
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 307
...•...
...•...
"Hey, tunggu!" ucap Devano sambil menepuk pundak salah seorang pria tersebut.
Sontak kedua orang itu menghentikan langkah mereka dan terlihat gugup saat Devano mengejar mereka disana, Devano terus menatap wajah mereka satu persatu yang ditutupi masker serta kacamata hitam termasuk wanita di tengah-tengah itu.
"Siapa kalian?" tanya Devano.
Mereka tampak gugup dan bingung mungkin berkeringat dingin melihat Devano berdiri tepat di hadapan mereka menghalangi jalan mereka, keduanya saling menatap meminta jawaban untuk apa yang harus mereka lakukan sekarang.
Devano mengarahkan pandangan ke sosok wanita yang ada di tengah-tengah kedua pria itu, ia seperti mengenali bentuk tubuh wanita itu dan tak asing pula dengan heels yang dikenakannya, apalagi wanita itu seperti tengah pingsan.
"Kamu, kenapa saya baru sekarang ini ngeliat cleaning service yang mukanya seperti kamu?" ucap Devano mencolek seorang yang berseragam cleaning service itu.
"Eee...."
"Maaf pak, kami harus pergi!" potong orang di sebelahnya yang tak lain adalah Arga.
Arga langsung melangkah maju membawa Shella untuk segera pergi dari sana demi bisa menghindari Devano yang terus mencecarnya, akan tetapi Devano tak membiarkan mereka pergi begitu saja karena ia yakin sekali ada yang tidak beres dengan mereka.
"Mau kemana?" tanya Devano.
"Minggir pak, kita harus cepat!" ujar Arga.
"Jelaskan dulu ke saya, apa yang terjadi sama wanita ini dan kenapa kalian harus memakai masker serta kacamata hitam begini?" tanya Devano.
"Sial, bisa-bisa rencana gue gagal!" batin Arga.
Devano masih tak memberikan jalan kepada mereka untuk pergi dari sana, entah mengapa ia seperti memiliki ikatan dengan sosok wanita yang dibawa oleh kedua pria tersebut. Namun, ia masih belum yakin apakah itu benar Shella atau bukan.
"Vano!"
Tak lama kemudian, Viona datang menyusul Devano lalu melihat kedua pria yang ada di dekat Devano itu. Ia mengenali sekilas wajah salah seorang pria itu dan tahu betul kalau itu adalah Arga, ia sangat yakin kalau dugaannya itu tidak salah.
__ADS_1
"Arga?" ucap Viona.
Sontak Arga & Leo langsung panik ketika Viona datang dan menyebut nama Arga di dekat Devano, tentu saja mereka berdua sama-sama bingung harus apa saat ini untuk bisa lepas dari kedua orang tersebut.
Devano menatap Viona merasa heran saat gadis itu menyebut nama seseorang sembari menatap salah satu pria disana, ia penasaran apakah Viona mengenali mereka atau tidak dan coba bertanya langsung pada gadis tersebut.
"Viona, kamu kenal mereka?" tanya Devano.
"Iya, aku yakin dia ini Arga!" jawab Viona.
"Siapa itu Arga?" tanya Devano lagi.
"Laki-laki yang dekat denganku, tapi aku gak tahu untuk apa dia datang kesini!" ucap Viona.
Bughh...
"Aaaaa!!"
Arga menendang Devano hingga pria itu terhuyung ke belakang lalu juga mendorong Viona dan pergi dari sana membawa Shella diikuti oleh Leo asistennya, ia bergegas untuk keluar dari sana dan menjauhi Devano serta Viona.
"Hey, jangan kabur! Kalian, cepat kejar dia!" teriak Devano sembari memerintahkan karyawannya.
"Baik, pak!"
Sementara Devano kini menghampiri Viona dan membantu gadis itu, ia khawatir terjadi sesuatu pada Viona karena tadi didorong cukup keras oleh Arga sampai hampir terjatuh.
"Kamu gapapa?" tanya Devano sambil memegangi tubuh Viona.
"Gak kok, emang kenapa kamu mau kejar mereka?" ucap Viona heran.
"Aku punya firasat, kalau wanita yang dibawa mereka itu Shella istri aku!" ucap Devano.
"Hah??"
•
•
Arga & Leo masih terus berusaha kabur dari sana dengan membawa Shella dalam dekapan mereka, namun banyaknya karyawan yang mengejar mereka termasuk satpam yang diminta menahan jalan mereka membuat kedua orang itu kebingungan.
"Heh, mau kemana kalian?" ujar satpam disana.
Sontak Arga & Leo menghentikan langkah mereka karena di depan sana sudah ada 3 security yang mencegah jalan mereka, tentu saja Arga tampak kebingungan tak tahu harus bagaimana saat ini untuk bisa menghindari security itu.
"Bos, gimana nih?" bisik Leo.
__ADS_1
"Jangan tanya saya! Nanti saya tanya siapa kalo kamu tanya saya!" ujar Arga.
"Woi berhenti!" teriak para karyawan Devano dari arah belakang.
Ya saat ini Arga & Leo sudah dikepung oleh mereka dari berbagai arah dan menyulitkan tentunya bagi kedua pria tersebut untuk bisa melarikan diri, apalagi tampak Devano serta Viona juga sudah bangkit menyusul keduanya.
"Cepat serahkan wanita itu pada saya!" ujar Devano.
Arga yang panik kini mulai kehilangan akal sehingga ia tidak dapat berpikir dengan jernih, sang asisten yakni Leo juga sama dengannya tak bisa memikirkan apa rencana selanjutnya yang harus mereka lakukan sekarang karena sudah dikepung begini.
"Kenapa diam? Cepat serahkan atau saya akan melaporkan anda ke polisi!" bentak Devano.
"Arga, ayo lepaskan wanita itu!" ucap Viona.
Rasa panik semakin mencuat di dalam tubuhnya, membuat Arga tak perduli lagi dengan Shella yang saat ini sudah bersamanya. Ia memilih melepaskan Shella agar bisa kabur dari sana, tentu ia tak mau jika harus masuk penjara.
Arga pun mendorong tubuh Shella dengan kencang hingga wanita itu hampir saja terjatuh ke lantai, beruntung Devano segera bergerak dan berhasil menangkap tubuh istrinya dengan cepat sehingga Shella selamat dari terjatuh.
Arga & Leo berlari kencang kabur dari rombongan orang-orang yang mengepungnya, 3 security yang berjaga di depan bahkan dapat mendorong mereka hingga ketiganya terjatuh begitu saja ke lantai dan mereka pun bisa lepas dari sana.
"Woi tunggu!" teriak salah seorang satpam.
"Sudah pak, biarkan mereka!" ujar Devano melarang satpam itu untuk mengejar Arga & Leo.
"Baik, pak!"
Devano yang saat ini tengah mendekap tubuh seorang wanita bisa merasakan betul kalau ia sedang bersama istrinya, benar saja setelah ia membuka masker serta kacamata wanita itu yang terlihat adalah wajah Shella alias istrinya.
"Honey!" ujar Devano panik dan langsung memegangi wajah istrinya.
Viona yang melihat itu tampak cemburu karena ia sebenarnya mencintai Devano dan ingin bisa bersama pria tersebut, namun ia coba menjaga sikap di depan Devano serta para karyawannya agar tidak ada yang menganggap dirinya buruk.
"Honey, bangun honey!" ucap Devano berusaha membangunkan istrinya yang pingsan.
"Vano, kita bawa istri kamu ke dalam dulu! Kayaknya dia lagi kena pengaruh obat bius, makanya dia gak bisa dengar suara kamu!" ucap Viona.
"Ya, kamu benar!"
Devano pun langsung menggendong tubuh istrinya lalu membawanya ke lift untuk menuju ruang kerjanya, ia juga memerintahkan para karyawannya kembali bekerja sekaligus mengucapkan terima kasih karena sudah membantunya tadi.
Sementara Viona juga mengikuti pria itu dari belakang walau ia merasa cemburu dengan Devano yang mencemaskan istrinya, banyak pula pasang mata yang menatapnya sinis tak suka namun Viona tidak menghiraukan itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1