
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 310
...•...
...•...
"Mah, ini seriusan baju buat aku?" tanya Shella sumringah saat melihat sebuah baju yang begitu bagus dan mewah dari bingkisan itu.
"Iya dong sayang, mama loh yang pilihin sendiri baju ini buat kamu! Kamu suka gak sayang sama model bajunya?" ucap Silvi tersenyum.
"Tapi mah, ini kan model mahal!" ucap Shella.
"Ya terus kenapa sayang? Kamu kan sekarang udah jadi bagian dari keluarga Alexander, jadi kamu juga berhak buat dapetin barang-barang seperti ini! Lagian ini gak seberapa kok, kamu kan menantu mama jadi harus tampil cantik dan mewah!" ucap Silvi.
"Eee.... tapi, aku gak biasa kayak gini mah! Aku tuh lebih suka pakai apa adanya kayak sekarang, maaf ya mah aku belum bisa terima barang-barang mewah ini!" ucap Shella menolak.
"Sayang, kamu itu jangan begini dong! Mama kan udah beliin buat kamu, masa kamu gak mau terima? Ayolah, mama cuma pengen bahagiain kamu aja karena kamu juga udah jadi anak mama!" ucap Silvi.
"Aku—"
"Udah, kamu terima aja ya? Mama mau lihat kamu pakai baju-baju ini, selama ini kan kamu belum pernah beliin kamu apa-apa!" potong Silvi.
Akhirnya Shella terpaksa menerima barang pemberian dari mertuanya itu, karena ia tidak mau mengecewakan mamanya yang sudah susah payah membelikan barang-barang itu bahkan dalam jumlah yang banyak dan tak murah.
Shella pun mengambil satu set pakaian yang diberikan mama mertuanya lalu mencobanya disana untuk membuat Silvi senang, benar saja Silvi pun tersenyum sembari mengusap rambut Shella ketika menantunya itu ingin mencoba pakaiannya.
Tak lama kemudian, Shella kembali menemui mamanya dengan pakaian baru yang sudah ia pakai di tubuhnya saat ini. Silvi pun tampak terpukau dengan kecantikan menantunya saat memakai pakaian yang ia belikan.
Silvi langsung berdiri menyambut Shella dan memegang pundak wanita itu sambil tersenyum renyah, ia tak bisa berkata-kata karena Shella sangat cocok memakai baju itu ditambah lagi Shella memang pada dasarnya memang sudah cantik.
"Kamu cantik sekali, sayang!" puji Silvi pada menantunya sembari mengusap lengan Shella.
"Mama bisa aja, ini kan karena model bajunya yang emang bagus dan mewah! Makasih ya mah, aku kayaknya suka deh pake baju ini! Nyaman juga dipakai di tubuh aku, mama tau aja yang bikin aku seneng!" ucap Shella tersenyum.
"Bukan cuma karena model bajunya, tapi emang kamunya juga udah cantik natural sayang! Jadi kamu mau pakai baju apa aja pasti bakal tetep cantik, emang gak salah Vano pilih kamu!" ucap Silvi.
__ADS_1
"Aduh, mama bikin aku terbang deh!" ucap Shella.
"Yaudah, duduk yuk!" ucap Silvi.
Silvi menggandeng Shella lalu mereka duduk berdampingan di pinggir ranjang yang empuk, Silvi memandangi tubuh menantunya sembari mengusap lembut wajah Shella sambil tersenyum.
"Oh iya mah, aku ada sesuatu yang pengen dikasih tau ke mama!" ucap Shella.
"Sesuatu apa sayang?" tanya Silvi.
"Sebentar ya mah, aku ambil dulu!" ucap Shella.
Shella pun bangkit membuka laci meja di kamarnya lalu mengambil sesuatu dari dalam sana, ia kembali menemui mamanya disana dan membawa sesuatu tersebut yang berbentuk kertas seperti surat.
Silvi yang bingung sangat penasaran apa kiranya yang akan dikatakan oleh menantunya, ia terus menatap wajah Shella yang tersenyum dan menatap sebuah surat yang ada di tangan Shella.
"Apa itu sayang?" tanya Silvi penasaran.
"Ini surat dari dokter yang menyatakan kalau aku positif hamil, mah!" jawab Shella menyodorkan surat itu pada mertuanya sambil tersenyum.
"Apa? Kamu serius sayang??" ujar Silvi terkejut.
"Iya mah, Alhamdulillah! Mama lihat aja sendiri kalau mama kurang yakin, itu suratnya asli kok dari dokter waktu kemarin aku tes di rumah sakit!" ucap Shella.
Silvi menampani surat dari tangan Shella lalu membuka dan membacanya, ia nampak sumringah mengetahui kalau menantunya itu kini tengah mengandung anak dari Devano.
"Alhamdulillah... kamu beneran hamil sayang, mama seneng banget!" ujar Silvi.
Sangking bahagianya Silvi sampai memeluk erat tubuh Shella dari samping dan terus mengusap-usapnya sambil tersenyum renyah, sementara Shella hanya diam memaklumi tingkah Silvi karena pasti dia sangat gembira.
"Eee... mah!" ucap Shella.
"Iya sayang, kenapa?" tanya Silvi.
"Mama tolong jangan kasih tau mas Vano dulu, ya?" ucap Shella memandang wajah Silvi.
"Loh, emang kenapa sayang?" tanya Silvi lagi.
"Iya mah, soalnya aku pengen kasih kejutan di hari ulang tahun mas Vano nanti! Makanya sampai sekarang aku juga belum kasih tau mas Vano, soal kehamilan aku...." jawab Shella.
"Ya ampun, mama sampai lupa kalo sebentar lagi Vano ulang tahun! Yaudah, mama ikutin aja deh apa yang mau kamu lakuin!" ucap Silvi.
"Makasih mah,"
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Nadya sudah berganti pakaian dan tampak cantik dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya. Perlahan ia menuruni tangga sembari membayangkan seperti apa wajah Adrian, ia juga tak sabar ingin bertemu dengan pria yang selalu muncul dalam pikirannya.
Sesampainya di bawah, Nadya langsung menghampiri ibunya tanpa berlama-lama lagi dan Jenar juga terlihat sudah siap disana walau tampak raut keraguan di wajahnya. Nadya yang tak tahu hanya mengira kalau ibunya itu sedang baik-baik saja, ia bahkan mengajak Jenar untuk pergi.
"Bu, ayo kita pergi sekarang!" ucap Nadya tersenyum.
"Eee... kamu yakin sayang mau ketemu sama nak Adrian itu?" tanya Jenar.
"Iya Bu, emang kenapa sih? Kan tadi ibu sendiri yang bilang kalau aku boleh ketemu sama Adrian, terus kenapa sekarang ibu malah nanya begitu lagi? Apa ibu berubah pikiran??" ucap Nadya heran.
"Gak gitu sayang, ibu cuma mau mastiin aja barangkali kamu gak jadi kan," ucap Jenar.
"Aku yakin yakin banget Bu mau ketemu sama Adrian, udah ayo Bu sekarang kita berangkat! Aku udah gak sabar banget pengen ketemu Adrian, yuk!" ucap Nadya langsung menggandeng tangan ibunya.
"Iya iya sayang, ibu pesen dulu taksinya ya!" ucap Jenar.
"Ohh, aku kira kita perginya naik kendaraan di depan!" ucap Nadya.
"Panas sayang, kita naik taksi aja ya?" ucap Jenar.
"Iya deh, tapi jangan lama-lama Bu!" ucap Nadya.
"Iya cantik, kamu ini gak sabaran banget sih!" ucap Jenar tersenyum sembari mencubit pipi Nadya.
"Hehe..."
Jenar pun memesan taksi online melalui ponselnya dan meminta Nadya duduk dulu menunggu disana, tak lama mereka berhasil mendapat taksi sesuai keinginan. Lalu, Nadya langsung mengajak ibunya keluar untuk menghampiri taksi tersebut.
"Ayo Bu!" ucap Nadya.
"Iya sayang, pelan-pelan dong jangan lari begitu!" ucap Jenar bangkit dari duduknya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Shella yang baru...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...