Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Novi & Rafael


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 317


...•...


...•...


Rafael yang sudah turun ke lantai dasar untuk segera pulang setelah selesai melaporkan semua kepada Devano, kini mendadak terdiam merasa kalau ada yang terlupakan olehnya dan belum ia sampaikan kepada bosnya itu.


Akhirnya Rafael memilih berbalik badan lalu kembali masuk ke dalam lift yang kebetulan sudah terbuka karena ada orang lain disana, dan pasnya orang di dalam lift itu adalah Novi alias sekretaris Devano yang menggugah hatinya sejak tadi.


"Kok balik lagi, pak Rafael?" tanya Novi.


"Eh iya, ada yang lupa saya sampaikan ke pak Devano! Ya sebenarnya cuma ucapan selamat sih, tapi kan tetep aja gak enak kalau saya gak ngomong langsung ke pak Vano!" jawab Rafael.


"Ucapan selamat untuk apa, ya?" tanya Novi.


"Ohh, tadi saya dapat info kalau Bu Shella istrinya pak Devano itu sedang hamil! Makanya saya mau kasih ucapan selamat ke pak Vano atas kehamilan istrinya, sekalian kasih doa juga!" jawab Rafael.


"Hah? Jadi kamu udah tau tentang itu?" tanya Novi yang terlihat terkejut.


"Ya, memangnya kenapa? Kamu juga udah tau?" ucap Rafael kebingungan.


"Eee... sebaiknya kamu jangan kasih ucapan selamat deh ke pak Vano, mending kamu pulang aja!" ucap Novi tersenyum.


"Loh kenapa? Ada yang salah emangnya?" tanya Rafael tak mengerti.


"Bukan begitu, tapi pak Devano itu belum tau tentang kehamilan istrinya alias Bu Shella! Alangkah lebih baik jika pak Vano tau sendiri dari Bu Shella nanti, benar kan?" ucap Novi.


"Kok bisa pak Vano belum tau?" tanya Rafael.


"Eee... iya pak Vano memang belum tau, karena Bu Shella ingin memberi kejutan nanti di hari ulang tahun suaminya! Kamu bantu saya ya untuk merahasiakan ini, jangan sampai pak Vano tau!" ucap Novi menjelaskan pada Rafael.


"Oh begitu, untung aja saya ketemu kamu di lift ini ya! Kalau enggak, mungkin saya udah kasih tau ke pak Devano soal ini!" ucap Rafael tersenyum.


"Iya, yasudah kamu jangan kasih tau ini dulu sama pak Devano, ya!" ucap Novi.


"Tenang aja!"

__ADS_1


Rafael tersenyum sembari mencolek pipi Novi dengan jarinya, sontak gadis itu terkejut sekaligus tersipu malu dan bahkan wajahnya seketika memerah karena ulah Rafael, pria itu pun senyum-senyum melihat Novi yang salah tingkah.


"Kenapa?" goda Rafael.


"Gapapa, ingat ya pak jangan kasih tau ke pak Devano soal ini! Saya gak mau Bu Shella marah nantinya kalau rencananya gagal, kan saya juga yang ngerasa gak enak!" ucap Novi.


"Iya, saya janji gak akan kasih tau ini ke pak Devano!" ucap Rafael tersenyum.


Tiiinnggg...


Lift terbuka dan mereka pun keluar bersamaan dari dalam sana, Novi menoleh ke arah Rafael yang malah mengikutinya menuju ruang kerjanya sambil senyum-senyum sendiri, ia pun menghentikan langkahnya sejenak untuk bertanya pada Rafael.


"Maaf pak, kenapa kamu ngikutin saya ya?" tanya Novi dengan gugup.


Rafael tersenyum lalu mendekat ke arah Novi membuat gadis itu memalingkan wajahnya karena tak mampu menatap mata Rafael dari jarak dekat seperti ini, Rafael mengendus wangi di leher Novi sembari memejamkan mata.


"Kamu wangi banget, untuk ukuran seorang sekretaris kamu lebih dari perfect! Saya suka," ucap Rafael.


Novi tak mengerti apa yang dikatakan oleh Rafael barusan, ia merasa risih karena Rafael terus saja mengendus lehernya dan mendekatinya seperti orang aneh, ia berusaha menjauhkan diri dari Rafael namun tidak berhasil.


"Raf!"


Tiba-tiba Devano muncul dari arah belakang dengan tampang penasaran sambil senyum-senyum, Rafael serta Novi pun terkejut dengan kehadiran Devano dan mereka reflek menjauh satu sama lain.


Disisi lain, Viona yang tengah mengendarai mobil setelah menemui Devano di kantornya tadi merasa ada yang tidak beres karena sedari tadi sebuah mobil di belakangnya selalu mengikutinya, benar saja mobil itu pun mencegat mobil Viona dari depan.


Sontak Viona terkejut dan menginjak pedal rem secara mendadak, beruntung ia tidak mengalami tabrakan dengan mobil di depannya walau jantungnya berdetak tak stabil akibat terkejut karena mobil itu tiba-tiba berhenti di depannya.


Viona yang kesal langsung turun dari mobil untuk menemui pemilik mobil tersebut, ia tak terima karena sudah hampir jantungan akibat ulah pemilik mobil yang tak diketahuinya, ia pun mengetuk-ngetuk kaca mobil tersebut sambil berteriak kesal.


"Heh, keluar lu!" ujar Viona emosi.


Tak lama kemudian, pemilik mobil itu pun keluar menemui Viona disana dan kembali menutup pintu mobilnya. Gadis itu syok karena yang dilihatnya saat ini adalah Arga si cowok kerena idamannya yang berhasil membuat hatinya terbang.


"Arga?" ucap Viona pelan.


"Kamu ngapain sih?" tanya Viona heran.


Arga melepas kacamatanya lalu menatap wajah Viona dari jarak lumayan dekat, ia tersenyum membuat Viona meleleh karena melihat senyuman manis di wajah Arga, sungguh rasanya saat ini ia ingin pingsan karena tidak kuat lagi.


"Sorry ya, pasti kamu kaget kan karena mobil aku tiba-tiba berhenti di depan mobil kamu?" ucap Arga.


"Eee... iya sih, tapi gapapa kok!" ucap Viona.


"Baguslah, aku mau ngomong dong sama kamu sebentar aja!" ucap Arga.

__ADS_1


"Ngomong apa?" tanya Viona penasaran.


"Jangan disini, mending kamu masuk ke mobil aku dan kita bicara sambil jalan!" ucap Arga.


"Umm, boleh!" ucap Viona setuju.


"Yaudah, yuk masuk!"


Viona mengangguk sambil tersenyum lalu berjalan memutari mobil Arga, ia pun duduk di kursi sebelah Arga lalu memasang sabuk pengaman pada tubuhnya sembari memandangi wajah Arga dari samping dan terus tersenyum manis.


Arga juga menatap wajah Viona kemudian melempar senyum sembari memasang sabuk pengaman di tubuhnya, Arga bahkan mengusap puncak kepala Viona dengan lembut membuat gadis itu merasa dibawa terbang olehnya.


"Kita jalan sekarang, ya?" tanya Arga.


Viona hanya mengangguk pelan tanda setuju karena ia tak bisa berkata-kata lagi saat ini akibat tindakan Arga yang membuatnya meleleh, pria itu pun menancap gas dengan kecepatan sedang pergi membawa Viona dari sana.


"Arga!" ucap Viona.


"Ya, kenapa cantik?" tanya Arga menoleh.


"Katanya kamu mau bicara, kok daritadi diem aja?" ucap Viona gugup.


"Ohh, iya sebentar ya!" ucap Arga.


Arga terus senyum-senyum sembari menatap ke depan fokus pada jalanan, nampaknya ia memiliki sebuah rencana yang tidak baik kepada gadis di sampingnya, namun Viona sama sekali tak menaruh curiga pada pria yang memang ia cintai itu.


"Viona cantik, kamu abis darimana?" tanya Arga.


"Hah? Tadi aku dari kantor temenku, emang kenapa?" ucap Viona.


"Ohh, gapapa!"


"Oh ya, kamu itu kenal deket ya sama Devano pengusaha muda yang lagi naik daun itu?" tanya Arga menoleh sambil tersenyum.


"Umm, ya lumayanlah! Aku dan Devano itu temen dari waktu sekolah, emang kenapa?" ucap Viona.


"Temen sekolah? Waw keren ya, kalian masih jadi temen sampai selama ini! Aku sih salut sama pertemanan yang langgeng kayak kalian, soalnya kan jarang banget yang begitu!" ucap Arga.


"Iya bener,"


Arga melirik sinis ke arah Viona dengan senyum ala penjahat terpampang di bibirnya, namun Viona yang sedang terbang tak menyadari gerak-gerik mencurigakan pria tersebut, ia malah tersenyum saja memandangi keindahan wajah pria di sampingnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2