Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Memantau


__ADS_3

Rafi menghampiri Shella dan menanyakan kondisinya.


"Kamu udah baikan?" tanya Rafi.


"Alhamdulillah, eee yang bawa aku kesini itu kamu?" ucap Shella.


"Eh bukan ini aja aku baru datang, aku dapat kabar dari ob kalo kamu dibawa ke rumah sakit.. Makanya aku kesini buat cek kondisi kamu, tapi syukurlah kalo kamu udah baikan!" ujar Rafi.


"Terus yang bawa aku kesini siapa dong?" tanya Shella.


"Kalo itu aku juga kurang tahu, mungkin ob nelpon ambulance buat bawa kamu kesini!" jawab Rafi.


"Oh iya sih, tapi tadi ibu aku bilang dia ditelpon sama bos aku.." ujar Shella.


"Aduh si Vano gimana sih? Nyuruh gua rahasiain eh dia malah bongkar sendiri," gumam Rafi.


Rafi sedikit bingung harus menjawab apa..


"Eee mungkin ibu kamu salah dengar kali, gak mungkin pak Devano kabarin ibu kamu dia aja lagi meeting.." ucap Rafi.


"Oh gitu, eh iya aku mau nanya dong.. Jadi, pak Devano itu sepupu kamu?" tanya Shella.


"Iya bener dia sepupu aku, emangnya kenapa?" ucap Rafi.


"Gapapa kok cuma nanya aja," ujar Shella.


"Oh yaudah btw kamu kapan boleh pulangnya?" tanya Rafi.


"Kata dokter sekarang aku udah boleh pulang kok, tapi ibu aku lagi bayar biaya rumah sakitnya.." jawab Shella.


"Oh gitu yaudah aku antar ya!" ujar Rafi.


"Eh gausah, aku bisa naik taksi kok nanti!" ucap Shella.


"Yakin? Udah gapapa biar gak ribet cari taksi!" ujar Rafi.


Kemudian, Jenar kembali ke ruangan Shella dan terkejut karena ada lelaki disana..


"Eh Shella, ini siapa toh?" tanya Jenar.


"Ibu dah balik, ini itu atasan aku di kantor Bu.. Namanya pak Rafi, dia juga yang kasih kerjaan ke aku!" jawab Shella.


"Halo Tante!" ucap Rafi.


"Oh kamu atasan Shella, berarti kamu yang telpon tante tadi?" tanya Jenar.


"Bukan tante, soalnya saya juga baru tau tentang Shella dari ob tadi.." jawab Rafi.


"Iya Bu, mungkin tadi yang nelpon ibu itu ob di kantor.." ujar Shella.


"Ah masa sih? Tadi dia bilang kok, kalo dia bos kamu! Apa ibu salah denger ya?" ujar Jenar.


"Ya mungkin ibu salah denger, eh terus gimana Bu udah dibayar biayanya?" tanya Shella.


"Oiya itu dia Sel, pas ibu mau bayar eh ternyata udah dilunasin sama orang katanya!" ucap Jenar.


"Dilunasin siapa Bu?" tanya Shella.


"Enggak tahu, mbaknya tadi cuma bilang laki-laki pake jas yang bayar!" jawab Jenar.


"Kamu yang bayar?" tanya Shella pada Rafi.


"Hah? Enggak kok bukan aku, begitu sampe rumah sakit aku itu langsung kesini ruangan kamu!" jawab Rafi.

__ADS_1


"Kok kayak ada yang disembunyiin ya sama pak Rafi?" batin Shella.


"Yaudah sekarang kita pulang ya! Bi, tolong bantu Shella berdiri ya!" ujar Jenar.


"Siap Bu!" ucap Yani.


"Eee saya antar ya tante," ujar Rafi.


"Beneran? Wah boleh-boleh tante malah seneng kalo kamu mau anterin kita," ucap Jenar.


"Eh gausah pak, kita naik taksi aja!" ujar Shella.


"Shella! Udah biarin aja kalo bos kamu ini mau anterin kita, kan jadi hemat uang!" ucap Jenar.


"Nah iya tuh, udah gapapa Shella sekali-kali!" ujar Rafi.


"Iya deh, tapi gak ngerepotin kamu kan?" tanya Shella.


"Enggak kok malah saya senang bisa membantu karyawan saya," jawab Rafi.


Akhirnya Shella mau pulang bersama Rafi..


"Gimana ya cara gua bilang ke Shella tentang kehamilan dia?" batin Rafi.


#Flashback#


Devano meminta pada Rafi untuk merahasiakan tentang dia yang membawa Shella ke rumah sakit.


"Fi, lu mau nengokin Shella?" tanya Devano.


"Iya ini gua mau kesana," jawab Rafi.


"Yaudah kalo gitu gua minta tolong sama lu ya, sekalian lu kasih tau surat itu ke Shella! Selain itu, tolong rahasiain ke Shella kalo gua yang udah bawa dia kesini!" ujar Devano.


"Gak bisa Fi, Shella benci banget sama gua! Jadi gua minta tolong ya sama lu!" jawab Devano.


"Kenapa dia bisa benci sama lu?" tanya Rafi.


"Ceritanya panjang, mending sekarang lu langsung ke ruangan Shella!" ucap Devano.


"Ok Van,"


Devano berjalan pergi meninggalkan Rafi.


#Flashback end#


...•••...


Sementara itu, Frederick bersama supirnya mendatangi rumah yang diduga adalah rumah milik David alias lelaki yang terlihat bermesraan dengan Zara waktu itu.


"Berhenti disini Mul, saya mau lihat kondisi dulu!" ucap Frederick.


"Baik pak bos!" ujar Mulyadi (supir Frederick).


Frederick membuka kaca mobilnya dan memandangi rumah itu..


"Hmm, ternyata ini rumah laki-laki brengsek itu! Lihat saja, saya akan buat kalian sekeluarga mengalami akibatnya karena sudah membuat cucu saya kecewa!" batin Frederick.


Lalu, Frederick menutup kembali kaca mobilnya dan meminta Mulyadi untuk menancap gas.


"Sudah, sekarang kita pergi!" ujar Frederick.


"Baik pak bos!" ucap Mulyadi.

__ADS_1


Mulyadi menjalankan mobilnya dan pergi dari rumah itu sesuai perintah Frederick.


Disisi lain, ternyata salah seorang penjaga di rumah itu melihat keberadaan mobil Frederick.


"Wah itu mobil siapa ya? Kayaknya tadi dia mengamati rumah ini, ini sih harus dilaporkan ke tuan muda!" ujarnya.


Penjaga itu berlari kedalam rumah..


...•••...


Adrian sedang berada di makam ibunya, ia membawakan sekuntum mawar merah dan meletakkannya di atas makam.


"Assalamualaikum mah, ini Adrian.. Maaf ya mah, Adrian jarang datang kesini!" ucap Adrian.


Adrian mencium nisan ibunya lalu memeluknya, tak lama air mata keluar membasahi nisan itu.


"Adrian kangen banget sama mamah, andai mamah masih ada disini pasti Adrian bisa ngerasa tenang!" ucap Adrian sambil menangis.


Tak disangka, Bimo mendatangi abangnya di makam.


Ia langsung merangkul Adrian yang sedang menangis di atas makam ibunya..


"Sabar bang, gua tau lu butuh sosok ibu sekarang! Tapi lu harus tetap semangat, masih ada gua sama papah yang selalu support lu!" ujar Bimo.


Adrian terharu dengan kata-kata Bimo padanya, ia pun membalas pelukan Bimo.


"Thanks Mo! Maafin gua dan ibu gua ya udah ngerusak keharmonisan keluarga lu!" ucap Adrian.


"Gua udah lupain soal itu kok, sekarang kita tatap masa depan!" ujar Bimo.


...•••...


Rafi, Shella, Jenar & Yani sampai di rumah Lubis..


"Ini rumah kamu?" tanya Rafi.


"Iya pak, sebenarnya ini rumah paman saya.. Saya dan ibu cuma tinggal sementara disini," jawab Shella.


"Oh gitu, yaudah mau saya bantu masuk?" tanya Rafi.


"Eh gausah pak, kalo kamu mau pulang gapapa kok!" ucap Shella.


"Shella, masa kamu usir bos kamu sih! Ajak masuk dulu dong kasih minum gitu," ujar Jenar.


"Eee iya maaf Bu, yaudah ayo pak masuk dulu!" ucap Shella.


"Gapapa saya langsung pulang aja, eh tapi saya mau kasih ini ke kamu!" ujar Rafi.


Rafi mengambil sebuah surat dari kantong jas nya..


"Apa itu pak?" tanya Shella.


"Ini hasil tes medis kamu, semua informasi tentang kondisi kamu ada disitu!" jawab Rafi.


Rafi memberikan surat itu pada Shella..


"Yasudah saya permisi, assalamualaikum!" ucap Rafi.


"Waalaikumsallam,"


Rafi kembali ke mobilnya dan pergi dari sana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2