
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 96
...•...
...•...
Seorang wanita datang ke rumah sakit dengan tergesa-gesa, tampak dia seperti sedang mengkhawatirkan seseorang.
Akhirnya perempuan itu sampai di ruang jenazah rumah sakit yang mana disana sudah ada Devano & Rafi.
"Permisi, apa saya bisa masuk? Saya baru saja diberitahu oleh pihak kepolisian kalau kakak saya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat, saya ingin melihat jenazah kakak saya untuk yang terakhir kalinya.." ucap wanita itu dengan mata berkaca-kaca seperti habis menangis ya tentu sebelum kesini dia sudah banyak mengeluarkan air mata di rumah.
Devano & Rafi menoleh ke asal suara itu, terlihat seorang wanita cantik tinggi dan ramping berdiri disana dengan tatapan nanar di matanya.
"Oh iya kamu keluarga Kevin ya? Silahkan silahkan biar saya temani kamu melihat jasad kakak kamu itu," ucap Rafi membuka pintu kamar jenazah.
Ya Rafi pun menemani wanita itu masuk ke dalam, sementara Devano terdiam disana karena merasa kenal dengan wanita yang mengaku adik Kevin tersebut.
"Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Vanya? Apa memang dia Vanya wanita yang sudah meninggalkan ku tanpa penjelasan apapun? Tapi bagaimana mungkin aku baru tahu kalau dia adik Kevin asisten ku? Padahal sudah cukup lama Kevin bekerja untuk saya, sudah lah ini bukan saatnya membahas itu! Pasti dia sekarang sedang terluka karena abangnya meninggal secara tragis..!!" gumam Devano.
Kemudian Devano masuk menyusul mereka ke dalam kamar jenazah, tampak wanita tadi tengah menangisi jasad Kevin yang semakin membuat Devano merasa bersalah serta terpukul.
"Kasian dia Van, sepertinya dia sangat merasa kehilangan Kevin! Bisa aja Kevin tinggal satu-satunya keluarga yang dia miliki!" ucap Rafi memandang kasihan ke arah wanita itu.
"Iya Fi lu bener, ini semua gara-gara gua! Seandainya gua gak libatin Kevin mungkin ini gak bakal terjadi!" ujar Devano.
"Udah lah Van jangan kayak gini, stop salahin diri lu sendiri begini! Karena ini bukan kesalahan lu, yang namanya musibah kan gak ada yang tau Van!" ucap Rafi coba menenangkan Devano.
Rupanya wanita itu mendengar apa yang mereka ucapkan, ia langsung menyeka air matanya dan mendekati mereka berdua.
__ADS_1
"Maksudnya apa? Memangnya kamu yang sudah menyebabkan kakak saya meninggal?" ujar wanita itu menanyakan apa yang dia dengar tadi.
"Enggak enggak, kakak kamu mengalami kecelakaan murni dan gak ada sangkut pautnya sama Devano! Cuma memang saat kecelakaan itu terjadi, kakak kamu sedang menjalankan tugas dari Devano! Tapi itu gak menjadi alasan kalau Devano lah penyebab kematian kakak kamu!" jelas Rafi.
Wanita itu diam saja dan kembali ke jasad Kevin kakaknya yang sangat ia sayangi itu.
Devano pun menghampiri wanita itu karena merasa kasihan dengannya...
"Vanya, kamu jangan sedih terus ya! Insyaallah saya akan jadi pengganti Kevin di hidup kamu! Saya janji saya akan menebus kesalahan saya, karena Kevin meninggal saat sedang melaksanakan tugas dari saya!" ucap Devano.
"Kenapa harus kamu sih Van? Padahal selama ini aku udah berusaha untuk menjauh dari kamu, kenapa kita harus dipertemukan lagi dalam keadaan seperti ini?? Gimanapun juga aku gak mungkin bersama kamu lagi Vano.." gumam wanita itu yang ternyata benar Vanya.
Melihat Vanya hanya diam tanpa reaksi, Devano pun merasa tidak enak padanya.. Walau sebenarnya Devano juga masih bertanya-tanya mengapa wanita itu pergi meninggalkan dia saat itu.
...•••...
Hari sudah mulai gelap, belum ada tanda-tanda suaminya itu kembali untuk menjemputnya.
Ya Shella masih di rumah bersama Jenar yang kini merangkulnya dan berusaha menghibur anaknya itu.
Tampak Shella memang tidak sedang baik-baik saja, dia begitu mencemaskan suaminya yang tak kunjung memberi kabar padanya.
"Sesibuk apapun itu harusnya mas Vano kasih kabar dong ke aku Bu, emangnya dia gak mikir apa kalo istrinya tuh khawatir! Jangan-jangan mas Vano udah gak peduli lagi sama aku bu..!!" ujar Shella memanyunkan bibirnya.
"Hus jangan bilang gitu! Udah kamu tenang ya sayang, ibu yakin kok nak Vano gak mungkin begitu! Tunggu aja sebentar lagi Shella, siapa tau nak Vano lagi di jalan dan mau sampai kesini!" ucap Jenar.
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar yang langsung membuat Shella gembira dan mengeluarkan senyumannya.
Tok Tok Tok...
"Bu, kayaknya itu mas Vano deh! Biar aku aja ya yang buka pintunya.." ucap Shella kegirangan.
Shella pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu sambil tersenyum.
"Akhirnya kamu pulang juga mas-" ucapan Shella belum terselesaikan, ya bahkan wajahnya yang tadi gembira kini berubah emosi.
"Ngapain kamu kesini lagi sih??" tanya Shella dengan nada jutek dan tak mau menatap wajah Adrian.
__ADS_1
"Kok tiba-tiba kamu bete gitu? Aku kira tadi kamu seneng loh pas lihat aku dateng kesini, eh ternyata aku salah kamu malah jutek lagi!" ujar Adrian.
"Udah gausah basa-basi! Cepet jawab mau apa kamu kesini?? Perasaan aku udah pernah bilang kamu jangan datang lagi kesini kalau gak ada perlu!" ujar Shella masih dengan kejutekannya.
"Santai Shella, aku kesini ada perlu kok! Nih aku juga bawain pizza buat kamu sama semua orang disini!" ucap Adrian memberikan plastik berisi pizza.
"Makasih, yaudah pulang gih kan pizza nya udah aku terima!" ujar Shella langsung mengambil plastik pizza itu dari tangan Adrian.
"Haha segitunya kamu, aku kesini bukan cuma mau kasih itu aja Shella! Bolehin aku masuk dong!" ucap Adrian memelas tapi tak membuat Shella terharu.
Tiba-tiba Jenar keluar karena penasaran Shella tak kunjung masuk, ia juga kaget melihat yang datang adalah Adrian dan bukan Devano.
"Eh ternyata nak Rian yang datang, pantes aja kamu gak langsung masuk Shella.. Ada apa toh nak Rian kamu datang kesini? Terus Nadya mana, dia gak ikut sama kamu??" ucap Jenar.
"Iya tante saya kesini sendiri, eee tapi emangnya Shella sama tante ini nunggu siapa sih yang dateng?" tanya Adrian penasaran.
"Itu loh kita nungguin nak Vano kembali, soalnya udah dari pagi Shella ini nungguin suaminya balik tapi sampe sekarang belum datang-datang!" jawab Jenar dengan santainya membuat Shella menepuk jidatnya.
"Ohh gitu, yaudah tante saya mau izin bicara berdua sama Shella dulu boleh gak tan?" ujar Adrian.
"Boleh boleh kok, silahkan aja kalo mau bicara mah tapi sambil duduk soalnya kasian Shella berdiri terus takut kecapekan!" ucap Jenar memberi izin.
"Iya tante," ucap Adrian lalu duduk di kursi yang tersedia di luar rumah itu.
"Bu, ini tadi ada pizza dari Adrian katanya buat kita! Tolong sekalian ibu bawa ke dalam aja ya!" ucap Shella memberikan pizza itu pada Jenar.
"Wah maknyus ini mah, makasih ya nak Rian pizza nya!" ujar Jenar menampani pizza itu.
"Iya sama-sama tante, semoga suka ya!" ucap Adrian.
Lalu, Shella pun duduk di samping Adrian sedangkan Jenar masuk ke dalam membawa pizza itu.
"Apa yang mau kamu omongin?" tanya Shella dingin.
"Kasihan banget sih kamu Sel, baru nikah sehari aja udah ditinggal begini apalagi seterusnya.. Coba kamu nikahnya sama aku pasti awal-awal pernikahan kita aku bakal selalu ada disisi kamu!" ucap Adrian.
Shella hanya terdiam mendengar ucapan Adrian itu, dia juga tampak kecewa pada Devano yang tak kunjung kembali.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...