Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Nasi kuning


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 156


...•...


...•...


Hari telah berganti, pagi ini Shella bersama Laila tengah menyiapkan sarapan untuk mereka dan juga Devano tentunya.


"Kak Vano tuh emang begitu Sel, setiap hari dia bangunnya siang-siang terus... malah pernah tuh waktu itu sampe jam 8 baru bangun, padahal dia ada meeting di kantornya!" ujar Laila membicarakan kelakuan abangnya sambil membawa mangkuk berisi lauk untuk mereka sarapan.


"Hahaha, begitu ya ternyata? Tapi kok kemarin-kemarin pas tidur di rumah ibu gue sama di apartemen, mas Vano bisa bangun pagi banget ya? Malah gue sampe keduluan terus bangunnya sama dia..." ujar Shella yang diminta duduk saja di meja makan, karena Laila tak mau abangnya nanti marah-marah ke dia.


"Ohh hebat banget ya kak Vano kalo gitu, mungkin karena suasana ranjangnya beda kali! Jadi dia gak nyaman kalo tidur sampe siang, nah kalo disini kan udah dari kecil dia tinggal dan tidur disini jadinya udah nyaman banget tuh! Sampe gak mau bangun-bangun..." ujar Laila tertawa kecil, ia emang hobi banget ledekin abangnya dari belakang.


Shella yang baru tau tentang itu pun ikut tertawa dan menggelengkan kepalanya, tapi tak lama kemudian Devano malah turun dan menegur mereka berdua yang sedang asyik tertawa bersama-sama.


"Heh, ini pada ketawa-ketawa aja masih pagi juga! Ngetawain apaan sih emang?" ujar Devano yang baru bangun dari tidurnya, ia bahkan masih menguap sebelum duduk di samping istrinya.


"Ish kamu belum cuci muka ya mas? Jorok banget sih, dimana-mana tuh orang kalo bangun tidur ke kamar mandi dulu jangan langsung turun buat sarapan...!!" ujar Shella merasa heran pada suaminya karena kondisinya masih berantakan.

__ADS_1


"Nah ini salah satu kebiasaan kak Vano yang lainnya Sel, dia emang begini nih jorok banget! Setiap pagi pasti gak mau langsung ke kamar mandi kalau gak ada keperluan," ujar Laila yang langsung saja menyambar pembicaraan sepasang suami-istri itu.


"Heh heh, kalo soal ngejelekin gua semangat amat lu kayaknya! Mana ada gua sering begitu, baru kali ini ya gue gak cuci muka! Sebelumnya mah abis bangun gue langsung ke kamar mandi kali, cuma tadi kuping gue tuh panas karena kayaknya ada yang lagi ngomongin gue! Nah makanya gue turun kesini, eh ternyata bener kan kalian lagi ngomongin gue...!!" ujar Devano menyangkal ucapan Laila.


"Dih dih gak mau ngaku, lagian gapapa lah bang gue ceritain semuanya kelakuan lu biar Shella tuh tau banyak tentang lu! Kan kalian udah jadi suami-istri, jadi harus saling tau tentang kehidupan masing-masing..." ujar Laila tak mau kalah dari Devano.


"Ya tapi gak gitu juga lah, masa yang jelek-jelek lu kasih tau juga sih! Malu lah gue, kalo mau cerita ke Shella tentang gue itu yang baik-baik aja lah biar gue juga gak malu! Misalnya nih gue itu orangnya dermawan baik hati suka berbagi ke yang membutuhkan, nah itu baru gapapa dikasih tau ke Shella...!!" ujar Devano.


"Heleh baik hati apanya, orang lu aja sering banget marah-marah sama gue padahal gak ada sebab yang jelas...!!" ucap Laila sambil memutar bola matanya.


"Udah udah mas, La! Ini masih pagi loh masa udah ribut aja sih? Kita kan mau sarapan bareng bukan berantem, udah ya sekarang kita mulai makan aja keburu dingin nanti gak enak makanannya...!! Eee mas, kamu mau aku ambilin yang mana??" ujar Shella coba menenangkan adik-kakak yang sedang bertengkar itu, ia pun menawarkan sarapan ke suaminya untuk membuat suasana cair.


"Aku ambil sendiri aja honey, kamu kan juga harus makan nanti kelamaan kalo ambilin punya aku dulu..." ucap Devano yang langsung mengambil piring kosong dari tangan Shella, dengan sengaja ia juga mengecup kening istrinya itu membuat Laila merasa iri.


"Halah sok perhatian...!!" ujar Laila menyindir abangnya tapi tidak berani menatap wajah Devano, ia berpura-pura mengambil nasi sebagai pengalih perhatian.


"Iri? Makanya cepetan nikah...." ujar Devano menyindir balik adiknya itu sambil tersenyum lalu mengecup lagi istrinya bahkan merangkulnya di hadapan Laila.


Ya akhirnya mereka tetap sarapan bertiga, tapi Laila harus banyak-banyak beristighfar karena kelakuan Devano yang terus memancing kesabarannya.


...•••...


Disisi lain, Vanya baru selesai mandi dan merapihkan kasurnya... ia pun berniat mencari sarapan ke luar komplek karena merasa sangat lapar, apalagi sudah lama Devano tidak mengirimkan sarapan kepadanya lagi.


Vanya pun mengambil jaketnya untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan tanktop, tentu ia malas kalau harus mengganti pakaiannya hanya untuk membeli sarapan.


Setelah memakai jaket dan mengambil dompetnya, ia pun langsung menuju pintu depan untuk segera pergi.

__ADS_1


Namun, sungguh terkejut ia saat membuka pintu itu dan mendapati seorang pria tengah berdiri disana sambil tersenyum.


"Eh udah dibuka aja, padahal baru aku mau ketuk loh!" ujar pria itu dengan senyuman renyah di wajahnya.


"Loh, kamu kan...." ucap Vanya menggantung karena ia berusaha mengingat-ingat pria di hadapannya itu.


"Iya, aku Rafael anak buah pak Devano! Oh ya kamu mau kemana sih, kok keluar dari rumah?" ucap pria itu yang ternyata Rafael.


"Nah iya itu aku baru ingat, eee ini loh aku mau keluar sebentar cari sarapan! Kamu sendiri ada apa dateng ke rumah aku...??" ucap Vanya menjawab pertanyaan Rafael lalu melontarkan pertanyaan juga kepada pria itu.


"Ah pas banget kalo gitu, ini aku udah beliin kamu nasi kuning buat sarapan sama ada gorengannya juga... gimana kalo kita sarapan bareng?" ujar Rafael menunjukkan bungkusan yang ia bawa kepada Vanya.


"Eee... dalam rangka apa ya kamu beliin nasi kuning buat aku? Apa ini juga disuruh sama Devano??" tanya Vanya yang kebingungan.


"Ah enggak kok, ini inisiatif aku sendiri dan gak dalam rangka apa-apa sih! Kebetulan aja tadi aku lagi lewat deket sini terus ketemu tukang nasi kuning yang enak, jadi sekalian aja aku beliin buat kamu sarapan...!!" jawab Rafael.


"Ohh makasih banyak ya Raf, yaudah kalo gitu ayo masuk aja kita sarapannya di dalem!" ucap Vanya yang masih malu-malu, ia melebarkan pintunya mempersilahkan Rafael masuk tapi sambil terus menunduk.


"Iya," ucap Rafael singkat lalu melepas sepatunya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah gadis itu.


Setelah Rafael masuk, Vanya pun langsung menyusul pria itu tanpa menutup pintunya.


"Loh kok gak ditutup sih? Nanti ada kucing masuk aja..." ujar Rafael terheran-heran.


"Ah iya aku lupa maaf, sebentar ya aku tutup pintunya dulu! Kamu tunggu aja di meja makan duluan...!!" ucap Vanya tersenyum kemudian kembali ke depan menutup pintu, ia menghela nafasnya karena benar-benar merasa malu.


Setelahnya, Vanya pun menyusul Rafael ke meja makan dan menyiapkan nasi kuning yang dibeli oleh Rafael.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2