Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Main sabun berdua


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 92


...•...


...•...


Adrian & Nadya sampai di kantor, tampak Nadya masih memeluk boneka yang diberikan Adrian.


Terlihat juga para karyawan disana memandangi mereka berdua, itu membuat Nadya merasa tidak senang dan mempercepat langkahnya.


Namun Adrian menahan tangan Nadya sehingga dia tak bisa pergi meninggalkan Adrian..


"Kenapa buru-buru banget sih? Santai aja kali udah kayak mau ngejar bus aja.." ujar Adrian.


"Pak lepasin jangan pegang-pegang saya! Emang bapak gak lihat apa tuh daritadi mereka mandangin kita tau, udah saya jalan duluan bapak tunggu disini dulu!" ucap Nadya berbisik pada Adrian.


Adrian malah tersenyum dan menggenggam tangan Nadya itu dengan 2 tangan miliknya.


"Jangan pedulikan mereka! Gimana hidup kamu mau maju kalo masih mikirin pandangan orang lain, tenang aja saya pasti jagain kamu kok sayang!" ucap Adrian sambil membelai rambut Nadya.


Ya mereka semakin menjadi bahan perbincangan karyawan disana, terdengar omongan-omongan yang kurang mengenakkan di telinga Nadya.


Melihat gadisnya masih cemberut, Adrian pun melirik ke arah kerumunan karyawannya yang sedang membicarakan mereka.


Sontak seluruh karyawan disana memalingkan wajahnya dan melanjutkan kerjaan mereka.


"Udah kan sayang? Jangan cemberut lagi dong! Emang sih kamu tambah imut kalo kayak gini, tapi saya tetep lebih suka lihat wajah ceria kamu!" ucap Adrian memegang wajah Nadya dengan 2 tangannya.


"Iya pak," ucap Nadya tersenyum tipis.


Ya lalu Adrian menggandeng tangan kiri Nadya dan mereka pun jalan bergandengan menuju lift.


Saat di dalam lift Adrian terus membelai rambut Nadya sambil memandanginya.. Perlahan ia juga mendekatkan wajahnya lalu menarik dagu Nadya ke atas.

__ADS_1


Ya kemudian tangan satunya lagi menyeka rambut Nadya ke belakang sehingga kini terpampang jelas leher jenjang milik Nadya yang mulus itu.


Tanpa basa-basi Adrian langsung menempelkan bibirnya pada mulut Nadya kemudian mereka saling berciuman di dalam lift tersebut.


"Kenapa? Kenapa aku diam saja diperlakukan seperti ini? Apa iya aku sudah mulai mencintai pak Adrian?" gumam Nadya yang daritadi hanya diam tanpa ekspresi.


...•••...


Devano baru selesai sarapan bersama istrinya, ia tampak bahagia sekali hingga piringnya bersih tak tersisa.


"Enak banget nasi goreng buatan kamu honey, kalo setiap pagi aku makan masakan kamu terus pasti berat badan aku bakal naik nih.." ujar Devano.


"Ah mas bisa aja, aku aja masak nasi gorengnya pake bumbu jadi bukan bikin sendiri.. Tapi bagus deh kalo kamu makannya lahap begini, kan aku jadi ikutan seneng!" ucap Shella sambil membereskan piring-piring yang habis digunakan.


"Eh udah sini biar aku aja yang beresin, terus biar aku juga yang cuci piringnya ya! Nah kamu mending duduk aja nonton tv, soalnya aku gak mau kamu kecapekan honey!" ucap Devano langsung bangkit mencegah istrinya yang ingin mencuci piring.


"Gapapa mas aku gak capek kok kalo cuma cuci piring mah, justru aku khawatir kalo kamu yang cuci piringnya.. Nanti yang ada pada pecah lagi, kamu pasti gak pernah cuci piring kan di rumah?" ujar Shella.


"Ya iya sih gak pernah kan kalo di rumah aku itu semuanya diurus sama pembantu, tapi aku tahu kok caranya cuci piring santai aja gak bakal pecah!" ucap Devano memaksa.


"Udah gausah mas, biar aku aja gapapa kok!" ujar Shella yang juga ikutan memaksa.


"Heh jangan bantah suami! Emang kamu mau jadi istri yang durhaka?" ujar Devano sambil mencolek hidung Shella yang membuat istrinya itu akhirnya mengalah.


Devano membawa semua piring tersebut ke tempat pencucian piring tentunya, karena cemas Shella mengikuti suaminya itu untuk mengawasinya.


"Kamu ngapain malah ngikutin aku honey? Udah sana kamu nonton tv aja atau ngapain gitu, kalo kesini berarti sama aja dong kamu gak nyantai!" ujar Devano sambil mencuci piring.


"Aku cuma mau ngawasin aja mas, siapa tau kan mas Vano gak bener nyucinya.." ucap Shella.


"Ya ampun honey pake diawasin segala udah kayak ujian aja, yaudah deh gapapa kalo emang kamu mau disini tapi jangan berdiri terus! Duduk gih biar gak capek!" ujar Devano sambil menyeka rambutnya tak sadar kalau tangannya penuh sabun.


Shella pun tertawa melihat rambut suaminya terkena sabun cuci piring, hal itu membuat Devano merasa heran.


"Lah malah ketawa, kan aku suruh duduk bukan ketawa honey! Emang apa yang lucu sih?" ujar Devano yang kali ini sambil menaruh tangannya di pinggang membuat bajunya juga terkena sabun.


"Aduh mas kamu lucu banget tau, itu loh tangan kamu kan ada sabun nya jadi rambut sama baju kamu kena sabun tuh.." ujar Shella dengan gelak tawa.


Devano langsung mengecek rambut dan bajunya, ya dia kemudian mencolek pipi Shella dengan tangannya yang penuh sabun itu.


"Ih mas kok kamu gitu sih! Kan jadi kotor wajah aku," ucap Shella sambil membersihkan wajahnya.

__ADS_1


Namun Devano malah kembali mencolek-colek pipi istrinya sambil tertawa, Shella yang tak terima akhirnya membalas perbuatan suaminya itu dengan juga mencolek pipi Devano menggunakan sabun cuci piring.


Yup sepasang suami-istri itu pun saling mencolek-colek sambil tertawa.


...•••...


Adrian & Nadya tengah bersiap di ruang meeting, tak lama masuklah para klien ke ruangan tersebut.


"Selamat siang pak!" ucap pak Bram.


"Iya siang, silahkan duduk pak!" ucap Adrian bersalaman dengan para kliennya yang berjumlah 4 orang itu.


Ya setelah semuanya siap dan peserta meeting juga telah datang, Adrian pun memulai meeting tersebut dengan mempresentasikan produk baru yang akan dibuat oleh perusahaannya.


Namun, Nadya yang bertugas menggeser slide presentasi merasa tercengang karena yang ada di file tersebut malah foto-fotonya.


"Eee maaf pak, kayaknya saya salah pilih file!" ucap Nadya yang terlihat menahan malu.


"Oh enggak kok ini bener, kamu terus geser saja dan saya akan menjelaskannya pada mereka.." ucap Adrian sambil tersenyum.


Para klien disana pun bingung mengapa Adrian malah menampilkan foto-foto asistennya di layar proyektor.



"Nah perkenalkan semuanya, wanita yang ada di layar adalah kekasih saya sekaligus juga calon istri saya! Sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan.. Maka dari itu saya minta doanya ya!" ucap Adrian disambut tepuk tangan oleh para kliennya.


Nadya terus menundukkan kepalanya merasa malu, ia tak menyangka bosnya bisa bertindak sejauh ini.


"Wah pasti pestanya bakal meriah nih, semoga lancar ya pak Adrian! Jangan lupa juga undang kita nanti, soalnya udah lama saya gak datang ke acara pernikahan..!!" ucap pak Bram.


"Pasti pak, saya akan berikan undangan pernikahan saya secepatnya kok! Justru saya merasa terhormat kalau kalian bisa hadir di pernikahan saya," ucap Adrian.


"Anda beruntung sekali punya kekasih secantik dan semanis wanita ini, omong-omong siapa namanya?" ujar pak Bram.


"Haha dia Sheila Kirana pak, selain kekasih Sheila ini kan juga asisten pribadi saya pak..!!" ucap Adrian.


"Ohh jadi judulnya asisten saya adalah calon istri saya, ahahaha.." ujar pak Bram diikuti suara tawa orang-orang disana.


Yup Nadya hanya tersenyum saat Adrian dan yang lainnya melihat ke arahnya, ia sekarang merasa ingin sembunyi di inti bumi saja karena sangat malu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2