Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ruangan baru


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 249


...•...


...•...


Devano telah kembali bekerja seperti semula di kantornya, ya sekarang perusahaan miliknya sudah berangsur membaik berkat bantuan dana dari Frederick yang cukup besar. Bahkan Frederick juga membantu mengembalikan nama baik PT. Devano sukses makmur di mata seluruh usahawan, yang mana sebelumnya Adrian berhasil mengadu domba serta menjelekkan perusahaan itu.


Suasana ruangan pribadi Devano juga sangat berbeda dengan beberapa dekorasi baru yang dipajang disana, terdapat pula PlayStation untuk mengusir jenuh dikala Devano sedang bosan atau tidak ada kerjaan nantinya. Semua itu ia dapatkan karena bantuan dari Frederick, ia sungguh bahagia karena kini perusahaannya telah kembali berjaya dan dikenal luas di mata dunia.


TOK TOK TOK...


Disaat Devano tengah asik menikmati ruangan barunya sembari senyum-senyum sendiri, tiba-tiba malah ada yang mengetuk pintunya hingga membuyarkan lamunannya. Ia pun jadi gugup sendiri karena terkejut mendengar suara ketukan dari luar, ia merapihkan dasi serta rambutnya sejenak.


"Masuk!" titah Devano saat dirasa sudah siap untuk menyambut siapapun yang akan masuk kesana.


Ceklek...


Seorang gadis cantik dengan pakaian ketat masuk ke dalam ruangan Devano, siapa lagi kalau bukan sang sekretaris seksi yakni Novi. Ia berjalan lenggak-lenggok sambil tersenyum mendekati meja bosnya, Devano yang melihatnya cukup terpana karena memang penampilan Novi bertambah seksi.


"Ini pak, berkas yang harus ditandatangani!" ucap Novi sembari meletakkan berkas-berkas yang ia bawa di atas meja, ia masih tetap disana melipat kedua tangannya di depan sembari menunduk.


"Terimakasih, kamu bisa keluar!" ucap Devano meminta Novi menunggu di luar selagi ia membaca isi berkas tersebut dan menandatanganinya.

__ADS_1


"Baik pak, permisi...." ucap Novi lembut membungkukkan tubuhnya sedikit sebagai rasa hormat, ia pun membalikkan badannya lalu pergi dari ruangan itu kembali dengan lenggak-lenggok khasnya.


Devano tertegun menyaksikan pinggul Novi yang terekspos jelas, tentu bagi seorang pria hal itu wajar jika mengundang syahwat dirinya apalagi Novi memang memiliki tubuh yang seksi. Namun, tetap Devano berpegang teguh pada prinsipnya untuk selalu setia pada Shella dan tak akan berpaling ke lain hati.


Setelah Novi keluar dari sana, Devano tampak bersandar kembali di kursinya sambil menatap ke atas dan tersenyum tipis. Sungguh momen seperti ini yang sangat ia rindukan disini, dimana semua kenyamanan serta ketentraman berada bukannya kegaduhan dan kebisingan seperti kemarin-kemarin.


Devano merasa lebih nyaman dengan situasi perusahaannya saat ini, ya karena semua hutangnya telah lunas dan banyak lagi para klien yang berdatangan menambah girang suasana hatinya. Terhitung sejak beberapa hari ini, kekayaan Devano naik drastis berkat kembalinya perusahaan yang sempat dilanda krisis keuangan itu.


"Saya gak habis pikir kalau pak Frederick tidak menawarkan bantuan seperti ini, pasti saya juga tidak akan bisa menikmati ini semua! Memang rencana Tuhan itu sangat rahasia, setelah diterpa badai yang cukup dahsyat akhirnya Tuhan memunculkan pelangi di kehidupan saya!" batin Devano tersenyum menatap foto Shella.


...•••...


Sementara itu, Shella bersama Silvi & Laila sudah selesai membuat pizza ala rumahan yang cukup sulit dan melelahkan. Kini mereka hanya tinggal menunggu pizza tersebut matang dari pemanggangan dan meletakkan topping yang bermacam-macam di atas pizza itu, Shella merasa lelah lalu duduk di kursi sembari menunggu.


Sementara Silvi & Laila masih asik menyiapkan topping yang belum jadi sembari ngobrol-ngobrol, melihat itu membuat Shella jadi teringat pada ibunya dan juga sang adik yakni Nadya yang akan pulang dari rumah sakit pada hari ini.


"Oh iya, sekarang kan jadwal Sheila pulang dari rumah sakit! Kira-kira ibu udah bawa Sheila ke rumah atau belum ya? Duh kok bisa sih aku sampai lupa sama hari kepulangan adik sendiri!" gumam Shella sambil garuk-garuk kepala dan tampak cemas.


"Sayang, kenapa?" tanya Silvi berganti menatap wajah Shella dengan terheran-heran.


Shella pun terkejut karena sedang asyik melamun membayangkan ibu dan adiknya, ia menoleh ke arah mamanya sambil tersenyum.


"Eee gapapa mah, aku cuma kepikiran sama adik kembar aku! Soalnya hari ini dia keluar dari rumah sakit, tapi aku malah baru keinget sekarang!" jawab Shella menjelaskan mengapa ia melamun.


"Ohh, yaudah kamu coba aja telpon ibu kamu buat cari tahu kabar adik kamu!" ucap Silvi.


"Iya Shella, bener kata mama!" sahut Laila.


"Iya, kalo gitu aku ke kamar dulu ya mah? Soalnya handphone aku ada disana!" ucap Shella.


"Ya oke, sayang! Tapi nanti jangan lupa turun lagi kalau sudah selesai telponnya, kita sama sama cobain pizza buatan mama!" ucap Silvi.

__ADS_1


"Pasti dong mah, aku kan juga penasaran sama rasanya nanti!" ucap Shella tersenyum.


Shella pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, ia tampak tergesa-gesa karena terus kepikiran dengan kondisi ibu serta adiknya yang baru keluar dari rumah sakit.


Begitu sampai di dalam kamar, Shella langsung mencari-cari ponselnya disana dan kemudian berhasil menemukan benda pipih tersebut. Ia pun segera menghubungi nomor ibunya karena sudah tidak sabar lagi mendengar kabarnya, rasanya ia saat ini begitu cemas dan panik.




Jenar & Nadya hendak menikmati makan siang yang sudah disediakan bi Yani, gadis itu tampak gembira melihat cukup banyak makanan lezat yang tersedia di atas meja tersebut. Tanpa berbasa-basi lagi Nadya langsung mengambil piring kosong dan menuangkan nasi serta lauk-pauk ke dalam piringnya, sedangkan Jenar masih diam tersenyum memandang putrinya.


"Loh, ibu kok malah diem sih? Emang ibu gak mau ikut makan bareng aku, apa ibu gak lapar?" tanya Nadya menatap ibunya penasaran.


"Ibu juga makan kok sayang, tapi nanti soalnya ibu mau lihat kamu dulu pas lagi makan!" jawab Jenar tersenyum sembari mengusap wajah Nadya.


"Hah? Kenapa begitu bu? Mending kita makan sama sama aja biar lebih enak, lagian rasanya aku juga canggung kalau makan sendirian apalagi dilihatin sama ibu kayak gitu!" ucap Nadya.


"Hahaha, iya deh iya! Kamu ternyata gak berubah ya sikapnya, masih aja suka ngerasa canggung!" ucap Jenar tertawa kecil.


Nadya tersenyum merasakan kehangatan dari sentuhan sang ibu padanya, ia mengambilkan satu piring kosong untuk ibunya lalu menuangkan dua centong nasi ke dalamnya.


"Ibu mau pake apa?" tanya Nadya.


"Aduh sayang, harusnya kamu gak perlu pake ambilin nasi buat ibu segala! Kan ibu juga bisa ambil sendiri, udah sini sisanya biar ibu aja yang ambil!" ucap Jenar mengambil piring dari tangan Nadya.


"Ih ibu, kan selama di rumah sakit ibu udah sering rawat sama ngurus aku! Nah sekarang gantian dong aku yang ngurusin ibu, gapapa ya?" ujar Nadya.


Sontak Jenar tersenyum bahagia mendengarnya, baru kali ini ia merasakan kehangatan dari Sheila putrinya setelah sekian lama.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2