
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 219
...•...
...•...
Rafael masih telponan dengan Vanya, ia cukup heran mendengar Vanya yang seperti kaget setelah ia mengatakan kalau Devano menyuruhnya mencari orang bernama Adrian Bagaskara.
📞"Iya benar, kenapa sih? Kamu kenal sama dia?" tanya Rafael penasaran pada gadisnya.
📞"Eee enggak sih, aku cuma reflek aja biar kayak di sinetron-sinetron gitu..." jawab Vanya nyengir.
📞"Hadeh ya ampun, aku kira kamu kenal loh! Tadinya aku mau minta bantuan kamu buat temuin dia, tapi gapapa biar aku lanjut cari sendiri aja!" ucap Rafael menepuk jidatnya.
📞"Hehe, yaudah semangat ya Raf buat jalanin tugasnya! Aku mau cari makan dulu, nanti kalo kamu udah selesai jangan lupa kabarin aku ya!" ucap Vanya.
📞"Gak ah, ngapain kabarin kamu?" ujar Rafael.
📞"Ohh, ya yaudah gapapa sih..." ucap Vanya.
📞"Hahaha, becanda kok manis! Iya iya aku pasti kabarin kamu lagi nanti, yaudah ya aku harus kerja lagi takut dimarahin pak Vano nanti!" ucap Rafael.
📞"Oke, see you!" ucap Vanya.
📞"Iya,"
Setelah telpon terputus, Rafael kini mencari nomor kontak temannya untuk meminta bantuan dalam menemukan keberadaan Adrian. Tentu Rafael memerlukan bantuan karena mencari Adrian bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, berkali-kali ia sudah mencobanya tadi tetapi gagal.
"Nah ini dia nomernya, semoga aja dia masih aktif terus bisa bantu gue buat temuin Adrian!" batin Rafael menatap layar ponselnya.
Akhirnya pria itu menghubungi nomor temannya yang sudah lumayan lama tidak berhubungan dengannya, ia berharap-harap cemas agar telponnya itu diangkat oleh temannya. Namun, setelah menunggu lama tiba-tiba malah muncul suara dari operator yang mengatakan kalau nomornya tidak bisa dihubungi karena sedang sibuk.
"Duh kok gak bisa ditelpon sih?" batin Rafael.
Rafael pun mencari cara lain dengan mengirim pesan ke nomor sahabatnya itu, ia berharap nantinya temannya akan membaca pesan itu dan bisa membantu dirinya mencari Adrian. Setelah mengirim pesan, Rafael berusaha kembali mencari-cari keberadaan Adrian dengan berbekal informasi yang diberikan Devano.
__ADS_1
Usaha demi usaha terus ia lakukan, namun semuanya masih saja gagal dan ia belum bisa mendapatkan informasi apa-apa tentang keberadaan Adrian saat ini. Tentunya itu membuat Rafael sedikit frustasi dan garuk-garuk kepala, ia bingung harus melakukan apa lagi saat ini karena semua cara yang ia lakukan selalu gagal.
"Adrian kayaknya udah antisipasi ini semua, makanya gue gak bisa lacak keberadaan dia lewat data-data yang dikasih sama pak Vano! Kayaknya gue harus coba cari dia pake cara lain... tapi apa?" batin Rafael kebingungan mengusap wajahnya kasar.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering sejenak karena ada pesan masuk. Rafael pun dengan sigap mengambil ponselnya lalu tampak sumringah karena temannya tadi membalas pesan darinya.
"Huh akhirnya dia bales juga..." batin Rafael.
Tanpa berlama-lama lagi, Rafael langsung membuka dan membaca isi pesan dari temannya tersebut. Wajahnya langsung syok karena temannya membalas dengan mengirim sebuah lokasi.
"Loh, ini lokasi siapa?"
...•••...
Sementara itu, Devano beserta istri & adiknya sampai di rumah dan Laila langsung pamit ke kamarnya karena ia merasa tubuhnya sudah lengket. Devano pun mengiyakannya karena tak mungkin juga kalau ia melarang adiknya untuk mandi, buat apa coba.
"Bang, gue ke kamar duluan ya! Badan gue udah lengket banget, lagian kalo abis dari kuburan kan kita harus cepet-cepet mandi!" ucap Laila.
"Iya, yaudah sana!" ucap Devano singkat.
Laila pun berjalan pergi menuju kamarnya meninggalkan sepasang suami-istri itu disana, Devano kini memandangi wajah istrinya dan satu tangannya mulai menyentuh dagu sang istri.
"Mau ngapain, mas?" tanya Shella tersenyum.
"Ahaha, ya masa gak boleh sih mas! Tapi yakin cuma mau dilihatin aja, gak mau diapa-apain juga?" ujar Shella memancing suaminya berbuat lebih.
"Ya iya, soalnya kalo dimakan gak enak! Aku kan masih normal belum kanibal..." ujar Devano.
"Ish gak gitu maksudnya, mas!"
"Hehe..."
Devano malah nyengir lalu kedua tangannya mencengkram wajah sang istri, ia memajukan wajahnya sedikit sambil tak melepaskan pandangannya dari Shella. Wanita itu merasakan hawa aneh di tubuhnya saat sang suami menatapnya seperti itu, namun ia tetap fokus memandang wajah suaminya sembari membelai lembut bibir Devano.
"Kamu mau?" tanya Devano menggoda istrinya.
Shella tampak malu-malu tapi akhirnya mengangguk juga, Devano pun tersenyum mesum melihatnya. Ia semakin mendekatkan wajahnya ke arah bibir mungil milik Shella, sang istri pun telah memberi izin dengan memejamkan matanya bersiap menyambut datangnya bibir sang suami.
Namun, suasana mereka hancur begitu saja saat ponsel milik Devano berdering. Ya mereka pun gagal menikmati bibir masing-masing karena itu, Shella tampak kecewa begitupun Devano.
"Sebentar ya, honey! Aku angkat telpon dulu, ini dari Rafael kayaknya penting..." ucap Devano.
"Iya, mas!"
__ADS_1
Devano pun mengangkat telepon itu di depan Shella karena tak perlu lagi ada yang ditutupi dari istrinya tersebut.
📞"Halo, gimana Raf?" tanya Devano penasaran.
📞"Ada kabar gembira, bos! Saya udah berhasil lacak keberadaan Adrian melalui bantuan teman saya, lalu sekarang apa yang harus saya lakukan?" ucap Rafael.
📞"Oh ya? Syukurlah, tidak sia-sia saya meminta bantuan kamu untuk mencari Adrian! Oke, sekarang kamu kirim lokasinya ke saya supaya saya bisa datangi dia dan tangkap penjahat itu!" ujar Devano.
📞"Baik, pak! Secepatnya akan saya kirim lokasi keberadaan Adrian ke handphonenya anda, kalo gitu saya izin matikan telponnya ya pak!" ucap Rafael.
📞"Ya, terimakasih Rafael!" ucap Devano.
📞"Sama-sama, pak!"
Devano pun tampak kegirangan setelah mendapat kabar dari Rafael kalau pria itu berhasil menemukan lokasi Adrian sekarang, ia sampai reflek mengucap kata yes sembari mengepalkan tangannya.
"Mas, kamu kenapa sih?" tanya Shella terheran-heran.
"Eh, hehe gak kok! Aku cuma seneng aja karena Rafael berhasil temuin lokasi Adrian, jadi sebentar lagi aku bakal tangkap dia dan jeblosin dia ke penjara!" jawab Devano nyengir.
"Wah Alhamdulillah deh, mas... aku ikut bahagia dengernya, semoga bener ya mas Drian bisa cepat dibawa ke kantor polisi dan ditahan disana!" ucap Shella tersenyum manis.
"Iya,"
Devano menatap wajah istrinya, dengan sigap ia langsung maju menyergap tubuh sang istri dan mendekapnya erat. Tak mau berlama-lama lagi, Devano langsung melumatt bibir istrinya dengan rakus layaknya orang kelaparan.
Ia menyesap setiap sudut bibir Shella sembari menggigitnya pelan, lidahnya mulai menelusup ke dalam rongga mulut dan menari-nari disana.
Tliingg...
Suara pesan masuk di ponsel Devano menghentikan aksi mereka itu, ia mengeceknya dan ternyata itu pesan dari Rafael yang mengirimkan lokasi keberadaan Adrian padanya.
"Siapa, mas?" tanya Shella.
"Rafael, dia kirim lokasi Adrian!" jawab Devano.
Disaat Devano hendak mencium kembali istrinya, Intan malah datang mengacaukan suasana.
"Misi tuan, nyonya! Saya bawain minuman..." ucap Intan yang datang membawa minuman untuk majikannya itu.
Devano pun hanya tersenyum menggelengkan kepalanya lalu mengecup kening Shella dan membelai rambut istrinya itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...