Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Tergoda pesona Yoga


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 266


...•...


...•...


Shella bersama Laila akhirnya sampai di rumah sakit tempat Nadya berada, ya mereka berdua pun langsung menuju ruang UGD sesuai yang dikatakan Jenar kepada Shella sebelumnya bahwa Nadya tengah diobati di UGD. Shella tampak sangat cemas pada adiknya karena ia baru saja senang bisa berdekatan kembali dengan Nadya, tetapi justru sekarang lagi-lagi ia harus menerima kenyataan bahwa adiknya malah terjatuh sakit kembali.


"Sel, itu ibu lu!" ucap Laila menunjuk ke arah Jenar yang ada tak jauh di depannya.


Shella mengangguk sembari menatap ibunya yang berada di depan sana, ia pun lanjut berjalan dengan langkah cepat menghampiri ibunya diikuti oleh Laila yang nampak kesulitan menyamai langkah Shella karena gadis itu lebih pendek darinya.


"Ibu..."


Sesampainya disana, Shella langsung menyapa sang ibu yang tengah bersedih mencemaskan kondisi Nadya bersama seorang lelaki yang tak lain adalah Yoga. Ya Jenar pun menoleh begitu namanya disebut, raut kesedihan terpancar di matanya saat ia menatap wajah Shella dari jarak dekat.


Huggg....


Jenar langsung mendekap tubuh putrinya dan mengusap punggung Shella sembari menangis, nampak sekali memang kalau Jenar sangat mengkhawatirkan kondisi Nadya di dalam sana walau berkali-kali Yoga telah coba menenangkan dirinya dengan mengatakan Nadya baik-baik saja.


"Bu, ibu kenapa nangis? Emangnya apa yang terjadi sama Sheila, dia kenapa Bu?" tanya Shella heran.


"Adik kamu Sheila, dia kena penyakit pankreatitis! Ibu sangat kasihan sama dia, padahal baru sebentar Sheila bisa keluar dari rumah sakit! Tapi, sekarang dia sudah harus kembali lagi kesini!" jawab Jenar.


"Apa? Itu penyakit apa, Bu?" tanya Shella heran.

__ADS_1


"Iya, dokter bilang ada peradangan pada area pankreas Nadya! Tapi, itu masih belum terlalu berbahaya kok dan masih bisa disembuhkan!" serobot Yoga menjawab pertanyaan Shella.


"Ohh, yaudah ibu tenang dulu ya? Kan barusan Yoga bilang kalau penyakit Sheila belum berbahaya, jadi ibu gak perlu nangis kayak gini terus-terusan! Sheila pasti sembuh dan bakal balik ke rumah ibu lagi kok, aku yakin banget itu Bu!" ucap Shella meyakinkan ibunya sekaligus menghiburnya.


Disaat anak dan ibu itu sedang saling pelukan sambil menangisi Nadya di dalam, Laila malah asyik sendiri memandangi wajah tampan Yoga yang saat ini ada di depannya. Bahkan Laila sampai tak sadar jika ia tersenyum sendiri memandangi wajah Yoga disana, sedangkan sang lelaki tampak menyadari kalau dirinya tengah diperhatikan oleh Laila dari dekat.


"Ih ganteng banget dia, kira-kira dia siapa ya? Boleh juga nih kalo gue deketin dia, abisnya Sadam masih gak ada kabar sampe sekarang!" gumam Laila di dalam hatinya sambil senyum-senyum sendiri.


"Tu cewek kok ngeliatin gue mulu, ya? Mana sambil senyum-senyum genit kayak gitu lagi, dih dikira manis apa kayak gitu? Emang iya sih manis banget, gue jadi kegoda kan..." batin Yoga.


Karena penasaran, akhirnya Laila memutuskan untuk melangkah maju mendekati Yoga sambil terus tersenyum manis ke arah pria itu. Laila ingin sekali berkenalan dengan pria tersebut sebagai cadangan kalau-kalau Sadam kabur darinya, ya Laila memang sudah curiga pada kekasihnya tersebut.


"Ehem.... hai!" ucap Laila berdehem sembari mendekatkan tubuhnya ke Yoga.


Didekati oleh Laila membuat Yoga salah tingkah, ia tampak malu-malu sambil mengalihkan pandangan ke arah lain dan mengusap-usap wajahnya.


...•••...


"Leo, kamu tunggu disini biar saya aja yang jalan kesana! Kalau ada apa-apa, langsung hubungi saya!" ucap Arga bersiap menarik handle pintu mobil.


"Baik, bos!" ucap Leo singkat.


Arga pun turun dari mobilnya sembari membenarkan posisi jas yang ia kenakan, tak hanya itu ia pun sempat menyisir rambutnya sejenak menggunakan sisir kesayangan yang selalu ia bawa kemanapun dan disimpan di kantung jasnya itu.


"Hahaha, hari ini saya akan buat kamu terkesima dengan ketampanan saya Shella!" ucapnya penuh percaya diri.


Perlahan Arga melangkahkan kakinya ke depan menuju rumah berukuran sedang dengan cat biru sambil mengukir senyum di bibirnya, ia bersikap sangat ramah dengan menyapa setiap orang yang ia lewati atau temui disana tentu untuk membuat dirinya dikagumi disana oleh para orang-orang itu.


Begitu sampai di teras rumah tersebut, Arga cukup heran karena kondisi teras itu lumayan kotor seperti belum disapu. Banyak daun-daun kering tergeletak disana serta tanah merah yang masih sedikit basah, akan tetapi ia melupakan sejenak soal itu dan fokus untuk mengetuk pintu karena sudah tidak sabar melihat Shella secara langsung.


TOK TOK TOK...


"Iya, sebentar!"

__ADS_1


Arga langsung gugup begitu ada suara balasan dari dalam rumah itu, ya ia tampak menegakkan tubuhnya seraya merapihkan seluruh pakaiannya dengan tujuan agar tidak membuat dirinya terlihat jelek di hadapan Shella maupun ibunya.


Ceklek...


Pintu pun terbuka, wajah Arga terkejut bukan main karena yang dilihatnya adalah seorang wanita agak tua dengan pakaian dekil serta kemoceng di tangannya dan rambut yang dikepang dua.


"Ya, cari siapa mas?" tanya wanita itu yang tak lain adalah bik Yani pekerja disana.


"Eee... ibu ini pasti ibunya Shella, ya?" ucap Arga menerka-nerka.


"Ohh, bukan! Saya mah asisten rumah tangga disini, nama saya Yani! Emang mas ini nyari siapa toh?" ujar Tania terheran-heran.


"Oh begitu, eee saya mau ketemu sama Shella! Apa dia ada di rumah atau enggak?" ucap Arga.


"Waduh, tadi sih non Shella kesini! Tapi, sekarang udah pergi ke rumah sakit jenguk adeknya!" jawab Yani sambil mengangkat kemoceng nya.


"Oh gitu ya, eee boleh tolong itu kemoceng di turunin aja gak? Debunya kemana-mana soalnya, maaf saya alergi sama debu jadi hidung saya sensitif kalau menghirup debu kayak gini!" ucap Arga mengusap hidungnya yang terasa gatal.


"Eh iya iya, maaf! Ngomong-ngomong mas ini siapa toh, mau apa cari non Shella?" ujar bik Yani.


"Gak ada apa-apa kok bik, boleh saya minta alamat rumah sakitnya? Soalnya saya ada urusan penting sama Shella, mau ketemu langsung!" ucap Arga.


"Ohh, seinget saya sih kalo gak salah nama rumah sakitnya itu rumah sakit Medika indah! Iya iya bener Medika indah, silahkan aja mas dateng kesana kalo mau ketemu sama non Shella!" jawab bik Yani.


"Medika indah, ya? Oke makasih ya bik, kalo gitu saya permisi dulu!" ucap Arga.


"Iya mas, silahkan!"


Arga pun pergi dari sana tergesa-gesa, ia langsung menyusul Shella ke rumah sakit Medika indah karena sudah tidak sabar bertemu dengannya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2