
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 164
...•...
...•...
Laila pulang ke rumah dengan taksi online yang ia pesan lantaran Shella tak kunjung datang menjemputnya padahal ia sudah menunggu cukup lama di lokasi kecelakaannya.
"Stop pak! Ini rumah saya..." ucap Laila meminta supir taksi itu untuk berhenti karena ia telah sampai di tujuannya.
"Saya sudah bayar pake gopey ya pak!" sambungnya memberitahu pada sang supir kalau ia sudah membayar tarif taksi itu lewat dompet online.
"Iya mbak, eh bisa gak mbak turunnya? Mau saya bantu?" tanya supir itu cemas karena ia tau Laila baru jatuh dari motor.
"Gausah pak, saya bisa sendiri kok..." jawab Laila lalu membuka pintu taksi itu dan secara perlahan menurunkan kakinya keluar.
Laila pun keluar dari taksi itu terpincang-pincang dan jalan perlahan ke depan pintu gerbang rumahnya, tampak ia terus meringis menahan sakit yang ia rasakan.
"Pak, pak Umar tolong bukain gerbangnya saya mau masuk pak....!!" ucap Laila berteriak sambil berpegangan pada pintu pagar.
Satpamnya yang bernama Umar itu langsung berlari dari posnya menuju gerbang untuk membukakan kunci gembok agar majikannya bisa masuk ke dalam.
"Eh non Laila udah pulang, sebentar non saya bukain dulu gemboknya...!!" ucap Umar lalu mengambil kunci dari kantong bajunya dan membuka gembok tersebut.
"Buruan ya pak, kaki saya sakit nih!" ucap Laila masih meringis karena memang kakinya terasa sangat sakit akibat terhimpit motor tadi.
"Iya iya non siap...!!"
Akhirnya Umar telah membuka gerbangnya, ia langsung membantu Laila untuk berjalan masuk ke dalam rumah karena tampaknya gadis itu cukup kesulitan untuk berjalan.
"Biar saya bantu non..." ucap Umar mendekati Laila dan kemudian membantu majikannya itu berjalan sampai ke dalam rumah.
Laila manggut-manggut saja memberi izin pada satpamnya untuk membantu dirinya, bagaimanapun ia memang kesulitan untuk bisa berjalan seorang diri.
__ADS_1
Sesampainya di dalam rumah, Laila sedikit kaget karena kondisi rumah itu sangat sepi seperti tidak ada penghuninya.
"Eee pak, kak Vano sama Shella kemana ya? Kok rumah ini sepi banget sih...??" tanya Laila.
"Tadi bu Shella jatuh dari tangga non, terus pak bos Vano langsung bawa bu Shella ke rumah sakit tadi sore!" jawab Umar menjelaskan yang terjadi kepada Shella dan Devano.
Sontak Laila langsung terkejut saat mendengar penjelasan dari Umar satpamnya, mendadak ia menyesal karena sudah berpikir yang tidak-tidak pada Shella.
"Pak, saya mau ke rumah sakit susul Shella! Saya mau tau kondisi dia sekarang gimana, ayo pak antar saya lagi keluar!" ujar Laila meminta dengan paksa pada satpamnya untuk mengantar ia keluar rumah lagi.
"Maaf non, tapi sebaiknya non disini saja istirahat sampai kaki non Laila ini sembuh! Saya yakin pak bos juga akan marah kalau non Laila memaksa datang kesana... mari non saya antar sampai ke depan kamar supaya non bisa istirahat!" ucap Umar kemudian membawa Laila menaiki tangga menuju kamarnya.
"Saya gak mau ke kamar pak! Saya mau ke rumah sakit jenguk Shella! Ayolah pak bantu saya keluar saya mau susul mereka!" ucap Laila lagi-lagi memaksa untuk pergi ke rumah sakit.
"Jangan non! Udah non Laila istirahat aja dulu, nanti setelah kaki non baikan baru non boleh jenguk bu Shella di rumah sakit...!!" ucap Umar.
Akhirnya Laila pasrah karena tidak berhasil membujuk Umar, ia pun digendong oleh satpamnya itu sampai ke tempat tidurnya agar lebih cepat.
"Sekarang non istirahat aja, kalau butuh apa-apa langsung hubungi ke nomor saya ya non! Kalau gitu saya permisi...." ucap Umar.
"Iya pak, makasih udah bantu saya!" ucap Laila.
"Sama-sama non!" ucap Umar lalu berbalik badan dan keluar dari kamar Laila.
Ia langsung coba menghubungi nomor telepon abangnya karena merasa sangat cemas dengan kondisi Shella, sekaligus ia juga merasa bersalah karena mungkin gara-gara dirinya minta jemputan Shella jadi terjatuh.
...•••...
Disisi lain, Devano masih menunggu jawaban dari sang dokter mengenai kondisi istrinya yang tengah dirawat di ruang UGD itu.
"Istri anda...." ucap dokter itu menggantung lantaran ia seperti tidak enak hati untuk menyampaikan info mengenai Shella.
"Kenapa dok, apa yang terjadi sama istri saya? Dia baik-baik aja kan dok...??" tanya Devano tampak panik dan terus menekan sang dokter untuk berbicara.
"Alhamdulillah istri anda sudah pulih dan kondisinya baik-baik saja..." jawab dokter itu.
Sontak Devano langsung mengucap syukur dan tampak bahagia setelah mendengar perkataan dari dokter itu, begitupun dengan Vanya yang ikut senang karena Devano bahagia.
"Tetapi...." ucap dokter itu lagi-lagi menggantung membuat Devano yang sedang senang jadi kembali cemas.
"Tapi apa dok?" tanya Devano.
__ADS_1
"Tetapi nyawa anak dalam kandungan pasien tidak bisa kami selamatkan pak, sekali lagi kami meminta maaf karena gagal menyelamatkan kandungan istri anda! Bu Shella mengalami pendarahan cukup banyak diakibatkan oleh benturan yang keras, selain itu bu Shella juga terlambat dibawa kemari pak!" jelas dokter itu menyambung ucapannya.
Devano yang tadinya berbahagia karena Shella baik-baik saja, kini kembali sedih dan menitikkan air mata saat mengetahui calon anaknya tidak bisa diselamatkan.
"Ja-jadi istri saya... istri saya keguguran dok? Dan anak saya meninggal...??" ucap Devano gemetar sambil menangis.
"Iya pak," jawab dokter itu manggut-manggut dan ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Devano.
"Mohon bersabar pak, ini semua sudah kehendak yang maha kuasa...!!" sambung dokter itu coba menenangkan Devano.
Devano langsung memundurkan langkahnya perlahan-lahan sampai mentok ke tembok, ia bersandar disana sambil menangis tersedu-sedu hingga akhirnya ia terduduk di lantai dan menjambak rambutnya sendiri.
"Vano..." ucap Vanya yang tampak iba pada lelaki yang tengah dirundung kesedihan itu.
"Eee mbak, kalo gitu saya permisi dulu! Jika ingin menemui pasien silahkan saja masuk ke dalam karena beliau sudah siuman!" ucap dokter itu kemudian pergi dari sana.
"Iya dok makasih..." ucap Vanya.
Gadis itu pun berjalan menghampiri Devano yang masih menangis di pojokan sambil membenturkan kepalanya sendiri ke dinding.
"Vano, kamu yang sabar ya! Aku tau pasti ini berat banget buat kamu karena kehilangan anak pertama kamu... tapi kamu jangan siksa diri kamu sendiri kayak gini! Mending sekarang kamu masuk ke dalam dan temui istri kamu, aku yakin dia pasti sekarang butuh support dari kamu setelah kehilangan calon bayinya!" ucap Vanya membujuk Devano untuk berhenti menangis dan menemui Shella di dalam.
Devano menatap mata Vanya dengan berkaca-kaca, kemudian ia bangkit sambil menyeka air matanya.
"Kamu benar Vanya, yaudah aku temuin Shella dulu ya di dalam....!!" ucap Devano.
"Iya,"
Devano pun berjalan ke depan pintu ruang rawat Shella dan hendak masuk, akan tetapi tiba-tiba ponselnya berdering membuat ia harus berhenti sejenak untuk mengangkat telepon dari adiknya itu.
📞"Halo La, kenapa?" tanya Devano dengan suara agak serak akibat menangis tadi.
📞"Halo bang, lu kok kayak lagi nangis gitu sih suaranya? Emang kenapa bang, apa yang terjadi sama Shella? Tadi gue dapet info dari pak satpam katanya Shella jatuh dari tangga, terus sekarang gimana kondisi dia bang?" ucap Laila yang terdengar cemas.
📞"Eee iya, Alhamdulillah Shella baik-baik aja kok! Dia juga udah siuman sekarang..." jawab Devano sambil menahan air matanya dengan menekan hidungnya.
📞"Syukur deh kalo gitu, tadi gue panik banget pas tau kalo Shella jatuh! Oh ya kandungannya gimana bang, baik-baik juga kan?" ucap Laila.
📞"Eee.... enggak La, kandungannya gak selamat! Shella keguguran...." jawab Devano yang terasa berat untuk mengatakan itu.
Laila langsung syok berat mendengarnya, ia tak menyangka kalau Shella akan keguguran akibat ingin menolongnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...