Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Amarah Rafi


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 82


...•...


...•...


Keesokan harinya...


Nadya datang ke kantor seperti biasa, ia langsung masuk ke ruangannya untuk bekerja.


Namun, tak disangka disana sudah ada Adrian yang sedang menunggu kedatangannya.. Adrian duduk di kursi Nadya lalu tersenyum saat melihat Nadya masuk kesana.


"Pak Adrian ngapain di ruangan saya? Apa ada keperluan atau ada yang harus saya kerjakan?" tanya Nadya.


Adrian pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Nadya.. Kemudian dia membelai rambut Nadya sambil juga mengelus lembut wajah Nadya.


"Bagaimana rasanya berkumpul kembali dengan keluarga kandung kamu Nadya? Pasti senang bukan?" ujar Adrian.


"Darimana bapak tau kalau saya sudah menerima mereka lagi? Semalam kan bapak udah gak ada disana," ujar Nadya heran.


"Haha kamu gak perlu heran gitu, saya ini kan Adrian Bagaskara! Semua bisa saya dapatkan dengan mudah, termasuk info tentang kamu itu!" ucap Adrian.


"Saya senang bisa bersama-sama lagi dengan ibu dan saudara kandung saya, tapi itu semua tidak akan bisa mengobati luka di dalam hati saya pak!" ujar Nadya.


Adrian tersenyum pada Nadya lalu memeluknya begitu saja tanpa aba-aba.


"Saya tahu pasti hati kamu sangat terluka karena tante Jenar sudah meninggalkan kamu di panti asuhan saat itu, tapi perlu kamu ingat Nadya dia melakukan itu karena terpaksa! Harusnya kamu jangan benci sama dia, yang perlu kamu benci hanyalah Shella saudara kembar kamu! Karena gara-gara dia kamu jadi disingkirkan oleh ibu kandung kamu!" ucap Adrian sambil mengusap-usap punggung Nadya.


Nadya pun termakan omongan Adrian barusan, kini dalam pikirannya tertanam kebencian pada Shella.


"Benar kata pak Adrian, ini semua karena Shella! Aku harus membalasnya dan membuat Shella merasakan apa yang aku rasakan dulu!" gumam Nadya.


Ya setelah itu barulah Adrian melepaskan pelukannya dari Nadya, lalu ia memegang wajah Nadya dengan kedua tangannya.


"Nadya, kapanpun kamu memerlukan bantuan saya.. Saya siap kok membantu kamu! Karena saya benar-benar mencintai kamu Nadya..!!" ucap Adrian.


Adrian memajukan kepalanya dan mengecup kening Nadya dengan lembut.. Kemudian Adrian melepaskan tangannya dari wajah Nadya dan pergi ke luar dari sana.


Nadya masih terpaku disana memikirkan ucapan Adrian tadi, ia menoleh kebelakang melihat Adrian yang sedang berjalan.


"Apa aku harus mendengarkan perkataan pak Adrian? Dia sepertinya tidak benar-benar sungguh cinta sama aku, bisa jadi dia hanya manfaatin aku!" gumam Nadya.


Nadya pun menutup pintu ruangannya lalu duduk di kursinya dan meletakkan tasnya di atas meja.


Sementara Adrian menghentikan langkahnya sejenak saat sampai di depan lift, ya dia tampak mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.

__ADS_1


📞Adrian : Halo pak Rafi, saya ingin menghentikan kerjasama ini! Saya tidak mau lagi mengganggu hubungan Shella & Devano!


📞Rafi : Apa maksud anda? Kenapa bisa tiba-tiba anda berubah pikiran begini?


📞Adrian : Maaf pak, tapi saya sudah merelakan Shella menikah dengan Devano! Jadi saya tidak mau lagi mengganggu hubungan mereka, sekali lagi saya sampaikan kalau saya berhenti bekerjasama dengan anda! Sampai jumpa!


Tut Tut Tut...


Adrian mematikan teleponnya dan masuk ke dalam lift tersebut.


"Maaf pak Rafi, tapi saya punya rencana sendiri yang tidak perlu melibatkan anda di dalamnya!" gumam Adrian sambil tersenyum smirk.


...•••...


Shella merasa bosan terus-menerus diam di rumah, akhirnya ia mengajak Damar untuk pergi ke luar.


"Mar, jalan-jalan yuk! Aku bosen nih di rumah terus gak ada kegiatan!" ucap Shella.


"Eee mau jalan-jalan kemana toh mbak? Aku aja kan ndak tau daerah Jakarta!" ujar Damar.


"Udah gampang kan nanti aku yang kasih tau, yuk kita jalan-jalan sekarang!" ujar Shella.


"Tapi mbak, kita jalan-jalannya pake apa? Masa iya jalan kaki sih mbak? Kan kasian nanti mbak kecapekan!" ucap Damar.


"Gapapa lah Mar ini masih pagi sekalian mbak olahraga, kan hamil bukan berarti diem terus tiduran aja di rumah! Sesekali harus banyak gerak juga!" ujar Shella.


"Yowes mbak tapi tunggu budhe pulang dulu toh, nanti kalo budhe nyariin mbak kan gak seru!" ucap Damar.


"Udah gausah, aku pamit sama bi Yani aja! Nanti kan bi Yani bisa bilangin ke ibu!" ucap Shella.


Shella pun pergi ke dapur menemui Yani untuk pamit kalau dia akan jalan pagi dengan Damar, setelah itu Shella kembali menemui Damar.


"Ayo Mar kita jalan sekarang!" ujar Shella.


"Iya mbak, ayo!" ucap Damar.


Shella & Damar pun keluar rumah, namun mereka berpapasan dengan Lubis & Jenar yang baru pulang dari pasar.


"Loh kalian mau kemana toh?" tanya Jenar.


"Ini budhe, mbak Shella ngajakin aku jalan-jalan pagi! Katanya dia bosen diem di rumah terus," jawab Damar.


"Iya bu aku bosen tau, boleh ya aku jalan-jalan sebentar sama Damar ke luar!" ucap Shella.


"Yaudah boleh, tapi harus hati-hati ya! Jangan sampe kamu jatuh sama kecapekan nantinya!" ujar Jenar.


"Iya bu iya lagian kan ada Damar yang bakal jagain aku, ya kan Mar?" ujar Shella.


"Iya mbak," ucap Damar.


Akhirnya Jenar mengizinkan mereka jalan-jalan keluar rumah, maka Shella & Damar pun langsung pergi.


...•••...

__ADS_1


Devano sedang olahraga pagi bersama Laila di sebuah lapangan dekat rumah mereka.


"Bang, tumben lu ajakin gue lari pagi.. Emang lu gak ada kerjaan di kantor??" tanya Laila.


"Gausah banyak omong, fokus aja lari paginya biar sehat! Kan lu gak pernah olahraga pagi!" ujar Devano.


"Ish enak aja gak pernah, waktu itu kan gue juga lari pagi diajak sama Yasmin & Zara.. ya emang udah lama sih tapi kan yang penting gue pernah olahraga!" ucap Laila.


"Ahaha udah lama aja bangga, makanya lu gampang capek jarang olahraga sih!" ujar Devano.


"Halah lu juga kan jarang olahraga bang!" ujar Laila.


"Dih sotoy gue tiap pagi olahraga ya, lu nya aja yang kebo bangun siang mulu jadi gak tahu deh!" ujar Devano.


"Sembarangan kalo ngomong, yang ada lu tuh kebo!" bantah Laila.


Devano hanya tersenyum lalu mempercepat larinya hingga Laila agak tertinggal...


"Ish bang jangan cepet-cepet..!!" ujar Laila berusaha mengejar Devano di depan.


Tiba-tiba Devano berhenti mendadak hingga Laila menabrak tubuhnya dan hampir terjatuh.


Namun dengan sigap Devano menarik tangan Laila agar tak terjatuh karena menabraknya.


"Ish lu ngapain si bang berhenti mendadak gitu??!!" ujar Laila kesal.


"Gak gapapa kok, udah yuk lanjut lagi!" ucap Devano.


Mereka pun melanjutkan lari paginya, ya walau Laila masih merasa heran mengapa wajah abangnya jadi berubah.


"Tadi gua gak salah lihat kan?" gumam Devano.


...•••...


Rafi kesal sendiri setelah Adrian tidak mau lagi bekerjasama dengan dia, yup Rafi langsung melempar barang-barangnya karena kesal.


"Ah sial! Emang kurang ajar si Adrian itu! Berani-beraninya dia berhenti kerjasama sama gue! Lihat aja gua bakal bikin lu nyesel Adrian..!!" ujar Rafi.


Lalu, Rafi pun menelpon orang suruhannya melalui ponselnya yang masih ia pegang...


📞 Rafi : Halo, kamu sekarang juga datang ke kantor Devano dan berikan paket itu pada dia!


"Tapi bos, bukannya kata bos kita tunggu sampai Adrian berhasil bikin Devano & Shella jauh?"


📞Rafi : Saya bilang sekarang ya sekarang..!!!


"Si-siap bos siap! Sekarang juga saya antar paket ini ke kantornya Devano!"


Tut Tut Tut...


Rafi mematikan teleponnya dan melempar ponselnya itu ke meja.


"Habis kamu Adrian! Inilah akibat dari main-main dengan saya..!! Saya jamin setelah ini pasti kamu akan mendekam di dalam penjara!" gumam Rafi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2