Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Sadar dari koma


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 224


...β€’...


...β€’...


Suasana rumah sakit sedang riuh bahagia, seorang gadis yang mereka tunggu-tunggu sekian lama akhirnya sadar dari komanya. Tampak semua orang yang disana menangis bahagia, saling berpelukan dan juga bersyukur pada yang maha esa karena telah mengabulkan doa mereka. Devano yang masih disana juga tak kalah gembiranya dengan Jenar & Lestari, pria itu memang tidak terlalu dekat dengan Nadya. Tetapi, sekarang ini Nadya sudah menjadi bagian keluarganya jadi ia pun turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan dua ibu itu.


Dengan izin dari dokter, Lestari pun masuk menemui Nadya lebih dulu karena Jenar memilih menunggu di luar dan membiarkan mama angkat putrinya yang pertama kali melihat Nadya sudah sadar. Tentu rasa bersalah di hatinya membuat Jenar masih agak ragu untuk menemui Nadya, hal itu yang tidak diketahui Lestari karena hanya menganggap Jenar belum siap atau mempersilahkan dirinya masuk lebih dulu.


"Ibu, kenapa ibu gak ikut masuk bareng tante Lestari? Memangnya ibu gak kangen sama Sheila? Dia kan baru sadar dari koma, pasti perasaannya senang sekali kalau melihat ibu kandungnya ada disini dan menjadi orang pertama yang menemuinya!" ucap Devano penasaran.


"Enggak, nak! Ibu masih belum siap bertemu dengan Sheila saat ini, ibu khawatir kalau Sheila malah akan membenci ibu saat melihat ibu nanti! Ibu juga gak mau kondisinya kembali drop atau mungkin kembali koma setelah bertemu ibu, jadi sebaiknya biar Lestari saja yang masuk ke dalam..." ucap Jenar menahan tangis di matanya.


Devano ikut merasakan kesedihan yang dirasakan ibu mertuanya itu, walau sebenarnya ia tidak tahu mengapa Jenar sampai harus merasa khawatir seperti itu dan tidak mau menemui Sheila. Namun, Devano tidak akan lanjut bertanya terlalu dalam karena takut malah semakin membuat Jenar sedih.


"Eee yaudah bu, kalo gitu sekarang aku kasih kabar Shella aja kali ya bu? Dia pasti senang sekali kalau tahu saudaranya sudah sadar dari koma, mungkin dia juga bisa nyusul kesini dan temui Sheila bareng sama ibu nanti..." ucap Devano.


"Iya, Shella harus diberitahu!" ucap Jenar singkat menghapus air mata di wajahnya.


Devano pun mengambil ponselnya dari saku celananya, ia langsung menghubungi nomor istrinya dan telponan di dekat Jenar.


πŸ“ž"Halo, honey!" ucap Devano dengan nada yang begitu sumringah.


πŸ“ž"Iya halo, mas! Kenapa, kok kamu kayak lagi bahagia gitu sih??" ujar Shella terheran-heran.


πŸ“ž"Ya iya dong aku bahagia, selain Adrian berhasil ditangkap sama polisi... ada kabar menggembirakan lainnya loh, honey!" ucap Devano.

__ADS_1


πŸ“ž"Hah? Kabar apa sih, mas??" tanya Shella penasaran.


πŸ“ž"Sheila kembaran kamu, dia sekarang udah sadar dari komanya dan bisa hidup kembali!" jawab Devano dengan senyum terpampang di wajahnya.


πŸ“ž"Apa? Ka-kamu serius, mas? Kamu gak lagi bohong sama aku kan??" tanya Shella memastikan.


πŸ“ž"Iya serius dong, honey! Mana mungkin aku bohong soal beginian sih?? Sekarang Sheila sudah sadar dari komanya, jadi kamu bisa ketemu sama dia lagi mulai saat ini!" ucap Devano.


πŸ“ž"Alhamdulillah...." ujar Shella sangat bahagia.


Devano pun ikut merasa senang dan memancarkan senyum di wajahnya ketika mendengar suara sang istri yang begitu bahagia, begitupun dengan Jenar yang kini berada di sampingnya.


πŸ“ž"Yaudah honey, kalo gitu aku suruh Rafael sekarang buat jemput kamu dan antar kamu kesini ya! Kamu pasti mau kan ketemu sama saudara kembar kamu itu??" ucap Devano.


πŸ“ž"Iya iya mas, aku mau banget! Kalo gitu aku siap-siap dulu ya mas!" ujar Shella.


πŸ“ž"Oke, hati-hati honey!" ucap Devano.


Telepon terputus setelahnya, Jenar yang penasaran langsung mendekati menantunya untuk bertanya mengenai Shella putrinya.


"Gimana, nak Vano? Apa Shella mau datang kesini?" tanya Jenar dengan mata berkaca-kaca.


"Iya..."


Devano pun langsung menghubungi nomor Rafael tanpa berlama-lama lagi, ia tampak tidak sabar melihat istrinya datang ke rumah sakit dan bertemu dengan Sheila alias saudara kembarnya.


πŸ“ž"Halo, pak! Ada apa ya?" ucap Rafael.


πŸ“ž"Ya halo, kamu lagi sibuk apa enggak?" tanya Devano.


πŸ“ž"Oh enggak kok pak, kenapa ya?" ucap Rafael.


πŸ“ž'Baguslah, kalau begitu sekarang kamu tolong jemput istri saya di rumah dan antarkan dia ke rumah sakit Medika indah sekarang juga!" ujar Devano.


πŸ“ž"Oh ya ya, baik pak! Saya akan segera meluncur sekarang ke rumah bapak.." ucap Rafael.

__ADS_1


πŸ“ž"Baik, terimakasih sebelumnya!" ucap Devano.


πŸ“ž"Sama-sama, pak!" ucap Rafael.


Devano memutus telponnya lalu memandang wajah Jenar sambil tersenyum, ia mengajak mertuanya itu melihat Nadya melalui kaca. Namun, Jenar tetap tidak mau dengan alasan belum siap.


β€’


β€’


Lestari masuk ke dalam ICU menemui putri angkatnya yakni Nadya, ia terisak karena ini adalah momen yang sangat membahagiakan bagi dirinya. Setelah sekian lama, akhirnya sang putri berhasil sadar dari koma dan bisa melihatnya kembali.


"Nadya..." ucap Lestari menyapa putrinya yang masih terbaring disana sambil menatap membelakanginya.


Sontak Nadya langsung menoleh begitu ada suara yang terdengar di telinganya, gadis itu mengernyitkan dahi saat memandang Lestari yang sedang berjalan mendekat ke arahnya. Sementara Lestari sendiri tampak bahagia karena dapat melihat putrinya kembali dan bertatapan dengan Nadya.


"Nadya, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga nak! Mama selalu mengkhawatirkan kamu selama ini, tapi syukurlah karena mama masih bisa melihat wajah kamu yang sadar ini lagi! Jujur, mama sangat merasa sedih begitu mendengar mengenai kecelakaan kamu! Mama langsung buru-buru pulang kesini untuk memastikan kondisi kamu sayang, berhari-hari mama menunggu momen ini dan akhirnya terwujud juga berkat bantuan dari yang maha kuasa!" ucap Lestari terisak sembari mengelus rambut Nadya.


Gadis itu hanya terdiam memandangi wajah Lestari dengan tatapan aneh, namun Lestari tak menyadari itu karena ia sangat bahagia bisa melihat putri angkatnya sadar kembali. Lestari terus menangis mengeluarkan air mata kebahagiaan di wajahnya, ia juga tak berhenti mengusap wajah Nadya dengan jari-jarinya lembut membuat gadis itu menatap jari milik Lestari yang berada di wajahnya.


"Sekarang kamu udah gak sakit lagi sayang, mama sangat-sangat bangga sama kamu karena kamu berhasil sadar dari koma! Mama salut dengan perjuangan kamu untuk hidup di dunia, mama janji akan menjadi mama yang lebih baik buat kamu dari sebelumnya!" ucap Lestari mendekat ke wajah Nadya seperti hendak menciumnya.


Namun, Nadya malah menghindar dengan menjauhkan wajahnya dari Lestari. Tentu saja hal itu membuat Lestari terheran-heran lalu menatap wajah Nadya dengan penasaran, tatapannya seperti bertanya-tanya mengapa Nadya seperti itu.


"Kenapa, sayang?" tanya Lestari heran.


"Maaf, anda siapa ya...??" ucap Nadya pelan.


Lestari langsung menganga dan menutupi mulutnya dengan telapak tangan begitu mendengar ucapan dari mulut Nadya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_1


...Nadya sadar di malam tahun baruπŸ₯³...


...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


__ADS_2