Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Paksaan Adrian


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 77


...•...


...•...


Adrian menghampiri Nadya dan memintanya pergi ke ruangan Adrian..


"Nadya, kamu ke ruangan saya sekarang ya!" ujar Adrian.


"Iya pak," ucap Nadya.


Adrian langsung berjalan ke ruangannya lebih dulu, sementara Nadya masih disana bingung kenapa Adrian memintanya ke ruangannya lagi.


"Duh pak Adrian mau ngapain lagi ya? Jangan-jangan dia mau macem-macem.." gumam Nadya.


Namun, Nadya tetap mematuhi perintah atasannya itu dan lalu menuju ruangan Adrian walau ia tidak mau sebenarnya datang kesana.


Sesampainya disana, Nadya diminta duduk oleh Adrian yang sepertinya ingin membicarakan sesuatu.


"Ada apa ya pak?" tanya Nadya.


"Beneran kamu sudah punya calon? Saya kok gak yakin ya, buktinya jari kamu masih polos gitu gak ada cincin yang melingkar disana.." ujar Adrian.


Nadya reflek melihat jarinya yang memang tidak ada cincin melingkar disana..


"Saya memang sudah bertunangan pak, kalau bapak gak percaya bisa kok tanya langsung ke mamah atau papah saya.." ucap Nadya.


"Oh boleh, kalau gitu nanti setelah kerja saya antar kamu pulang sekalian saya tanya langsung ke orang tua kamu ya!" ujar Adrian.


Nadya membulatkan matanya saat Adrian bilang ingin ke rumahnya, ya tentu dia kaget karena memang dia bicara seperti tadi hanya agar Adrian percaya kalau Nadya sudah ada calon.


"Aduh kok pak Adrian malah mau temuin orang tua saya beneran sih? Kalo gini kan bisa gawat, nanti pak Adrian tau kalo saya bohong.." gumam Nadya.


Nadya berpikir bagaimana caranya agar Adrian tidak datang ke rumahnya dan menemui orang tuanya.


"Hey, kenapa diem? Kamu takut ya kalo ketahuan bohong? Sebenarnya kamu belum punya calon kan?" ujar Adrian.


"Hah? Eee enggak saya cuma bingung soalnya orang tua saya kalo sore itu gak ada di rumah pak," ucap Nadya.


"Ohh gitu, yaudah kan saya bisa datangnya malam pas orang tua kamu ada di rumah.." ujar Adrian.


"Eee tapi pak, mereka itu capek baru pulang kerja jadi kalo malam ya istirahat.." ujar Nadya.


"Ahaha kamu banyak banget alasannya sih, kalo gini kan saya jadi makin yakin kamu masih single alias belum punya calon ya kan?" ujar Adrian.


Nadya pun tidak tahu lagi harus gimana, Adrian sudah memojokkannya dan mungkin gak bisa lagi dibohongin.


...•••...


Devano mengantar Jenar pulang sekaligus juga ia ingin memberikan cendol yang dipesan Shella.

__ADS_1


"Ayo masuk nak Vano! Biar kamu bisa kasih sendiri cendolnya ke Shella.." ujar Jenar.


"Ah iya bu makasih," ucap Devano.


Mereka pun masuk ke rumah, terlihat Lubis sedang membaca koran di sofa sambil minum teh manis.


"Eh mbak udah balik, ada Devano juga toh.." ujar Lubis.


"Iya Lubis, nak Vano yang nganterin saya pulang!" ucap Jenar.


"Yaudah sini-sini duduk dulu! Kita lanjutin obrolan yang kemarin.." ujar Lubis.


"Makasih om," ucap Devano.


"Yowes sebentar ya nak Vano, ibu panggilin Shella nya dulu!" ujar Jenar.


Devano pun duduk di sofa dan mengobrol bersama Lubis, sedangkan Jenar pergi ke kamar Shella.


"Wah kamu bawa apa itu Van?" tanya Lubis.


"Ohh ini es cendol om, tadi Shella nelpon saya minta dibeliin ini.." jawab Devano.


"Oalah udah mulai ngidam dia kayaknya, baguslah tapi semoga Shella ngidam nya gak aneh-aneh!" ujar Lubis.


"Iya om kalo pun aneh-aneh juga gapapa kok om, apapun bakal saya lakuin buat Shella!" ucap Devano.


"Ahaha bagus bagus..!!" ujar Lubis.


Lalu, Yani datang membawa teh manis untuk Devano..


"Silahkan diminum!" ucap Yani.


"Makasih bi," ucap Devano.


Kemudian, Damar yang baru keluar dari kamarnya berjalan ke ruang tamu sambil ngucek-ngucek mata.


"Loh ada tamu ternyata," ujar Damar.


"Eh kamu Mar, sini ikut ngobrol sama kita!" ucap Lubis.


"Waduh gak bisa pak, Damar mau keluar nih jalan-jalan sekalian cari angin.." ujar Damar.


"Ohh yaudah terserah kamu aja, tapi pulangnya jangan sore-sore!" ujar Lubis.


"Iya pak, Damar pamit assalamualaikum! Mari mas Vano!" ucap Damar.


"Iya waalaikumsallam," ucap Lubis & Devano.


Damar pun keluar rumah dan pergi...


Setelah itu, Shella datang menemui Devano di ruang tamu sambil tersenyum.


"Mas Vano udah sampe ternyata, mana es cendolnya?" ujar Shella.


"Kamu ini gimana sih Shella? Masa langsung cendol yang ditanyain, harusnya kamu basa-basi dulu tanya soal Devano!" ujar Lubis.


"Eh iya abisnya aku udah gak sabar pengen minum es cendolnya.." ucap Shella.


"Udah udah gapapa, ini cendolnya honey!" ujar Devano sambil menyerahkan plastik berisi es cendol.

__ADS_1


"Wah makasih ya mas, kalo gitu aku mau ke dapur dulu siapin cendolnya.." ucap Shella.


"Iya iya," ucap Devano.


Devano tertawa kecil melihat tingkah Shella yang seperti anak kecil saat menerima cendol darinya.


...•••...


Adrian mengantarkan Nadya pulang sesuai perkataannya tadi, setelah itu ia juga ingin menemui orang tua angkat Nadya di dalam.


"Nadya, bener di rumah kamu sekarang gak ada siapa-siapa?" tanya Adrian.


"Eeee sebenernya ada mamah kok pak, tapi bapak gausah temuin mamah ya! Saya kan udah ngaku kalau saya emang belum punya calon," ucap Nadya.


"Hahaha saya mau tetap temuin mamah kamu, bukan untuk bertanya soal kebohongan kamu kok! Tapi, saya mau minta restu dia untuk memacari anaknya.." ujar Adrian.


Nadya terkejut dengan ucapan Adrian barusan...


"Bapak jangan ngada-ngada deh! Ngapain pake minta restu segala? Udah ya pak jangan temuin mamah saya tolong!" ujar Nadya.


"Kenapa sih emang? Kamu ngelarang saya buat bersilaturahmi? Aduh jahat banget sih kamu!" ujar Adrian.


"Ish enggak pak bukan gitu, tapi saya gak mau mamah mikir yang enggak-enggak aja nantinya.." ucap Nadya.


"Lah justru bagus kalo mamah kamu mikir kita punya hubungan lain, kan itu emang bener Nadya! Sebentar lagi juga saya akan nikahin kamu!" ujar Adrian.


"Bapak gak waras ya?" ujar Nadya.


"Enak aja saya dibilang gak waras, eh tapi iya sih sejak ketemu kamu saya jadi kehilangan kewarasan saya.. soalnya kamu bener-bener bikin saya tergila-gila..!!" ujar Adrian.


Nadya semakin risih dengan sikap Adrian, ia berusaha menyudahi obrolan itu dan segera keluar dari mobil Adrian.


"Pak udah ya, saya mau turun sekarang! Bapak langsung pulang aja, sekali lagi makasih udah mau anterin saya pulang ke rumah.." ucap Nadya.


Saat Nadya ingin membuka pintu mobil, Adrian menahan tangan Nadya dan menggenggamnya.


"Kamu gak boleh turun tanpa saya!" ujar Adrian.


Yap akhirnya mereka turun berdua dan Adrian memaksa untuk masuk ke rumah Nadya menemui mamahnya.


...•••...


Sementara itu, Devano baru sampai di rumahnya setelah seharian bekerja di kantor.


Ia terlihat lelah lalu langsung duduk di sofa, Laila yang berada disampingnya pun merasa heran mengapa Devano sampai kecapekan gitu.


"Bang, lu abis nguli apa gimana sih? Sampe capek banget gitu.." ujar Laila.


"Ya bukanlah ngada-ngada aja lu! Gua cuma pegel nih tadi di jalan macet banget!" ujar Devano.


"Ohh yaelah itu mah biasa, Jakarta kan emang sering macet bang! Oh ya nanti malam jadi gak dinner sama keluarga Shella nya?" ujar Laila.


"Ya jadilah, kita berangkat jam 7! Tapi lu harus siap-siap dari abis Maghrib biar bisa tepat waktu berangkatnya, kan lu kalo dandan lama banget gak tahu waktu..!!" ujar Devano.


"Ish mana ada kayak gitu, gue dandan nya cepet tau paling cuma sejam!" ucap Laila.


"Itu lama namanya Maemun!" ujar Devano sambil mengacak-acak rambut Laila.


Setelah itu, Devano naik ke atas untuk membersihkan tubuhnya...

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2