Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Suami perhatian


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 359


...•...


...•...


"Tapi, itu mobil siapa ya dan dia mau apa? Kenapa dia sampai cegat mobil kamu kayak gitu? Untung aja kamu cekatan dan gak nabrak mobil itu!" ucap Nadya penasaran.


"Entahlah..." ujar Yoga.


Mereka berdua kompak menatap lurus ke depan saat pemilik mobil di depan itu turun dari mobilnya, mata keduanya dibuat terbelalak saat menyadari kalau pemilik mobil itu adalah orang yang mereka kenal selama ini.


"Itu kan..."


"Adrian...!!" ucap Nadya dan Yoga secara bersamaan dengan mulut terbuka lebar serta tatapan menjurus ke depan menyaksikan sosok pria yang tak lain ialah Adrian itu berjalan mendekati mobil mereka.


Tentu saja baik Nadya maupun Yoga sama sekali tak menyangka jika mereka bisa bertemu Adrian disana, seingat mereka Adrian adalah tahanan polisi dan dia dihukum cukup lama. Jadi, tentu saja mustahil jika Adrian sudah keluar dari penjara saat ini.


Adrian berhenti tepat di depan mobil Yoga, tangannya mengisyaratkan bahwa ia ingin Nadya dan juga Yoga untuk turun keluar menemuinya.


Sontak Nadya merasa takut dan cemas akan sesuatu hal yang ia tidak inginkan terjadi, Nadya pun menatap wajah Yoga dengan nafas tersengal seperti meminta pendapat pria tersebut apakah ia harus keluar menemui Adrian atau tetap disana.


Tampaknya Yoga juga masih bingung, ia khawatir Adrian akan berbuat nekat jika mereka turun dan menemui pria tersebut disana.


"Yoga, kita harus gimana sekarang? Apa kita tetap diem aja di mobil ini?" tanya Nadya.


Yoga menggeleng pelan. Sepertinya Yoga juga masih tak tau harus melakukan apa saat ini, ia takut semua yang ada di pikirannya itu akan terjadi dan ia bisa saja kehilangan Nadya jika membiarkan gadis itu turun menemui Adrian di luar sana.


"Biar aku yang turun temuin Adrian. Kamu disini aja, jangan kemana-mana!" ucap Yoga.


"Tapi, kamu yakin?" tanya Nadya cemas.


"Iya, aku cuma mau tanya ada apa sebenarnya sampai Adrian cegat mobil kita. Aku juga mau tau, bagaimana bisa dia bebas secepat ini?" ucap Yoga.


"Oke, kamu hati-hati ya!" ucap Nadya memegang lengan pacarnya itu dan menunjukkan wajah cemas serta khawatir.


"Santai aja!" ucap Yoga tersenyum.


Yoga mengusap lembut puncak kepala gadisnya, lalu perlahan melepas lengannya dari genggaman Nadya dan menarik handle pintu mobilnya. Yoga pun keluar dengan cepat sembari membenarkan jaketnya, ia berjalan pelan mendekati ke arah Adrian dan memberi tatapan sinis pada pria tersebut.


"Mau apa lu?" tanya Yoga singkat dan jelas.


Adrian hanya tersenyum tipis, ia menggerakkan kakinya ke depan lalu menaruh satu tangan di pundak Yoga.


"Apa kabar?" tak diduga-duga, Adrian justru melontarkan pertanyaan seperti itu kepada Yoga sembari tersenyum.


Tentu Yoga tak menyangka akan hal itu, yang ia tau Adrian adalah orang yang sangat membencinya.


"Baik, buat apa lu tanyain kabar gue? Lagian ngapain sih lu pake kesini segala dan cegat mobil gue? Apa mau lu sebenarnya?" ujar Yoga tak mau terpengaruh dengan sikap ramah Adrian.


"Hahaha, santai aja brodi! Gue kan cuma nanya. Segitunya takut kehilangan Nadya...." ucap Adrian menurunkan tangannya dari pundak Yoga lalu menaruh kedua telapak tangannya itu ke dalam saku celana dan berputar balik memunggungi Yoga.


"Ya jelas lah! Gue cinta sama Nadya, gue yakin banget kedatangan lu kesini pasti ada hubungannya sama Nadya!" ujar Yoga.


"Kalau iya kenapa? Gue emang pengen rebut Nadya dari lu, dan itu bakal gue lakuin mulai sekarang. Gue udah ikhlas kehilangan Shella, tapi untuk Nadya gue gak akan pernah rela dan biarin lu bisa nikah sama dia!" ucap Adrian kembali berbalik menatap Yoga lalu mengacungkan telunjuknya ke depan Yoga.


Yoga terkejut dengan perkataan Adrian, benar saja perasaannya itu kalau Adrian masih mengincar Nadya dan ingin merebut gadis itu darinya.


"Coba aja kalo bisa! Lagian status lu masih buron, gue yakin sebentar lagi ada polisi yang bisa tangkap dan bawa lu ke penjara!" ucap Yoga menantang balik Adrian dengan senyum sinis.


"Oh ya? Gue udah bebas bro! Jadi, sekarang gue bisa ancurin hubungan lu dan Nadya..." ucap Adrian.


Yoga semakin dibuat cemas oleh Adrian, namun ia juga bingung bagaimana bisa Adrian mengatakan jika dia sudah bebas dari penjara.


...•••...


Sementara itu, Silvi dan Shella sampai di depan rumah. Silvi pun terus mengantarkan mantunya itu sampai ke dekat mobil Rafael yang parkir tepat di depan rumahnya itu. Rafael yang melihatnya, langsung bergegas turun dari mobil lalu membuka pintu agar memudahkan bagi Shella untuk masuk ke dalam.


"Silahkan, Bu!" ucap Rafael.

__ADS_1


"Makasih, Fael!" ucap Silvi sembari membantu Shella naik ke dalam mobil itu.


Setelah Shella aman di dalam mobil, Silvi pun berbincang sejenak kepada Rafael. Ia menitipkan menantu tersayangnya itu pada sang asisten putranya, tentu Silvi tak mau jika sesuatu terjadi pada Shella apalagi kandungannya nanti.


"Fael, kamu jagain Shella ya! Bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut!" ucap Silvi.


"Eee siap, Bu! Saya pasti akan jagain Bu Shella kok, saya juga bawa mobilnya nanti pelan-pelan kok!" ucap Rafael patuh pada perkataan Silvi.


"Bagus, yaudah kamu berangkat gih!" ujar Silvi.


"Baik, Bu!"


Rafael langsung bergerak memutar dan masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Silvi tetap disana sampai mantunya itu benar-benar pergi.


"Mah, aku pergi dulu ya? Dadah mama, assalamualaikum..." ucap Shella membuka kaca mobilnya untuk pamit sekaligus mengucap salam serta melambaikan tangan pada mamanya.


"Iya sayang, waalaikumsallam..." ucap Silvi.


Rafael pun menancap gas dengan perlahan, mulai melajukan mobilnya dengan hati-hati karena tak mau terjadi sesuatu di jalan nantinya.


"Eee Bu, kita mau kemana ya?" tanya Rafael begitu keluar dari pagar rumah bosnya.


"Cafe all in love, gak jauh kok dari sini. Kamu pasti tau lah, kan orang gaul?" jawab Shella tersenyum sembari mengambil handphonenya dari tas.


"Ohh, iya Bu saya tau kok." ucap Rafael.


Shella pun mengetik pesan ke nomor Yasmin yang mengatakan kalau ia sudah on the way ke tempat biasa mereka kumpul.


💌Shella : Yas, gue udah otewe nih ke tempat biasa. Paling dua puluh menit lagi sampe, lu gimana udah jalan belum?


Tliingg...


Tak lama, balasan dari Yasmin pun muncul sehingga Shella kembali membuka ponselnya dan membaca isi pesan sahabatnya tersebut.


💌Yasmin : Ohh, bagus deh! Gue masih di rumah nih, lagi nunggu Zara buat jemput. Biasalah dia kan anaknya emang suka ngaret, kalo misal lu udah sampe duluan tunggu aja disana!


Shella tersenyum sembari geleng-geleng kepala membaca pesan tersebut.


💌Shella : Oke!


Sesudahnya, Shella pun menaruh kembali ponselnya di dalam tas dan kembali tersenyum.


Melihat Shella senyum-senyum sendiri melalui spion, Rafael pun bingung tak mengerti apa yang terjadi dengan istri bosnya itu. Namun, ia memilih diam dan tetap fokus menyetir karena tidak ingin dianggap kepo atau ingin tau dengan urusan pribadi bosnya.


Tak lama kemudian, ponsel milik Shella kembali berdering. Kali ini ada telpon masuk dari suami tercintanya yakni Devano, Shella pun tersenyum dan kemudian mengangkat telpon itu dengan cepat juga dengan hati gembiranya.


📞"Halo mas, ada apa?" ucap Shella begitu mengangkat telponnya.


📞"Hey, honey! Suara kamu itu gemesin banget sih, bikin aku pengen cubit pipi kamu! Sayang aja, sekarang kamu lagi gak ada di dekat aku. Kalau misal kamu di samping aku, pasti aku langsung kuwel kuwel tuh pipi kamu!" ucap Devano.


📞"Apa sih, mas? Kamu telpon aku cuma mau buat ngegombal nih?" ujar Shella menahan senyumnya.


📞"Ya enggak dong, aku mau tanya sama kamu. Sekarang kamu udah berangkat ketemu sama temen kamu itu?" ucap Devano.


📞"Ohh, udah mas. Ini aku lagi di jalan sama pak Rafael, kenapa emang?" ucap Shella.


📞"Ya gapapa, kalo gitu tolong kamu loudspeaker telponnya! Aku mau bicara sama Rafael soalnya, bisa kan sayang?" ucap Devano.


📞"Ohh, bisa kok mas. Sebentar ya!" ucap Shella.


Shella pun menjauhkan sejenak ponselnya, lalu berbicara pada Rafael.


"Pak, suami aku mau bicara sama kamu. Bisa kan?" ucap Shella.


"Eee bisa, Bu!" ucap Rafael.


"Oke,"


Setelahnya, barulah Shella kembali berbicara pada suaminya karena sudah mendapat jawaban dari Rafael.


📞"Halo mas, ini kata pak Rafael bisa kok." ucap Shella.


📞"Yaudah, kamu loudspeaker sekarang!" ucap Devano.


📞"Iya mas..."


Shella pun menyalakan pengeras suaranya, lalu agak mendekatkan ponselnya itu ke arah Rafael agar suara suaminya bisa terdengar jelas di telinga Rafael.

__ADS_1


📞"Halo, pak Vano! Ada apa?" tanya Rafael.


📞"Iya, Fael. Saya minta kamu bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut! Yang bener juga kalo nyetir, gausah grasak-grusuk sok jadi pembalap! Kamu itu bukan Lewis Hamilton, apalagi Michael Schumacher. Jadi, bawa mobilnya di bawah 50 kilometer per jam aja! Saya gak mau istri saya sampai kenapa-kenapa!" ucap Devano mengingatkan Rafael.


📞"Baik, pak! Tenang aja! Saya juga bawa mobilnya cuma di kecepatan 40 kilometer kok, pak. Makanya daritadi kita gak sampe sampe!" ucap Rafael.


📞"Yaudah, bagus itu! Gapapa sampenya lama, yang penting istri saya baik-baik aja!" ucap Devano.


📞"Siap, pak!" ucap Rafael.


Setelahnya, Shella mematikan fitur pengeras suara itu lalu berbicara kembali pada suaminya.


📞"Udah kan, mas? Kamu puas?" tanya Shella.


📞"Iya honey, aku khawatir banget tadi. Sekarang aku agak sedikit lega lah, karena udah kasih tau Rafael buat enggak ngebut. Kamu hati-hati ya, cantik! Terus pulangnya jangan kesorean! Aku gak mau pas aku pulang, eh kamunya gak ada." ujar Devano.


📞"Iya mas, aku kan udah bilang tadi. Udah dulu, ya? Kamu kan lagi kerja, aku juga udah mau nyampe nih." ucap Shella.


📞"Oke deh, tapi kamu kiss aku dong!" ucap Devano.


📞"Hah? Ish, gak mau ah! Malu tau ada pak Rafael, kamu mah kalo minta gak kira-kira!" ujar Shella.


📞"Ahaha, yaudah kiss nya nanti aja pas aku pulang ke rumah biar lebih enak. Kalo gitu sekarang aku matiin dulu ya, honey? Selamat bersenang-senang sama sahabat kamu itu! Bye honey!" ucap Devano.


📞"Iya mas, bye juga! I love you..." ucap Shella.


📞"Eee iya, love you too..." ucap Devano agak ragu saat mengucapkan kalimat itu.


Tuuutttt...


Setelah telpon dimatikan, Shella tampak tersenyum dan menaruh kembali ponselnya di dalam tas.


"Mas Vano sampe segitunya khawatir sama aku!" gumam Shella di dalam hati.


...•••...


Nadya yang sudah tidak tahan lagi melihat perdebatan antara Adrian dengan Yoga, akhirnya memilih turun dari dalam mobil dan menemui kedua lelaki tersebut disana. Nadya ingin semuanya selesai dan tidak ada lagi keributan disana, walau ia sangat yakin Adrian tak mungkin bisa melakukan itu.


Melihat Nadya keluar, Adrian langsung tersenyum tipis dan merasa senang.


"Nadya..." ucap Adrian pelan.


Yoga pun terkejut mendengar Adrian menyebut nama gadisnya, ia langsung menoleh dan melihat Nadya tengah berjalan ke dekatnya. Yoga sangat tidak senang dengan kelakuan gadis tersebut, karena ia sudah meminta padanya untuk tetap disana dan jangan keluar.


"Nadya, kamu kenapa keluar sih?" tanya Yoga.


Belum sempat Nadya menjawab, Adrian sudah langsung menyela nya.


"Ya udah jelas lah! Nadya itu kangen sama saya, dia pasti mau ketemu sama saya. Iya kan, Nadya?" seloroh Adrian sambil tersenyum dan menaik-turunkan kedua alisnya menggoda Nadya.


"Heh! Lu jangan macam-macam sama pacar gue!" ujar Yoga emosi pada Adrian.


"Hahaha, baru pacar aja udah bangga amat! Sekarang boleh lu bisa jadi pacar Nadya, tapi nanti gue yang bakal bersanding dengan Nadya di pelaminan." ucap Adrian tersenyum.


"Hah? Siapa juga yang mau sama kamu?" ucap Nadya.


"Aduh, Nadya! Kamu itu dari dulu sampe sekarang gak berubah, ya? Masih aja gemesin banget, denger suara kamu aja aku udah klepek-klepek apalagi kalau bisa peluk dan cium bibir kamu lagi kayak dulu. Ingat Nadya, aku yang udah ambil first kiss kamu dan kita sama-sama menikmati itu." ucap Adrian menggoda gadis di hadapannya sambil tertawa.


Nadya langsung terdiam menunduk, ia kembali mengingat momen saat bekerja sebagai asisten di perusahaan Adrian.


"Jaga bicara lu! Jangan sembarangan ngomong kayak gitu sama pacar gue! Atau lu bakal tau akibatnya sendiri, karena udah macam-macam sama gue dan Nadya!" ujar Yoga emosi.


"Sabar dong! Kok emosi sih? Apa yang saya bicarakan tadi itu benar loh, ya kan Nadya?" ucap Adrian.


"Kurang ajar...!!"


Yoga yang tersulut emosi, langsung hendak maju menghajar Adrian dengan tangannya. Namun, Nadya berhasil menahan kekasihnya itu agar tidak terjadi keributan yang lebih parah disana.


"Jangan Yoga!" ucap Nadya.


"Kenapa sih? Kamu jangan halangin aku dong! Aku harus kasih pelajaran ke dia!" ujar Yoga.


"Enggak, Yoga! Semua masalah gak harus diselesaikan dengan cara kekerasan, kita kan bisa bicara baik-baik supaya gak ada lagi masalah kayak gini nantinya." ucap Nadya.


Adrian tersenyum licik sembari mengelus area dagunya dan terus memandang ke arah Nadya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2