Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ketiduran


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 177


...•...


...•...


Hari sudah pagi, matahari kembali terbit dari timur menyinari kamar sepasang suami-istri yang masih tertidur pulas sambil berpelukan itu.


Devano yang tepat menghadap ke jendela pun terbangun karena sinar matahari itu, ia membuka mata lalu mengucek-ngucek matanya itu seperti orang baru bangun tidur pada umumnya.


Ia menguap setelahnya, lalu dengan perlahan bangkit dan terduduk di ranjangnya... dengan mata masih mengantuk ia melihat ke sebelah dimana ada istrinya yang masih tertidur.


Melihat bibir Shella yang sangat menggoda itu, Devano pun langsung bergairah dan punya niat untuk mencumbu bibir indah itu.


Devano kembali mendekati Shella, tanpa basa-basi ia melumatt dengan ganas bibir istrinya sehingga Shella terkejut dan terbangun dari tidurnya... ia membulatkan matanya melihat sang suami sudah melumatt bibirnya dengan begitu rakus.


Namun, Shella kembali memejamkan matanya menikmati lumatann demi lumatann yang dilakukan suaminya itu... ia pun melenguh pelan saat Devano meremass gunung kembar nya yang masih terbungkus baju tidur.


Tak lama kemudian, Devano melepas pagutannya lalu mengecup lagi bibir kenyal Shella sekilas sambil tersenyum.


"Nikmat banget bibir kamu honey, bikin candu! Rasanya tiap detik aku pengen lumatt terus bibir kamu itu... apalagi gunung-gunung kamu yang kenyal kenyal itu, beuh nikmatnya bukan main honey!" ujar Devano memuji istrinya.


"Ya silahkan aja mas, aku kan istri kamu jadi kamu bebas nikmatin tubuh aku begitupun sebaliknya! Tapi jangan baru bangun tidur juga kali mas, aku kan kaget jadinya..." ucap Shella pelan dan nafasnya masih sedikit tersengal akibat permainan bibir yang dilakukan Devano tadi.


"Hehe iya maaf honey, abis bibir kamu menggoda banget sih! Lagian kan bagus kamu jadi bisa bangun dan kita bisa sarapan bareng honey, eh tapi sebelumnya gimana kalo kita mandi bareng dulu....??" ujar Devano nyengir memperlihatkan gigi-giginya.


"Kamu aja duluan mas, aku rasanya masih ngantuk banget pengen tidur lagi 5 menit aja! Boleh ya mas?" ujar Shella.


"Hadeh...." ujar Devano memutar bola matanya saat melihat Shella kembali memejamkan matanya, dengan cepat ia pun kembali mendekat ke bibir Shella dan tentu saja langsung melumatt nya kembali.

__ADS_1


Istrinya itu kelabakan tidak bisa menghindar dan akhirnya mereka kembali beradu lidah disana, bahkan kali ini Devano lebih lihai bermain di dalam mulut Shella membuat istrinya itu terus melenguh.


Devano melepas pagutannya lalu memindah posisi tubuhnya menjadi di atas Shella, ya barulah ia kembali melumatt bibir Shella serta kedua tangannya meremass gunung kembar milik istrinya itu.


Satu persatu kancing piyama yang dikenakan Shella dilepas oleh tangan nakal Devano, kini dua buah gunung pun terpampang jelas dan langsung saja Devano meremass nya sehingga Shella tambah merasa kenikmatan.


"Eenngghh, mmpphhh..." desahh Shella sambil kedua kakinya tak bisa diam akibat gairahnya yang memuncak, tangannya juga mulai mencengkeram erat sprei kasurnya.


Setelah puas bermain dengan bibir Shella, Devano beralih mencumbu setiap inci leher jenjang istrinya dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana.


Devano perlahan mencumbui seluruh leher serta area dada Shella, kini lidahnya telah sampai di depan gunung Shella dan tentu saja ia langsung meraup gunung itu dengan rakus seperti bayi yang kelaparan.


"Aaahhh, masss...." desahh Shella sambil tangannya kini mencengkeram punggung Devano.


Lagi-lagi permainan mereka harus terhenti lantaran ada telpon masuk ke hp Shella, ya Devano pun terpaksa menghentikan aksinya walau sebenarnya ia sangat kecewa.


"Ibu yang telpon mas, apa mungkin ibu udah tau tentang kabar meninggalnya Sheila ya?" ujar Shella.


"Gak tau honey, kamu angkat aja coba!" ucap Devano masih merasa kesal.


📞"Halo bu assalamualaikum, ada apa?" ucap Shella membuka obrolan di telpon itu.


📞"Halo sayang waalaikumsallam, maaf ya ibu ganggu kamu pagi-pagi begini..." ucap Jenar.


📞"Gapapa kok bu, emangnya ada apa ya?" tanya Shella penasaran.


📞"Begini Shella, ibu cuma mau kasih tau kamu soal kembaran kamu Sheila..." jawab Jenar.


📞"Eee iya bu, aku juga udah baca ceritanya kok! Semalam mas Vano yang kasih tau aku soal itu, ibu yang sabar ya kita doakan aja supaya Sheila bisa tenang disana! Oh ya bu, apa ibu tau dimana makamnya Sheila?" ujar Shella.


📞"Bukan itu sayang, ibu mau kasih tau kamu kalau Sheila masih hidup... Alhamdulillah dia masih diberi kesempatan oleh Tuhan, tapi sekarang Sheila koma nak dan lagi dirawat di rumah sakit Medika indah!" ucap Jenar.


📞"Sheila masih hidup bu? Ya Allah Alhamdulillah aku seneng banget dengar ini, yaudah bu nanti aku sama mas Vano bakal kesana buat jenguk Sheila... terus ahhh-" ucap Shella terpotong karena Devano tiba-tiba melumatt salah satu gunung kembar miliknya.


📞"Loh Shella, sayang kamu kenapa nak?" tanya Jenar panik karena tiba-tiba Shella berteriak tadi.


📞"Eee enggak kok bu, ini mas Vano biasa... udah dulu ya bu, kayaknya mas Vano gak tahan lagi deh!" jawab Shella sambil menahan desahann nya agar tidak keluar dan membuat dirinya malu kalau didengar Jenar.

__ADS_1


📞"Ohh hahaha iya iya ibu paham kok, yasudah makasih ya Shella assalamualaikum..." ucap Jenar.


📞"Waalaikumsallam bu," ucap Shella.


Setelah telepon dimatikan, Shella langsung menaruh kembali ponselnya di atas meja dan Devano itu juga langsung mengungkung Shella lalu melanjutkan aksinya yang tertunda tadi.


...•••...


Sementara itu, Rafael terbangun karena mendengar suara gemercik air dari kamar mandi yang cukup kencang.


Ia membuka matanya dan menoleh kesana-kemari sambil memegangi lehernya yang terasa sakit akibat ia tertidur di pinggir ranjang.


"Loh ini gua masih di rumah Vanya? Duh ya ampun pasti gara-gara semalem gue ngantuk berat nih jadi aja ketiduran, terus kenapa gue bisa ada di kamar begini ya?" ujar Rafael bertanya-tanya keheranan.


Tak lama kemudian, seseorang keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan bathrobe untuk menutupi tubuhnya.


"Rafael, kamu udah bangun? Syukur deh jadi aku gak perlu repot-repot buat bangunin kamu, tapi sekarang aku malah bingung mau pake baju dimana...." ujar Vanya mendekati Rafael yang masih terduduk di pinggir ranjang.


"Vanya? Kok aku bisa di kamar kamu sih?" tanya Rafael yang masih terus memegangi lehernya.


"Iya, kan semalam kamu ketiduran tuh! Karena aku gak tega lihat kamu tidur di atas meja makanya aku bawa kamu kesini, ya walau harus keluarin tenaga ekstra sih..." jawab Vanya menjelaskan semuanya.


"Terus kita tidur berdua gitu disini?" tanya Rafael yang terkejut.


"Hahaha, ya enggak lah Rafael! Aku tidur di kamar kakak ku semalam, tapi karena kamar mandi disana rusak ya aku mandi disini aja deh!" jawab Vanya sambil tertawa.


"Huh aku kira kita tidur seranjang, tapi kenapa kamu gak bawa aku ke kamar kakak kamu aja?" ujar Rafael.


"Lebih dekat kesini daripada kesana, udah kamu mending ke kamar mandi deh biar aku bisa ganti baju disini jadi gak perlu repot-repot ke kamar kakak ku lagi..." ucap Vanya.


"Iya iya," ucap Rafael kemudian bangkit dari duduknya, ia sempat melihat sekilas belahan dada Vanya yang terpampang jelas itu lalu lanjut berjalan dan masuk ke kamar mandi.


Sementara Vanya membuka bathrobe yang dikenakannya lalu memakai pakaiannya yang sudah disiapkan dengan cepat.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2