
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 311
...•...
...•...
Nadya dan ibunya sampai di tempat dimana mereka akan menemui Adrian, tampak raut gadis itu langsung berubah penasaran karena mereka berhenti di depan kantor polisi. Nadya pun menoleh ke arah ibunya untuk bertanya dengan wajah penasaran tak mengerti.
"Bu, kok kita kesini? Katanya ibu mau bawa aku temuin Adrian, kenapa malah ke kantor polisi?" tanya Nadya terheran-heran.
"Iya sayang, disini tempat Adrian!" jawab Jenar tersenyum sembari memegang dua pundak putrinya.
"Ma-maksud ibu? Apa Adrian itu polisi??" tanya Nadya masih kebingungan tak mengerti.
Jenar tersenyum renyah sembari mengusap dua pundak putrinya yang terheran-heran itu, sedangkan Nadya masih menatap wajah ibunya meminta jawaban dari pertanyaannya barusan, ia sedikit tak percaya jika Adrian memang lah polisi.
"Kita langsung masuk aja yuk!" ucap Jenar.
Nadya manggut-manggut lalu pergi bersama ibunya ke dalam kantor polisi itu, Jenar merangkul putrinya dan perlahan berjalan ke depan dengan Nadya yang terus membenamkan wajahnya pada bahu sang ibu sambil tersenyum memandang ibunya.
Saat di dalam, mereka langsung menuju meja depan untuk mengatakan maksud mereka datang ke kantor polisi itu. Nadya masih terus kebingungan dan celingak-celinguk ke sekeliling ruangan itu, namun ia hanya bisa diam menunggu ibunya.
"Ada yang bisa kami bantu, Bu?" tanya polisi disana.
"Iya pak, kami mau ketemu sama salah satu tahanan disini! Namanya Adrian Bagaskara, bisa kan?" ucap Jenar menjelaskan.
"Bisa Bu, sebentar ya!" ucap polisi itu.
Nadya terkejut bukan main saat mendengar ibunya menyebut Adrian adalah salah satu tahanan disana, ia langsung menoleh menatap wajah sang ibu seolah-olah bertanya apakah yang dikatakannya benar atau tidak.
"Pak, tolong antarkan ibu ini dan putrinya menemui pak Adrian!" ucap polisi itu.
"Baik pak, mari Bu!"
__ADS_1
"Iya, ayo Sheila!" ucap Jenar.
Mereka pun pergi menuju tempat dimana mereka akan bertemu dengan Adrian, Nadya masih tidak mengerti apa sebenarnya maksud sang ibu mengatakan kalau Adrian adalah salah satu tahanan di kantor polisi tersebut.
"Tunggu sebentar Bu!" ucap polisi itu.
"Iya pak,"
Polisi itu pergi menemui Adrian di selnya, sedangkan Jenar mengajak putrinya untuk duduk disana selagi mereka menunggu Adrian datang kesana. Nadya tampak sedih namun juga bingung bagaimana bisa Adrian menjadi tahanan disana.
"Bu, kok ibu gak bilang sih kalau Adrian itu tahanan?" tanya Nadya penasaran.
"Ibu gak berani sayang, ibu takut kamu sedih dan kecewa nantinya! Tapi, karena kamu maksa pengen ketemu sama Adrian yaudah ibu terpaksa kasih kamu ketemu sama nak Rian!" jawab Jenar.
"Jadi ini alasan kenapa ibu selalu marah setiap kali aku bahas soal Adrian?" tanya Nadya.
"Iya sayang, ibu cuma gak mau kamu kecewa karena tahu Adrian itu narapidana! Maaf ya sayang, tapi Adrian emang bukan laki-laki yang baik!" jawab Jenar sembari mengusap lembut puncak kepala Nadya.
"Harusnya aku yang minta maaf, Bu! Karena aku udah maksa ibu buat temuin aku sama Adrian, kalau tau Adrian itu napi pasti aku gak akan maksa kok buat ketemu dia!" ucap Nadya.
"Ya gapapa, untuk sekarang kamu temuin aja nak Adrian supaya kamu gak penasaran!" ucap Jenar.
"Iya Bu,"
"Tante, Nadya!" ucap Adrian tersenyum.
"Suara itu...." batin Nadya.
...•••...
Disisi lain, Silvi amat sangat gembira setelah mengetahui kabar kalau Shella menantunya itu sedang mengandung cucu pertamanya. Bahkan Silvi sampai memberitakan kabar ini pada seluruh pekerja di rumahnya termasuk suaminya.
Shella hanya bisa senyum bahagia melihat kegembiraan di wajah kedua mertuanya, ia juga senang karena semua orang disana sangat sayang padanya dan lebih memperhatikan dirinya setelah tahu kalau ia tengah hamil.
"Selamat ya sayang, akhirnya kamu berhasil hamil lagi dan jadi seorang ibu!" ucap Tama gembira.
"Makasih pah, Alhamdulillah aku juga seneng banget masih bisa diberi kesempatan kedua untuk memiliki seorang anak! Aku janji pah, mah! Kali ini aku akan jaga dan rawat calon anak aku ini dengan baik, agar kejadian sebelumnya tidak terulang!" ucap Shella.
"Iya sayang, mama dan papa juga akan bantu kamu untuk rawat calon cucu kita!" ucap Silvi.
"Nah semuanya, sekarang kalian siapin makanan yang lezat dan enak untuk kita makan bersama-sama disini dalam rangka syukuran menyambut kehamilan Shella!" ucap Tama.
__ADS_1
"Eee pah, jangan sampai mas Vano tau ya!" ucap Shella memohon pada Tama.
"Kenapa sayang?" tanya Tama heran.
"Iya pah, jadi aku rencananya mau kasih tau kabar ini ke mas Vano nanti pas hari ulang tahunnya!" jawab Shella tersenyum.
"Ohh, yasudah papa gak akan kasih tau Vano dulu!" ucap Tama.
Mereka bertiga pun pergi menuju sofa, terlihat Silvi sangat hati-hati menuntun Shella untuk tidak jalan terlalu cepat, sementara Shella sendiri senyum saja melihat tingkah mertuanya yang begitu perhatian padanya saat ini.
Shella juga bahagia karena dapat melihat kembali keceriaan di rumah itu yang sebelumnya sempat hilang sejak kepergian Laila, walau ia juga masih berharap kalau Laila ada disana ikut menyambut sukacita ini.
"Nah ayo kita duduk dulu! Supaya kamu gak kecapekan sayang, nanti kalo makanannya udah jadi baru deh kita lanjut ke meja makan!" ucap Silvi.
"Iya mah, makasih ya udah mau perhatian sama aku!" ucap Shella tersenyum.
"Sama-sama sayang, kamu gak perlu lah bilang makasih ke kita! Kan kita juga udah anggap kamu seperti putri kandung sendiri, jadi udah sewajarnya kalau kita ikut jagain kamu!" ucap Silvi.
"Benar itu Shella, ini kan juga demi kebaikan kamu dan calon anak kamu itu!" sahut Tama.
"Iya pah, mah! Aku beruntung banget bisa punya mertua sebaik mama dan papa, bergabung di keluarga ini adalah sebuah kebahagiaan tersendiri buat aku!" ucap Shella.
"Ah kamu bisa aja! Mama harusnya yang bilang begitu, karena jarang loh ada menantu seperti kamu!" ucap Silvi.
Shella benar-benar diperlakukan bak ratu disana, Silvi dan Tama sepertinya sangat menjaga dengan baik menantunya supaya mereka bisa melihat kelahiran cucu pertama mereka, ya walau itu masih sangat lama dan belum tentu mereka masih ada.
"Aku seneng banget hadir di keluarga ini, ternyata benar kalau dibalik musibah itu pasti ada pelangi yang menanti di ujung jalan! Dan aku juga percaya kalau kehidupan itu seperti roda, akan selalu berputar.... tak selamanya aku berada di kebahagiaan ini, tapi juga tidak selamanya aku hidup sengsara seperti dulu!" batin Shella.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...DETIK-DETIK TERAKHIR.......
...🌷🌷🌷...
...Pipipip calon mantu...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...