
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 118
...•...
...•...
TOK TOK TOK...
Berkali-kali Shella mengetuk pintu rumahnya berharap Jenar segera keluar menemuinya, karena saat ini ia merasa kangen sekali dengan ibunya itu.
Namun, sejak tadi tak ada jawaban dari dalam rumah itu membuat Shella sedikit cemas pada kondisi ibunya.
"Duh ibu kemana ya? Kok daritadi gak ada jawaban sih? Mana handphone aku waktu itu ketinggalan di apartemen mas Vano lagi," ucap Shella merasa heran mengapa tak kunjung ada jawaban dari dalam.
Shella pun kembali mengetuk pintu sambil memanggil-manggil nama Yani barangkali dia ada di rumah dan bisa membukakan pintu untuk Shella.
"Bi.. Bi Yani, ini aku Shella bi tolong bukain pintunya dong!" ucap Shella mengeraskan sedikit suaranya sambil menengok ke jendela yang sayangnya tertutup oleh gorden.
Rafael yang sedari tadi masih disana memperhatikan Shella pun kembali mendekatinya karena penasaran mengapa istri bosnya itu masih diluar.
"Permisi Bu, kenapa ibu masih disini? Apa di dalam tidak ada orang Bu??" tanya Rafael pada Shella.
"Iya nih gak tau daritadi saya ketuk-ketuk pintunya tapi gak ada jawaban dari dalam, kayaknya ibu saya lagi pergi keluar deh.. eee pak, boleh saya pinjam handphonenya sebentar? Saya mau telpon ibu saya soalnya handphone saya ketinggalan?" ucap Shella.
"Oh boleh kok Bu ini handphone saya pake aja!" ucap Rafael lalu memberikan ponsel yang memang ia genggam di tangan kanannya pada Shella.
"Terimakasih," ucap Shella mengambil ponsel Rafael lalu mulai mengetik nomor ibunya disana untuk segera menghubunginya.
Namun, telpon tersebut tidak tersambung dikarenakan handphone Jenar tak aktif sehingga Shella pun tidak bisa menghubungi ibunya itu.
"Aduh handphonenya juga gak aktif lagi, kira-kira ibu kemana ya?? Eee pak saya pinjam buat telpon bibi saya ya!" ucap Shella yang terlihat cemas.
"Oh iya silahkan Bu pake aja!" ucap Rafael.
Shella pun mengetik nomor Yani di ponsel Rafael lalu langsung menelpon ke nomor itu, kali ini telponnya berhasil tersambung walau Yani belum mengangkatnya.
Setelah cukup lama, akhirnya Yani mengangkat teleponnya dan mulai berbicara pada Shella.
📞"Halo, ini siapa ya?" ucap Yani bertanya pada orang yang menelponnya karena memang nomornya tidak tersimpan di ponsel miliknya.
📞"Halo bi, ini aku Shella! Bibi lagi dimana ya? Soalnya aku pulang ke rumah tapi gak ada orang bi!" ucap Shella.
__ADS_1
📞"Hah? Benar ini non Shella? Serius kan gak bohong non?? Jadi non Shella udah bebas?" ujar Yani cukup gembira dapat mendengar lagi suara Shella.
📞"Iya bi Alhamdulillah aku berhasil bebas dari penculik itu, nah sekarang bibi sama ibu lagi dimana? Aku kangen banget loh sama kalian rasanya sekarang aku pengen peluk bibi sama ibu!" ucap Shella.
📞"Begini non, tadi tuh Bu Jenar maksa buat keluar rumah cari non Shella! Nah makanya sekarang kita lagi di jalan ini, tapi Alhamdulillah banget non Shella udah berhasil bebas! Kalo gitu sekarang bibi sama ibu langsung pulang ya non..!!" ujar Jenar.
📞"Iya bi aku tunggu ya disini..." ucap Shella.
Mendengar Yani menyebut nama anaknya, tentu saja Jenar langsung heboh dan meminta untuk berbicara pada Shella karena ia sangat merindukan anaknya itu.
📞"Halo sayang, Shella, bener ini kamu nak? Ibu kangen banget sama kamu sayang..!!" ucap Jenar sambil menahan tangisnya yang ingin pecah.
Setelah mendengar suara ibunya, Shella pun meneteskan air mata terdiam sejenak menutup mulutnya sepertinya ia benar-benar tak menyangka akhirnya bisa mendengar suara ibunya itu lagi.
...•••...
Sementara itu, Devano datang ke rumah Vanya bersama seorang tukang servis elektronik yang juga adalah temannya bernama Firdaus.
"Ini rumahnya Us, sebentar ya gue ketuk dulu supaya orangnya keluar!" ucap Devano.
"Siap," ucap Firdaus sambil menenteng kotak berisi alat-alat servisnya.
Devano pun mulai mengetuk pintu rumah Vanya sambil memanggil namanya.. sedangkan Firdaus mengambil ponselnya berpura-pura sibuk.
TOK TOK TOK...
Akhirnya Vanya keluar membuka pintu, kini terlihat wanita cantik yang memakai piyama merah muda tengah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
"Eh Devano, langsung masuk aja yuk!" ucap Vanya mempersilahkan kedua laki-laki itu masuk ke rumahnya.
"Iya," ucap Devano singkat lalu melangkahkan kakinya masu ke dalam rumah itu.
Sementara Firdaus masih menganga kagum dengan kecantikan Vanya, ia bahkan hampir tidak berkedip memandang wajah Vanya.
"Heh obeng kembang! Lu ngapain diem aja disitu? Ayo masuk mau dapet duit kagak??" ujar Devano mencolek lengan temannya itu.
"Iya sorry sorry," ujar Firdaus reflek mengelap air liurnya yang sempat keluar sedikit membasahi mulutnya.
Mereka pun masuk ke dalam rumah Vanya, lalu Vanya menutup pintunya dan menyusul 2 pria itu.
"AC nya ada di kamar, ayo kita langsung kesana aja!" ujar Vanya lalu berjalan lebih dulu menuju kamarnya.
Devano & Firdaus mengikuti Vanya dari belakang sambil mengambil kesempatan memandang lekuk tubuh Vanya yang indah itu.
"Masih gak berubah kamu Van, mungkin kalau saat itu kamu gak menghilang sekarang kita udah jadi pasangan suami-istri.." gumam Devano.
Saking seriusnya memandangi bagian belakang tubuh Vanya, Firdaus bahkan sampai membentur tembok hingga ia reflek bersuara dan memegangi jidatnya.
"Aduh..!!" ucap Firdaus sambil memutar-mutar jidatnya yang terpentok tembok tadi.
__ADS_1
"Makanya kalo jalan lihat-lihat!" ujar Devano sambil tertawa sedikit melihat jidat temannya berwarna ungu.
"Ada apa ya?" tanya Vanya keheranan yang terpaksa kembali karena tiba-tiba dibelakangnya tidak ada orang.
"Eh enggak kok Van, ini biasa anak lenong mau ngelawak! Udah kita lanjut aja langsung..!!" ucap Devano menjawab pertanyaan Vanya.
"Ohh.." ucap Vanya.
Mereka pun lanjut berjalan menuju kamar Vanya dan Firdaus masih terus mengelus keningnya itu sedangkan Devano tertawa kecil.
...•••...
Hari telah berganti, Adrian seperti biasa sudah stay di depan pagar rumah asisten cantiknya yakni Nadya.
Benar saja Nadya pun keluar dari dalam rumahnya dan sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, senyum di wajahnya sirna setelah melihat Adrian berdiri sambil menatapnya dari depan gerbang.
"Selamat pagi cantikku..!!!" ucap Adrian sambil tersenyum dan mendekati Nadya yang baru keluar dari gerbang itu.
"Bapak ngapain sih disini? Saya kan udah bilang gausah jemput jemput saya lagi pak! Saya bisa kok ke kantor sendiri gak perlu pake dijemput segala!" ujar Nadya tampak kesal dan emosi pada Adrian.
Adrian tersenyum saja lalu menggenggam dua tangan Nadya dan menempelkannya pada dada Adrian.
"Kamu bisa rasain kan detak jantung aku sekarang? Lebih cepat dari orang-orang biasanya kan? Ini karena jantung aku gembira bisa ngeliat kamu cantik, coba kalo gak ada kamu di depan aku, jantung aku tuh pasti berdetak nya pelan karena dia ngerasa gak ada lagi yang bisa jadi penyemangat buat terus berdetak!" ucap Adrian.
"Apaan sih pak? Gausah drama deh!" ujar Nadya melepas paksa tangannya dari genggaman Adrian.
"Kamu emang makin cantik dan gemesin kalo lagi ngambek gini, tapi bukan berarti aku seneng kamu begini terus! Ayolah senyum dong cantik kamu tambah cantik loh kalo lagi senyum!" ucap Adrian menggoda Nadya dengan mencolek pipinya.
Nadya malah membuang muka dan menjauh dari tubuh Adrian, ia juga mengambil ponselnya dari dalam tas mungkin ingin memesan ojek online.
Adrian menghela nafasnya lalu mendekati Nadya lagi dan dengan sigap mengambil ponsel dari tangan Nadya.
"Ish bapak apaan sih? Balikin handphone saya!" ujar Nadya berusaha mengambil kembali ponselnya.
"Gak mau, nanti aku balikin kalo kamu mau berangkat ke kantor bareng saya!" ucap Adrian tersenyum.
"Saya udah bilang saya gak mau bareng bapak! Udah sini balikin handphone saya pak..!!" ucap Nadya yang masih kekeh menolak tawaran Adrian.
Cup... Disaat Nadya terus berusaha mengambil ponselnya dari tangan Adrian, tiba-tiba saja pipinya dikecup oleh bosnya itu.
Tentu saja ia reflek menjauh dari Adrian dan memegangi pipinya yang kini memerah.
"Dasar mesum..!!" ujar Nadya dengan ekspresi kesal.
Adrian kembali malah tersenyum seperti tak peduli dengan kekesalan Nadya...
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1