Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ditolong Yoga


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 263


...•...


...•...


Nadya masih saja memegangi bagian ulu hatinya yang terasa sakit dan sesekali memejamkan mata, ia terus coba menahan rasa sakit yang dideritanya agar kedua pria di hadapannya itu tak risau. Namun, rasa sakitnya malah semakin terasa dan seperti menusuk tubuhnya hingga membuat Nadya sudah merasa tidak kuat lagi menahannya.


"Awwhhh... sakit banget...!!!" batin Nadya meringis.


Gadis itu berdesis merasakan sakit yang amat sangat pada bagian ulu hatinya, ia coba bersandar pada sandaran kursi dan memejamkan mata dengan mendongak ke langit untuk menahan rasa sakit. Akan tetapi, cara itu tak berhasil dan sakitnya semakin terasa menusuk-nusuk sampai ia tidak kuat lagi dan akhirnya pingsan karena sangat sakit.


Wahyu & Jarwo yang sudah selesai pemanasan pun kembali ke tempat duduk yang mana ada Nadya disana, mereka terkejut melihat gadis itu memejamkan mata dan malah mengira kalau Nadya tengah tertidur mungkin karena mengantuk sehingga mereka tak memikirkan yang macam-macam.


"Lah dia tidur bro, gimana mau dititipin barang? Nanti kalo diambil orang bisa ilang tuh, ponsel sama dompet kita!" ucap Wahyu berbisik.


"Iya, tapi dia cantik banget ya bro? Coba bayangin deh kalo lu punya cewek kayak dia..." ucap Jarwo.


"Yah elah masih suka ngayal aja lu, udah sadar! Mana mungkin cewek kayak dia mau sama kita, stop berkhayal dan mari kita olahraga!" ujar Wahyu.


"Gas!"


Akhirnya Jarwo & Wahyu memulai olahraga mereka dengan berlari mengitari taman itu tanpa memperdulikan Nadya, ya mereka tak tahu jika Nadya pingsan dan hanya mengira kalau Nadya tertidur akibat kelelahan atau mengantuk.


Alhasil, Nadya terus pingsan disana tanpa ada satu orangpun yang menolongnya lantaran semua yang lewat juga mengira kalau Nadya hanya sekedar tidur dan tak berpikiran yang aneh-aneh. Apalagi Jenar masih asyik berlari dan bahkan kini lebih jauh bukan hanya di putaran dalam taman, melainkan juga sampai mengelilingi seluruh taman luas itu.


🌺

__ADS_1


Dari arah berlawanan muncul seorang pria berkaos putih dengan gambar banteng di depannya dan mengenakan celana pendek sedengkul serta sepatu, pria itu menghentikan langkahnya begitu melihat sosok perempuan yang tengah terpejam di atas kursi taman dekatnya.


Ya pria yang tak lain adalah Yoga itu pun maju ke depan untuk memastikan bahwa ia tak salah lihat, Yoga langsung terkejut sekaligus senang karena ia bisa bertemu kembali dengan wanita yang berhasil menggantikan posisi Femila di hatinya.


"Nadya...." ucap Yoga terperangah.


Melihat gadis itu tengah tertidur pulas, Yoga pun mengambil kesempatan untuk duduk di samping Nadya dan memandangi wajah yang sudah lama tak bisa ia lihat dari jarak sedekat ini.


"Nadya, aku seneng banget bisa ketemu lagi disini!" ucap Yoga tersenyum sembari membelai rambut bagian depan gadis itu.


Tanpa sengaja Yoga menyentuh dahi Nadya dan ia merasakan panas yang amat sangat pada jarinya, dilihat lah dengan jelas kondisi wajah gadis itu dan Yoga baru menyadari kalau Nadya lebih pucat dari biasanya.


"Nadya, kamu kenapa? Kok tubuh kamu panas begini?" tanya Yoga mulai cemas.


Yoga coba mengecek tangan Nadya dan benar ternyata rasa panas itu berasal dari tubuh Nadya, ia pun bertambah panik karena khawatir pada kondisi gadis itu saat ini terlebih lagi disana juga tak terlihat pihak keluarga dari Nadya.


"Gimana ini? Kayaknya Nadya sakit dan pingsan, gue harus bawa dia segera ke rumah sakit!" ujar Yoga tak mau berlama-lama lagi langsung menggendong tubuh Nadya yang pingsan itu.


Ya Yoga berjalan cepat menuju parkiran taman sambil menggendong tubuh Nadya, ia sungguh cemas pada kondisi gadis itu dan tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.


"Loh, Sheila? Sheila kenapa, nak Yoga?" tanya Jenar langsung panik hebat.


"Saya juga gak tahu, tante! Tadi saya temuin Nadya disana dalam keadaan pingsan, terus tubuhnya panas banget tan!" jawab Yoga terengah.


"Apa? Ya ampun Sheila, ayo nak kita bawa Sheila ke rumah sakit secepatnya!" ucap Jenar.


"Baik, tante! Mobil saya ada di parkiran!" ucap Yoga.


Akhirnya mereka pun berjibaku membawa Nadya menuju parkiran tepatnya ke mobil Yoga, keduanya tampak panik dan cemas melihat Nadya masih tak sadarkan diri disertai tubuhnya yang semakin panas bila disentuh atau dirasakan oleh kulit mereka.


"Sayang, Sheila sadar nak! Ibu gak mau terjadi sesuatu sama kamu, ibu sayang sekali sama kamu Sheila! Ayo bangkit dan sadar, demi ibu!" batin Jenar memandang wajah putrinya sembari menangis.


...•••...


Disisi lain, Arga sudah bersiap untuk pergi keluar dengan berpakaian rapih serta mengenakan gel rambut miliknya supaya terlihat lebih keren dan tampan menurutnya. Setelah semuanya terlihat rapih, Arga pun berjalan keluar dari kamar sambil mengaitkan kancing tuksedo yang ia kenakan.

__ADS_1


Rupanya di depan sana sudah ada Leo sang asisten yang menunggu kehadiran Arga, tentu Arga tampak terkejut karena mendadak berpapasan dengan asistennya saat baru keluar dari dalam kamarnya.


"Loh, Leo? Kamu ngapain disini?" tanya Arga heran.


"Maaf bos, saya ditugaskan tuan Herman untuk membawa bos Arga ke meja makan! Disana bos sudah ditunggu sama tuan dan nyonya besar, kayaknya mereka ada sesuatu penting yang mau diomongin sama bos!" jelas Leo.


"Hadeh, udah mulai kurang ajar ya mereka! Mentang-mentang saya anaknya bisa paksain kehendak gitu aja, terus pake segala nyuruh kamu lagi buat bawa saya!" ucap Arga kesal.


"Maaf bos, tapi ada baiknya bos temui saja tuan dan nyonya besar supaya tidak terjadi masalah lagi!" ucap Leo memberi usul.


"Ya, okelah! Kamu duluan saja pergi nanti saya menyusul, saya masih ingin menghubungi seseorang terlebih dahulu!" titah Arga.


"Baik, bos! Tapi, jangan sampai bos tidak datang karena nanti saya yang dimarahi!" ujar Leo.


"Ya ya, sudah sana pergi!" ujar Arga makin dibuat kesal, wajahnya tampak ketus dan jemarinya membuat gestur mengusir asistennya itu pergi.


Karena tak mau ada kemarahan selanjutnya, Leo pun memilih pergi dari sana meninggalkan bosnya sendirian yang masih sibuk dengan ponselnya hendak menghubungi seseorang. Ya sudah tentu seseorang yang dimaksud adalah anak buahnya alias si botak, memang si botak masih ia tugaskan untuk memata-matai Devano dan Shella.


📞"Halo, sudah ada informasi soal tempat tinggal Devano dan istrinya?" tanya Arga begitu telponnya tersambung dan diangkat oleh si botak.


📞"Tentu bos, kemarin saya berhasil mengikuti Devano sampai ke rumahnya! Tapi maaf bos, karena saya kelupaan mengirim lokasi rumah itu ke handphone bos!"


📞"Yasudah tidak apa, cepat kirim lokasi itu sekarang juga!" perintah Arga.


📞"Siap, bos!"


Tliingg...


Tak berapa lama sejak telpon diputus, si botak langsung mengirim lokasi ke ponsel Arga.


"Hahaha, Shella aku datang...."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2