
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 168
...•...
...•...
Yoga datang ke rumah Nadya pagi itu setelah membaca berita di sosial media kalau ada kecelakaan dan korbannya bernama sama dengan wanita yang dikenalnya itu.
Kedatangan Yoga disambut oleh bi Irah yang tampak sedih saat berjalan ke depan membuka pintu gerbang, sontak Yoga pun keheranan dengan wajah bi Irah yang seperti itu.
"Bi, saya mau ketemu Nadya... apa dia ada di rumah bi? Soalnya dari semalam saya chat dia gak bales bales bi, saya telpon juga gak diangkat-angkat...!!" ucap Yoga.
Bi Irah tampak gugup untuk berbicara, ia seperti punya sesuatu yang disembunyikan dan Yoga tentunya ingin tau tentang itu.
"Ada apa bi? Tolong kasih tau saya, jangan diem begini dan bikin saya cemas bi! Dimana Nadya bi saya mau ketemu sama dia..??!!" ujar Yoga memaksa bi Irah untuk berbicara dan mengatakan dimana Nadya saat ini.
"Non, non Nadya... non Nadya kecelakaan den semalam, mobilnya masuk danau dan barusan bibi dapat telepon dari pihak kepolisian kalau non Nadya sudah...." ucap bi Irah belum sempat terselesaikan karena ia tidak kuat dan langsung menangis saat itu di hadapan Yoga.
Yoga pun coba menenangkan bi Irah dengan memeluknya, walau saat ini ia juga masih penasaran dengan kondisi Nadya.
"Bibi tenang dulu ya, jadi maksud bibi yang ada di berita itu Nadya? Terus yang mobilnya masuk ke danau dan pengemudinya meninggal apa itu Nadya juga bi....??" ucap Yoga coba bertanya kembali setelah dirasa bi Irah cukup tenang.
"Iya den benar...." jawab bi Irah sambil manggut-manggut dan kemudian menangis kembali di dalam pelukan Yoga.
Sontak Yoga langsung merasa sangat syok setelah mendengar jawaban dari bi Irah, jantungnya seakan berhenti berdetak dan perlahan air mata jatuh menetes membasahi wajah pria tersebut.
"Gak, gak mungkin...!! Baru kemarin gua fotoin dia di tempat itu, ini semua pasti cuma mimpi buruk dan Nadya baik-baik aja...." gumam Yoga seperti belum mempercayai apa yang ia dengar dari bi Irah tadi.
Yoga melepas pelukannya dari bi Irah, karena ia sendiri sekarang butuh pelukan seseorang untuk bisa menenangkan dirinya yang terasa hancur dan sangat kehilangan.
__ADS_1
"Bibi bercanda kan? Gak mungkin itu Nadya bi, pasti beda orang kan? Yang namanya Nadya banyak loh bi bukan cuma satu di negara ini! Saya gak percaya bi kalau itu Nadya, ini pasti cuma kebetulan aja namanya sama kan bi?" ujar Yoga terlihat sangat bersedih.
Bi Irah hanya bisa menangis sesegukan menyaksikan kesedihan yang dialami Yoga, bagaimanapun juga bi Irah telah lama bekerja di rumah itu dan kehilangan Nadya tentunya juga sangat berarti bagi dirinya.
"Polisi bilang jasad non Nadya sudah dibawa ke rumah sakit Medika indah den, mereka juga telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab meninggalnya non Nadya...." ucap bi Irah memberitahu informasi yang ia dapatkan dari polisi di telpon tadi.
"Kalau gitu saya harus kesana bi, saya harus lihat sendiri jasad Nadya untuk meyakini itu memang benar-benar Nadya bi...!! Saya permisi bi, assalamualaikum...." ucap Yoga kemudian langsung masuk ke mobilnya.
"Waalaikumsallam...." ucap bi Irah membalas ucapan salam dari Yoga tadi, lalu ia berusaha menghapus air matanya dan kembali masuk ke dalam rumah yang kini sepi itu.
•
•
Sementara itu, Jenar tiba-tiba merasa gemetar saat memegang gelas berisi air putih di tangannya dan akibat dari itu tentu saja gelas tersebut terjatuh lalu pecah.
"Astaghfirullah... apa yang terjadi ya Allah? Kenapa perasaan ku jadi tidak enak begini? Semoga kondisi Shella & Sheila baik-baik saja ya Allah..." ucap Jenar memegangi dadanya.
"Tapi sebaiknya aku hubungi saja nomor Shella deh buat pastikan kalau dia baik-baik aja, sebenarnya aku juga ingin menelpon Sheila tapi aku tidak punya nomornya..." sambung Jenar kemudian duduk di sofa dan mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja.
Jenar pun langsung menghubungi nomor Shella saat itu, perasaannya yang tidak karuan itu mendorong dirinya untuk menelpon Shella.
📞"Waalaikumsallam Shella, kamu baik-baik aja kan nak? Ibu khawatir sekali loh sama kamu, kenapa kemarin kamu tidak jadi datang kesini?" ujar Jenar dengan nada cemas.
📞"Eee... iya bu maaf ya aku gak bisa datang semalam, soalnya aku habis kena musibah bu!" ucap Shella tampak ragu-ragu untuk mengatakan itu pada ibunya.
📞"Ya ampun innalilahi sayang, kamu kena musibah apa nak? Kenapa kamu gak cerita sama ibu soal musibah itu?" ujar Jenar langsung bertambah panik.
📞"Aku jatuh dari tangga bu...." jawab Shella.
📞"Apa?? Terus terus kamu, gimana kondisi kamu sekarang Shella...?? Kamu baik-baik aja kan nak, gak ada yang bermasalah kan? Kandungan kamu juga baik-baik aja kan sayang?" tanya Jenar terdengar sangat panik.
📞"Maaf bu, aku gak bisa jagain calon cucu ibu!" jawab Shella sambil menangis.
📞"Maksud kamu....??" tanya Jenar.
📞"Aku keguguran bu...." jawab Shella.
__ADS_1
Jenar langsung syok, ia menutupi mulutnya dengan telapak tangan karena itu... begitupun dengan Shella yang kembali menangis karena membahas soal itu lagi.
•
•
Disisi lain, Adrian baru sampai di kantornya pagi ini... ia tampak bahagia bahkan kedua satpamnya saja diberi senyuman olehnya, padahal sebelum-sebelumnya ia tak pernah melakukan itu.
Namun, begitu masuk di dalam lobi kantornya ekspresi Adrian langsung berubah saat mendengar pembicaraan karyawannya disana.
"Aduh kasian banget ya dia,"
"Iya kasian ih aku jadi gak tega bayangin nya,"
"Padahal seminggu yang lalu dia kan masih kerja disini ya,"
Begitulah suara-suara yang terdengar di telinga Adrian saat itu, karena penasaran Adrian langsung menghampiri mereka berempat.
"Hei, ngomongin apaan kalian?" tanya Adrian.
"Ini pak, Nadya mantan asisten bapak meninggal karena kecelakaan malam tadi!" jawab salah seorang dari mereka tampak gugup.
"Apa??" ujar Adrian langsung terkejut mendengar jawaban dari karyawannya itu.
"Kamu jangan asal bicara ya, mana mungkin Nadya meninggal...??!!" sambung Adrian masih tak percaya dengan apa yang diutarakan oleh karyawannya itu.
"Benar pak saya gak asal bicara kok, beritanya sudah tersebar dimana-mana kalau Nadya Lestari meninggal karena kecelakaan pak!" ucap karyawannya itu lagi.
Adrian langsung mengambil hp milik karyawannya itu untuk mengecek sendiri berita tersebut, dan benar saja memang nama yang terdata disana adalah nama Nadya alias mantan asistennya di perusahaan itu.
"Nadya.... ini gak mungkin, rasanya gak mungkin kalau kamu akan meninggalkan saya secepat ini Nadya...!!" gumam Adrian tampak syok setelah membaca berita itu.
"Ini hp kamu," ucap Adrian mengembalikan ponsel milik wanita itu kemudian melangkah keluar dari kantornya.
Semua karyawannya disana merasa heran dengan Adrian karena baru datang tapi sudah pergi lagi, bahkan kedua satpam yang berjaga juga terheran-heran lantaran Adrian pergi dengan wajah cemas dan panik tak seperti ketika datang tadi yang tampak ceria.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...