Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Susah nahannya


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 232


...•...


...•...


Devano sampai di rumahnya setelah menempuh perjalanan panjang dari rumah sakit bersama sang istri yang sedang tertidur, Devano melirik ke arah samping melihat istrinya masih tidur pulas membuat ia tak tega jika harus membangunkan Shella. Ia menatap wajah cantik Shella dari dekat sembari membelai rambut istrinya itu, tanpa sadar senyum terukir di wajahnya ketika melihat ekspresi wajah istrinya yang begitu menggemaskan di matanya.


Karena tidak tega membangunkan istrinya itu, Devano pun berpikir untuk menggendong tubuh Shella lalu membawanya ke dalam rumah. Ia turun terlebih dahulu dari dalam mobil lalu jalan memutari mobilnya menuju sisi lain, ia membuka pintu mobil tempat Shella duduk dan melepas seat belt yang digunakan istrinya itu. Tanpa basa-basi lagi Devano langsung menggendong tubuh Shella dengan perlahan agar sang istri tidak terbangun, ia menutup pintu mobilnya dengan kaki lalu berjalan masuk ke dalam rumah sembari menggendong istrinya.


"Wah kamu ini makin berat ya, untung aku cinta sama kamu jadi berat itu gak terlalu terasa buat aku!" gumam Devano sambil nyengir.


Saat di dalam, rupanya Laila alias adiknya masih belum tidur dan malah tengah menonton tv di ruang tamu sembari ketawa-ketawa. Gadis itu langsung bangkit dari duduknya ketika melihat abangnya pulang sambil menggendong Shella, ia pun panik mengira Shella kenapa-kenapa lalu menghampiri mereka dengan wajah cemasnya.


"Bang, ini Shella kenapa? Dia sakit?" tanya Laila panik menatap wajah abangnya serta tubuh Shella.

__ADS_1


"Kagak, dia cuma tidur kok! Sengaja gue gendong soalnya gak tega banguninnya, lu pelanin suara lu kasian Shella kalo kebangun gara-gara lu!" jawab Devano menjelaskan kalau istrinya hanya tidur.


"Ohh, gue pikir Shella pingsan atau sakit! Iya iya gue pelanin kok ini suaranya, yaudah sana bawa ke kamar nanti yang ada dia kebangun!" ucap Laila.


"Lu juga tidur sana, ini udah malem! Matiin tv nya, terus minggir gue mau lewat bawa Shella ke atas!" ucap Devano meminta adiknya minggir.


"Iya bang, nih gue minggir..." ucap Laila lalu menggeser tubuhnya sedikit memberi jalan pada abangnya untuk lewat.


"Tidur, awas lu begadang cuma gara-gara tv! Besok paginya kalo masih ngantuk langsung gue guyur lu pake air galon!!" ujar Devano mengingatkan adiknya dengan nada tegas lalu berjalan melewati Laila untuk membawa istrinya ke kamar.


Laila hanya diam disana menunggu abangnya benar-benar pergi sebelum akhirnya ia kembali menonton tv di sofa, rupanya Laila tak peduli dengan ancaman Devano tadi dan masih tetap berada disana menonton acara kesukaannya.


Sementara Devano kini sudah sampai di kamar, ia menyalakan lampu agar bisa melihat jalan dengan jelas dan tidak tersandung. Ia pun meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan sangat hati-hati dan perlahan supaya Shella tidak terbangun, setelahnya barulah ia mematikan kembali lampunya serta menutup pintu dengan rapat.


Setelah itu, Devano kembali dari kamar mandi menghampiri istrinya yang masih terlelap dengan dress panjang menutupi tubuhnya. Entah mengapa Devano malah merasa ada sesuatu yang bangun dari tubuhnya ketika berdekatan dengan sang istri, ia sadar kalau itu reaksi juniornya karena memang sudah lama tidak diberi makanan oleh istrinya.


"Duh malem-malem kebangun gini rasanya gak enak banget, mana Shella juga masih haid jadi gak mungkin kalo gue gas dia sekarang! Kasihan juga dia udah tidur dan kelihatan capek banget, gak mungkin juga gue bangunin cuma buat sekedar kocokin! Ah yaudah gue kocok sendiri aja deh..." batin Devano merasa resah dan tidak bisa tidur.


Akhirnya Devano masuk lagi ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan hawa nafsuunya yang menyerang itu, ia terpaksa melakukan sendiri karena sang istri sedang haid dan juga tertidur pulas di atas ranjang sehingga ia tak tega membangunkannya.


...•••...


Hari sudah pagi, Shella terbangun dari tidurnya lalu mengucek-ngucek mata kemudian berbalik badan melihat suaminya juga masih tertidur di sampingnya. Ia pun tersenyum memandang wajah tampan Devano sembari mengelusnya lembut, tanpa disadari oleh Shella rupanya Devano sudah terbangun dari tidurnya dan menyunggingkan senyum saat Shella mengelus-elus wajahnya dengan jari-jemarinya.

__ADS_1


Saat menyadari suaminya tersenyum, Shella dengan cepat menyingkirkan tangannya dari wajah Devano karena merasa malu. Namun, Devano dengan cekatan mencengkeram tangan sang istri menahannya agar tidak kemana-mana.


"Udah elus lagi aja, aku suka kok honey! Telapak tangan kamu tuh lembut dan halus banget, rasanya kayak dielus sama bidadari dari khayangan!" ucap Devano masih memejamkan mata.


"Ish mas, udah ah bangun! Ini udah mau siang loh, emang kamu gak ke kantor hari ini?" ucap Shella berusaha melepaskan tangannya tapi genggaman suaminya terlalu kuat.


"Gak mau ah males! Aku mau disini aja sama kamu, asal kamu tahu ya honey gara-gara kamu haid semalam aku jadi puasin si Daniel pake tanganku sendiri! Emang sih dia udah puas, tapi rasanya kurang mantap aja kalo ngelakuin sendiri padahal udah punya istri kan!" ucap Devano.


"Ya kenapa kamu gak minta sama aku? Kan aku bisa bantu pake tangan atau mulutku, jadi jangan salahin aku lah orang kamu sendiri yang mau begitu kan!" ucap Shella.


"Yeh gimana mau minta sama kamu? Orang kamu aja tidurnya pulas banget kayak orang pingsan, aku kan jadi gak tega buat banguninnya terpaksa deh aku puasin Daniel pake tanganku sendiri! Makanya sekarang ini mumpung kamu udah bangun, belai dong tubuh suamimu ini..." ucap Devano mengarahkan telapak tangan istrinya ke tempat juniornya berada yang masih terbungkus celana.


"Mas apaan sih? Udah udah bangun, jangan mikirin begituan mulu! Nanti juga kalo aku udah selesai haid nya kamu kan bisa puas-puasin tuh si Daniel nya, sekarang kamu tahan dulu dong mas! Yuk ah kita bangun terus sarapan, kamu gak boleh males mas!" ucap Shella menarik tangannya sekuat tenaga hingga berhasil lepas dari cengkeraman suaminya.


Akhirnya Devano membuka matanya walau masih tampak malas, ia malah mendekati wajah istrinya lalu menghujaninya dengan kecupan dan terpaksa Shella hanya bisa pasrah karena kedua tangannya diangkat ke atas kepalanya lalu ditahan oleh tangan milik Devano.


"Aku maunya sekarang, honey! Kalau nungguin kamu selesai haid itu kelamaan, susah nahannya tau!" ucap Devano sambil terus menjilat area leher Shella.


Shella pun mengerang nikmat sembari menggigit bibir bawahnya serta memejamkan mata, tubuhnya menggeliat mendapati kecupan dan cumbuan dari suaminya. Terasa hawa yang berbeda keluar akibat permainan Devano yang cukup ganas, ia berusaha sekuat tenaga menahan suaminya tapi gagal.


Hingga akhirnya Devano berhasil melepas dress yang dikenakan istrinya itu, lalu tanpa basa-basi langsung meraup dua bukit milik Shella sembari sedikit memberi gigitan pada puncaknya. Shella tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang ia rasakan, satu desahann panjang pun keluar dari mulutnya membuat Devano makin rakus memakan gunung kembar istrinya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2