Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Kemana Novi?


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 199


...β€’...


...β€’...


Adrian yang geram dengan kelakuan Rafi hanya bisa kesal memukul-mukul setirnya sendiri dan berteriak sambil menjambak rambutnya, ia tak menyangka kalau Rafi yang begitu dipercayainya bisa berkhianat.


"Aargghh sial! Kurang ajar lu Raf, gue pikir lu bisa setia tapi ternyata lu malah mau nusuk gue dari belakang! Awas aja lu ya, lu bakal ngerasain akibat dari kelakuan lu ini! Gue bakal bikin lu menyesal telah berkhianat dari gue Rafi, aaarrgghh...." ujar Adrian berteriak kesal.


Ia menggigit jarinya berpikir kemana lagi harus mencari Rafi sekarang, bagaimanapun juga Femila adalah aset miliknya yang bisa ia gunakan untuk mempengaruhi Yoga.


"Gue harus cari tau keberadaan Rafi secepatnya, dia gak boleh lama-lama bawa Femila! Bisa ancur semua rencana yang udah gue bangun kalo gini, arrghh kurang ajar emang tuh anak berani banget main-main sama gua!" ujar Adrian geregetan sendiri.


Tak lama kemudian, ponselnya berdering membuat ia harus berhenti sejenak untuk mengangkatnya karena kebetulan ia sedang tidak membawa earphone.


πŸ“ž"Halo, siapa?" tanya Adrian karena nomor yang menghubunginya belum tersimpan di ponselnya.


πŸ“ž"Halo bang, ini gue Bimo! Lu apa kabar bang, kenapa belakangan ini lu jarang banget dateng jenguk gue?" ujar orang itu yang ternyata Bimo.


πŸ“ž"Oh, iya sorry banget nih Mo soalnya gue lagi sibuk banyak yang harus gue urus! Emangnya ada apaan sih, kan kakek juga sering kesana?" ujar Adrian tampak malas berbicara dengan adik tirinya itu.


πŸ“ž"Gak ada apa-apa sih bang, gue cuma mikir aja kayaknya lu udah mulai lupa sama gue bang sejak papa meninggal lu gak pernah kesini lagi! Gimana sama usaha lu buat bebasin gua dari sini, apa udah ada perkembangan?" ujar Bimo.


πŸ“ž"Duh sorry Mo, gue belum bisa ngelakuin apa-apa buat bebasin lu dari penjara! Tapi lu tenang aja ya, gue juga masih terus cari cara kok buat ngeluarin lu dari sana!" ucap Adrian.

__ADS_1


πŸ“ž"Kenapa lu gak tebus gua aja bang, kayak yang lu lakuin buat bebasin Rafi dari penjara?" ucap Bimo bertanya pada abangnya.


Sontak Adrian terkejut saat Bimo mengatakan itu, ia tak menyangka kalau adiknya bisa tau tentang itu semua.


"Waduh gawat! Darimana si Bimo tau kalo gue tebus Rafi buat bantu gue hancurin Devano? Bisa-bisa dia juga curiga nanti kalo gue emang sengaja gak mau bebasin dia dari sana!" gumam Adrian kebingungan.


Penasaran mengapa abangnya terdiam, Bimo pun punya pikiran kalau memang Adrian sengaja membiarkan ia berada disana.


πŸ“ž"Bang, kenapa diem bang? Lu sengaja mau biarin gue mendekam di penjara, iya? Asal lu tau ya bang, gua bisa aja bongkar semuanya tentang lu dan lu mungkin bakal ikutan juga masuk ke penjara sama kayak gua!" ujar Bimo mengancam abangnya.


πŸ“ž"Tenang dulu Mo santai! Itu kemarin gue tebus Rafi karena gue perlu banget bantuan dia buat tekan Devano, gue bukannya gak mau tebus lu juga tapi masalahnya kan biaya buat nebus lu itu gak murah Mo!" ucap Adrian.


πŸ“ž"Iya gua tau bang, tapi harusnya lu lebih pentingin gua dong sebagai adik lu! Walau kita beda ibu, tapi kita masih satu ayah bang! Seharusnya lu bebasin gua bukannya Rafi! Dia itu bukan siapa-siapa lu bang, okelah kalo emang lu gak mau bebasin gua dari sini biar gua bilang aja sama kakek..." ujar Bimo marah.


Bimo langsung memutus telponnya padahal Adrian hendak berbicara kembali, sepertinya pria itu terlanjur marah dengan Adrian.


Adrian pun kebingungan, ia takut kalau Bimo akan buka mulut dan mengatakan yang sebenarnya kalau ia terlibat dalam pembunuhan yang dilakukan adiknya itu.


"Sial! Bener juga kata si Bimo, harusnya gue gak bebasin Rafi dari penjara... dia bukannya bantu gue malah berkhianat dari gue sekarang!" gumam Adrian tampak gusar mengusap wajahnya kasar.


Tliingg...


πŸ’ŒDevano : Pak Adrian, kita ketemu di Mathilda Cafe 2 jam dari sekarang! Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda, terimakasih.


Setelah membacanya, Adrian pun heran mau apa Devano mengajaknya bertemu.


"Ada apa ini? Jangan-jangan dia masih curiga sama gue dan mau bongkar semuanya, tapi bagus deh ini bisa gue jadikan kesempatan untuk semakin menekan dia!" gumam Adrian.


Akhirnya Adrian kembali melajukan mobilnya mencari keberadaan Rafi seperti tujuan awal ia keluar tadi, tentu Adrian kesulitan untuk melacak keberadaan Rafi karena pria itu sekarang tidak bisa dihubungi.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Devano sampai di kantornya dan langsung mencari-cari keberadaan sekretarisnya ke tempat dia biasa bekerja.

__ADS_1


Akan tetapi, pria itu tak menemukan keberadaan Novi disana maupun di tempat lain yang sudah ia datangi. Akhirnya Devano pergi menuju resepsionis bertanya padanya mengenai sekretarisnya yang tidak ada.


"Eee Serena, kamu tau Novi ada dimana?" tanya Devano pada seorang wanita yang berdiri di meja resepsionis.


"Maaf pak, tapi hari ini saya belum melihat Novi datang ke kantor... mungkin dia masih di rumah atau ada kemungkinan dia tidak datang pak!" jawab wanita bernama Serena itu.


"Baik terimakasih, kalau kamu bertemu Novi tolong langsung kabari saya!" ucap Devano lalu mengambil ponselnya dari saku celananya.


"Siap pak!" ucap Serena.


Devano pun pergi dari sana menuju ruangannya sambil berusaha menghubungi nomor Novi, akan tetapi ia tidak bisa menghubunginya lantaran nomor hp Novi tidak aktif.


"Duh dia kemana sih? Disaat genting seperti ini dia malah gak bisa dihubungi, gak biasanya loh Novi menghilang gak ada jejak begini..." gumam Devano cemas.


Saat sampai di ruangannya, Devano baru sadar kalau ternyata di atas mejanya terdapat surat yang masih belum terbuka. Ia pun mengambil surat tersebut lalu membukanya.


Ternyata isinya adalah surat panggilan dari kepolisian mengenai sidang kedua orang tuanya yang akan dilaksanakan besok, tentu saja Devano makin sulit menerima kenyataan pahit di hidupnya.


"Surat panggilan sidang? Ya Tuhan semoga papa dan mama bisa terbebas dari tuduhan ini, karena mereka memang tidak bersalah! Saya harus bantu mereka dengan mencari bukti-bukti terkait yang bisa meringankan papa dan mama!" gumam Devano menghapus air matanya yang mulai mengalir.


Devano pun duduk di kursinya kemudian menghubungi nomor pengacara andalan keluarganya, ia ingin meminta bantuan pengacara itu untuk membebaskan kedua orangtuanya dari tuduhan Adrian.


πŸ“ž"Halo pak, bisa kita ketemu sekarang?" tanya Devano pada pengacaranya itu.


πŸ“ž"Oh ya bisa pak Devano, kita ketemuan dimana nih?" ucap pengacara itu.


πŸ“ž"Kebetulan saya baru sampai di kantor, kalau bisa bapak datang kesini saja ya!" ucap Devano.


πŸ“ž"Oh baik pak siap, saya akan meluncur kesana sekarang juga..." ujar pengacara itu.


πŸ“ž"Terimakasih pak," ucap Devano.


Setelah telepon diputus, Devano menyandarkan tubuhnya di kursi sambil menghela nafas panjang dan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2