
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 146
...•...
...•...
Adrian datang ke kantor polisi menemui Bimo, ia panik karena adiknya itu terdengar histeris saat di telpon tadi setelah mendengar kabar mengenai kepergian papahnya.
Sesampainya disana, memang benar Bimo sedang menangis-nangis di dalam sel sambil menekuk lututnya dan membenamkan kepalanya di atas lutut.
"Itu dia pak, saudara Bimo terus menangis sejak menelpon bapak! Kami sudah berusaha menenangkannya tapi tak berhasil, bahkan tadi beliau sempat mengamuk di luar pak dan menyebabkan beberapa pergelangan tangannya terluka akibat memukul tembok... itulah sebabnya untuk sementara kami memindahkan beliau ke sel kosong agar tidak mengganggu tahanan lain," jelas polisi.
Adrian merasa tidak tega dengan kondisi Bimo sekarang yang begitu terpukul atas kepergian papahnya, ia meminta izin ke pak polisi untuk masuk ke dalam dan berbicara pada Bimo.
"Eee pak, apa boleh saya saja yang masuk menemui adik saya ke dalam? Saya tidak bisa melihat Bimo terus menerus menangis seperti itu, tolong izinkan saya pak berbicara sama Bimo!" ucap Adrian.
"Baiklah pak, tapi 10 menit saja...!!" ujar polisi lalu mulai membuka gembok sel tahanan itu.
"Ah terimakasih pak, 10 menit juga sudah sangat cukup kok yang penting saya harus bicara sama Bimo adik saya!" ucap Adrian tersenyum.
Setelah sel terbuka, polisi itu mempersilahkan Adrian masuk ke dalam menemui Bimo... tampak Adrian berusaha tegar dan menghapus air matanya.
"Mo...." ucap Adrian yang kini berjongkok di hadapan adiknya itu sambil menyentuh tubuh Bimo secara perlahan karena tak mau mengagetkannya.
__ADS_1
Bimo perlahan mendongak ke depan, matanya sangat sembab akibat terus menangis dan terlihat juga beberapa luka di bagian telapak tangannya.
"Mau apa lu kesini..??" tanya Bimo.
"Gue khawatir sama lu Mo, makanya gua datang kesini buat ngehibur lu! Gua tau lu sedih banget denger semua ini, tapi ini sudah takdir yang menimpa papah kita gak bisa melawan ketentuan Tuhan..!! Yang terpenting sekarang, kita berdua harus terus mendoakan papah supaya tenang di atas sana!" ucap Devano sambil tersenyum lalu terduduk di lantai tahanan itu dan melipat kakinya.
"Berat bang, biarpun dulu gue sempat benci sama papah karena udah ngeduain mamah... tapi sejak kepergian mamah, cuma papah yang paling sayang sama gue dan selalu ada buat gue! Sekarang papah juga ikut pergi nyusul mamah, gak ada lagi orang yang bisa menyayangi gua..!!" ujar Bimo.
"Heh kenapa lu ngomongnya gitu? Masih ada gue disini, kakek juga ada kan! Jadi jangan merasa sendiri Mo, karena masih banyak orang-orang yang sayang sama lu..!!" ujar Adrian.
Bimo menatap wajah abangnya yang benar-benar tulus mengatakan itu padanya, ia pun tersentuh dan maju memeluk Adrian sambil menangis.
"Makasih bang, walau selama ini gua benci banget sama lu dan selalu nyakitin lu! Tapi lu selalu baik banget sama gua, lu gak pernah balas dengan sakitin gue!" ujar Bimo terisak.
"Sama-sama Mo, itulah gunanya seorang saudara! Gua juga minta maaf ya sama lu, karena gara-gara gue lu jadi mendekam di penjara seperti ini! Tapi gua janji kok secepatnya bakal bebasin lu dari sini dan kita bisa balik ke rumah papah lagi..!!" ucap Adrian.
"Iya bang," ucap Bimo.
...•••...
Disisi lain, Shella keluar dari kamar mandi mengenakan handuknya yang melilit setengah tubuhnya lalu menghampiri suaminya yang sedang berdiri memegang ponsel.
"Mas, kamu lagi ngapain sih?" ucap Shella yang tiba-tiba memeluk suaminya itu dari belakang.
"Ya ampun honey, aku kaget loh!" ujar Devano terkejut bahkan handphonenya hampir terlepas dari tangannya tadi.
"Maaf mas, abisnya kamu sih serius banget ngeliatin handphonenya sampe gak tau kalo aku udah selesai mandi... emang kamu lagi ngapain sih?" ujar Shella melepas pelukannya lalu berdiri di samping Devano.
"Ini loh urusan kerjaan, oh ya nanti sekitar jam 10 aku izin pergi ya mau ketemu calon investor di perusahaan aku! Maaf lagi-lagi aku ingkar janji, tapi kali ini penting banget honey aku harus ketemu dia sekarang..!!" ujar Devano coba memberi penjelasan pada istrinya agar bisa mengerti kondisinya.
"Iya mas, aku paham kok! Lagian aku juga gak mungkin tahan kamu buat pergi, apalagi kalau mau ketemu sama calon investor! Tapi, kamu kembali lagi ya kesini jangan tinggalin aku..!!" ucap Shella menautkan tangannya di lengan suaminya.
__ADS_1
Devano yang mendengar itu langsung tersenyum dan mengusap-usap kepala istrinya, ia bangga memiliki istri seperti Shella yang selain cantik juga pengertian pada dirinya.
"Kamu tenang aja honey, kalau soal itu aku janji gak akan pernah tinggalin kamu! Karena aku sayang sekali sama kamu, mana mungkin aku pergi dan sia-siakan kamu??" ucap Devano.
Cupp... Devano mengecup kening Shella lalu kembali mengusap-usap kepalanya lembut, membuat wanita itu juga ikut tersenyum dan menempelkan wajahnya di lengan Devano.
"Udah, sekarang mending kamu pake baju! Kalo begini terus aku bisa tegang terus nanti kita malah kuda-kudaan lagi..." ujar Devano sedikit tertawa.
"Ish mas nih masa begini aja langsung tegang, dasar lemah..!!" ujar Shella.
"Ahaha abis kamu itu menggoda banget, rasanya aku pengen terus kuda-kudaan sama kamu setiap menit!" ujar Devano tertawa sambil mencolek hidung Shella.
"Ya ampun bisa lemes dong aku mas kalo gitu, tega ih kamu mah sama istri sendiri..." ujar Shella.
"Ahaha gak lah sayang kan becanda, aku juga gak bakal kuat begituan tiap menit kali! Yaudah aku mau mandi dulu ya honey, kamu tunggu disini biar kita keluar bareng! Aku gak mau kamu jalan sendirian, nanti kalo kamu jatuh atau apa kan bahaya!" ucap Devano kali ini menatap serius mata istrinya.
"Iya iya gausah tiba-tiba melotot gitu kali, kan aku jadi takut mas! Aku bakal tunggu kamu disini sampe selesai mandi, aku kan istri yang penurut!" ucap Shella.
"Bagus!" ucap Devano kembali mencolek hidung Shella karena gemas.
"Yaudah nih handuk kamu mas, sana kamu cepet mandi gih nanti telat loh ketemu calon investor nya!" ujar Shella memberikan handuk pada suaminya.
"Makasih honey..." ucap Devano lalu mengecup bibir Shella sekilas dan berjalan menuju kamar mandi dengan handuk di tangannya.
Shella tersenyum memandangi tubuh suaminya dari belakang yang tetap terlihat gagah, barulah kemudian ia memakai pakaiannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
__ADS_1
...Maaf dikit soalnya lagi blank otak😣...