
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 303
...•...
...•...
Shella & Devano mulai memasuki lift untuk menuju ruangan Devano yang terletak di lantai atas, tampak Devano tak dapat mengalihkan pandangan dari wajah istrinya yang terlihat menggoda itu, walau suasana hatinya masih belum bisa tenang.
Dengan cepat Devano menarik wajah Shella ke arahnya dan mencumbunya rakus di dalam lift yang sepi itu, sang istri berusaha berontak dan memukul-mukul tubuh Devano tetapi gagal karena Devano malah memegangi kedua tangannya.
"Mas, kamu apa-apaan sih? Kalau mau cium aku tuh tau tempat dong, jangan disini juga!" bentak Shella.
"Hehehe, abis muka kamu menggoda banget sih honey! Aku kan manusia normal yang pasti bisa kegoda, kecuali aku Ragil!" ucap Devano tersenyum renyah memandang wajah istrinya.
Shella pun merapihkan kembali pakaian serta rambutnya yang berantakan akibat keganasan suaminya tadi, sedangkan Devano masih tersenyum dan sesekali mengecup pipi istrinya dari samping lalu merangkulnya kembali.
Tak lama kemudian, pintu lift terbuka dan mereka telah sampai di lantai 21 tempat ruangan Devano berada, mereka pun bergegas keluar dari sana lalu berjalan sambil saling menggandeng tangan satu sama lain dan tersenyum.
Cukup banyak para karyawannya yang ada disana memperhatikan mereka dan memberi hormat serta senyum kepada pasangan itu, Devano pun kembali menatap istrinya dan secara kebetulan Shella juga tengah menatapnya sambil tersenyum.
"Honey, aku sayang kamu!" ucap Devano memegang dagu sang istri lalu menariknya perlahan.
Cupp...
Devano mengecup bibir Shella di hadapan para karyawannya yang seketika itu juga menutup mata karena menyaksikan momen tersebut, Shella hanya bisa menahan malu atas kelakuan suaminya yang sepertinya sengaja melakukan itu disana.
"Enak!" ucap Devano sambil nyengir.
Wajah Shella memerah dan tak berani menatap sekitar karena rasa malu yang tengah melambung tinggi, sedangkan Devano malah merasa puas dan mengeratkan pelukannya dengan Shella sambil terus melangkahkan kaki ke depan.
Hingga akhirnya mereka sampai di depan ruangan Devano yang disana juga sudah ada Novi, tampak Novi langsung berdiri menyambut kedatangan bosnya sembari tersenyum, Devano membalas senyum itu dan Shella seketika cemburu.
__ADS_1
"Mari, kita masuk!" ucap Devano.
"Baik, pak!" ucap Novi membungkuk sedikit.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam sana secara bersamaan lalu duduk di sofa yang sudah tersedia, tentunya Devano masih terus merangkul Shella supaya istrinya itu tidak bisa berbuat macam-macam disana apalagi sampai melukai Novi.
Sedangkan Novi duduk tepat di hadapan sepasang suami-istri itu dengan wajah yang terus tertunduk karena cukup sungkan harus berhadapan langsung dengan kedua bosnya, tentu ia juga merasa deg-degan karena melihat raut wajah Shella.
"Novi, kamu bisa tolong telpon ob untuk buatkan minum? Kasihan istri saya pasti haus, dia ini kan harus banyak minum!" ucap Devano.
"Baik pak, akan segera saya pesankan!" ucap Novi.
"Ya, sekalian saja untuk kamu dan saya juga!" ujar Devano.
Novi pun mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi kepala ob disana untuk membuatkan minum, sedangkan Shella kini menatap wajah suaminya yang sedari tadi terus tersenyum ke arah Novi, rupanya Shella masih merasa cemburu.
"Mas, kamu ngapain ngeliatin Novi terus sih?" tanya Shella jengkel.
"Hah? Aku gak lihatin Novi kok, tuh aku ngeliatin muka kamu yang ada di cermin depan kita!" jawab Devano ngeles sambil mencubit pipi Shella.
"Halah, alasan aja!" ujar Shella ngambek.
Novi kembali ke tempat duduk itu setelah menghubungi ob disana, ia cukup heran melihat Shella yang tengah ngambek dan wajahnya tampak kesal sekali, namun ia berusaha tenang karena tak mau ikut campur masalah mereka.
"Sudah pak, nanti akan diantarkan kesini!" jawab Novi.
"Yaudah, sekarang saya mau bicara sama kamu!" ucap Shella.
"Umm.... ya, silahkan Bu!" ucap Novi sedikit gugup.
Shella berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya, namun Devano malah semakin menguatkan dekapannya pada Shella sehingga istrinya itu tak bisa banyak bergerak, akhirnya Shella hanya bisa bicara dari posisi seperti itu.
"Saya dikirimin foto oleh orang misterius yang gak tahu siapa dan darimana asalnya, foto-foto itu berisi kamu yang lagi bersama suami saya!" ucap Shella.
"Foto? Maaf Bu, tapi saya tidak pernah foto dengan pak Vano..." ucap Novi.
Shella terdiam kemudian membuka tasnya untuk mengambil foto-foto yang sengaja ia bawa kesana dan menunjukkan itu kepada Novi, ia meletakkan semua foto tersebut di atas meja dan seketika Novi terkejut saat melihat dirinya ada di foto itu.
Sementara Devano geleng-geleng kepala sembari mengerutkan keningnya melihat kelakuan Shella yang masih saja curiga padanya dan juga Novi, padahal menurutnya Shella tak perlu melakukan itu lagi karena ia sudah menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Itu semua foto yang saya dapat, kamu bisa lihat sendiri kan disitu terlihat jelas kalau kamu sedang bersama suami saya?" ucap Shella.
"Eee... iya benar Bu, tapi saya bisa jamin kalau ini hanya jebakan untuk ibu! Karena saya tuh gak ada maksud apa-apa ke pak Devano, saya cuma ingin membantu pak Vano kembali ke mobil!" ucap Novi.
"Oh iya, kalau itu suami saya juga sudah menjelaskan kok sama saya kemarin!" ucap Shella.
"Berarti ibu percaya dong, saya dan pak Devano itu hanya sebatas sekretaris dan bos! Gak ada hubungan lainnya diluar itu Bu, saya bisa jamin deh sama ibu!" ucap Novi.
TOK TOK TOK...
Disaat Shella sedang berbicara bersama Novi disana, tiba-tiba malah ada seseorang dari luar yang mengetuk pintu dan akhirnya membuyarkan semua ketegangan itu, Devano yang panik kini sedikit lega karena perdebatan itu bisa terhenti sementara.
"Masuk!" ucap Devano.
Ceklek...
Orang itu pun masuk ke dalam, rupanya dia adalah si ob yang datang membawakan minuman untuk mereka bertiga di dalam sana, ob itu dengan cepat langsung menaruh gelas-gelas minuman di atas meja lalu pergi karena tak ingin mengganggu.
"Minum dulu honey, supaya kepala kamu dingin!" ucap Devano tersenyum.
Shella memutar bola matanya lalu mengambil cangkir berisi teh hangat yang tersedia di atas meja, ia pun meminumnya untuk bisa menenangkan hati sekaligus pikirannya, walau tetap saja rasanya ia masih belum percaya pada perkataan Novi.
"Honey, kamu mau bicarain apa lagi sama Novi?" tanya Devano penasaran.
"Ada lagi mas, tapi tolong kamu keluar dulu ya? Aku mau bicara empat mata sama Novi, kamu tunggu aja diluar sampai aku selesai bicara!" ucap Shella.
"Apa? Gak, gak bisa! Nanti kamu malah bertindak anarkis disini, aku gak mau kamu kenapa-napa honey!" ucap Devano menolak.
"Hadeh, aku gak akan begitu! Aku cuma mau bicara santai sama Novi, udah sana tunggu diluar!" ujar Shella memaksa suaminya keluar.
"Oke oke, aku tunggu diluar ya?" ucap Devano.
"Iya sana!" bentak Shella.
Devano pun melangkahkan kakinya keluar meninggalkan istri dan sekretarisnya itu berdua disana, walau sebenarnya ia berat hati untuk melakukan hal tersebut karena khawatir bila istrinya sampai berbuat nekat pada Novi.
Setelah Devano benar-benar keluar dan pintu juga sudah tertutup, Shella kini menatap serius ke arah Novi sembari menegakkan tubuhnya, sedangkan gadis di hadapannya tampak gemetar bingung tak tahu apa yang akan dibicarakan Shella.
"Bisa kan kita bicara lagi...??" tanya Shella.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...