
Rafi pulang ke rumah pukul 9 malam, disana dia bertemu dengan Devano yang sedang duduk di sofa.
Devano pun meminta Rafi untuk duduk disana juga karena dia ingin menanyakan sesuatu padanya.
"Kenapa lu baru pulang jam segini?" tanya Devano.
"Iya Van, tadi ibunya Shella ngajak gue makan malam disana.. Karena gak enak ya gua terima aja tawaran dia, makanya gue baru bisa pulang sekarang!" jawab Rafi.
Devano bangkit dari sofa dan terlihat marah pada Rafi.
"Gue suruh lu buat anterin Shella ke rumahnya, bukan buat ikut makan malam sama keluarganya!" ujar Devano sambil menunjuk ke wajah Rafi.
"Iya gua tau Van, tapi tadi kan gua dah bilang gua itu diajak sama ibunya Shella.. Gua gak enak dong kalo nolak," ujar Rafi.
"Alesan aja lu, gua tau lu juga seneng kan bisa lebih lama sama Shella! Harusnya kan lu bisa tolak bilang ada urusan kek atau apa gitu!" ucap Devano.
"Iya iya gua minta maaf, lain kali kalo ibunya Shella ngajak makan bareng gua bakal tolak kok!" ucap Rafi.
"Gak perlu, gua gak akan minta lu lagi buat jagain Shella! Udah cukup tugas lu sampe sini aja," ujar Devano.
"Hah? Terus siapa dong yang jagain Shella? Katanya lu gak mau dia kenapa-napa," ujar Rafi.
Lalu, Laila muncul dan memotong pembicaraan mereka.
"Gue kak!" ucap Laila.
Rafi & Devano pun menoleh ke arah Laila.
"Iya, mulai besok Laila yang akan jamin keselamatan Shella di kantor hingga dia sampai di rumah dengan selamat!" ujar Devano.
"Ohh ok," ucap Rafi.
"Eh emang kapan sih lu mau lamar Shella?" sambung Rafi.
"Hari Minggu besok, dan pastinya juga setelah Laila berhasil membujuk Shella untuk mau menikah dengan gua!" jawab Devano.
Rafi memperlihatkan ekspresi terkejutnya karena Devano ingin melamar Shella secepat itu.
"Oh gitu, yaudah gua doain lu berhasil meyakinkan Shella! Kalo gitu gua ke kamar dulu!" ujar Rafi.
"Ya oke,"
Rafi pun berjalan ke kamarnya.
"Kak, tadi kok ekspresi kak Rafi kayak gak suka gitu ya pas tau lu mau lamar Shella Minggu ini?" tanya Laila.
"Ah perasaan lu doang itu," ujar Devano.
"Dih serius bang tadi gue lihat sendiri kok!" ucap Laila.
"Udah gausah dipikirin! Mending tidur sana dah malem nih!" ujar Devano.
__ADS_1
"Iya iya,"
Laila pun juga melangkah menuju kamarnya, sedangkan Devano kembali duduk di sofa seperti tadi.
"Apa mungkin Rafi emang ada rasa sama Shella? Gua gak akan biarin dia terus deket-deket sama Shella!" batin Devano.
Sementara itu, Rafi sudah ada di dalam kamarnya..
Ia duduk di pinggir kasurnya lalu melamun memikirkan Shella.
"Kok gue kecewa ya Devano minta gua berhenti buat jagain Shella?? Apa iya gua mulai suka sama Shella?" gumam Rafi.
Rafi pun teringat kembali pada peristiwa saat pertama kali ia bertemu dengan Shella, yaitu di terminal bus dan saat itu Rafi menolong Shella yang tasnya dijambret.
"Mana jambretnya??" tanya Shella terengah-engah.
"Eh itu jambretnya udah dibawa sama warga.." jawab Rafi
"Itu tas saya.." ucap Shella.
"Oh jadi kamu yang dijambret, lain kali hati-hati ya! Maklum ditempat seperti ini banyak jambret berkeliaran.." ujar Rafi.
Ia pun menyerahkan tas itu pada Shella.
"Nih tas kamu," ucapnya.
"Alhamdulillah tas aku selamat Bu, makasih ya mas.." ucap Shella.
"Iya sekali lagi makasih," ucap Shella.
Kemudian dia tersenyum-senyum sendiri di kamar saat mengingat momen pertama kalinya ia bertemu dengan Shella itu.
"Kalo dilihat-lihat Shella itu manis banget, pantes aja Devano kepincut sama dia!" gumam Rafi.
Lalu, Rafi menghentikan lamunannya dan melepaskan satu persatu pakaian yang ia kenakan.
Rafi berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
...•••...
Besoknya, Shella sampai di kantor. Pagi itu tidak tampak seperti biasanya, banyak senyum menyambut kedatangan Shella disana.
Shella pun heran ada apa sebenarnya, kenapa sekarang para karyawan disana tersenyum ketika melihat kedatangan nya.
"Ini pada kenapa sih? Tumben banget senyum ke gue? Tapi ya gapapa sih malah bagus juga," gumam Shella.
Kemudian, saat Shella sampai di ruangannya disana ada sebuah rangkaian bunga yang tergeletak di mejanya serta secarik kertas berisi tulisan di atasnya.
"Hah? Ini dari siapa ya?" gumam Shella bertanya-tanya pada dirinya.
Shella pun mengambil kertas itu dan membaca isi tulisannya..
__ADS_1
Pagi cantik, semoga kamu suka ya bunganya! Kamu tau gak kenapa aku kasih bunga itu ke kamu? Itu karena.. Keindahan kamu sama seperti bunga itu, apalagi saat kamu memperlihatkan senyuman kamu yang manis itu! Itulah sebabnya aku meminta semua orang disini tersenyum padamu, agar kamu membalas senyum mereka dan aku bisa melihat senyuman mu terus menerus..
^^^dariku yang selalu mengagumimu~^^^
Shella tersenyum setelah membaca, dia menempelkan kertas itu ke dadanya.
Lalu, Shella juga mengambil bunga itu dan mencium harumnya aroma bunga itu.
Tiba-tiba saja Andin datang meledek Shella yang sedang menciumi bunga sambil tersenyum dan menutup matanya.
"Cie cie.. dapet kiriman bunga dari siapa tuh? Wah wah baru juga berapa hari kerja, udah dapet penggemar aja nih.." ujar Andin.
"Ya ampun Andin, apaan sih! Mana ada coba yang mau jadi penggemar gue?" ucap Shella.
"Itu buktinya udah dikasih bunga aja, pasti besok-besok ada barang-barang lain di meja lu!" ujar Andin.
"Apa sih lu! Eh btw lu tau gak yang taruh bunga ini disini itu siapa?" tanya Shella.
"Oh gak tau deh, soalnya dari pas gue datang bunga itu udah ada di meja lu.." jawab Andin.
"Siapa ya yang ngasih ini? Apa mungkin pak Rafi?" batin Shella.
Shella kembali menciumi bunga itu, sementara Andin pergi meninggalkan nya karena merasa dikacangin.
"Ehm!" tegur seseorang.
Shella kaget dan langsung menoleh ke asal suara itu, ternyata Devano yang tadi menegurnya.
"Eh pak Dev, ada apa?" tanya Shella.
"Kamu ngapain? Kok gak kerja?" ujar Devano.
"Eee maaf pak, ini saya mau kerja kok!" ucap Shella.
"Yasudah, saya tidak mau kamu berleha-leha ya! Kecuali kalau kamu nanti sudah menikah dengan saya, baru kamu bisa melakukan itu!" ucap Devano.
Shella membulatkan matanya saat Devano bicara seperti itu.
"Maaf pak, tapi sampai kapanpun saya tidak akan mau menikah dengan lelaki yang sudah mencuri mahkota saya!" ujar Shella.
Devano tersenyum smirk ke arah Shella, lalu dia meninggalkan nya dan keluar dari sana.
"Kenapa sih, bisa ada orang kayak gitu? Dia udah ambil kesucian gue, eh bisa-bisanya dia minta gue nikah sama dia? Dasar gak punya pikiran!" batin Shella.
Shella pun menaruh bunga itu kembali di mejanya, dan dia mulai menyalakan komputer nya lalu duduk di kursi kerjanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE, KOMEN & KLIK FAV YA TEMAN-TEMAN 🤗...
...INGAT! SATU LIKE SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR🤗❤️...
__ADS_1
...SEMOGA KALIAN SUKA SAMA CERITA AUTHOR YA!...