.
"Kamu tembak aku nih?" ucap Nadya malu-malu.
"Gapapa kok, yang penting itu kan niatnya!" ucap Nadya.
Yoga tersenyum senang.
"Lalu, jawaban kamu apa?" tanya Yoga.
Nadya terdiam sejenak menghela nafas.
"Iya, aku mau!" jawab Nadya dengan tegas.
...•••...
Disisi lain, Shella sudah diperbolehkan pulang dan Devano pun segera membawa istrinya itu kembali ke rumah karena hari juga sudah malam dan tak baik bagi seorang wanita hamil keluyuran di luar.
Devano langsung memapah Shella membantunya berjalan ke dalam rumah walau Shella sudah membaik dan tidak butuh dibantu begitu oleh Devano.
__ADS_1
Saat di dalam, kehadiran mereka berdua langsung disambut oleh Silvi serta Tama yang sepertinya sudah menunggu mereka pulang sedari tadi, karena Devano pergi sudah cukup lama.
"Akhirnya kalian pulang juga, gimana jalan-jalannya sayang?" ucap Silvi yang langsung berdiri menghampiri Shella.
"Bagus kok, mah! Cuma rencana aku buat kasih kejutan ke mas Vano gagal, jadinya agak kurang seru gitu momen ulang tahun mas Vano!" jawab Shella sembari menoleh ke arah suaminya.
"Loh kenapa gagal?" tanya Silvi terheran-heran.
"Tadi perutku tiba-tiba sakit, mah. Terus mas Vano bawa aku ke rumah sakit dan disana mas Vano juga tau kalau aku ternyata hamil, jadi semua kejutan yang udah aku siapin gagal deh!" jawab Shella dengan wajah cemberut.
"Iya mah, jadi ternyata mama sama papa udah tau soal kehamilan Shella?" ujar Devano.
"Hehe, iya dong Vano! Waktu itu Shella yang bilang langsung ke mama, dia juga tunjukin surat dari dokter yang menyatakan kalau Shella hamil!" ucap Silvi sembari mengusap kepala Shella.
"Pantesan!" ujar Devano.
"Maaf ya, mas?" ucap Shella.
"Udah gapapa, kondisi kamu sekarang baik-baik aja kan sayang? Terus anak di dalam kandungan kamu gimana?" ucap Silvi penasaran.
Silvi langsung menarik tubuh Shella dari dekapan Devano dan merangkulnya.
"Alhamdulillah aku dan kandungan aku baik-baik aja kok, mah! Tapi, kata dokter aku harus lebih banyak istirahat dan jangan banyak capek-capek dulu!" ucap Shella menjawab pertanyaan mamanya.
"Nah kan? Yaudah, mulai sekarang kamu harus istirahat dulu! Biar mama jagain kamu juga dari Devano, supaya dia gak bisa sentuh kamu!" ucap Silvi sangat memperhatikan menantunya.
"Loh kok gitu, mah?" Devano langsung panik.
"Ya iyalah, emang mama gak tau kalo kamu yang bikin Shella kecapekan semalaman? Tuh lihat akibat kamu, hampir aja Shella dan kandungannya kenapa-napa!" ucap Silvi.
"Iya aku tau, mah. Tapi, kan aku sebelumnya gak tau kalo Shella lagi hamil! Sekarang mah karena aku udah tau, ya aku gak bakal begitu lagi! Mama tenang aja, aku bisa kok jaga Shella!" ucap Devano.
"Halah! Paling baru beberapa menit sama kamu aja, Shella nanti udah kecapekan lagi!" ucap Silvi.
"Ya enggak lah, mah! Percayakan aja semuanya sama aku, kan aku suaminya Shella! Aku bisa kok diandalkan buat jaga istri aku, mama gausah khawatir!" ucap Devano.
"Udah mah, Vano! Kalian kok malah debat sih? Biar adil mending papa aja yang jagain Shella!" ucap Tama menyela obrolan Silvi dan Devano.
Sontak Silvi langsung melotot ke arah suaminya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...