Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Kerjasama


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 315


...•...


...•...


Devano mempersilahkan Viona duduk di hadapannya, ia coba bertanya pada gadis itu dan mengorek informasi tentang sosok pria yang kemarin sempat ingin menculik istrinya, ia tau kalau Viona itu kenal dengan pria tersebut dan mungkin saja Viona juga bisa membantunya saat ini.


Devano meminggirkan sejenak semua berkas yang ada di mejanya, ia fokus menatap gadis di depannya karena baginya mencari tau tentang pria yang hendak menculik istrinya itu lebih penting dibanding apapun termasuk juga berkas-berkas tersebut.


"Viona, aku mau tanya sesuatu sama kamu!" ucap Devano dengan tegas dan tatapan serius.


"Tanya apa? Kamu ini kenapa sih, kok kayak lagi serius banget begitu??" ucap Viona kebingungan.


"Iya, aku perlu tau sesuatu yang penting dari kamu! Karena aku pikir kamu pasti bisa bantu aku, apa kamu bersedia?" ucap Devano.


"Umm, emangnya soal apa sih?" tanya Viona.


"Ini tentang kejadian penculikan istri aku kemarin, aku khawatir mereka masih mengincar Shella dan berusaha menculik dia lagi!" jelas Devano.


"Ohh, lalu apa yang bisa aku bantu?" tanya Viona.


"Begini, aku cuma perlu informasi tentang salah seorang pria yang kemarin berusaha menculik istri aku! Kemarin kamu sempat panggil dia kan? Itu artinya kamu kenal sama dia..." ucap Devano.


"Iya bener, dia itu Arga temen dekat aku! Ya sebenarnya bukan cuma temen aja sih, aku juga suka sama dia dan orangtuanya itu jodohin kita!" ucap Viona.


"Oke, kalo gitu kamu tau gak kira-kira apa motif Arga melakukan itu kemarin?" tanya Devano.

__ADS_1


"Umm, aku sih kurang ngerti ya karena Arga juga jarang komunikasi sama aku! Tapi, kata papanya Arga itu sekarang lagi jatuh cinta sama seorang cewek yang baru dia kenal!" jawab Viona.


"Jatuh cinta sama cewek yang baru dikenal?" ujar Devano penasaran.


"Iya, begitu kata papanya waktu itu saat aku datang ke rumah Arga! Aku kecewa banget sih dengernya, karena aku berharap bisa membangun rumah tangga dengan Arga!" ucap Viona manyun.


"Kamu tau rumahnya Arga itu dimana?" tanya Devano.


"Ya tau lah, kan aku udah bilang tadi kalau aku sama Arga itu mau dijodohin! Tapi, dia malah nolak dan lebih pilih cewek lain yang dia aja baru kenal beberapa hari!" jawab Viona.


"Mencurigakan, kalo gitu bisa kamu kasih tau aku dimana alamat Arga?" tanya Devano.


"Kamu tuh sebenarnya mau apa sih? Aku bingung deh sama kamu, daritadi nanyain soal Arga terus! Aku kan kesini mau curhat sama kamu sekalian hibur diri, eh kamu malah bahas dia!" ucap Viona.


"Maaf Viona, tapi aku cuma takut kalau istri aku kenapa-kenapa!" ucap Devano.


"Ohh, apa jangan-jangan kamu mikir kalau Arga itu suka sama istri kamu ya? Bisa jadi sih, soalnya gak mungkin banget kalau Arga itu nyulik istri orang tanpa ada alasan yang jelas!" ucap Viona.


"Nah itu dia, makanya aku minta tolong sama kamu buat bantu aku kasih tau dimana rumah Arga! Aku harus selidiki ini, aku gak mau dia balik lagi dan nyulik istri aku!" ucap Devano.


"Oke, aku bakal kasih tau dimana alamat rumah Arga ke kamu! Tapi, kamu juga harus bantu aku buat dapetin Arga dan nikah sama dia!" ucap Viona.


"Gak ada, kamu mau apa enggak?" ucap Viona.


"Huft, yaudah iya aku mau! Sekarang kamu kasih tau dulu dimana alamatnya si Arga, aku harus cegah dia buat enggak deket-deket sama istri aku!" ucap Devano.


"Oke, deal!"


Mereka pun sepakat untuk bekerjasama dalam menyelidiki Arga dan membuat pria itu melupakan Shella lalu beralih ke Viona.


...•••...


Disisi lain, Nadya dan ibunya telah pergi dari kantor polisi setelah mereka berhasil menemui Adrian disana lalu berbincang dengannya. Nadya tampak sedih sekaligus kecewa karena semua ini tak sesuai ekspektasinya, ia tak mengira kalau Adrian adalah seorang narapidana atas kasus kejahatan.


Mereka saat ini sudah berada di dalam taksi dan menuju ke rumah, Jenar terus merangkul putrinya sembari menepuk-nepuk pundak Nadya untuk membuat gadis itu berhenti bersedih, namun Nadya tetap saja masih tidak bisa menerima semuanya dan ingin rasanya ia mengutuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sayang, kamu gak perlu sedih! Adrian memang napi dan dia udah jahat sama keluarga kita, tapi ibu tau kalau nak Rian itu orang baik!" ucap Jenar.


"Darimana ibu tau kalau Adrian orang baik? Sedangkan Adrian aja udah jahatin mbak Shella, itu artinya dia bukan orang baik Bu!" ucap Nadya.


"Iya sayang, tapi itu semua dia lakukan hanya karena cintanya tak terbalaskan! Shella memilih menikah dengan Devano dan memutuskan hubungan dengan Adrian kala itu, nah makanya Adrian jadi berubah terus berusaha merebut Shella!" ucap Jenar.


"Oh gitu ya, Bu? Berarti Adrian itu dulunya orang baik sebelum mbak Shella nikah sama mas Vano?" ucap Nadya penasaran.


"Iya sayang, ibu yakin kamu juga akan berpikir seperti itu setelah kamu mengingat kembali semuanya! Karena dulu Adrian juga yang memberi kamu pekerjaan sayang, dan kalian juga cukup dekat kok!" ucap Jenar tersenyum.


"Doain aja Bu, semoga aku bisa cepat pulih dan ingat semua tentang ibu atau siapapun itu!" ucap Nadya.


"Iya sayang, pasti! Ibu akan selalu doain yang terbaik untuk kamu, sekarang kamu gausah sedih-sedih lagi ya cantik! Ibu nanti ikutan sedih loh, kita kan satu hati!" ucap Jenar.


"Hahaha, iya Bu aku gak sedih deh!" ucap Nadya sembari tertawa kecil.


"Nah gitu dong sayang, oh ya kita makan bakso dulu kamu mau gak? Sekarang panas-panas begini pasti enak kalau makan bakso sambil minum es campur, gimana sayang?" ucap Jenar.


"Ah ibu bikin aku ngiler aja, ya pasti aku mau dong! Kebetulan aku juga lapar, yuk Bu kita makan bakso!" ucap Nadya tersenyum manis.


"Oke sayang! Pak supir, tolong antar kita ke tempat penjual bakso terdekat ya!" ucap Jenar.


"Jadi kita sekarang pergi ke tempat bakso, Bu? Bukan ke jalan angkasa?" tanya supir taksi.


"Iya pak, soalnya saya dan putri saya mau makan dulu disana!" jawab Jenar.


"Baik, Bu!"


Sang supir taksi pun mengarahkan mobilnya ke sebuah warung bakso yang ada di dekat sana, dengan cepat mereka berhasil sampai lalu turun keluar dari taksi dan menuju ke dalam tempat tersebut untuk menikmati bakso.


"Bang, baksonya dua ya sama es campur juga dua!" ucap Jenar memesan.


"Siap, Bu!"


Jenar dan Nadya pergi menuju ke meja kosong yang tersedia disana, mereka menunggu pesanan mereka untuk diantarkan sembari mengobrol sejenak.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2