Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ditangkap


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 328


...•...


...•...


Akhirnya Leo tak berkutik karena Rafael terus menekannya untuk tetap diam dan tidak membantu Arga bosnya itu, sebenarnya Leo memang sudah malas juga bekerja dengan Arga yang jahatnya keterlaluan itu dan ia ingin mundur saja.


"Baiklah, saya tidak akan maju. Tapi, siapa kalian ini?" ucap Leo kebingungan.


"Kami anak buah pak Devano, dan kami akan membawa Arga untuk diadili oleh bos kami itu! Kalau anda ikut campur dan membela Arga, sudah tentu kami juga akan membawa anda!" ucap Rafael.


Mendengar nama Devano disebut membuat Arga keringat dingin, ia baru tau jika Devano mampu berbuat seperti ini dan bisa melumpuhkannya hanya dalam beberapa menit, sungguh ia tak memikirkan soal ini karena ia lebih asyik dengan Shella.


Sementara Leo terdiam tak bisa berbicara apapun lagi, ia juga tidak mau jika dirinya ikut terlibat ke dalam masalah yang dibuat bosnya. Apalagi Devano memiliki banyak anak buah bersenjata yang bisa saja membuatnya tewas dalam sekejap.


Setelah tak ada lagi perlawanan dari Arga maupun Leo yang mulai pasrah, Rafael pun memerintahkan pada teman-temannya untuk segera pergi membawa Arga ke tempat yang sudah ditentukan, karena ia akan memberikan Arga pada Devano.


Akan tetapi, tiba-tiba sebuah mobil muncul dan berhenti disana. Seorang pria yang tak lain Devano, muncul dari dalam mobil itu lalu berjalan menghampiri kerumunan orang di depannya.


Melihat kedatangan Devano, membuat Rafael reflek memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badannya seperti biasa, hal itu juga dilakukan oleh para teman-temannya yang masih memegangi Arga agar tidak kabur dari sana.


"Hai, selamat siang, Arga! Saya sangat senang bertemu dengan anda, apalagi dalam keadaan tak berdaya seperti ini." ucap Devano.


Devano terus melangkah mendekati Arga dan kemudian berhenti saat diantara mereka hanya berjarak beberapa meter saja, kedua mata itu saling bertemu dan menatap satu sama lain dengan raut yang berbeda tentunya.


"Saya sudah tau semua tentang anda, saya juga tau semua kejahatan yang anda lakukan!" ucap Devano.

__ADS_1


"Cih! Jangan asal bicara kamu!" ujar Arga.


"Hahaha, dengar Arga. Saya ini Devano Alexander, saya terlahir dengan otak cerdas dan IQ yang tinggi di atas rata-rata. Orang lemah seperti anda, tidak akan bisa mengelabui saya!" ucap Devano.


"Kurang ajar! Lepaskan saya dan kita bertarung secara lelaki, siapa yang menang dialah yang berhak memiliki Shella!" ucap Arga.


"Apa anda bilang? Anda terlalu terobsesi dengan istri saya sampai akal sehat anda tidak berfungsi lagi, kalau kita bertarung satu lawan satu, itu justru akan lebih merugikan buat anda karena anda bisa saja langsung tertidur di bawah tanah!" ucap Devano.


"Dasar pengecut! Anda itu tidak pantas memiliki Shella dan menjadi suaminya, karena anda adalah seorang pengecut!" ujar Arga.


"Sudahlah, sebaiknya anda persiapkan diri untuk mendekam di penjara! Semua bukti sudah saya kumpulkan, dari mulai percobaan penculikan terhadap istri saya sampai anda yang dengan sengaja menculik dan memperkosa Viona!" ucap Devano mengancam Arga.


Arga terdiam mendengar ucapan Devano, ia heran bagaimana caranya Devano bisa tau itu semua.


"Kenapa? Kamu tidak perlu bingung, Arga! Saya akan memberitahu bagaimana cara saya mengetahui semua itu, silahkan muncul Viona!" ucap Devano.


Sontak Viona serta Novi muncul dari belakang Devano dengan raut wajah dingin dan emosi saat menatap Arga disana.


"Aku yang mengatakan pada Devano, tentang semua kejahatan kamu itu dan rencana busuk kamu untuk merebut Shella dari Devano!" ucap Viona.


"Maaf bos, saya terpaksa." ucap Leo menunduk.


"Kurang ajar, dasar pengkhianat!" Arga tampak geram dan ingin sekali menghajar Leo dengan kedua tangannya, namun ditahan oleh anak buah Rafael.


"Sekarang anda tidak memiliki siapa-siapa lagi, Arga! Mari ikut bersama saya untuk menjelaskan semuanya di kantor polisi, anda akan satu sel dengan Riza adik anda disana!" ucap Devano.


"Apa? Jadi Devano juga sudah tau identitas saya, kurang ajar!" batin Arga.


Rafael serta para anak buahnya pun membawa paksa Arga pergi dari sana, mereka memasukkan Arga ke dalam mobil lalu pergi menuju kantor polisi terdekat sesuai perintah Devano.


Sementara Viona kini menghampiri Leo pria yang mencintainya dengan tulus dan sampai rela berkhianat dari bosnya demi menyelamatkan cintanya itu, Viona pun sadar kalau ia telah menemukan cinta sejatinya.


"Leo, aku cinta sama kamu." ucap Viona singkat tapi berhasil membuat perasaan Leo terbang.


"Kamu serius?" tanya Leo masih tak percaya.

__ADS_1


"Iya, i'm really love you!" jawab Viona tersenyum.


Akhirnya mereka berdua berpelukan erat disana dan disaksikan oleh Devano serta Novi sambil tersenyum terharu melihat kemesraan mereka.


...•••...


Disisi lain, Nadya bertemu dengan Yoga di sebuah taman yang dulu ia datangi bersama pria tersebut saat mereka hampir bertabrakan karena Nadya tidak fokus menyetir.


Nadya ingin membuat Yoga tau jika sekarang ia telah berhasil mengingat semuanya, ia juga telah mengetahui kalau Yoga adalah lelaki baik yang selalu membantunya, tidak seperti Adrian yang selalu saja membuatnya sakit hati.


Ketika gadis itu sampai disana, terlihat Yoga sudah duduk santai di sebuah kursi sembari senyum-senyum menatap lurus ke depan, ya Yoga belum mengetahui jika Nadya sudah datang dan saat ini tengah berdiri di sampingnya.


"Ehem..." Nadya berdehem pelan menegur Yoga.


Sontak pria itu menoleh lalu reflek berdiri dan tersenyum menatap wajah Nadya, ia terkesan dengan penampilan gadis yang dicintainya itu saat ini, karena Nadya terlihat lebih cantik dan cerah dari sebelumnya.


"Sheila?" ucap Yoga terkejut.


"Kamu bisa panggil aku Nadya kok, seperti dulu saat kita sahabatan. Aku gak akan marah lagi sama kamu, karena kamu orang yang udah berhasil bikin hidup aku ceria, saat di taman ini." ucap Nadya tersenyum.


Yoga terdiam, ia masih mencerna sejenak perkataan Nadya barusan. Sampai akhirnya Yoga tau jika Nadya sudah berhasil mengingat semua tentangnya.


"Kamu sudah ingat?" tanya Yoga.


"Ya, aku ingat sekali Achmad Prayoga. Lelaki tangguh yang udah selamatin aku sewaktu aku hampir aja dilecehkan di pinggir jalan, aku juga ingat lelaki bernama Yoga ini yang selalu setia menghibur aku saat aku sedang sedih." jawab Nadya.


"Aku senang kamu sudah ingat, apa boleh sekarang aku peluk kamu seperti dulu?" ucap Yoga.


"Kamu jangan ngada-ngada deh! Kita belum pernah pelukan dari dulu, paling jauh juga cuma pegangan tangan. Tapi, kalo kamu mau peluk aku sekarang, ya boleh-boleh aja kok." ucap Nadya.


"Hahaha, ternyata kamu beneran inget. Oke, anggap ini sebagai pelukan pertama kita!" ucap Yoga merentangkan tangan sambil tersenyum.


Nadya bergerak maju mendekati Yoga dengan senyum terukir di wajahnya, perlahan ia mulai mendekap tubuh pria yang tengah berdiri disana siap menyambutnya itu, ya akhirnya mereka pun berpelukan erat disana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2