Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Terungkap sudah


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 112


...•...


...•...


Penculik itu kembali menemui Shella setelah menyelesaikan urusannya, ia membawa sebuah speaker bluetooth di tangannya.


"Kamu pasti bosen kan? Makanya aku bawa speaker ini kesini supaya kamu bisa dengerin lagu-lagu jadi kamu gak bakal bosen lagi deh!" ujar penculik itu kemudian menyalakan speaker yang ia bawa dan menyambungkannya pada handphone miliknya.


Shella hanya diam saja masih rebahan di ranjang empuk itu, ia bahkan tak melirik sedikitpun ke arah si penculik dan tetap bersikap cuek.


"Aku yakin pasti kamu gak asing sama lagu ini, karena lagu ini tuh asik banget dan sering kamu setel dulu!" ucap penculik itu kemudian menyetel musiknya.


Kurasakan ada yang berbeda saat dia tak di sini


Duh, aku bingung jadinya


Setiap kali ku pejamkan mata


Ku selalu ada dia


Ku makin bingung jadinya


Tak ku sangka jadi begini akhirnya


Semoga dia tak sadar


Malu-malu hatiku


Awalnya ku pura-pura


Lama-lama ku jadi suka


Oh Tuhan, inikah yang namanya cinta


Tadinya biasa saja

__ADS_1


Sekarang ku benar-benar cinta


Kuharap ini sebentar saja


Sontak Shella langsung membulatkan matanya saat mendengar lagu itu, dia berpikir keras bagaimana bisa penculik itu tau lagu kesukaannya dulu.


"Kenapa dia setel lagu ini? Kan cuma temen-temen sekolah aku yang tau kalo aku suka setel lagu ini dulu waktu di kelas, sebenarnya dia siapa sih?" gumam Shella bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Asik kan lagunya? Sayang sekarang mereka udah bubar, coba masih eksis aku yakin kamu pasti datengin tiap konser mereka terus!" ucap si penculik.


Mendengar perkataan penculik itu barusan, hati Shella makin bertanya-tanya tentang siapa orang yang ada di hadapannya itu.


"Kamu itu siapa sih? Kenapa kamu bisa tau lagu kesukaan aku waktu dulu?" tanya Shella dengan wajah penasaran menatap ke arah penculik itu.


"Kan udah aku bilang, kamu bisa tau siapa aku ketika kita sudah melangsungkan pernikahan nanti! Jadi sabar aja ya, gak lama lagi kok! Setelah besok aku bawa kamu pergi jauh dari sini, aku pastikan kita akan langsung menikah sayang!" ucapnya mendekatkan wajahnya dan memegang dagu Shella.


Dengan cepat Shella menghindar menepis tangan penculik itu agar tak memegang wajahnya.


"Jangan pernah berpikir kamu akan bisa memiliki aku! Selamanya aku cuma milik mas Vano seorang, jadi jangan harap kalau aku akan mau menikah dengan kamu!" ucap Shella dengan mulutnya yang tampak bergetar akibat menahan emosi.


Penculik itu malah tersenyum dan membesarkan volume musiknya bahkan sampai Shella menutup telinganya karena keberisikan.


"Kamu gila ya? Ini kenceng banget loh, kamu mau ngerusak telinga aku? Emang dasar gak waras!" ucap Shella berteriak sambil terus menutupi telinganya.


"Kok diem? Ini ambil! Yaudah deh kamu pasti malu kan terima pemberian dari aku, jadi aku taruh aja handphonenya di meja ok!" sambung penculik itu lalu meletakkan hp nya di atas meja.


"Aku keluar lagi ya, selamat bersenang-senang sayang!" ujarnya lagi lalu berdiri dan pergi meninggalkan Shella di kamar itu sendirian.


Setelah kepergian penculik itu, Shella bangkit dan mengecilkan volume musik yang hampir merusak telinganya itu.


"Ish emang dasar cowok gila! Kapan ya aku bisa bebas dari sini? Rasanya udah gak tahan banget lama-lama ada disini..!!" ujar Shella.


...•••...


Jenar masih terus bersedih karena sampai sekarang Shella putrinya belum bisa ditemukan, ia memeluk erat handphone milik Shella sambil menangis.


Tak lama, Nadya datang membawakan sarapan untuk ibunya itu.. Ia khawatir pada kondisi Jenar karena belakangan ini ibunya itu susah sekali disuruh makan.


"Bu, ini sarapan buat ibu! Udah hampir siang loh, ibu belum makan sama sekali.. Ibu makan dulu ya! Aku gak mau kalo ibu sampai sakit, aku juga yakin Shella pasti sedih kalo tau ibu belum makan!" ucap Nadya membujuk Jenar untuk makan.


Tak ada jawaban dari Jenar, ia masih fokus menangis sambil memeluk handphone milik Shella.


Akhirnya Nadya meletakkan sepiring nasi uduk dan segelas air putih di atas meja, lalu ia duduk di samping ibunya itu dan merangkul pundak Jenar.


"Sabar ya bu jangan nangis terus! Aku yakin Shella pasti sebentar lagi berhasil ditemuin kok sama Devano, jadi ibu tenang ya jangan sakitin diri ibu sendiri! Ibu harus makan supaya nanti pas Shella pulang ibu dalam keadaan sehat..!!" ucap Nadya.

__ADS_1


"Gak bisa Sheila, selama ibu belum tahu kabar dan kondisi Shella, ibu gak mau makan!" ujar Jenar sambil terus menangis di dada Nadya.


"Jangan begitu dong Bu! Ibu harus makan walau sedikit, sini aku suapin ya Bu!" ucap Nadya.


"Enggak Sheila, ibu gak mau makan! Udah kamu aja yang makan makanan itu, ibu baru mau makan kalau Shella ada disini!" ujar Jenar keluar dari pelukan Nadya lalu pergi menuju kamarnya.


Sontak Nadya tertunduk disana merasa sedih karena gagal membujuk ibunya untuk makan, bahkan sekarang ia jadi merasa kalau dirinya tak penting bagi Jenar.


"Kenapa sih ibu gak mau dengerin kata-kata aku? Apa aku udah bukan anak kandungnya lagi? Kalau gini percuma aku nginep disini, mending dari kemarin aku tetep tinggal di rumah mamah!" gumam Nadya.


Nadya pun membawa kembali piring dan gelas itu ke dapur setelah ibunya tidak mau makan, ia tampak kesal dan pergi keluar rumah sambil membawa tas tenteng nya.


...•••...


Devano terkejut saat ia turun dari mobilnya yang terparkir di depan kantor polisi, tentu saja ia kaget karena melihat Adrian berjalan keluar bersama Satria.


Devano pun menghampiri mereka berdua dengan tatapan terheran-heran, sementara Adrian santai saja sambil mengunyah permen karet seperti boy anak jalanan.


"Kenapa anda bisa keluar?" tanya Devano.


"Kaget ya? Aduh Devano Devano.. Makanya jangan berpikir bisa menang dari seorang Adrian! Sampai kapanpun anda tidak akan pernah bisa menang melawan saya!" ucap Adrian.


"Hahaha, tidak perlu kaget begitu nak Vano! Anak saya bisa keluar dari penjara tentu saja karena dia tidak bersalah, semua tuduhan yang anda berikan ke Adrian itu tidak benar! Dan saya juga telah menunjukkan buktinya pada pihak kepolisian!" ucap Satria tersenyum-senyum.


"Apa maksud kalian? Di pengadilan kemarin hakim sudah mengeluarkan keputusannya kalau anda pak Adrian terbukti bersalah! Pasti kalian sudah melakukan sesuatu kan di belakang saya," ujar Devano.


"Hahaha.. Saya hanya menunjukkan sebuah bukti rekaman suara yang berisi pembicaraan antara Rafi dengan Lina manajer keuangan anda itu! Setelahnya polisi langsung memanggil Lina dan benar dia mengakui kalau bukan Adrian yang menyuruhnya, dia juga mengatakan ini semua adalah permainan Rafi sepupu anda sendiri..!!" jelas Satria pada Devano.


Devano terbujur kaku saat itu juga, ia tak bisa berkata-kata lagi.. Sedangkan Adrian mendekatkan diri ke arah Devano dan kembali berbicara padanya.


"Kasihan sekali anda Devano, sudah dikhianati oleh sepupu anda sendiri! Jadikan ini pelajaran bagi anda untuk memeriksa terlebih dahulu orang-orang di dekat anda sebelum menuduh orang lain!" ucap Adrian lalu berjalan pergi meninggalkan Devano disana.


Devano masih tak percaya kalau Rafi lah yang sudah melakukan itu semua, akhirnya ia masuk ke dalam untuk menanyakan secara langsung pada polisi.


Benar saja, polisi menjawab semuanya sesuai dengan yang dikatakan Adrian & Satria tadi.


Sontak Devano langsung merasa geram dan mengepalkan tangannya, ia benar-benar tidak menyangka Rafi bisa tega melakukan itu padanya.


"Dasar tidak tahu diuntung kau Rafi! Seharusnya gua gak bantu lu saat itu kalau begini akhirnya! Gua pastiin lu bakal terima balasan yang lebih menyakitkan..!! Selama ini gua percaya sama lu, tapi justru lu menodai kepercayaan gua!" gumam Devano.


Ia pun kembali ke mobilnya dengan terburu-buru, setelahnya ia langsung menancap gas menuju tempat Rafi dengan kecepatan tinggi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2