
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 350
...•...
...•...
Ceklek...
"Eh mama!" Devano langsung tersenyum renyah saat melihat mamanya berdiri di depan pintu dan menatapnya dengan tajam menelisik seperti orang yang tengah menaruh curiga.
Devano pun bingung lalu menelan saliva nya kasar.
"Mah, mama kenapa?" tanya Devano penasaran.
"Shella mana? Abis ngapain aja kalian di kamar? Kok gak keluar-keluar sih?" ujar Silvi mencecar Devano dengan berbagai macam pertanyaan.
Tanpa sengaja, Silvi pun melihat Shella yang tengah memakai kembali penutup dada miliknya di atas ranjang. Tentu Silvi langsung memiliki kesimpulan kalau putrinya itu baru saja bercocok tanam dengan Shella di dalam sana, ia tampak kecewa dan menggelengkan kepalanya di hadapan Devano.
"Mah, jangan mikir yang enggak-enggak dulu! Aku sama Shella gak ngapa-ngapain kok, mah!" ucap Devano coba menenangkan mamanya.
"Gak ngapa-ngapain gimana? Kamu aja telanjang dada begini, terus tuh kelihatan dari keringat sama nafas kamu yang ngos-ngosan kayak orang abis olahraga di ranjang!" ujar Silvi.
"Mana ada sih, mah? Aku gak begitu kok, kan aku udah janji sama mama!" ucap Devano.
"Masih aja ngelak kamu, ya! Sekarang mana istri kamu? Mama mau ketemu dan tanya langsung sama dia, soalnya mama gak percaya sama ucapan kamu! Gak mungkin kalau kamu enggak ajak Shella macam-macam di dalam sana, dasar otak mesum yang ada di pikirannya cuman begituan aja gak mikirin calon anak kamu!" ucap Silvi.
Devano hanya bisa diam sembari menggaruk kepalanya kebingungan.
"Mas, ada apa sih?" tanya Shella yang tiba-tiba muncul keluar dari kamar lalu menemui suami serta mama mertuanya disana.
"Nah nah, pas banget kamu keluar Shella. Sekarang kamu kasih tau ke mama, apa yang habis Devano lakukan ke kamu di dalam?" ujar Silvi.
"Eh mama! Eee aku sama mas Vano gak ngapa-ngapain kok, mah!" jawab Shella gugup.
"Haduh, kamu gausah nutup-nutupin dari mama! Kamu juga jangan takut sama suami kamu ini! Sekarang jawab jujur ke mama, kalian pasti abis melakukan itu lagi kan?" ucap Silvi.
__ADS_1
Shella menatap wajah suaminya seakan bertanya.
"Mah, mama tuh—"
"Diam kamu, Vano! Mama lagi bicara sama Shella, kamu jangan ikut bicara juga!" potong Silvi dengan cepat sambil ngegas.
"Ayo Shella, jawab aja!" ucap Silvi.
"Eee...." Shella masih tampak bingung dan gugup.
"Udah sayang, kamu gausah takut!" bujuk Silvi sambil tersenyum meminta Shella jujur padanya.
Lalu, Silvi secara tak sengaja juga melihat tanda merah yang cukup banyak di leher serta sebagian dada Shella. Sontak Silvi semakin yakin kalau Devano memang melakukan itu pada Shella dan tak mendengarkan perkataan darinya.
"Shella, itu tanda apa di leher kamu sayang?" tanya Silvi sambil tersenyum.
"Hah?" Shella terkejut lalu reflek memegangi lehernya dan menatap Devano.
Devano langsung menepuk jidat dan menghembuskan nafasnya kasar karena ia tidak sadar kalau sudah membuat banyak tanda di leher sang istri saat bercinta dengannya tadi.
"Nah, kalian gak bisa ngelak lagi sekarang. Ayo jujur aja sama mama, kalian pasti abis gitu-gituan kan?" ucap Silvi.
"Iya iya, mama bener! Vano sama Shella tadi abis main, soalnya aku gak tahan mah. Shella itu terlalu seksi buat dianggurin, makanya langsung aku cium aja bibirnya! Eh ternyata malah kelewatan dan kami jadi ngelakuin itu lagi," jawab Devano.
"Bener tuh, mah!" sahut Devano.
"Gak kasar gimana? Itu buktinya banyak banget tanda merah di leher kamu, berarti kan Devano mainnya masih kasar! Itu gak baik loh untuk kesehatan calon bayi kalian!" ucap Silvi.
"Iya mah, aku tau kok." ucap Devano.
"Yasudah, mulai malam ini Shella tidur di kamar mama sama mama. Biar kamu sendirian disini, atau ajak papa kamu sekalian!" ucap Silvi.
"Loh kok gitu sih, mah?" tanya Devano.
"Ya iya, demi keamanan Shella dan juga bayi di dalam kandungannya!" jawab Silvi tegas.
"Mah, aku bisa jaga diri kok. Aku juga yakin mas Vano pasti gak mau kehilangan calon bayinya, jadi pasti dia nurut sama aku dan enggak ajakin aku begituan lagi nanti!" ucap Shella.
"Yakin kamu sayang?" tanya Silvi masih cemas.
"Iya mah, aku yakin kok! Aku juga gak tega kalo ngeliat mas Vano sedih gara-gara tidur sendiri, gimanapun juga kan aku istrinya mah." jawab Shella.
"Oke, mama gak akan paksa kamu buat tidur sama mama. Tapi, kamu Vano harus janji buat enggak ajak Shella begituan lagi! Kalau kamu ngelanggar, siap-siap aja mama bakal bawa paksa Shella ke kamar mama!" ucap Silvi.
__ADS_1
"Iya mah, aku janji kok gak akan ajak Shella begituan nanti malam dan seterusnya sampai kondisi janin di tubuh Shella pulih!" ucap Devano.
"Bagus, kalo gitu mama mau ke bawah dulu siapin buat makan malam kita. Kalian mending mandi deh, nanti kita kan mau makan malam bareng!" ucap Silvi kini kembali tersenyum.
"Siap, mah!" ucap Devano merasa lega.
Setelahnya, Silvi pun turun ke bawah menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam bersama Intan juga Yuni alias pekerja disana.
Sementara Devano mengajak istrinya itu ke dalam kamar dan tak lupa mengunci pintu agar tak ada yang bisa masuk begitu saja ketika mereka berdua tengah mandi nanti.
•
•
Devano tersenyum memandangi wajah cantik istrinya yang masih tampak ketakutan karena Silvi tadi terlihat cukup marah.
"Honey, kita mandi yuk! Barengan aja biar cepet selesainya!" ucap Devano mengajak Shella mandi bareng dengannya sambil tersenyum genit berupaya menggoda Shella.
"Mas, sendiri-sendiri aja ah! Aku gak mau kamu nanti kelewatan lagi terus kita bakal dimarahin mama lagi!" ucap Shella menolak.
"Gak bakal! Aku janji kok, aku cuma mau mandi bareng sama kamu biar cepat aja gitu! Kan semakin cepat kita selesai mandi semakin bagus, jadi kita shalat Maghrib nya gak kelewatan! Ini sebentar lagi masuk waktunya Maghrib loh!" ucap Devano.
"Iya sih, tapi bener ya kamu gak akan macam-macam sama aku lagi disana?" tanya Shella.
"Iya honey, gak percayaan banget sih sama suaminya sendiri!" jawab Devano.
"Yaudah oke, awas aja kalo macam-macam! Aku gak bakal belain kamu lagi di depan mama, terus aku juga mau tidur sama mama aja nanti malam!" ancam Shella pada suaminya.
"Iya iya..."
Setelahnya, barulah Shella mau masuk ke kamar mandi bersama suaminya.
Devano melepaskan celana pendek yang ia kenakan dengan entengnya di hadapan Shella, memperlihatkan miliknya yang gagah perkasa dan telah berkali-kali menerobos milik Shella.
Sementara Shella hanya bisa berdiam diri melihat apa yang ia saksikan saat ini, memang milik suaminya sangat berhasil membuatnya tergugah.
"Pegang sayang!" rayu Devano.
"Hah?" Shella terkejut.
Devano pun meraih tangan Shella lalu meletakkannya di area miliknya yang berdiri tegak itu, perlahan Devano memaju-mundurkan tangan Shella menggunakan tangannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...