
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 326
...•...
...•...
Devano pulang ke rumah setelah ia berhasil mendatangi kediaman Arga walau hanya bertemu dengan kedua orangtuanya, Devano merasa sudah cukup penyelidikan ia kali ini karena ia telah tau kalau Arga memanglah yang mengirim paket itu.
Devano juga telah mengetahui kalau Arga mencintai istrinya dan ingin merebut Shella darinya, itulah sebab mengapa Arga menculik Shella waktu itu saat ia sedang bersama Viona, Devano pun merasa geram dan kesal dengan si Arga itu.
Devano langsung memasuki rumahnya dengan perasaan kesal dan rambut acak-acakan, ia bertemu dengan mama serta papanya yang tampak kompak memakai baju couple, sepertinya mereka ingin pergi ke suatu tempat hari ini.
"Mah, pah. Mama sama papa mau kemana?" tanya Devano sembari mencium tangan mereka.
"Eh kamu udah pulang, ini mama sama papa harus dateng ke kondangan temen mama. Tadinya mama juga mau ajak Shella buat ikut, tapi Shella lagi gak enak badan tuh!" ucap Silvi.
"Apa? Shella kenapa, mah?" tanya Devano cemas.
"Kamu gausah cemas! Shella cuma lemas aja kok, sekarang dia juga udah istirahat di kamar. Kamu temuin aja kesana, jaga dia ya!" ucap Silvi.
"Iya mah, aku pasti jaga dan rawat Shella kok!" ucap Devano.
"Bagus deh, jangan cuma kamu ajak bercocok tanam aja istri kamu itu! Tapi, kamu juga harus bantu rawat dia pas lagi sakit kayak gini!" celetuk Tama.
"Apa sih, pah?" ujar Devano tersipu.
"Hahaha, yaudah mama sama papa pergi sekarang ya? Assalamualaikum..." ucap Silvi.
"Iya mah, waalaikumsallam. Hati-hati mah, pah!" ucap Devano tersenyum.
Silvi serta Tama pun jalan keluar menuju mobil yang sudah disiapkan oleh supir mereka, sedangkan Devano langsung melangkah ke dalam rumah dengan tergesa-gesa untuk menemui Shella di kamar karena ia khawatir dengan istrinya itu.
__ADS_1
Ceklek....
Devano pun membuka pintu kamarnya begitu ia sampai disana, tanpa basa-basi ia langsung mendekati Shella dan tak lupa juga ia menutup kembali pintunya, Devano yang cemas duduk di samping tubuh sang istri sembari mengusap wajahnya dengan lembut.
"Honey, aku pulang nih. Kamu lagi kenapa?" ucap Devano bersuara pelan.
Shella yang sebelumnya memejamkan mata, kini membuka kembali matanya saat menyadari ada suara suaminya di dekat sana. Shella pun tersenyum lalu mendekatkan wajahnya pada tubuh sang suami sembari menggenggam lengan Devano.
"Mas, aku kangen!" ucap Shella manja.
"Aduh aduh, jadi istriku yang cantik ini kangen sama aku sampai sakit begini? Uluh uluh, yaudah sini biar aku peluk kamu supaya kamu gak kangen lagi!" ucap Devano tersenyum sembari mengusap wajah mulus sang istri.
Shella tersenyum bahagia dengan perkataan Devano yang membuatnya nyaman, bahkan pria itu sampai merebahkan tubuhnya di samping Shella lalu mendekap tubuh sang istri itu, Shella pun merasa nyaman dan terus tersenyum sembari memejamkan mata menikmati belaian lembut dari suaminya.
"Gimana, nyaman gak?" tanya Devano.
"He'eh, aku suka mas! Jangan kemana-mana ya, kamu begini terus sampe aku bilang cukup!" jawab Shella sambil tersenyum.
"Iya honey, apa sih yang enggak buat kamu?" ucap Devano makin mengeratkan pelukannya.
"Oh ya mas, gimana soal si pengirim paket itu? Apa kamu udah berhasil cari tau siapa orangnya?" tanya Shella penasaran.
"Udah, dia orang yang sama yang juga udah coba untuk culik kamu. Namanya Arga!" jawab Devano.
...•••...
Disisi lain, Novi baru saja hendak pulang ke rumah setelah ia menyelesaikan semua tugasnya hari ini di kantor dengan cermat. Novi pun melangkah keluar dari ruangannya setelah membereskan semua barang miliknya dan mulai memesan taksi.
Saat di bawah, Novi berpamitan pada seluruh karyawan yang masih ada disana termasuk Serena karena ia akan segera pulang. Novi pun lanjut berjalan keluar dari kantor dengan senyum yang terus terpampang di bibirnya.
Novi sangat terkejut lantaran di depan sana ia bertemu dengan Rafael yang sudah menunggunya sedari tadi, Novi menatap heran ke wajah Rafael sambil perlahan maju mendekati pria tersebut untuk bertanya ada kepentingan apa dia datang kesana.
"Pak Rafael? Ada apa ya?" tanya Novi heran.
"Eh, hai Novi! Gak ada apa-apa kok, aku kesini cuma mau jemput kamu pulang. Sekalian nanti aku mau ajak kamu makan di luar, ada yang mau aku bicarakan dengan kamu." jawab Rafael.
"Hah? Kamu mau bicara sama aku? Soal apa?" tanya Novi penasaran.
"Perasaan aku. Yaudah yuk, kita langsung jalan aja! Mumpung masih sore juga dan belum malam, jadi kita masih bisa lama-lama disana!" ucap Rafael.
__ADS_1
"Eee tapi pak, aku udah pesan taksi online. Itu dia taksinya datang!" ucap Novi.
Sontak Rafael menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Novi pada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan halaman kantor, Rafael pun tampak kecewa karena Novi lebih memilih pulang bersama taksi dibanding dengan dirinya.
"Yasudah pak, saya permisi ya?" ucap Novi.
Saat Novi hendak melangkah mendekati taksi tersebut, tiba-tiba Rafael mencekal lengannya dan tak membolehkan Novi pergi kesana. Bahkan Rafael juga menarik lengan gadis itu ke dekatnya lalu menatap wajah Novi dari jarak dekat.
"Kamu sama aku aja! Biar taksinya jalan sendiri, nanti aku yang bilang ke supirnya." ucap Rafael.
"Tapi, pak—"
Belum sempat Novi menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba seorang wanita turun dari taksi tersebut dan memanggil nama si cantik itu dengan keras.
"Novi..."
Sontak baik Novi maupun Rafael, langsung sama-sama menoleh ke arah wanita tersebut. Mereka terkejut karena yang dilihatnya saat ini adalah Viona alias teman bos mereka yang sebelumnya juga sudah datang ke kantor itu.
Terlihat Viona langsung bergerak menghampiri Novi serta Rafael disana, ia tampak cemas serta ketakutan karena mungkin ia khawatir pada kondisi Leo yang masih ditinggal di villa itu, tentu saja Novi penasaran mengapa Viona sepanik itu.
"Kamu kenapa?" tanya Novi.
"Aku butuh bantuan kalian, Arga tadi sempat sekap aku di sebuah villa karena dia gak mau aku ikut campur dalam rencananya!" jawab Viona.
"Apa? Arga??" Novi terkejut.
"Terus, gimana caranya kamu bisa kabur?" tanya Rafael penasaran.
"Asisten Arga bebasin aku, tapi aku khawatir kalau dia kenapa-napa disana!" ucap Viona.
"Oh yaudah, kalo gitu kita harus langsung kesana buat bebasin dia juga!" ucap Novi.
"Hey, jangan! Kamu mah jangan ikut-ikutan! Kamu ini perempuan, aku gak mau kamu kenapa-napa! Mending kamu disini aja yang aman, ajak Viona sekalian masuk ke dalam! Biar aku sama temen-temen aku yang urus si Arga, Viona kamu kasih tau aja dimana alamatnya!" ucap Rafael.
"Ah iya, alamatnya...."
Viona pun memberitahu alamat villa itu berada, dengan cepat Rafael langsung bergerak menuju mobilnya untuk segera mendatangi villa itu dan bisa menangkap Arga serta juga membantu Leo yang kemungkinan sedang dihajar olehnya.
Sedangkan Viona serta Novi tampak ikutan panik dan tak bisa diam menunggu disana, Novi mengajak Viona untuk pergi bersamanya menaiki taksi yang sudah ia pesan, akhirnya Viona menurut karena tak ada pilihan lain untuk saat ini baginya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...