Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Lenguhan Femila


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 173


...•...


...•...


Rafi mendekati Femila yang masih terbelalak melihat kedatangan pria asing ke kamar itu, ia juga was-was lelaki itu akan melakukan tindakan yang tak diinginkannya.


Rafi duduk di samping Femila sambil terus tersenyum memandangi wajah gadis itu, tampak Femila juga terus berusaha menjauh dari Rafi agar pria itu tak mendekatinya.


"Jangan takut! Saya ini temannya Adrian dan saya datang kesini atas perintah dari dia untuk menjaga kamu, gausah takut lagi ya cantik!" ucap Rafi dengan nada menggoda, ia juga mencolek dagu Femila namun wanita itu langsung menepis tangannya.


"Jangan sentuh-sentuh gue! Kalo emang lu disuruh buat jaga gue, ngapain lu masuk kesini? Kan bisa jaga di luar...!!" ujar Femila.


"Saya mau memastikan aja kalau kamu ada disini dan gak kemana-mana, lagian emang kamu gak bosan sendirian disini gak ada teman ngobrol? Kalau ada saya kan kamu bisa ajak ngobrol saya, bener kan...??" ucap Rafi.


"Gak perlu, sana keluar! Lebih baik gue sendirian disini daripada ditemenin sama lu, gue tau ya jalan pikiran setiap laki-laki kayak lu! Jangan harap lu bisa sentuh tubuh gue!" ujar Femila menatap sinis ke arah Rafi.


Rafi malah tersenyum tipis, ia mendekatkan tubuhnya ke Femila dan berusaha merangkul gadis itu tapi gagal karena Femila langsung berdiri menghindari Rafi.


"Hey cantik, kamu sebaiknya jangan melawan saya! Karena saya bisa bertindak kasar loh sama kamu, ayo kita bermain-main dengan santai sampai kita berdua puas...!!" ucap Rafi.


"Gue gak akan pernah mau lakuin itu!" ujar Femila menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, ia terlihat gemetar karena ketakutan.


Seperti yang diketahui pakaian Femila memang masih sobek-sobek akibat Adrian semalam, maka dari itu ia berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terlihat dari luar.


"Hahaha, kamu itu gausah sok jual mahal deh! Denger ya, sebagai budak kamu harus nurut sama majikan kamu! Ayo layani dan puaskan saya cantik...!!" ujar Rafi bangkit dari duduknya mendekati Femila yang terus melangkah menjauh darinya.


"Gak, jangan deketin gue!" ujar Femila berteriak sambil terus menghindar dari Rafi.


"Hahaha, kamu gak akan bisa menghindar dari saya cantik! Cepat atau lambat kamu bakal jatuh ke pelukan saya dan kita akan bermain-main disini di ranjang ini...!!" ucap Rafi.


"Enggak....!!" teriak Femila cukup keras hingga membuat Rafi harus menutup telinganya.


"Suara kamu merdu sekali cantik, saya jadi penasaran bagaimana nanti ketika kamu melenguh di atas ranjang...." ujar Rafi.

__ADS_1


Femila menggeleng-gelengkan kepalanya berharap Rafi tak lagi mendekatinya, namun pria itu justru berlari maju dan akhirnya berhasil mendekap tubuh Femila serta menguncinya.


"Lepasin, lepasin gue....!!" ujar Femila berusaha memberontak dari dekapan Rafi, namun gagal karena tenaganya tak cukup kuat.


"Hahaha, kamu akan saya bikin melenguh kenikmatan cantik..." ucap Rafi di telinga Femila sambil terus mendekap tubuh wanita itu, ia juga mulai memberikan kecupan demi kecupan di wajah serta bagian samping kepala Femila membuat gadis itu merasakan keanehan di tubuhnya.


Femila masih terus berontak, namun Rafi malah semakin kuat mendekap tubuh Femila dan memberikan kecupan serta remasan di bagian dada wanita itu.


Rafi juga menghirup aroma tubuh Femila melalui lehernya, ia mencumbui leher yang masih tertutup rambut itu dengan sangat lihai.


"Eenngghh... lepasin gue!" ucap Femila sedikit melenguh dan tenaganya juga mulai terkuras.


"Waw merdu sayang!" ucap Rafi coba menggoda gadis itu dengan memujinya.


Rafi pun membawa tubuh Femila ke dekat dinding agar memudahkan dirinya untuk lebih menikmati tubuh gadis itu.


Rafi menahan dua tangan Femila di atas kepala gadis itu dengan tangannya, ia mulai mencumbu bibir Femila secara kasar dan melumatt nya rakus.


"Mmpphhh, mmpphhh..."


Tak puas dengan bibir, Rafi kini beralih ke leher jenjang Femila dan menyingkirkan rambut Femila yang berada disana hingga kini terpampang leher mulus milik Femila.


Rafi menyesap serta menjilati leher gadis itu dengan lihai, membuat Femila mendesahh pelan dan menutupi mulutnya dengan telapak tangan yang telah dilepaskan Rafi.


Femila mulai memejamkan mata menikmati setiap sentuhan dari Rafi dan permainan lihai pria itu, gairahnya yang memuncak membuat Femila tak lagi melakukan perlawanan.


...•••...


Disisi lain, Adrian sampai di depan rumah Jenar bersiap untuk memberi kabar duka tentang Nadya kepada wanita dewasa itu.


TOK TOK TOK...


Adrian mengetuk pintu itu dengan sedikit ragu-ragu, ia sebenarnya tidak berani mengabarkan hal itu pada Jenar karena takut akan reaksi Jenar nantinya.


"Siapa...??" tanya seseorang dari dalam sedikit berteriak sambil berjalan ke depan pintu.


Adrian tak menjawab, ia malah menunduk menghela nafas panjang menyiapkan mental untuk berbicara pada Jenar nantinya.


Ceklek... pintu terbuka dan ternyata Jenar sendiri yang membukanya, wanita itu sedikit kaget melihat kedatangan Adrian disana.


"Nak Rian? Ada apa??" tanya Jenar.


"Selamat siang tante," ucap Adrian mencium punggung tangan Jenar sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya siang, kenapa nak Rian?" ujar Jenar tampaknya tak mau banyak basa-basi.


"Begini tante, saya mau membicarakan sesuatu pada tante.... tapi ada baiknya kalau kita berbicara sambil duduk tante, supaya lebih santai!" ucap Adrian.


"Oh iya, yasudah mari masuk nak Rian!" ujar Jenar mengajak Adrian masuk ke rumahnya.


"Iya tante,"


Adrian pun melangkahkan kakinya ke dalam rumah itu, Jenar juga mempersilahkan Adrian duduk di sofa sambil menunggu ia membuatkan minum.


"Duduk dulu nak Rian, biar ibu buatin minum dulu!" ucap Jenar.


"Baik tante, tapi sebaiknya tidak perlu repot-repot buat minum tante..." ucap Adrian.


"Gapapa nak Rian, gak enak kalo tamu gak disuguhi minum... sebentar aja kok!" ucap Jenar kemudian langsung berjalan ke dapur.


Adrian pun terpaksa mengiyakan perkataan Jenar agar cepat terlaksana, ia menunggu Jenar di sofa sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Kira-kira apa yang akan terjadi nanti kalau tante Jenar tau....??" gumam Adrian.


Tak lama kemudian, Jenar kembali kesana membawa segelas minuman untuk Adrian.


"Silahkan diminum nak Rian!" ucap Jenar menaruh gelas itu di atas meja, lalu ia juga duduk di sofa berhadapan dengan Adrian.


"Terimakasih tante," ucap Adrian kemudian meminum minuman itu.


"Nah sekarang baru kamu boleh bicara, ada apa sih nak Rian??" ujar Jenar penasaran.


"Eee... begini tante, ini soal Nadya alias Sheila anak tante!" ucap Adrian tampak gugup.


"Nadya? Ada apa sama dia nak Rian?" tanya Jenar semakin penasaran.


"Jadi Nadya...." ucap Adrian menggantung.


"Kenapa nak Rian? Jangan bikin tante panik dong!" ujar Jenar.


"Iya tante maaf, Nadya itu kecelakaan tante semalam! Mobilnya jatuh ke danau dan pagi tadi saya dapat kabar kalau Nadya telah meninggal dunia...." jawab Adrian.


Sontak Jenar langsung sangat syok mendengarnya, ia reflek menutup mulutnya dengan kedua tangan dan membulatkan matanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2