
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 198
...•...
...•...
Hari telah berganti, Devano seperti biasa melakukan rutinitas paginya yakni berangkat ke kantor untuk bisa membereskan semua masalah yang ada di perusahaannya.
Shella sang istri pun dengan sigapnya sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya di meja makan tentunya dibantu oleh Yuni dan juga Intan asisten rumah tangga mereka.
"Pagi masss..." sapa Shella saat suaminya turun dari tangga dan berjalan mendekatinya.
"Pagi juga honey," ucap Devano menarik pinggul Shella lalu mengecup keningnya lembut di hadapan dua asisten rumah tangganya.
"Mas malu," ujar Shella wajahnya memerah.
"Gapapa, kan cuma cium kening bukan bibir!" ucap Devano tersenyum menyentuh bibir Shella dengan jari telunjuknya serta sedikit memberi sentuhan sensitif pada leher Shella.
"Iya, yaudah makan dulu yuk mas! Kamu gak boleh telat makan lagi, apalagi kan kamu harus punya cukup energi biar bisa fokus kerjanya! Sini biar aku ambilin nasi sama lauknya!" ucap Shella menarik lengan Devano membawanya ke meja makan kemudian langsung mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya.
Devano pun duduk sambil terus memandangi wajah sang istri yang tampak mempesona saat tengah menyendokkan nasi ke dalam piring kosong itu, ia tersenyum menatap ke arah istrinya itu tanpa mau mengalihkan pandangannya dari sana.
Sementara Yuni & Intan akhirnya memilih pamit kembali ke dapur dengan alasan masih ada kerjaan yang harus mereka urus, Shella serta Devano sudah menahan mereka dan bahkan mengajak mereka untuk makan bersama, akan tetapi Yuni & Intan kekeuh tidak mau.
"Ini mas sarapan kamu, dimakan ya!" ucap Shella menyodorkan piring yang sudah berisi nasi serta lauk pauknya ke hadapan Devano.
"Makasih honey, pasti dong aku makan kan ini masakan kamu! Aku tuh jadi kecanduan sama masakan kamu tau sayang, soalnya rasanya itu beda dari yang lain dan enak banget!" ujar Devano memuji masakan istrinya.
__ADS_1
"Ah bisa aja kamu mas, aku kan belum terlalu jago masaknya... mana mungkin makanan aku bisa sampe seenak yang kamu bilang? Paling kamu cuma mau nyenengin aku aja kan?" ucap Shella tak percaya diri pada masakannya sendiri.
"Dih gak percaya, beneran loh honey ini enak banget malah ngalahin masakan chef bintang 5 bintang 100 deh juga kalah! Ayo dong sayang kamu makan juga, masa cuma aku sih? Kamu suruh aku jangan telat makan, eh tapi kamunya malah yang telat makan...." ujar Devano.
"Hehe aku belum lapar mas, kan tadi aku abis minum susu sereal! Mungkin nanti satu jam lagi baru aku makan nasi, kamu aja pokoknya yang makan lahap biar energi kamu cukup buat menghadapi masalah di perusahaan kamu!" ucap Shella memandangi suaminya yang tengah makan sambil meletakkan siku kanannya di atas meja lalu menempelkan kepalanya disana.
"Duh jangan tatap aku begitu dong honey, aku gak bisa fokus makan ini bawaannya pengen lumatt aja bibir kamu itu..." ujar Devano.
"Ish kamu mah! Aku nyaman tau ngeliatin kamu makan kayak gini, pegel soalnya kalo tegak terus nanti yang ada kepala aku sakit!" ucap Shella mencolek lengan suaminya pelan.
"Ya yaudah suka suka kamu aja honey, yang penting kamu bahagia udah itu aja deh!" ucap Devano tersenyum lalu lanjut memakan makanannya dengan lahap.
Shella pun senang bahagia karena masakannya disukai oleh sang suami, ia padahal tidak pede ketika memasak itu tadi dan takut kalau Devano tak suka dengan makanannya.
"Eee mas, nanti jadi gak aku bawain makan siang buat kamu ke kantor?" tanya Shella.
"Ya terserah kamu honey, kalau kamu bisa dan gak ngerepotin ya silahkan aja! Justru aku seneng kalo kamu mau ke kantor bawain makan siang buat aku, soalnya aku yakin masakan kamu itu pasti enak banget!" ucap Devano mencolek hidung Shella.
"Bisa aja kamu mas bikin aku seneng, yaudah nanti aku bakal kesana ya tepat pas waktunya makan siang supaya kamu gak telat makan lagi kayak kemarin!" ucap Shella.
"Oke honey," ucap Devano mengusap lembut kepala istrinya itu lalu lanjut menghabiskan makanan di piringnya sampai tak bersisa.
Disisi lain, Adrian datang ke rumah kosong tempat ia menyekap Femila... akan tetapi disana sudah tidak ada gadis tersebut dan kamarnya juga kosong, Adrian pun mengamuk lalu bertanya pada penjaga yang ada disana.
Mereka memberitahu kalau Femila dibawa oleh Rafi kemarin dan hingga kini belum kembali, tentu saja Adrian emosi lalu menendang pintu kamar sampai hampir coplok.
"Aaarrgghh sial! Kurang ajar si Rafi, disuruh jagain malah dibawa kabur! Gue harus hubungin dia dan tanya kemana dia bawa Femila sekarang!" ujar Adrian kesal.
Adrian pun mengambil ponselnya dari saku celana lalu menghubungi nomor Rafi, cukup lama ia menunggu sampai akhirnya Rafi baru mengangkat telepon darinya.
📞"Halo Raf, lu dimana sekarang?" tanya Adrian dengan nada emosi.
📞"Aduh halo bro Adrian... sorry banget nih bro, gue gak bisa kasih tau lu sekarang gue ada dimana soalnya ini rahasia!" jawab Rafi.
📞"Kurang ajar lu Raf! Berani lu main-main sama gua, apa mau lu gue bikin hancur seperti Devano??" ujar Adrian kesal.
__ADS_1
📞"Hahaha, silahkan aja kalo lu bisa Adrian! Gue ini Rafi bukan Devano yang bodoh itu, jadi gak akan semudah itu lu bisa bikin gue hancur! Justru sebaliknya gue dan Femila yang akan hancurin hidup lu Adrian...." ujar Rafi.
📞"Awas lu ya! Gua bakal cari dimana pun lu berada, jangan harap lu bisa lepas dari gue Rafi!" ujar Adrian sangat emosi.
Adrian langsung mematikan teleponnya karena sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, ia berteriak sangat kencang disana sambil menendang barang-barang yang ada disana.
•
•
Sementara itu, Rafi tampak tersenyum sinis setelah selesai menjawab telpon dari Adrian. Ancaman Adrian tidak berarti apa-apa bagi seorang Rafi yang juga sama liciknya dengan Adrian itu, apalagi Rafi sudah pernah mengalahkan Adrian dan menjebloskannya ke dalam penjara kala itu.
Femila terbangun karena mendengar suara Rafi menerima telpon, ya mereka memang tidur seranjang saat ini di apartemen Rafi.
"Sayang, kamu abis telponan sama siapa?" tanya Femila bingung sambil bangkit dari tidurnya kemudian duduk bersandar.
"Adrian, dia nyariin kamu!" jawab Rafi santai.
"Terus kamu jawab apa?" tanya Femila cemas.
"Gak perlu khawatir sayang, Adrian gak akan bisa tau kalau kita ada disini! Udah kamu bobok aja lagi sayang kalau masih ngantuk, kan semalam kita main lumayan lama pasti kamu capek?" ucap Rafi tersenyum mengusap wajah gadis yang baru bangun itu.
"Enggak kok sayang, aku udah gak ngantuk! Aku emang kalau udah kebangun ya susah buat tidur lagi, jadi mendingan sekarang aku mau mandi aja...." ucap Femila.
"Ohh yaudah kamu aja duluan, aku masih mau disini dulu!" ucap Rafi.
"Oke, eh iya nanti kamu beliin aku baju lagi ya? Soalnya kan baju aku masih sedikit, masa berhari-hari aku harus pake baju yang sama?" ucap Femila dengan wajah menggemaskan.
"Iya sayangku yang cantik, tenang aja nanti satu toko baju aku beliin buat kamu!" ucap Rafi tersenyum mencubit gemas pipi Femila.
"Makasih..." ucap Femila membalas senyuman Rafi kemudian menempelkan wajahnya di bahu lelaki tersebut.
Cupp... Rafi pun mengecup kening Femila, ia menempelkan bibirnya cukup lama disana karena sangat menikmati momen itu.
Sesekali tangan nakalnya menoel noel putingg gadis disampingnya itu seperti mainan, ya kondisi tubuh Femila memang saat ini masih tanpa busana apapun dan hanya tertutupi selimut tebal yang menyatu dengan Rafi.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...