
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 131
...•...
...•...
"Emangnya nama kamu siapa?" tanya Vanya pada pria di hadapannya yang tengah meminum teh hangat di cangkirnya.
Riza menaruh gelas teh itu di atas meja sambil tersenyum, kemudian ia menatap gadis di depannya itu dengan tatapan menggoda.
"Saya Muhammad Rizaldi, tapi kamu bisa panggil saya Riza aja biar gak ribet-ribet! Oh ya Vanya, kamu merasa janggal gak sih sama kecelakaan yang menimpa kakak kamu?" ucap Riza.
"Maksud kamu?" tanya Vanya tak mengerti sambil memperlihatkan wajah penasarannya.
"Iya, kalau saya sih heran ya ngapain coba kakak kamu menghentikan mobilnya di tengah jalan? Saya yakin ada yang janggal dari ini semua, mungkin aja bos saya alias pak Devano ada dibalik kecelakaan kakak kamu ini..!!" ujar Riza dengan wajah serius.
Vanya pun terdiam mendengarkan perkataan Riza, ia juga mulai berpikir kalau apa yang dikatakan oleh pria di depannya itu mungkin bisa saja benar.
"Ya saya sih gak nuduh dia mencelakakan kakak kamu, saya cuma gak terima aja kalau ternyata kepergian sahabat saya itu bukan karena takdir melainkan dibunuh oleh seseorang! Tapi sampai saat ini saya belum memiliki bukti yang cukup untuk bisa mengatakan kalau pak Devano ada dibalik semua ini, makanya saya datang kesini ingin meminta bantuan kamu untuk menyelidiki kasus ini Vanya!" sambung Riza sambil memajukan sedikit tubuhnya ke depan.
"Tapi, polisi kan udah nutup kasus kecelakaan kak Vano dan membuat pernyataan kalau semua ini murni kelalaian supir truk itu karena rem truknya blong! Supir itu juga udah ditangkap kok, jadi menurut aku gak ada yang perlu diselidiki lagi!" ucap Vanya.
__ADS_1
"Aduh Vanya Vanya, bisa aja kan pak Devano yang udah bayar polisi buat cepat-cepat tutup kasus ini supaya nama dia gak dibawa-bawa! Atau malah bisa aja pak Devano yang nyuruh supir truk itu buat sengaja tabrak kakak kamu, ya kan? Kita gak akan pernah tau kalau kita gak selidikin ini semua sendiri!" ujar Riza berusaha meyakinkan Vanya.
"Eee entahlah Riza, aku belum tau harus apa! Beri aku waktu buat mikirin ini semua! Lagian sekarang juga udah malam, sebaiknya kamu pulang sebelum portal komplek ini ditutup dan kita jadi perbincangan orang-orang disini nanti..!!" ucap Vanya.
"Ohh oke oke, ini kartu nama saya kamu bisa hubungi ke nomor yang ada disitu kalau kamu sudah mendapatkan keputusan! Kalo gitu saya pamit, terimakasih atas waktunya Vanya! Saran saya kamu pikirkan matang-matang tentang ini..!!" ucap Riza tersenyum kemudian beranjak dari duduknya.
"Iya," ucap Vanya membalas senyuman Riza dan juga berdiri hendak mengantar laki-laki itu keluar dari rumahnya.
Mereka berdua pun berjalan menuju pintu depan...
"Yasudah saya permisi, selamat malam!" ucap Riza menjulurkan tangannya ke arah Vanya.
"Iya, malam juga!" ucap Vanya tersenyum kemudian bersalaman dengan pria di hadapannya itu.
Setelahnya, Riza pun pergi dari sana sedangkan Vanya masuk ke dalam rumahnya dan tak lupa juga ia menutup serta mengunci pintunya.
"Gue perasaan gak pernah denger kak Kevin punya teman yang namanya Riza, biasanya juga kan kak Kevin selalu ajak temannya ke rumah buat kumpul-kumpul dan gue juga baru kali ini lihat wajahnya..." gumam Vanya yang menaruh rasa curiga pada laki-laki yang baru saja ia temui.
...•••...
Sementara itu, Devano masih dalam perjalanan pulang setelah tadi bertemu dengan Rafael.
Saat di jalan, Devano tak sengaja melintasi tempat martabak langganannya... sontak ia langsung teringat momen saat mengajak Shella membeli martabak di tempat itu.
"Waktu itu saya datang kesini sama kamu honey, dan di tempat ini juga kamu mengatakan ke saya kalau kamu akan berusaha buat mencintai saya sepenuhnya! Tapi kenapa kamu malah memeluk laki-laki lain seperti itu honey? Apa memang sampai sekarang kamu masih tidak bisa mencintai saya?" gumam Devano memegang atas bibirnya menahan tangis dan rasa sedih yang ia rasakan sekarang.
Devano baru hendak memajukan persneling mobilnya, namun handphonenya berdering sehingga ia mengurungkan niatnya dan mengecek ponselnya itu... terlihat nama Vanya terpampang di layar ponselnya.
"Vanya ngapain nelpon gue? Apa dia butuh bantuan lagi ya??" gumam Devano bertanya-tanya.
__ADS_1
Tak mau terus penasaran, akhirnya Devano mengangkat telepon itu dan bertanya pada Vanya.
📞"Halo Vanya, ada apa ya kamu telpon aku malam-malam begini? Memangnya kamu belum tidur?" tanya Devano.
📞"Eee halo Dev, sorry ya gue ganggu lu! Gue cuma mau bilang aja kalo barusan ada cowok aneh dateng ke rumah gue dan ngaku-ngaku kalo dia temennya kak Kevin! Gue sih gak percaya karena setau gue kak Kevin gak punya temen yang wajahnya begitu, oh terus dia juga bilang kalau lu adalah penyebab kecelakaan kak Kevin padahal kan enggak!" jelas Vanya sambil mondar-mandir dan menggigit punggung jari telunjuknya sendiri.
📞"Laki-laki aneh datengin kamu jam segini? Terus dia fitnah aku yang enggak-enggak ke kamu? Siapa namanya Van biar aku cari tau apa maksud dia bilang begitu ke kamu??!!" ujar Devano bertanya pada Vanya tentang pria yang dikatakannya.
📞"Tadi dia bilang kalo namanya itu Muhammad Rizaldi, dan setau gue juga kak Kevin gak punya teman yang namanya Riza..!!" ucap Vanya.
📞"Riza? Oke oke Van aku bakal cari tau tentang cowok itu ya, kamu gausah panik dan jangan percaya sama apapun yang dia bilang tentang aku! Karena aku yakin dia itu cuma mau pengaruhin kamu aja supaya kamu jadi benci sama aku!" ucap Devano.
📞"Iya Dev, gue juga gak percaya kok sama kata-kata dia itu! Yaudah thanks ya lu udah mau bantu gue, sorry lagi nih gue ganggu lu malam-malam begini!" ucap Vanya sedikit merasa lega.
📞"Gapapa kok Van, yaudah sekarang kamu tidur ya jangan pikirin tentang ini! Biar semuanya aku aja yang urus!" ucap Devano.
📞"Oke, bye Dev good night have a nice dream! Thanks lagi ya, see you..!!!" ucap Vanya kemudian menutup telponnya dengan segera.
Sementara Devano juga perlahan menjauhkan ponselnya dari telinganya dan masih merasa kaget saat Vanya mengucapkan selamat malam padanya.
"Kenapa gue jadi baper gini sih? Padahal kan Vanya cuma bilang selamat malam, ah ngapain sih dipikirin inget Van lu itu udah punya istri dan sebentar lagi lu juga bakal jadi ayah..!!!" gumam Devano mengacak-acak rambutnya.
Disaat ia ingin menjalankan mobilnya, tiba-tiba ia teringat pada berkas yang diberikan Rafael tadi dan kembali membukanya untuk memastikan nama yang ada di dalam berkas itu.
"Nah kan bener sama kayak yang dibilang Vanya, mau apa sih si Riza ini sebenarnya? Sebelumnya dia mondar-mandir di depan kantor gue, terus sekarang dia ketemu sama Vanya dan hasut dia! Gue harus selidikin dia secepatnya, karena pasti dia punya niat yang gak baik sama gue..!!" gumam Devano kemudian menaruh lagi berkas itu di samping kursinya yang kosong.
Devano pun menginjak pedal gas dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karena situasi di jalan itu cukup ramai dengan mobil.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...