Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Masalah rumah tangga (1)


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 299


...•...


...•...


Shella & Devano keluar dari kamar mereka dan segera turun ke bawah menuju meja makan untuk menikmati sarapan yang sudah tersedia disana, ya tentunya mereka sangat lapar setelah melakukan aktivitas tanam anak yang cukup melelahkan dan menguras tenaga mereka dari semalam.


Selama menuruni anak tangga, Shella selalu bersikap manja pada suaminya bahkan terus saja merangkul serta menempelkan wajahnya pada dada bidang sang suami, sesekali Shella juga memberi sentuhan sensual pada tubuh Devano dengan jari-jarinya yang membuat Devano tersenyum sambil memandangi wajah Shella dari samping.


"Kamu ini lagi kenapa sih, honey? Kayaknya daritadi kamu berusaha ngegoda aku terus, padahal kamu bilangnya udah gak kuat tadi..." ucap Devano.


"Siapa yang goda kamu ih? Aku tuh cuma mau manja sama suami aku, apa salah??" ucap Shella.


"Ya gak salah sih, honey! Tapi, kamu kan tau si Daniel baperan dan dia gampang diri kalo kamu sentuh aku! Apalagi sekarang kamu tempel-tempelin tubuh kamu ke aku, kan dia jadi bangkit lagi tuh!" ujar Devano.


"Ya ampun, mas! Kamu bisa gak sih sekali aja romantis sama aku? Jangan mesum terus dong!" ujar Shella ngambek.


"Hahaha, abis kamu seksi banget sih! Siapa juga yang gak kegoda sama tubuh kamu itu? Kalau aku jadi cowok lain juga pasti bakal berusaha buat milikin kamu seutuhnya, untungnya sekarang aku berhasil lakuin itu!" ucap Devano seraya mengendus leher Shella yang wangi.


"Mas, jangan mesum terus lah! Aku pengen nikmatin waktu berdua sama kamu kayak gini, tanpa rasa mesum dari kamu!" ucap Shella.


"Iya iya, aku bakal berusaha kok!" ucap Devano tersenyum sembari membelai rambut bagian depan istrinya yang masih manyun.


"Awas aja ya kalo mesum lagi!" ucap Shella.


"Iya, i love you honey...." ucap Devano.


Cupp...

__ADS_1


Devano pun mengecup bibir istrinya sekilas lalu membelainya dengan jari, Shella tersenyum memandang wajah suaminya dengan sedikit mendongak karena tinggi mereka tak sama, Devano juga memberi usapan lembut pada kening sang istri hingga Shella terpejam menikmatinya.


Saat di bawah setelah selesai menuruni tangga, mereka berpapasan dengan Intan yang baru dari luar sambil membawa sebuah kotak berwarna coklat di tangannya dan ia tampak kebingungan, tentu Devano langsung menegur Intan karena ia penasaran apa yang dibawa oleh Intan.


"Intan, itu apa?" tanya Devano.


Shella yang sedang menikmati kelembutan dari sentuhan suaminya pun cemberut karena tiba-tiba Devano menghentikan perlakuannya, namun ia juga ikut penasaran dengan kotak yang dibawa Intan dan kini menatap wajah Intan penuh keheranan.


"Eee... ini tadi ada kurir di depan yang kasih kotak ini, pak! Katanya sih buat Bu Shella, makanya saya bawa ke dalam dan niatnya mau langsung dikasih ke Bu Shella!" jawab Intan.


Devano kini beralih menatap istrinya seolah bertanya sekaligus marah jika benar Shella yang memegang kotak itu, ya Devano memang tak suka jika istrinya belanja tetapi tidak bilang dulu padanya karena menurutnya itu sama sekali tidak sopan dilakukan oleh seorang istri.


"Kamu beli apaan, honey?" tanya Devano.


"Enggak mas, aku gak beli apa-apa kok!" jawab Shella menggeleng keheranan.


"Gausah bohong, itu buktinya ada kotak pesanan atas nama kamu! Udah jujur aja sama aku, gapapa kok aku gak bakal marah kali ini!" ucap Devano tak percaya dengan perkataan istrinya.


"Bukan aku mas, aku gak pesen apa-apa! Mungkin aja itu paket nyasar atau salah alamat, kan yang namanya Shella bukan cuma aku!" ucap Shella.


"Intan, siniin kotaknya!" pinta Devano.


"Baik, pak!"


Intan pun maju ke depan mendekati majikannya lalu menyerahkan kotak itu pada Devano, ia pergi dari sana kembali ke dapur untuk melakukan tugasnya dan tak mau terlalu dalam ikut campur ke masalah rumah tangga majikannya.


Devano langsung menyelidiki kotak yang sudah ada di tangannya itu, ia melihat penerima serta alamat yang tercantum pada kotak itu sudah benar dan itu artinya kotak tersebut memang untuk Shella alias istrinya.


"Ini bener kok, buat kamu kotaknya!" ucap Devano.


"Tapi, aku beneran gak pesen apa-apa mas!" ucap Shella tampak ketakutan.


"Iya, aku percaya! Udah yuk kita kesana, kita sama-sama buka kotak ini disana! Aku mau tau apa isinya dan siapa sih yang udah kirim kotak ini ke istri aku, jangan-jangan penggemar rahasia kamu!" ucap Devano tersenyum tipis.


"Mana mungkin sih, mas? Aku gak punya penggemar rahasia tau, siapa juga yang mau jadi penggemar aku?" ucap Shella.


"Banyak lah, salah satunya Adrian tuh! Tapi, dia kan udah di penjara jadi gak mungkin kalo dia yang kirim kotak ini buat kamu..." ucap Devano.

__ADS_1


"Udah mas, kita buka aja langsung biar tau isinya apa dan siapa tau di dalamnya juga ada nama pengirimnya atau apalah itu!" ucap Shella.


Devano mengangguk kemudian menggandeng tangan istrinya lalu berjalan ke dekat sofa dan duduk disana, ia akan membuka kotak itu disana bersama Shella karena mereka sudah sangat penasaran dengan isi dari kotak tersebut.


Setelah kotak itu terbuka, Devano & Shella tampak tercengang melihat isinya karena ternyata ada sejumlah foto disana serta sepucuk surat yang tergeletak diantara foto-foto itu, Shella langsung menatap tajam wajah suaminya saat melihat foto yang ada di dalam sana.


"Mas, ini maksudnya apa?" tanya Shella menatap dengan mata berkaca-kaca.


"Honey, kamu jangan marah dulu ya! Foto-foto ini tuh gak bener, pasti ada yang mau sengaja ngerusak rumah tangga kita dengan cara kirimin semua foto ini ke kita!" ucap Devano berusaha membujuk istrinya untuk tenang.


"Aku coba buat percaya sama kamu, mas! Tapi ini semua udah jelas, kamu makan berdua sama sekretaris kamu dan bahkan kamu juga mesra banget sama dia!" ujar Shella.


"Hey, denger dulu honey!"


"Jangan sentuh aku, mas!"


Shella berontak dari genggaman Devano dan bangkit menjauh dari suaminya itu, ia menangis mengeluarkan air mata teringat pada perkataan Devano di dalam telpon saat itu, ia pun semakin kecewa pada Devano terlebih saat melihat semua foto suaminya bermesraan dengan Novi.


"Honey, aku bisa jelasin semuanya!" ucap Devano.


"Apa? Apa yang mau kamu jelasin, mas?? Di foto itu semuanya udah jelas, kamu selingkuh di belakang aku sama sekretaris kamu sendiri...!!" ujar Shella.


"Gak, honey! Mana mungkin aku selingkuh?" bantah Devano menyangkal ucapan Shella.


"Omong kosong! Selama ini aku udah berusaha tahan ya mas, aku denger sendiri kamu bilang kamu suka sama Novi di telpon! Tapi, aku coba tahan semuanya dan percaya sama kamu! Sekarang aku gak bisa begitu lagi mas, kamu udah keterlaluan!" bentak Shella emosi.


"Maksud kamu apa? Kapan aku pernah bilang kalau aku suka sama Novi??" tanya Devano.


"Kamu gausah ngebantah lagi, mas! Aku gak mau denger apa-apa lagi dari kamu setelah melihat semua ini, sekarang juga aku minta ketemu sama Novi sekretaris kamu!" ucap Shella.


"Mau ngapain kamu ketemu Novi?"


"Aku mau bicara sama dia...!!"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2