
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 152
...•...
...•...
Nadya masih berkeliling kota dengan mobilnya, ia tidak tau mau kemana saat ini karena sudah tak lagi bekerja dan masih ragu untuk menemui ibunya.
Tinnnn.... tiba-tiba saja ia kehilangan fokus karena asyik melamun, membuat mobilnya hampir saja menabrak sebuah mobil yang hendak masuk ke jalan raya.
"Huh huh... ya ampun hampir aja aku nabrak mobil orang, aduh pasti pemiliknya marah deh! Nadya Nadya kamu kenapa sih..??!!" ujar Nadya masih deg-degan dan nafasnya tidak beraturan karena hampir saja mengalami hal buruk.
Nadya pun turun dari mobilnya berniat meminta maaf pada pemilik mobil yang hampir ia tabrak tadi, namun ia sangat terkejut lantaran pemilik mobil itu adalah pria yang sebelumnya menyelamatkan dirinya yakni Yoga.
"Loh jadi kamu yang bawa mobil itu? Kamu kenapa sih Nadya, kok bawanya kayak gak fokus gitu? Bahaya loh kalo kamu bawa mobil gak fokus, nanti bisa nabrak..." ujar Yoga yang langsung mendekati Nadya.
"Maaf, aku lagi pusing aja karena banyak pikiran! Tapi kamu gapapa kan?" ujar Nadya dengan raut wajah merasa bersalah.
"Iya aku gapapa kok, cuma tadi agak syok aja hampir ditabrak sama mobil cewek cantik! Emangnya kamu tuh mau kemana sih? Kalo lagi pusing banyak pikiran itu mending jangan nyetir sendiri, kan ada calon suami kamu yang bisa antar kamu pergi..." ujar Yoga.
"Aku justru pusing karena dia, makanya aku mau coba refreshing keluar rumah! Sekali lagi aku minta maaf ya, ada yang lecet gak mobil kamu biar aku ganti sekalian??" ujar Nadya.
"Udah tenang aja aman kok, kalaupun ada yang lecet aku juga gak mungkin minta bayaran sama kamu! Oh ya kalo kamu mau kita cerita-cerita aja dulu di taman situ, siapa tau kamu bisa lebih tenang kalau curhat semua masalah kamu...!!" ucap Yoga memberi usul.
"Eee boleh deh, makasih ya Yog.... kalo gitu aku parkirin dulu mobil aku, nanti kita ketemu lagi di dalam!" ucap Nadya tersenyum kemudian diangguki oleh Yoga, ia pun langsung kembali ke dalam mobilnya begitu juga dengan Yoga.
__ADS_1
Mereka berdua sama sama memindahkan mobilnya menuju tempat parkir taman itu, setelahnya mereka kembali bertemu dan jalan bersama menuju ke dalam taman.
"Eh ada tukang batagor tuh, kayaknya enak kalo kita ngobrolnya sambil makan batagor! Kamu mau gak kira-kira?" ujar Yoga sambil menunjuk ke arah gerobak batagor yang berada di seberangnya.
"Hmm... boleh deh, kebetulan juga udah lama aku gak makan batagor!" ucap Nadya mengangguk sambil tersenyum.
"Oke, kalo gitu aku aja yang pesen kesana! Kamu tunggu aja di kursi, terus juga jangan keluyuran kemana-mana nanti diculik!" ujar Yoga sedikit bercanda untuk mencairkan suasana, benar saja Nadya pun terkekeh.
"Apa sih kamu? Siapa juga yang mau nyulik aku? Udah kamu tenang aja, aku tunggu disini kok! Oh ya punyaku nanti sausnya jangan banyak-banyak soalnya aku gak suka pedas!" ucap Nadya tertawa kecil.
"Iya siap, sebentar ya..." ucap Yoga tersenyum sambil menepuk lengan Nadya dan kemudian berjalan ke seberang menuju gerobak batagor.
Sementara Nadya berjalan sedikit ke arah kursi yang kosong di dekatnya, ia pun duduk disana menghela nafas sejenak sambil menunggu kedatangan Yoga dengan batagornya.
...•••...
Disisi lain, dokter yang menangani Devano telah keluar dari dalam ruang UGD... sontak Laila & Sadam langsung menghampirinya dan menanyakan kondisi Devano.
"Alhamdulillah, pasien sudah membaik dan bahkan sekarang sudah sadar! Kalau kalian berdua mau bertemu dengan pasien, silahkan saja masuk ke dalam!" jawab dokter itu.
"Terimakasih dok, ayo sayang kita masuk!" ucap Laila langsung bergembira dan mengajak Sadam untuk menemui Devano, Sadam pun mengangguk lalu mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu.
Begitu sampai di dalam, terlihat Devano memang sudah sadar dan tersenyum saat melihat adiknya datang kesana.
"Kak, lu kenapa sih bisa kayak gini? Siapa coba yang udah bikin lu sampai begini??" ujar Laila tampak histeris dan cemas.
"Hey udah udah, gausah panik gitu! Gue gapapa kok ini cuma luka kecil aja, lagian kalo kayak gini mah udah biasa bagi cowok! Tanya aja tuh pacar lu, pasti dia juga pernah berantem kan?" ujar Devano terkekeh.
"Ish kok malah ngomong gitu sih, gue tuh panik tau gak sih pas denger kabar lu..??!! Lain kali jangan pake berantem-berantem begini, gue kan sayang sama lu gue gak mau kehilangan lu bang!" ucap Laila.
"Ahaha lebay lu La, masa iya gue sampe mati cuma gara-gara dipukulin orang! Lagian nih ya gue itu kuat, jadi gak mungkin lah bisa mati gara-gara begituan doang...!!" ujar Devano.
"Ish tau ah, ngeselin banget sih lu bang!" ujar Laila menjauh dari tubuh abangnya dan memanyunkan bibirnya, sontak hal itu mengundang tawa bagi Devano & Sadam.
__ADS_1
"Dih malah pada ketawa, emang ya kalian tuh gak ada yang bener! Aku itu panik banget loh!" ujar Laila sambil melirik ke wajah Devano & kekasihnya dengan tatapan bete.
"Hahaha, begini nih Dam si Laila tuh emang sering banget ngambek kayak gini! Makanya lu kalau nanti sampe nikah sama dia, lu harus banyak-banyak sabar dah ngeladenin dia!" ujar Devano sambil tertawa kecil.
"Ahaha, iya bang selama pacaran juga saya udah sering ngalamin ini..." ujar Sadam mengangguk-angguk sambil terkekeh.
"Ish terus aja terus, ledekin aku aja terus! Tau gini mending aku gausah kesini tadi..!!" ujar Laila merasa jengkel dengan kelakuan pacar dan abangnya itu yang sama sama kompak meledek dirinya.
Lagi-lagi tawa Devano lepas melihat tingkah adiknya, ia sampai tak sadar kalau dirinya sedang luka-luka.
...•••...
Sementara itu, Shella masih menanti kabar dari suaminya karena sampai sekarang Devano tak kunjung memberi kabar padanya.
Shella berulang kali melihat keluar jendela barangkali suaminya datang, namun seperti awal tentu Devano tidak ada disana.
"Duh mas Vano kemana ya? Sampai sekarang aku belum dapet kabar dari dia, harusnya kan mas Vano kabarin aku gitu supaya aku gak cemas kayak gini...!!" gumam Shella.
Saat Shella menutup kembali gorden jendelanya, ia syok karena ibunya tengah berdiri memperhatikan dirinya.
"Ish ya ampun ibu, aku kaget tau! Ibu ngapain sih berdiri disini kayak gitu??" ujar Shella terkejut sambil memegangi dadanya.
"Iya maaf ya sayang, ibu cuma heran aja sama kamu dibilanginnya susah banget sih! Kan ibu udah bilang sama kamu duduk aja disitu dulu jangan kemana-mana! Eh ini malah berdiri aja di depan jendela, kamu ngeliatin apa sih? Awas loh nanti kalo ada kilat lagi kamu bisa kesamber kan bahaya...!!" ujar Jenar.
"Aku tuh nungguin mas Vano pulang Bu, ini udah lewat tengah hari loh dan mas Vano masih belum pulang juga.... aku jadi khawatir kalau mas Vano mau tinggalin aku Bu, soalnya hp nya aku hubungin juga gak aktif!" ucap Shella tampak sedih.
"Hus gak boleh ngomong gitu ah! Devano gak mungkin ninggalin kamu, dia pasti pulang kok nanti tunggu aja..!! Udah yuk sekarang mending kamu tunggunya di kamar aja sambil istirahat, jangan berdiri terus disini nanti yang ada kamu kecapekan!" ucap Jenar kemudian merangkul anaknya itu.
Shella manggut-manggut saja menurut pada ibunya, ia berjalan sedikit terpincang karena kakinya masih terasa sakit.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1