
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 140
...•...
...•...
Setelah turun dari balon udara itu, Devano memberi kecupan di kening istrinya serta di pipinya berulang kali membuat Shella tersenyum-senyum saja.
"Udah ah mas, malu tau diliatin orang!" ucap Shella.
"Ngapain malu? Kan kita udah suami-istri gapapa dong honey, orang yang masih pacaran aja banyak yang suka ciuman di tempat umum!" ujar Devano.
"Ya tapi kan-"
Cupp... Devano langsung mengecup sekilas bibir Shella hingga istrinya itu terkejut bukan main, Devano malah tertawa melihat ekspresi istrinya yang menurutnya menggemaskan.
"Udah gausah bahas itu lagi, aku masih ada kejutan buat kamu loh honey!" ucap Devano.
"Hah? Apa lagi mas??" tanya Shella penasaran.
"Lihat kesana!" ucap Devano sambil menunjuk ke arah depan dimana ada sebuah meja makan serta 2 kursi berhadap-hadapan.
"Itu untuk apa mas?" tanya Shella yang masih tak mengerti dengan maksud dari suaminya itu.
"Ya ampun honey, aku mau ajak kamu dinner berdua disana! Pasti kamu kangen kan makan malam berdua sama aku? Buktinya kamu pake gaun ini sekarang, makanya aku siapin semua ini buat kita berdua honey!" jelas Devano tersenyum.
Shella langsung tersenyum sumringah mendengar penjelasan suaminya, ia juga memberikan kecupan lembut di wajah suaminya itu.
"Nah sering-sering dong begitu honey, aku kan jadi makin semangat!" ujar Devano menggoda istrinya.
"Ish malah ketagihan, tapi makasih ya mas kamu tuh emang suami yang pengertian..!! Aku beruntung bisa dapat pria seperti kamu," ucap Shella kemudian menautkan lengannya ke sela-sela lengan Devano lalu menempelkan kepalanya di bahu suaminya itu.
"Gak perlu begitu, bukan cuma kamu yang beruntung kok honey! Aku juga beruntung bisa punya istri secantik dan sebaik kamu..!!" ucap Devano.
"Yaudah yuk, kita kesana pasti kamu udah lapar kan??!!" ujar Devano mengulurkan tangannya.
Shella mengangguk dan menggenggam tangan Devano, mereka pun jalan bersama-sama menuju meja makan tersebut.
"Sebentar ya..." ucap Devano melepaskan tangan Shella kemudian menarik kursi untuk istrinya itu.
__ADS_1
"Nah silahkan duduk istriku tercinta!" ucap Devano sambil tersenyum dan kedua tangannya ia turunkan sebagai gestur mempersilahkan duduk untuk Shella.
Shella pun terkekeh dengan tingkah suaminya, barulah ia duduk disana sambil dibantu oleh Devano karena suaminya itu benar-benar tak mau kandungan istrinya kenapa-napa.
"Kamu tuh lebay deh mas, aku cuma duduk aja pake dibantu segala padahal aku bisa duduk sendiri!" ucap Shella menatap wajah suaminya itu.
"Gapapa lebay honey, yang penting calon anak aku gak bakal kenapa-napa..!!" ujar Devano sambil berjalan menuju kursinya.
"Iyain aja deh..." ucap Shella yang tak mau berdebat dengan suaminya.
Tak lama kemudian, datang 3 orang pelayan membawakan makanan serta minuman untuk disajikan pada Devano & Shella disana.
"Nah honey, aku sengaja loh sewa chef chef profesional buat siapin makan malam kita hari ini! Aku juga bilang sama mereka, buat makanan seenak mungkin supaya kamu bisa makan dengan lahap!" ucap Devano.
"Ya ampun mas, sampe segitunya kamu siapin ini semua buat dinner kita? Sayang-sayang loh mas uangnya, pasti kan gak murah biayanya..." ujar Shella.
"Ahaha tenang aja honey, aku gak peduli berapapun uang yang harus aku keluarkan! Yang terpenting bagi aku itu, kesehatan kamu dan calon anak kita!" ucap Devano tersenyum sambil menggenggam tangan Shella.
Setelah para pelayan itu pergi, kini giliran pemain musik yang mendekat ke arah mereka mengiringi makan malam dua insan itu dengan musik yang merdu di telinga.
"Mau aku suapin gak honey?" tanya Devano.
"Boleh boleh mas," jawab Shella mengangguk-angguk.
Devano pun memotong daging steak di piringnya lalu menyuapkan itu pada istrinya, setelah itu giliran Shella yang menyuapi suaminya.
•
•
Ia tampak tersenyum bahagia melihat bosnya bisa kembali bertemu bersama istrinya setelah beberapa hari tak berjumpa.
"Syukurlah pak Devano bisa bahagia lagi, sekarang gue pergi aja kali ya? Lagian pak Devano juga kelihatan sekali pengen berduaan sama istrinya..." ucap Rafael tersenyum-senyum.
Ya Rafael pun masuk ke mobilnya dan pergi dari sana tanpa memberitahu Devano karena tak ingin mengganggu pasangan suami-istri itu.
...•••...
Sementara itu, 2 pria tak dikenal tersebut masih mencumbu tiap inci area tubuh Nadya dan memberi tanda-tanda kepemilikan disana.
Hal itu membuat Nadya mengerang merasakan aura aneh di tubuhnya, mulutnya yang terus dibungkam oleh bibir pria itu membuatnya tak bisa berkata-kata.
Namun, setetes demi setetes air mata mulai keluar membasahi pipinya... lagi-lagi ia harus dihadapkan pada situasi yang mengerikan itu.
Kini Nadya hanya mengenakan pakaian dalamnya setelah dua pemuda itu melepas paksa baju yang dikenakan Nadya, dengan cepat mereka juga langsung meremass benda kenyal milik Nadya itu dan memainkan titik hitam yang ada disana.
Tiba-tiba saja seorang pria datang menarik tubuh 2 lelaki itu dan langsung menghajarnya saat itu juga tanpa rasa ampun hingga keduanya terjungkal.
__ADS_1
Nadya pun menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari mereka dan membawa baju beserta jaketnya untuk menutupi tubuhnya itu.
"Lu siapa ha? Jangan ikut campur urusan kita..!!" ujar salah seorang dari mereka yang berdiri kembali.
"Gue bukannya mau ikut campur, tapi gue gak suka sama cowok-cowok kayak kalian yang sukanya merendahkan wanita..!!" ujar pria itu dengan tegas.
"Alah sok suci lu!" teriak si cowok lalu maju hendak menyerang pria di hadapannya, namun dengan cepat pria itu menahan tangan si cowok dan berbalik meninju perutnya dengan keras hingga kesakitan.
Temannya pun tak tinggal diam, ia juga berusaha menyerang pria itu dengan pukulan... akan tetapi pria itu handal dalam berkelahi dan bisa melumpuhkan kedua lelaki tersebut dengan mudah.
Karena merasa kalah akhirnya mereka berdua pun kabur dari sana menggunakan motor mereka, sementara pria itu melihat ke arah Nadya yang ketakutan sambil berlindung di balik tiang halte.
Sambil tersenyum pria itu berjalan menghampiri Nadya untuk mencoba menghiburnya.
"Hey..." sapa nya sambil hendak menyentuh Nadya, akan tetapi wanita itu malah menghindar karena masih trauma pada kejadian yang baru dialaminya.
"Jangan takut! Saya bukan laki-laki seperti mereka kok, kamu sekarang sudah aman! Oh ya kenapa kamu malam-malam begini jalan di luar sendirian?" ucap pria itu berusaha akrab dengan Nadya.
Akhirnya Nadya percaya pada orang itu karena memang dia yang sudah menolongnya tadi, Nadya pun mau maju mendekati pria itu dan berbicara padanya.
"Sa-saya ingin pulang...." jawab Nadya terus menundukkan kepalanya karena masih syok.
"Kalau gitu biar saya antar ya? Supaya gak ada lagi laki-laki seperti mereka yang gangguin kamu lagi, oh ya kenalkan saya Yoga... kalau kamu siapa?" ucapnya seraya menjulurkan tangan ke hadapan Nadya.
Dengan perlahan Nadya mengangkat tangannya sambil sedikit gemetar karena masih syok, ia pun meraih tangan pria itu dan akhirnya bersalaman dengannya.
"Aku Nadya..." jawab Nadya pelan sambil menoleh sesaat ke wajah pria itu lalu memalingkan kembali wajahnya ke arah lain.
"Nama yang bagus, salam kenal ya!" ucap Yoga tersenyum sambil memandangi wajah Nadya.
"Tangannya dingin banget, pasti dia masih ketakutan gara-gara dilecehkan sama cowok-cowok biadab itu!" gumam Yoga.
Nadya langsung melepaskan tangannya lalu berbalik badan, tampak Yoga bingung mengapa gadis itu malah membalikkan badannya.
"Kamu kenapa?" tanya Yoga menyentuh pundak Nadya secara perlahan karena tak mau membuat wanita itu terkejut.
"Sa-saya mau pulang..." jawab Nadya gugup.
"Yasudah ayo saya antar!" ucap Yoga.
Nadya pun menoleh ke arah pria itu dan menatapnya sekilas, ia masih ragu-ragu ingin menerima tawaran dari Yoga atau tidak.
"Gausah ragu, tenang aja saya gak akan apa-apain kamu kok Nadya! Saya cuma mau anterin kamu pulang supaya kamu gak jadi korban pelecahan lagi!" ucap Yoga meyakinkan Nadya.
Akhirnya Nadya mengangguk dan mau pulang bersama pria itu dengan motornya, walau sebenarnya Nadya masih kurang percaya pada Yoga.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...