
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 304
...•...
...•...
Devano menunggu di luar tepatnya di depan ruangannya sendiri sesuai kemauan sang istri yang memintanya untuk keluar tadi, ia pun duduk pada bangku yang sudah tersedia dan bersandar sembari meluruskan kakinya ke lantai.
Ia menggunakan dua tangannya sebagai bantalan untuk bersandar di dinding yang dingin, namun hatinya seketika tidak tenang karena penasaran apa yang hendak dibicarakan oleh istrinya di dalam sana bersama Novi.
Ingin sekali rasanya ia mendengarkan apa yang sebenarnya dibicarakan istrinya, namun ruangan itu sudah didesain kedap suara sehingga ia tak bisa mendengar apapun dari dalam sana walau ia sudah menempelkan telinganya ke tembok.
"Hadeh, kira-kira Shella ngomong apa ya sama Novi di dalam?? Saya jadi penasaran begini, semoga deh mereka gak sampai berantem!" ujar Devano cemas.
Sangking khawatirnya, Devano sampai mondar-mandir duduk dan berdiri begitu terus sembari menggigit jari telunjuknya karena gatal sekali ingin mendengar pembicaraan mereka, tapi apa boleh buat ia tak bisa melakukan apapun.
"Duh duh duh... saya kok cemas begini, ya? Rasanya saya gak bisa tenang kalau belum tahu mereka bicarain apa di dalam, gimana ya caranya supaya saya bisa dengerin?" ujar Devano bingung.
Setelah mondar-mandir gak jelas dan terus memukul dahinya sendiri, akhirnya Devano yang sangat penasaran memilih untuk membuka sedikit pintu ruangannya supaya pembicaraan Shella serta Novi di dalam bisa ia dengar walau samar-samar.
Dengan perlahan Devano menarik gagang pintu lalu membukanya sedikit, ia deg-degan khawatir kalau istrinya tahu ia sedang berusaha menguping pembicaraan mereka, dan benar saja ketika Devano membuka matanya yang dilihat adalah sang istri yang tengah berdiri di depannya.
"Mas, mau ngapain?" tanya Shella membungkuk.
"Hah? Gak kok, aku cuma..."
"Aku bilang tunggu diluar, mas! Jangan kepoan deh jadi orang, sana tunggu dulu sebentar!" ucap Shella.
"Hehe, iya iya...."
__ADS_1
Devano yang gagal menguping karena ketahuan memilih kembali duduk di depan sekaligus berharap saja agar istrinya tidak mengamuk di dalam, namun lagi-lagi ia tidak bisa hanya duduk tenang karena pikirannya selalu terbayang akan keributan antara Shella dengan Novi.
"Haish... kalau begini terus saya bisa makin pusing! Lebih baik saya menjauh aja dari sini, supaya gak kepikiran terus!" ujar Devano.
Devano pun memilih bangkit dari duduknya lalu pergi mengelilingi area kantornya sekaligus mengecek kinerja para karyawan disana, ia melakukan itu agar tak kepikiran terus dengan istrinya yang sedang berbicara dengan Novi di ruangannya.
Bahkan sangking gabutnya dan bingung gak tahu mau kemana lagi, Devano sampai bolak-balik masuk keluar kamar mandi untuk mengisi waktunya selagi menunggu sang istri selesai bicara dengan Novi, terhitung mungkin sudah 5 kali ia melakukan itu.
•
•
Sementara Shella kini kembali duduk di sofa mendekati Novi setelah memastikan suaminya tak lagi menguping di depan pintu, walau ia masih saja melihat ke arah pintu untuk berjaga-jaga kalau suaminya itu masih berada disana.
"Novi, kita mulai bicara ya?" ucap Shella.
"Umm... baik Bu, memangnya apa lagi yang mau ibu bicarakan dengan saya? Apa ibu masih belum percaya dengan penjelasan saya tadi?" ucap Novi.
"Kamu tenang aja, saya percaya kok kalau kamu memang tidak menyukai suami saya dan semua foto ini memang sengaja diambil lalu dikirim ke saya untuk membuat hubungan saya dengan mas Vano jadi hancur!" ucap Shella tersenyum.
"Tidak perlu terimakasih, justru harusnya saya yang minta maaf sama kamu karena sudah menuduh kamu yang tidak-tidak..." ucap Shella.
"Gapapa Bu, wajar kok seorang istri seperti itu!" ucap Novi.
"Baguslah, sekarang saya boleh minta tolong satu hal sama kamu??" tanya Shella.
"Boleh Bu, memangnya ibu mau minta tolong apa sama saya?" ucap Novi penasaran.
Shella tersenyum lalu membetulkan rambutnya sembari bersandar ke belakang, ia pun mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang berupa kertas atau bisa dibilang surat, ia menjulurkan surat itu ke hadapan Novi.
"Kamu bisa baca surat ini...." ucap Shella.
"Baik, Bu!"
Novi pun mengambilnya dari tangan Shella lalu membuka kertas itu dan membacanya, seketika ia tersenyum begitu menyelesaikan bacaannya lalu menatap Shella dengan wajah cerah, Shella pun membalas senyum Novi saat itu juga.
"Jadi Bu Shella ini lagi hamil?" tanya Novi.
__ADS_1
"Iya benar," jawab Shella manggut-manggut.
"Wah selamat ya, Bu! Semoga ibu sehat selalu dan bayi di dalam kandungan ibu juga bisa diberi kesehatan sampai waktunya lahir nanti!" ucap Novi.
"Aamiin, terimakasih doanya Nov!" ucap Shella.
"Sama-sama Bu, lalu apa yang bisa saya bantu untuk ibu?" tanya Novi penasaran.
"Eee.... begini, jadi saya tuh mau kasih kejutan buat suami saya dalam ulang tahunnya nanti! Makanya sampai sekarang saya juga belum kasih tau tentang kehamilan saya ke dia, rencananya sih kejutan itu mau saya buat di kantor ini!" jawab Shella.
"Nah saya perlu bantuan kamu selalu sekretaris mas Vano buat mengkordinir dan mempersiapkan kejutan itu, kamu bersedia kan?" sambungnya.
"Tentu saja Bu, saya pasti bisa bantu! Ibu tinggal katakan saja apa yang bisa saya lakukan, nantinya saya juga akan meminta bantuan pada yang lainnya untuk menyiapkan pesta kejutan ulang tahun pak Vano!" ucap Novi.
"Alhamdulillah, begini Nov...."
...•••...
Disisi lain, Arga baru mendapat informasi dari anak buahnya kalau Shella & Devano sedang berada di kantor dan terlihat mesra ketika jalan bergandengan memasuki kantor itu, tentu saja Arga sangat emosi dan kebingungan bagaimana bisa hubungan Shella & Devano baik-baik saja malah bertambah romantis, padahal ia sudah mengirimkan foto-foto itu.
"Aaarrgghh, sial...!!" teriak Arga keras sembari melemparkan semua bola billiar dari atas meja.
Leo yang juga ada disana terkejut karena suara teriakan bosnya serta bola-bola yang menggelinding jatuh ke lantai itu, seketika ia menutup telinga karena tak tahan dengan amukan bosnya tersebut dan juga untuk mencegah telinganya agar tidak pengang.
"Gimana caranya mereka malah tambah romantis? Pelet apa yang dipakai sama Devano sampai Shella segitunya cinta sama dia??" ujar Arga geram.
"Bos bos... kan udah saya bilang, jangan seneng dulu kalau belum tahu reaksi aslinya Shella! Kan sekarang bos jadi kesel sendiri karena ternyata reaksinya gak sesuai ekspektasi bos, gak percaya sih sama saya!" ujar Leo.
"Heh, diam kamu! Jangan bikin saya tambah emosi!" bentak Arga emosi.
"Iya iya, saya diam! Sekarang gimana rencana bos yang selanjutnya??" ujar Leo.
Arga terdiam dengan tangan terkepal dan memalingkan wajahnya dari asistennya itu, sedangkan Leo berusaha membantu bosnya memikirkan cara yang tepat agar semua keinginan Arga bisa terwujud.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1