
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 167
...•...
...•...
Keesokan harinya, Shella telah kembali pulang diantar oleh suaminya yakni Devano ke rumahnya.
Laila yang telah dikabari oleh Devano bahwa Shella akan pulang pun langsung turun ke bawah menyambut mereka berdua.
"Shella...." ucap Laila memanggil nama Shella sambil berjalan mendekatinya dengan terpincang-pincang karena kakinya masih terasa sakit.
Shella & Devano yang melihat cara jalan Laila itu langsung terkejut karena sebelumnya gadis itu baik-baik saja dan tidak kenapa-kenapa.
"Loh La, lu kenapa kok pincang gitu?" tanya Devano saat adiknya itu sudah berada di dekatnya.
"Ini gara-gara jatuh kemarin bang, tapi udah gapapa kok!" jawab Laila.
Gadis itu langsung berlutut di hadapan Shella yang masih duduk di kursi roda, ia menangis sesegukan secara tiba-tiba membuat Devano serta Shella terkejut sekaligus heran.
"Shella, maafin gue ya! Gara-gara gue lu jadi kayak gini dan sampai kehilangan anak lu, harusnya kemarin gue gak minta tolong sama lu Shella! Sekali lagi tolong maafin gue, gue ikhlas kok kalo lu mau hukum gue..." ucap Laila memohon-mohon sambil menggenggam tangan Shella dan menangis disana.
Shella malah kebingungan dan menatap wajah suaminya seperti meminta saran, namun Devano malah menarik tangan Laila agar gadis itu bangkit dan tidak berlutut lagi.
"Lu apa-apaan sih La? Udah ah gausah kayak begitu segala! Ini semua kecelakaan gak ada yang salah dari kejadian ini, jadi lu gak perlu sampe kayak gitu apalagi minta maaf! Gue sama Shella juga gak salahin lu kok!" ucap Devano.
"Tetep aja bang gue ngerasa bersalah, kalau aja kemarin gue gak minta tolong sama Shella mungkin ini semua gak akan terjadi...!!" ucap Laila masih menangis.
Devano langsung memeluk adiknya itu untuk menenangkannya, ia mengusap-usap punggung Laila seraya berkata di telinganya kalau semua ini bukanlah kesalahannya.
"Lu gak salah La, yang namanya takdir pasti akan terjadi walaupun kita berusaha sekeras mungkin untuk menghindarinya! Udah ya jangan salahin diri lu sendiri terus, jadikan aja ini pelajaran buat kita untuk lebih berhati-hati ke depannya...!!" ucap Devano.
"Iya kak, hiks hiks...." ujar Laila.
Devano melepas pelukannya lalu menyeka air mata yang membasahi pipi adiknya itu, Shella tersenyum melihat keharmonisan adik kakak tersebut.
__ADS_1
"Mulai hari ini, akan datang 2 orang pekerja untuk membereskan rumah ini! Jadi lu gak perlu repot-repot lagi buat nyapu, ngepel atau yang lainnya lah..." ucap Devano.
"Iya bang," ucap Laila kini bisa tersenyum dan juga mengelap sisa-sisa air matanya yang masih menempel di pipi.
"Nah kamu juga jadi ada yang jagain honey, supaya kamu bisa lebih hati-hati lagi! Yaudah yuk aku antar kamu istirahat di kamar!" ucap Devano mendekati wajah istrinya.
Shella manggut-manggut saja menuruti perkataan suaminya, Devano pun langsung mendorong kursi roda istrinya dibantu juga oleh Laila walau Devano sudah melarangnya.
Saat hendak menaiki tangga, Devano langsung saja menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar.
Sementara Laila menunggu di sofa sambil bermain ponsel karena tak mungkin ia ikut ke atas bersama mereka berdua.
Sesampainya di kamar, Devano meletakkan tubuh Shella di atas kasur dan membalutnya dengan selimut.
"Kamu istirahat dulu ya honey, kalau kamu mau apa-apa telpon aku aja! Aku pasti bakal langsung kesini dan bantuin kamu..." ucap Devano mengelus lembut kepala Shella.
"Iya mas, kamu gak ke kantor?" tanya Shella.
Mendengar kata kantor membuat Devano baru teringat kalau kondisi perusahaannya saat ini masih diambang kebangkrutan, namun karena keguguran istrinya membuat ia lupa akan itu semua.
"Oh ya gimana sama perkembangan perusahaan sekarang ya? Udah lama gue gak aktifin hp, pasti Novi cariin gue..." gumam Devano yang mendadak terdiam.
Melihat suaminya diam saja, Shella penasaran dan langsung melontarkan pertanyaan kepada Devano.
"Kamu kenapa sih mas? Kok aku tanya begitu langsung diam gitu?" tanya Shella.
"Iya mas," ucap Shella pelan sambil manggut-manggut.
Devano pun menaikkan selimut menutupi sampai dada Shella, setelahnya ia kembali memberi kecupan di kening istrinya itu dan barulah ia keluar dari kamar.
•
•
Saat di bawah, Devano mengambil ponselnya yang tadi ia taruh di atas meja dekat sofa.
"Shella lagi tidur bang?" tanya Laila yang duduk di sofa dan berkutat dengan ponselnya.
"Enggak, cuma gue suruh istirahat aja! Tapi kalo ngantuk palingan dia tidur sendiri..." jawab Devano kemudian menyalakan ponselnya.
"Ohh..."
Devano pun langsung mengecek ponselnya dan benar saja banyak sekali mis call dari Novi saat ia mematikan ponselnya itu.
__ADS_1
"Tuh kan bener, kira-kira ada apa ya di kantor? Gue coba telpon balik aja deh..." gumam Devano.
Ia pun mencoba untuk menghubungi Novi dengan ponselnya karena penasaran dengan kondisi kantor saat ini.
📞"Halo Nov, maaf kemarin istri saya kena musibah dan saya terpaksa mematikan ponsel karena harus fokus menanganinya... ada apa ya kamu telpon saya?" ucap Devano.
📞"Iya pak tidak apa-apa, saya cuma ingin memberi kabar kalau ada seseorang yang menawarkan bantuan untuk perusahaan pak! Beliau ingin membantu mengurangi hutang perusahaan pak...!!" jelas Novi.
📞"Oh ya? Kabar bagus dong, siapa orang itu dan dari perusahaan mana dia...??" tanya Devano dengan raut wajah gembira.
📞"Beliau pak Adrian pak dari PT. Kilau Bagaskara...." jawab Novi.
Sontak raut kegembiraan di wajah Devano tadi berubah menjadi kekesalan ketika ia mendengar nama Adrian.
📞"Adrian? Yasudah terimakasih infonya Nov, soal ini biar saya yang urus... tapi kamu tetap usaha cari investor lain untuk membantu perusahaan kita!" ucap Devano.
📞"Baik pak...!!" ucap Novi.
Devano langsung menutup teleponnya dan memikirkan mengapa Adrian mau membantu perusahaannya yang diambang kebangkrutan itu, pikirannya langsung tertuju pada ambisi Adrian yang ingin merebut Shella darinya.
"Ini pasti salah satu rencana Adrian untuk merebut Shella dari gue, sampai kapanpun gue gak akan berikan Shella ke dia...!!" gumam Devano.
Sementara itu, Laila yang tengah membuka sosmed nya tiba-tiba menemukan berita mengenai kecelakaan mobil masuk danau pada malam kemarin.
Laila penasaran dan membaca lengkap berita tersebut, ia kaget saat mengetahui si pengemudi mobil berinisial NAL meninggal di tempat setelah terkurung dalam mobil itu.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un...." ucap Laila reflek saat membaca berita tersebut.
Devano yang berada di depannya pun kaget saat adiknya mengucap itu.
"Hah lu kenapa La? Siapa yang meninggal?" tanya Devano yang langsung mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.
"Ohh ini bang semalam ada kecelakaan mobil, kasian banget mobilnya sampai masuk ke danau dan pengemudinya meninggal di tempat!" jawab Laila.
"Innalilahi... mana coba beritanya?" ujar Devano.
"Nih bang," ucap Laila kemudian memberikan ponselnya pada Devano agar abangnya itu bisa membaca beritanya.
"Korban berinisial NAL alias Nadya Lestari ditemukan dalam kondisi meninggal subuh tadi saat tim melakukan evakuasi..." ucap Devano saat membaca berita tersebut.
Sontak Devano langsung merasa tidak asing dengan nama korban tersebut, ya benar ia teringat pada saudara kembar Shella yang bernama sama.
"Nadya? Apa jangan-jangan...."
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...