Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Bikin anak tiap hari


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 166


...•...


...•...


Devano menemui istrinya yang masih terbaring di dalam ruang perawatan itu, ia membuka pintu dengan perlahan dan masuk menghampiri Shella disana.


Tampak wanita itu tengah bersedih karena kehilangan bayinya akibat terjatuh dari tangga, Shella menatap kosong ke arah langit-langit bahkan tak menyadari kehadiran suaminya disana.


Devano yang melihat itu semakin tidak bisa menahan tangisnya, namun ia menyeka kembali air mata yang menetes agar Shella juga bisa melupakan kesedihannya itu.


"Honey...." sapa Devano memanggil istrinya sambil mengusap lembut kepala Shella, ia duduk tepat di samping Shella.


Sontak Shella menoleh karena keningnya disentuh oleh Devano, ia menatap wajah Devano dengan berkaca-kaca.


"Mas, maafin aku.... aku gak bisa jaga bayi kita mas! Aku emang bukan istri dan ibu yang baik!" ucap Shella dengan rahang gemetar akibat tangisan yang keluar dari matanya.


"Hus jangan salahin diri kamu sendiri honey! Ini udah takdir, jadi ini semua bukan salah kamu!" ucap Devano terus mengelus rambut istrinya dan coba menenangkan Shella walau sebenarnya dirinya juga dilanda kesedihan.


"Tapi tetep aja mas ini salah aku, harusnya aku gak ceroboh kayak tadi! Maafin aku ya mas, kamu boleh kok hukum aku..." ucap Shella.


"Hey, aku gak akan pernah lakuin itu honey! Buat apa juga kan aku hukum kamu? Anak kita gak akan bisa kembali... udah kamu gausah salahin diri kamu terus, jangan sedih lagi ya cantik!" ucap Devano.


Cupp... Devano mengecup sekilas bibir Shella lalu tersenyum dan mengusap-usap rambut istrinya itu, namun tetap saja Shella masih bersedih.

__ADS_1


"Mas, sekarang kan aku udah gak ngandung anak kamu lagi... itu artinya kamu udah gak punya kewajiban untuk menikahi aku lagi, apa setelah ini kamu bakal gugat cerai aku mas?" ucap Shella melontarkan pertanyaan yang membuat Devano terkejut, matanya kini juga menatap wajah suaminya itu.


"Hus kamu ngomong apa sih honey...??!! Mana mungkin aku gugat cerai kamu cuma karena masalah ini, aku itu sayang banget sama kamu honey! Gak pernah terlintas dalam pikiran aku buat ngelakuin itu...!!" ucap Devano.


"Maaf mas, aku cuma takut aja kamu bakal lakuin itu dan tinggalin aku sendiri! Kan dari awal kamu juga nikahin aku karena anak itu, makanya aku berpikir begitu..." ucap Shella.


"Hilangin pikiran itu jauh-jauh honey! Sampai kapanpun aku gak akan pernah tinggalin kamu! Karena aku nikahin kamu bukan cuma karena anak itu, tapi juga karena aku cinta sama kamu!" ucap Devano mendekatkan wajahnya ke telinga Shella lalu mengecup pipinya.


Shella terdiam memalingkan pandangannya ke arah lain, sementara Devano hanya tersenyum ia senang karena Shella segitu khawatirnya akan kehilangan dirinya sampai punya pikiran seperti itu.


"Lagian kan kalau soal anak, kita berdua bisa bikin lagi lebih banyak... nanti setiap hari kita usaha ya bikin anak siapa tau dikasih lagi sama Tuhan!" ucap Devano dengan nada menggoda.


Shella langsung menoleh dan menatap suaminya sambil membulatkan matanya, sedangkan Devano malah terkekeh melihat ekspresi istrinya yang menggemaskan.


"Ngaco aja kamu mas, kalau setiap hari bisa pingsan dong akunya... kamu mah enak tinggal tanam terus cabut, lah aku kan harus nanggung rasa sakitnya!" ujar Shella.


"Hahaha, becanda doang honey! Tapi bagus deh kamu jadi bisa senyum lagi, jangan pernah sedih-sedih lagi ya honey...!!" ucap Devano.


Shella pun tersenyum saat itu, Devano yang senang langsung mengecup kembali bibir mungil istrinya itu berkali-kali.


...•••...


Femila hanya bisa pasrah saat Adrian mengeluarkannya di dalam, sedari tadi memang ia tidak bisa berkutik lantaran kuncian dari Adrian kepada tubuhnya.


"Aaahhhh... lumayan juga punya lu masih sama kayak dulu, seneng kan lu bisa main lagi sama gue? Ya iyalah kan dari dulu juga lu selalu ketagihan tiap main sama gue..." ujar Adrian nyengir lalu menghujani wajah Femila dengan kecupan, tak hanya wajah namun juga leher dan dada gadis itu menjadi sasarannya.


Adrian baru melepaskan miliknya setelah dirasa puas mencumbu leher gadis itu, ia pun langsung bangkit dan memakai kembali celana serta bajunya.


Sedangkan Femila hanya menangis menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, ia tak bisa lagi memakai pakaiannya karena mayoritas sudah sobek akibat Adrian tadi.


"Lu mau terus telanjang begitu apa mau gue beliin baju baru di toko? Eh tapi biarin aja deh lu kayak gini sampe pagi, nah besok baru gue beliin baju buat lu..." ucap Adrian.


Femila tak menjawab kata-kata Adrian, ia masih merasa sedih karena genjotan yang dialaminya barusan.

__ADS_1


"Gue manusia kotor, udah berapa kali dia ngelakuin ini ke gue dan lagi-lagi gue gak bisa ngelawan dia...??!! Awas aja lu Adrian, sampai kapanpun gue gak akan maafin lu! Apalagi lu udah bikin gue dan Yoga gak bisa bersatu!" gumam Femila menangis di kasur itu.


Adrian yang menyadari Femila tengah menangis hanya terkekeh saja, ia tak perduli apalagi merasa iba dengannya.


Justru Adrian malah pergi meninggalkan Femila dari sana dan mengunci pintu dari luar sehingga gadis itu tidak bisa keluar.


"Gue harus cari cara buat kabur dari sini! Gak mungkin gue nurut dan terus disini, tapi gimana caranya ya supaya bisa keluar dari tempat ini? Sedangkan baju gue juga robek-robek begini!" gumam Femila mengambil pakaiannya yang sudah robek di lantai.


...•••...


Disisi lain, Nadya yang tengah sakit hati akibat ibunya tak menganggap dirinya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di jalan yang sepi pada malam itu.


Nadya menyetir mobilnya sambil menangis sesegukan dan terus menambah kecepatannya tak perduli apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Ibu, aku pikir ibu sayang sama aku... tapi ternyata aku salah selama ini, yang ibu sayangi cuma Shella Shella dan Shella aja...!! Bahkan aku juga dianggap Shella sama ibu!" gumam Nadya yang matanya berkaca-kaca.


Tiba-tiba saja sebuah motor muncul dari arah pertigaan, Nadya yang tengah melamun dan mengendarai dalam kecepatan tinggi langsung kaget dan banting setir ke kanan untuk menghindari motor itu.


Namun naasnya, dari arah berlawanan ada truk yang tengah melintas sehingga mobil mereka saling bertabrakan dan membuat mobil Nadya terpental lalu terguling-guling ke dalam danau.


Pengendara truk yang syok itu langsung panik dan pergi dari sana meninggalkan mobil Nadya yang perlahan-lahan tenggelam tanpa bertanggung jawab.


Nadya yang pingsan tentunya tidak bisa melepaskan diri dari dalam mobil itu, sehingga ia terbawa ke dasar danau tersebut.


Warga berbondong-bondong datang setelah ada seorang bapak yang lapor meminta pertolongan, tapi sayang mereka terlambat datang karena mobil Nadya telah sepenuhnya tenggelam ke dasar danau.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


__ADS_1


...Bye Nadya🥺🥀...


__ADS_2