Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Mau telpon Yoga


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 292


...•...


...•...


Malam ini sama seperti Nadya, Shella & Devano pun belum tertidur lantaran mereka baru menuntaskan permainan yang sempat tertunda dan membuat keduanya sampai lemas dengan tubuh penuh keringat serta nafas tersengal-sengal.


Cupp...


Devano memberi kecupan terakhir pada kening sang istri yang dipenuhi keringat itu, ia tersenyum sembari mengusap bibir mungil Shella karena merasa puas gairahnya sudah dapat tersalurkan dan tidak ada yang mengganggu mereka lagi seperti tadi pagi.


Begitupun dengan Shella yang ikut senang karena suaminya merasa puas, sekarang ia memang sudah lebih mempercayai suaminya walau masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya mengenai perasaan Devano pada sekretarisnya di kantor.


"Makasih honey, sekarang kamu boleh tidur! Aku gak mau kamu sakit lagi kayak tadi, maafin aku ya karena udah paksa kamu buat main..." ucap Devano.


"Gak perlu minta maaf, mas! Kan udah tugas seorang istri buat puasin suaminya, kalau aku nolak justru aku berdosa kan? Nanti aku gak bisa ada di surga berdua sama kamu, mas!" ucap Shella.


"Iya honey, aku emang beruntung banget punya istri kayak kamu yang selain cantik juga penurut sama perhatian...!!" ucap Devano.


Pria itu membelai lembut rambut istrinya sembari tersenyum lalu mendekap tubuh Shella dari samping, selimut tebal ia tarik untuk menutupi tubuh keduanya yang memang masih polos tanpa sehelai benangpun dan mereka tak mau memakai pakaian itu lagi.


Akhirnya Devano pun mematikan lampu dan mereka terlelap dalam pelukan hangat dengan kedua tubuh saling menyatu, Shella kembali membuka matanya menatap Devano yang sudah terpejam lalu tersenyum sekaligus menikmati dekapan suaminya.


"Aku yakin kamu pasti senang banget mas kalau tau kabar itu..." gumam Shella di dalam hatinya.


Shella pun kembali memejamkan matanya ikut terlelap dalam kehangatan yang diberikan sang suami, hingga ia akhirnya sampai pada dunia mimpi yang begitu indah dan membuatnya terhanyut dalam keindahan dunia mimpi itu.




Keesokan paginya, sinar matahari pagi berhasil menelusup masuk melalui celah tirai jendela membuat Shella yang menghadap ke arah jendela terbangun karena merasa silau.

__ADS_1


Shella pun membuka matanya melihat sang suami yang masih memeluk tubuhnya dari samping, ia tersenyum lalu perlahan menyingkirkan tangan Devano dari tubuhnya karena ia hendak pergi ke kamar mandi.


Akan tetapi, Devano nampaknya sadar kalau Shella sudah bangun dan bergerak sehingga pria itu malah mempererat pelukannya membuatnya Shella tak bisa bergerak di atas ranjang yang empuk itu.


"Mau kemana kamu, honey?" tanya Devano dengan mata yang masih tertutup.


"Mas, lepasin dong! Aku harus ke kamar mandi bersih-bersih, ini kan udah pagi loh mas!" jawab Shella sembari berontak.


"Gak boleh, kamu disini dulu sama aku! Nanti kita ke kamar mandinya bareng-bareng aja, aku masih mau peluk kamu honey!" ucap Devano.


"Tapi, mas—"


"Ssshhh! Kamu gausah ngebantah kata-kata aku, nanti kualat loh...!!" potong Devano.


"Iya mas, tapi jangan lama-lama!" ucap Shella.


"Gak lama kok, paling sekitar 10-15 menit doang! Soalnya aku masih mau nikmatin pelukan ini, tubuh kamu enak banget sayang bikin si Daniel bangkit lagi tuh di bawah!" ucap Devano tersenyum.


Karena tubuhnya tak tertutupi pakaian sedikitpun, Shella bisa merasakan kalau milik suaminya berdiri kembali dan tepat menyentuh area miliknya sehingga Shella pun mulai terangsang juga walau dengan sekuat tenaga ia berusaha menahannya.


"Kamu mau lagi gak, honey?" ucap Devano menggoda sembari merapatkan tubuhnya.


"Itu kan semalam, honey! Sekarang udah pagi jadi beda lagi dong, Daniel masih mau lagi!" ucap Devano.


"Kamu mending buka mata kamu dulu deh, mas!" ujar Shella.


Akhirnya Devano perlahan membuka matanya dan mengukir senyum di bibirnya, dengan cepat ia menghujani wajah sang istri yang terlihat tepat di depan matanya dengan ciuman berlipat-lipat dan juga jilatan serta sesapan.


Shella hanya bisa pasrah saat suaminya bangkit kembali dan menindih tubuhnya, kedua tangannya juga dicengkeram kuat oleh Devano hingga Shella tak bisa bisa berbuat apa-apa.


Dan adegan hot itu pun berlangsung kembali disana, Shella sudah berusaha menolak tetapi gairah suaminya sepertinya terlalu tinggi sehingga dia tak mampu menahannya dan kembali menyatukan miliknya dengan milik Shella.


...•••...


Disisi lain, Nadya menemui ibunya di meja makan dan langsung bergerak membantu sang ibu untuk menyiapkan sarapan disana.


Jenar pun tampak bahagia melihat putrinya sudah sehat kembali dan ceria seperti saat ini, ia juga senang bisa merasakan satu rumah bersama Nadya setelah dahulu mereka harus berpisah lantaran suaminya menyuruh ia menitipkan Nadya.


"Sayang, udah gausah! Biar ibu aja yang siapin semuanya, kamu mah duduk aja nyantai!" ucap Jenar.


"Gapapa ibu, justru aku gak mau kalo cuma duduk-duduk doang..." ucap Nadya memaksa.

__ADS_1


"Yaudah iya deh gapapa, tapi jangan sampe kecapekan ya nanti penyakit kamu kambuh lagi loh!" ucap Jenar mengingatkan.


"Iya Bu, pasti dong!" ucap Nadya penuh semangat.


Setelah diberi izin oleh ibunya, Nadya pun langsung membantu sang ibu untuk menyiapkan sarapan yang kali ini nampaknya Jenar membuat sebuah nasi goreng untuknya dan juga untuk Nadya tentunya.


"Oh iya, bik Yani kemana Bu? Kok daritadi aku gak ngeliat dia disini??" tanya Nadya penasaran.


"Iya sayang, bik Yani semalam izin sama ibu buat cuti selama seminggu... dia mau pulang kampung katanya ngurus bapaknya yang lagi sakit, nah makanya sekarang ibu yang masak!" jawab Jenar.


"Ohh, semoga bapaknya bik Yani cepet sembuh ya Bu!" ucap Nadya tersenyum.


"Iya aamiin... yaudah kan udah siap nih, kamu duduk gih biar ibu tuangin nasinya ke piring supaya kamu bisa langsung makan!" ucap Jenar.


"Oke Bu!"


Nadya pun duduk disana sambil terus tersenyum menatap wajah ibunya dan mengetuk-ngetuk jari pada meja, ia terlihat lebih ceria dari sebelumnya bahkan wajahnya tampak lebih bersinar membuat Jenar yang melihatnya ikut merasa bahagia.


"Nah ini sarapan buat kamu..." ucap Jenar menaruh sepiring nasi goreng di hadapan Nadya.


"Wah makasih ya Bu, ini pasti enak!" ucap Nadya.


"Hahaha, yaudah cobain aja!"


Nadya pun langsung segera memakan nasi goreng buatan ibunya itu, sedangkan Jenar duduk di samping Nadya dan juga menikmati nasi goreng.


"Enak banget Bu!" ucap Nadya dengan mulut penuh.


"Bagus deh," ucap Jenar tersenyum.


"Oh iya Bu, aku mau minjam hp ibu boleh gak?" tanya Nadya sembari menatap ibunya dari samping.


"Boleh sayang, emangnya kamu mau ngapain?" ucap Jenar membolehkan.


"Eee... mau telpon Yoga!" ucap Nadya.


Jenar sangat terkejut mendengar jawaban putrinya, ia merasa heran mengapa Nadya ingin menelpon Yoga padahal sebelumnya gadis itu tidak mau bertemu dengan Yoga.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2