
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 65
...•...
...•...
Keesokan harinya di kantor Adrian...
Adrian melihat Nadya sedang berjalan, yap dia pun coba memanggilnya.
"Sheila.." ucap Adrian agak keras.
Nadya menghentikan langkahnya saat ia mendengar ada seseorang yang menyebut nama Sheila.
Nadya pun menoleh mencari asal suara itu, ya akhirnya dia menyadari Adrian lah yang berteriak tadi.
"Kok pak Adrian panggil aku Sheila ya?" gumam Nadya.
Adrian langsung berjalan menghampiri Nadya yang sedang melamun karena memikirkan hal barusan.
"Hey Sheila!" ucap Adrian.
"Bapak manggil saya?" tanya Nadya.
"Iya Sheila Kirana.." ucap Adrian.
Nadya membulatkan matanya terkejut..
"Bahkan pak Adrian tahu nama lengkap aku dulu, darimana dia bisa tau?" gumam Nadya.
"Maaf pak, tapi nama saya kan Nadya!" ujar Nadya.
"Oh iya maaf saya salah, maksud saya itu Nadya.." ucap Adrian.
"Iya gapapa pak, ada apa ya?" tanya Nadya.
"Ikut saya ke ruangan sekarang! Ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu," jawab Adrian.
"Oh baik pak siap!" ucap Nadya.
"Yaudah ayo!" ujar Adrian.
Nadya mengangguk, lalu Adrian melangkahkan kakinya diikuti oleh Nadya dibelakangnya.
Sesampainya di ruangan Adrian, Nadya langsung dipersilahkan duduk olehnya.
"Duduk!" ucap Adrian.
"Iya pak,"
Nadya menarik kursi disana kemudian mendudukinya perlahan.
Adrian merogoh kantong nya untuk mengambil sebuah foto, ia pun langsung menunjukkan foto itu pada Nadya.
"Apa kamu mengenal wanita dalam foto ini?" tanya Adrian.
Nadya mencoba memperhatikan foto itu dengan cermat, ya memang ada rasa tidak asing saat pertama kali ia melihat foto itu.
"Kok perempuan ini mirip sama mamah ya?" batin Nadya.
__ADS_1
Tapi, Nadya malah menggelengkan kepalanya dan berkata pada Adrian kalau dia tak mengenali wanita di foto itu.
"Maaf pak saya gak kenal, emangnya dia siapa ya?" ujar Nadya.
"Yakin kamu gak ngerasa kenal sama dia? Coba deh kamu perhatiin lagi dengan cermat! Siapa tahu kamu kayak gak asing gitu," ujar Adrian.
Lagi-lagi Nadya menggeleng-gelengkan kepalanya..
"Saya gak kenal sama wanita itu pak, saya rasa juga saya belum pernah bertemu dengan dia sebelumnya.." ucap Nadya.
"Okelah gapapa, mungkin emang kamu gak kenal sama wanita di foto ini.." ujar Adrian sambil memasukkan kembali foto Jenar ke kantongnya.
Adrian bangkit dari duduknya dan mendekati Nadya.
Ia memposisikan tubuhnya seperti mengurung Nadya, dengan tangan kirinya terletak di atas kursi dan tangan lainnya ia letakkan di atas meja.
Nadya pun merasa sedikit takut karena tak biasanya bosnya itu begitu..
"Nadya, nanti saat jam makan siang.. Kamu ikut saya ya!" ujar Adrian sambil merendahkan posisi kepalanya.
"Iya pak," ucap Nadya pelan dengan menundukkan kepalanya.
Setelah itu, Adrian menjauh dari Nadya lalu kembali ke tempat duduknya.
"Saya harus bisa pertemukan Nadya dengan tante Jenar!" gumam Adrian.
...•••...
Sementara itu, Shella kebelet buang air kecil saat sedang mengerjakan tugas dari atasannya yaitu Bu Diwi.
"Eee Bu, saya izin ke toilet sebentar ya.." ucap Shella.
"Oh tugasnya bagaimana? Sudah selesai belum?" tanya Bu Diwi.
"Maaf Bu, sebentar lagi selesai kok! Tapi, saya sudah tahan ingin ke kamar mandi.." ujar Shella.
"Hei Shella, jangan mentang-mentang kamu calon istri pak Devano jadi bisa seenaknya gitu ya! Inget kamu lagi saya berikan tugas, selesaikan dulu kerjaan kamu itu!" ucap Bu Diwi.
Akhirnya Shella terpaksa menahan rasa ingin buang air nya dan meneruskan pekerjaan dari Bu Diwi.
"Rasain kamu! Karena gak ada pak bos jadi saya bisa kerjain kamu sesuka saya!" gumam Bu Diwi.
Rupanya Andin melihat kejadian tersebut dari meja kerjanya, ia pun tidak suka dengan sikap Bu Diwi yang seperti itu.
"Bener-bener ya Bu Diwi, dia pasti selalu begitu sama bawahannya! Padahal Shella kan calonnya pak Devano, ini sih gue harus lapor ke pak Vano!" gumam Andin.
Lalu, Andin mengambil handphone nya dan segera menelpon Devano.
"Halo pak, ini saya Andin karyawan bagian staf bapak!" ucap Andin di telpon berbisik.
"Iya ada apa kamu telpon saya jam kerja begini?" ujar Devano dalam telpon.
"Maaf pak, tapi saya mau laporin perbuatan Bu Diwi ke Shella pak! Kasian banget Shella gak dibolehin ke toilet sama Bu Diwi cuma gara-gara kerjaannya belum kelar!" ucap Andin.
Devano tak lagi menjawab perkataan Andin, tiba-tiba telponnya langsung terputus.
"Ih kok dimatiin sih??" gumam Andin.
Andin pun kembali ke pekerjaan nya sambil terus memperhatikan Bu Diwi..
...•••...
Sehabis menerima telepon dari Andin, Devano langsung mengepalkan tangannya terlihat sangat emosi dengan perbuatan manager nya itu.
"Novi, saya keluar dulu ya! Urusan ini kita lanjut nanti!" ucap Devano.
"Baik pak," ucap Novi.
__ADS_1
Devano pun berjalan keluar dari ruangannya dengan cepat meninggalkan Novi yang masih membereskan berkas-berkas disana.
"Pak Devano kenapa ya? Kayaknya lagi emosi deh, tapi gara-gara apa??" gumam Novi.
Tak butuh waktu lama bagi Devano untuk sampai di tempat kerja Shella, ia langsung menghampiri Bu Diwi yang juga ada disana dengan tatapan tajam.
"Waduh kok pak Vano dateng kesini sih?? Yah bisa gawat nih!" gumam Bu Diwi.
Devano sudah sampai tepat di hadapan Bu Diwi, Bu Diwi langsung gemeteran saat ditatap oleh Devano seperti itu.
"Kamu saya pekerjakan untuk membuat perusahaan ini maju, bukan malah bikin image perusahaan ini rusak di mata para karyawan baru..!!" ujar Devano.
"Maksud bapak apa ya?" tanya Bu Diwi pura-pura polos.
"Saya sudah tahu perbuatan kamu, bahkan saya sebenarnya sudah lama mengetahui itu! Kamu suka membully karyawan-karyawan disini dan menyuruh mereka melakukan pekerjaan yang bukan bagian mereka iya kan!" ujar Devano.
"Aduh mampus gue! Darimana ya pak Devano bisa tahu soal itu?" gumam Bu Diwi.
"Saya masih memaklumi perbuatan kamu itu, tapi kali ini kamu sudah keterlaluan! Berani-beraninya kamu melarang calon istri saya pergi ke kamar mandi, apa kamu sudah bosan bekerja disini?" sambung Devano.
"Enggak pak saya masih betah kerja disini! Maafin saya pak, tapi saya cuma mau kerjaan itu cepat selesai! Karena sudah ditunggu sama pak direktur!" ucap Bu Diwi.
"Apapun alasannya saya tetap tidak bisa terima perlakuan kamu terhadap Shella itu! Mulai besok kamu tidak usah datang lagi kesini, saya akan kirimkan uang pesangon untuk kamu nanti siang!" ujar Devano.
Bu Diwi langsung syok mendengar itu, ia pun coba membujuk Devano agar tidak memecatnya.. ya tentunya dengan cara berlutut di kaki Devano sambil menangis.
Shella yang melihat itu merasa iba, dia pun menghampiri mereka..
"Mas Dev, kamu jangan begini dong! Masa cuma gara-gara aku gak dibolehin ke toilet, kamu langsung pecat Bu Diwi sih??!!" ucap Shella.
"Honey, bagi aku kamu itu segalanya! Jadi aku gak akan biarin siapapun itu nyakitin kamu! Dengerin ya sayang, kalau kamu disakitin maka aku juga akan merasakan sakit yang sama!" ujar Devano.
"Tapi mas, aku kan gak disakitin sama Bu Diwi! Aku cuma gak dibolehin ke toilet aja, lagian Bu Diwi juga bener aku harus cepet-cepet selesain kerjaan itu.." ucap Shella.
"Tetep aja honey, udah kamu jangan paksa aku buat gak pecat dia ya! Karena dia ini memang pantas dipecat supaya gak menggunakan jabatannya untuk membully bawahannya.." ujar Devano.
Shella merangkul tangan Devano dan coba menenangkan calon suaminya itu.
"Mas Vano, kamu jangan ambil keputusan pada saat kamu lagi emosi ya! Nanti kamu bisa nyesel loh," ucap Shella sambil tersenyum.
Devano pun luluh dengan senyuman manis Shella, ya akhirnya dia tidak jadi memecat Bu Diwi.
"Ok, saya gak akan pecat kamu! Tapi ingat, jangan pernah lakukan itu lagi!" ujar Devano.
Bu Diwi langsung senang dan berterima kasih pada Devano..
"Terimakasih pak sudah memberi saya kesempatan lagi, saya berjanji tidak akan mengulangi itu lagi!" ujar Bu Diwi.
"Iya sudah-sudah kamu gak perlu begitu, lagian seharusnya kamu terimakasih sama Shella bukan saya!" ujar Devano.
Bu Diwi bangun dan menatap Shella..
"Makasih ya Shella, kamu ternyata memiliki hati yang mulia! Gak salah pak Devano pilih kamu sebagai calon istrinya.." ucap Bu Diwi.
"Gak perlu makasih Bu, emang ibu gak pantas dipecat kok!" ujar Shella.
"Maafin saya juga ya Shella, saya udah keterlaluan sama kamu tadi.." ucap Bu Diwi.
"Iya gapapa kok Bu," ucap Shella.
"Yaudah honey katanya kamu mau ke toilet, ayo biar aku anter sekalian!" ujar Devano.
"Eee mas apaan sih, aku bisa sendiri ke toiletnya!" ucap Shella.
"Udah gapapa aku antar ya, tenang aja cuma sampe depan pintu kok! Aku cuma khawatir nanti kamu jatuh soalnya kan disana licin, kalau kandungan kamu kenapa-napa kan gawat.." ucap Devano keceplosan.
Ya Bu Diwi langsung terkejut saat Devano mengucapkan itu, begitu juga dengan Shella yang langsung memelototi Devano karena sudah keceplosan.
__ADS_1
Sementara itu, Devano reflek menutup mulutnya..
...~Bersambung~...