Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Panik


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 264


...•...


...•...


Arga memenuhi permintaan Leo untuk mendatangi meja makan dan menemui papa serta mamanya disana yang sudah menunggu lumayan lama, ya benar saja mereka berdua memang ada disana menunggu kehadiran Arga yang baru saja sampai di bawah dan kini tengah berjalan menuju kesana.


Arga sebenarnya sangat tidak ingin menemui kedua orangtuanya disana, hal itu karena Arga tahu sekali apa maksud dari mama papanya mengajak ia untuk makan bersama di meja makan.


"Nah itu dia Arga, mah!" ucap Herman alias sang papa begitu melihat kehadiran Arga disana.


Helena sang mama dari Arga langsung menoleh ke arah yang ditunjuk suaminya, ia tersenyum memperlihatkan gigi-giginya saat menyadari putranya mau hadir kesana menuruti permintaan mereka.


"Morning, Arga! Duh kesayangan mama ini makin hari makin ganteng aja, yuk duduk dulu sayang!" ucap Helena menyambut kedatangan putranya.


Arga tak menjawab, ia hanya menghembuskan nafas serta tersenyum tipis lalu menarik kursi dan duduk di samping mamanya masih tanpa ekspresi. Sesekali ia mengusap hidungnya dengan jari untuk mengobati rasa malasnya, barulah ia menatap wajah mama serta papanya bergantian.


Herman berdehem sembari menghela nafasnya kasar, ia duduk tegap dengan kedua tangan terlipat di atas meja dan pandangan mata tertuju ke arah putranya yang pas sekali berada di hadapannya.


"Arga, syukurlah kamu mau datang kesini! Tadi papa kira kamu akan mangkir lagi seperti biasanya, ini baru Arga yang papa inginkan!" ucap Herman.


"Sudahlah pah, gak perlu basa-basi gitu! Langsung aja yuk bilang ada apa papa sama mama minta aku datang kesini...??!!" ujar Arga dengan sikap cool nya.


Herman melirik sekilas ke arah istrinya yakni Helena yang juga seperti bingung bagaimana cara yang tepat untuk berbicara dengan Arga, memang Arga adalah tipe orang yang susah diatur dan ia pasti akan melakukan berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan keinginannya.


"Arga, mama sama papa ini cuma mau memperbaiki hubungan diantara kita yang mulai renggang!" ucap Helena tersenyum untuk mengubah suasana.


"Iya betul itu, kamu kan jarang sekali mampir kesini dan menemui papa sama mama! Maka dari itu, mama punya rencana untuk ajak kamu makan pagi disini sama kita..." sahut Herman.

__ADS_1


"Masa sih pah, mah? Aku gak yakin kalau alasannya cuman itu, pastinya ada hal lain juga kan yang mau papa sama mama bicarain ke aku?" ucap Arga.


Sontak Herman & Helena terdiam saling tatap mendengar ucapan dari Arga, mereka bersamaan menelan saliva secara kasar dan tampak kebingungan menjawab perkataan dari putranya barusan. Sedangkan Arga sendiri tersenyum saja dan meraih segelas jus alpukat yang ada di meja lalu meminumnya, ia masih tetap bersikap santai dan dingin pada kedua orangtuanya disana.


"Kenapa diem pah, mah? Bener kan apa yang aku bilang barusan, kalau papa sama mama ada sesuatu yang mau dibicarakan ke aku?" tanya Arga.


"Iya benar, itu juga salah satu alasan papa sama mama ajak kamu kesini! Tapi, sekarang ada baiknya kita lanjut makan dulu dan baru nanti setelah makan kita sambung pembicaraannya..." jawab Herman.


Arga hanya manggut-manggut kemudian mengambil satu piring kosong dan mengisinya dengan nasi serta beberapa lauk pauk, begitupun dengan papa dan mamanya yang mulai mengambil makanan untuk mereka berdua sendiri-sendiri.


"Sebenarnya apa sih yang mau diomongin papa sama mama? Kok saya jadi kepo begini, ya?" gumam Arga di dalam hatinya penuh penasaran.


...•••...


Disisi lain, Shella bersama Laila ternyata sudah sampai di depan rumah Jenar sembari membawa rantang berisi makanan yang kemungkinan sengaja mereka bawa untuk diberikan pada Jenar serta Nadya. Keduanya memang sengaja tidak memberitahu lebih dulu pada Jenar untuk datang kesana hari ini, ya niatnya Shella ingin memberi kejutan dengan mengajak Laila kesana.


TOK TOK TOK....


Shella mengetuk pintunya sembari melirik melalui jendela tapi tidak kelihatan karena terhalang gorden, sedangkan Laila diam di belakangnya sambil menenteng rantang dan sesekali celingak-celinguk ke sekeliling pemandangan disana.


Ceklek...


"Eh non Shella, non Laila! Silahkan masuk, non!" ucap Yani menyambut mereka sambil tersenyum.


"Iya bi, eee... tapi ibu sama Sheila dimana, ya?" tanya Shella penasaran.


"Ohh, tadi Bu Jenar sama non Sheila pada pergi olahraga ke taman katanya! Tapi, bibi juga kurang tahu kenapa sampai sekarang belum kembali kesini! Padahal sudah hampir 2 jam setengah loh Bu Jenar sama non Sheila pergi..." jawab Yani.


"Waduh, kok aku jadi khawatir ya bik? Takutnya terjadi apa-apa sama ibu atau Sheila, soalnya mustahil kalau mereka olahraga selama itu!" ujar Shella terlihat cemas.


"Yaudah Shella, coba aja lu telpon ke nomor ibu!" usul Laila sembari menepuk pundak Shella.


"Iya ya, yaudah gue coba telpon ibu deh!" ucap Shella tersenyum lalu mengambil ponselnya dari dalam tas selempang yang ia tenteng.


Shella pun mulai menghubungi nomor ibunya disana, sedangkan Laila & Yani menunggu kabar dari Shella mengenai Jenar serta Nadya saat ini.


📞"Halo assalamualaikum, Bu!" ucap Shella.

__ADS_1


📞"Iya waalaikumsallam, Shella! Ada apa, sayang?" ucap Jenar dengan nada panik.


📞"Ini aku ada di rumah ibu, tapi kata bik Yani ibu lagi pergi olahraga sama Sheila!" ujar Shella.


📞"Ohh, iya benar sayang! Eee tapi ibu sebenarnya udah selesai olahraganya sih, sekarang ibu juga udah gak di taman itu lagi!" ucap Jenar.


📞"Loh, terus ibu dimana dong?" tanya Shella.


📞"Ini sayang... ibu lagi di rumah sakit, adik kamu Sheila tadi pingsan di taman dan badannya panas banget!" jelas Jenar dengan cemas.


📞"Apa?? Kok bisa sih Bu?" tanya Shella panik.


📞"Iya sayang, ibu juga kurang tahu kenapa! Ini Sheila lagi dicek sama dokter dan sampai sekarang ibu belum dapat kabar, makanya ibu panik banget!" jawab Jenar.


📞"Duh, sekarang ibu di rumah sakit mana? Biar aku sama Laila nyusul kesana deh, soalnya aku juga khawatir sama Sheila!" ucap Shella.


📞"Eee... iya iya oke, ibu ada di rumah sakit Medika indah sayang tempat kemarin Sheila juga dirawat disini!" jawab Jenar.


📞"Yaudah Bu, kalo gitu aku kesana sekarang ya!" ucap Shella.


📞"Iya sayang, hati-hati!" ucap Jenar.


Telepon pun terputus dan Shella tampak panik mencemaskan saudara kembarnya yang pingsan, Laila tampak heran mengapa Shella jadi panik seperti itu setelah telponan dengan Jenar.


"Shella, kenapa?" tanya Laila heran.


"Kita ke rumah sakit Medika indah sekarang, La! Adik gue Sheila pingsan dan dirawat disana, lu mau kan anterin gue?" ujar Shella panik.


"Hah? Iya iya, ayo kita langsung kesana aja!" ucap Laila ikutan panik.


"Yaudah, bik kita pamit ya? Assalamualaikum...."


"Waalaikumsallam...."


Shella & Laila pun pergi menuju mobil dengan tergesa-gesa karena panik.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2