Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ketemu sahabat lama


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 305


...•...


...•...


"Devano!"


Devano yang baru keluar dari toilet setelah beberapa kali mondar-mandir masuk keluar itu langsung terkejut bukan main saat melihat sosok gadis cantik berdiri di hadapannya dan memanggil namanya.


Bahkan gadis itu tanpa basa-basi langsung memeluk Devano disana dan mendekap erat tubuhnya dengan bersemangat, nampaknya gadis itu sangat merindukan Devano sampai ia memeluknya kuat dan tak mau melepaskan tubuh Devano.


Devano kebingungan karena ia belum bisa mengenali siapa sosok gadis yang memeluknya itu, terlebih lagi disana juga ada beberapa karyawannya yang kebetulan melintas dan tanpa sengaja melihat Devano tengah berpelukan dengan gadis lain.


"Hey, lepasin saya!" ujar Devano menyingkirkan tangan gadis itu dari tubuhnya.


Sontak wanita itu pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Devano penuh keheranan, sedangkan Devano sendiri daritadi memang masih terheran-heran siapakah wanita tersebut dan mengapa dia langsung memeluknya begitu saja.


"Kamu kok begitu sih, Vano? Emang kamu gak kangen juga sama aku, ha??" tanyanya.


"Maksudnya apa? Emang kamu siapa? Apa kita saling kenal sebelumnya?" Devano malah berbalik nanya kepada wanita itu.


"Hadeh, ternyata kamu udah pikun ya? Bisa-bisanya sahabat sejati dilupain gitu aja, mana janji kamu Devano??" ujarnya cemberut.


"Sahabat sejati?"


Devano pun mencoba untuk mengenali siapa wanita yang saat ini ada di depannya itu, ia teringat pada sosok wanita yang dahulu pernah menjadi sahabatnya dan berjanji setia akan selamanya bersama sehingga mereka menyebut diri masing-masing dengan sebutan sahabat sejati.


"Viona...??" tebak Devano.


Wanita itu mengangguk tersenyum, kemudian dengan sekuat tenaga Devano kini yang justru memeluk tubuh Viona lebih dulu dan nampak gembira sekali bisa bertemu dengan gadis tersebut setelah cukup lama mereka berpisah.

__ADS_1


"Heh, kemana aja sih kamu? Kenapa baru muncul sekarang?" tanya Devano sambil memegang wajah Viona dengan dua tangannya.


"Iya sorry, aku baru bisa temuin kamu sekarang! Soalnya aku baru selesai study di Turki, aku juga kangen loh sama kamu!" jawab Viona.


"Aduh aduh... gak nyangka banget aku bisa ketemu lagi sama kamu disini, kita ke bawah yuk minum-minum gitu sambil ngemil!" ujar Devano.


"Umm... boleh, tapi kamu gak sibuk apa?" tanya Viona.


"Gak kok, udah yuk!" Devano langsung merangkul Viona dan mengajaknya pergi dari sana menggunakan lift terdekat.


Viona tampak menikmati momen kebersamaan ia bersama Devano ini dan terus tersenyum sembari melirik wajah Devano dari samping, sudah lama memang ia dan Devano tidak berdekatan seperti ini sejak mereka sama-sama lulus dari sekolah.


Devano juga sama bahagianya dengan Viona, karena mereka dulu cukup dekat bahkan bisa dibilang sangat dekat ketika waktu sekolah. Sangking dekatnya mereka, sampai satu sekolah itu banyak yang mengira mereka pacaran padahal tidak.


"Kamu udah berapa lama di Jakarta?" tanya Devano.


"Baru sekitar 2 Minggu sih, waktu itu kan aku juga langsung mau temuin kamu disini, eh tapi kamunya malah gak dateng-dateng!" jawab Viona.


"Oh iya maaf, waktu itu aku emang lagi sibuk banget sih! Terus aku juga gak tahu kalau Viona yang dimaksud sekretaris aku itu, kamu!" ujar Devano.


"Iya gapapa, yang penting sekarang kita udah bisa ketemu dan bareng-bareng lagi!" ucap Viona.


Viona hanya tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Devano yang terlihat makin tampan dan menggoda, terbesit di dalam hati Viona untuk menjadikan Devano sebagai pengganti Arga yang telah menyia-nyiakan dirinya itu.




Sementara Shella saat ini telah usai membahas rencana kejutan pesta ulang tahun untuk suaminya bersama Novi, ia pun menuju keluar dan menemui suaminya yang tadi ia suruh menunggu disana.


Akan tetapi, Shella sangat terkejut saat mengetahui di depan sana tidak ada suaminya dan kursi tersebut kosong tanpa ada yang mendudukinya.


Novi yang berada di samping Shella juga bingung dan tidak tahu kemana perginya Devano, padahal sebelumnya mereka lihat sendiri kalau Devano menunggu di depan ruangannya sembari kedua wanita itu selesai mengobrol.


"Nov, suami saya kemana ya?" tanya Shella cemas.


"Eee.... saya juga kurang tahu, Bu! Mungkin aja pak Vano lagi ke toilet atau temuin karyawannya, mending sekarang Bu Shella tunggu aja di dalam biar saya yang cari pak Vano!" jawab Novi.


"Eh gausah, saya coba telpon ke nomornya dulu deh!" ucap Shella.

__ADS_1


"Baik, Bu!"


Shella mengambil ponselnya dari dalam tas lalu mulai menghubungi nomor Devano, namun tidak bisa karena handphone Devano ternyata tidak aktif sehingga Shella tak bisa menghubunginya.


"Duh gak aktif lagi, gimana dong?" ujar Shella.


"Tenang Bu, sekarang Bu Shella tunggu di dalam sebentar! Biar saya yang keliling cari pak Vano, kan ibu lagi hamil jadi sebaiknya jangan terlalu capek!" ucap Novi memberi usul.


"Oke, tapi bener gapapa? Gak ganggu kerjaan kamu kan?" tanya Shella.


"Enggak kok Bu, saya sudah menyelesaikan semua kerjaan saya tadi...." jawab Novi.


"Baiklah, tolong cari suami saya ya!" ucap Shella.


"Baik Bu, mari saya antar ibu masuk ke dalam!" ucap Novi hendak memegang pundak Shella.


"Gausah, saya bisa sendiri kok! Kamu langsung cari aja mas Vano, soalnya saya pengen segera pulang ke rumah buat istirahat! Tolong ya, kamu temuin suami saya itu!" ucap Shella menolak.


"Iya Bu, siap! Saya permisi..." ucap Novi.


Karena Shella tak mau dibantu olehnya, Novi pun langsung pergi mencari bosnya ke sekeliling kantor untuk segera memberitahu kalau Shella ingin pulang ke rumah dan beristirahat, walau ia sendiri juga bingung harus mencari Devano kemana.


Sementara Shella kini masuk ke dalam ruang kerja suaminya lagi dan menunggu disana sesuai yang disarankan oleh Novi, ia juga mulai merasa lelah dan pusing padahal sedari tadi hanya duduk sambil berbicara dengan Novi disana.


"Duh, mas Vano kemana ya? Aku udah mulai pusing nih kecapekan, kenapa malah pergi-pergi sih?" gumam Shella sembari memegangi keningnya.


Karena pusing, Shella pun memilih merebahkan tubuhnya di sofa secara perlahan lalu memejamkan mata untuk menghilangkan rasa pusing itu, dan tak lama ia mulai terlelap karena sudah sangat lelah.


Ceklek....


Tiba-tiba Shella terbangun saat ada seseorang yang membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu, ia pun mengira itu adalah suaminya dan langsung gembira turun dari sofa lalu menghampiri orang tersebut.


"Mas Vano!" ucap Shella sumringah.


Namun, ternyata yang datang bukanlah suaminya melainkan sosok lelaki lain. Tentu Shella seketika panik dan memundurkan langkahnya secara perlahan untuk menghindari laki-laki itu.


"Hai Shella, aku Arga bukan Devano!" ucapnya sambil tersenyum smirk.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2