
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 320
...•...
...•...
Keesokan paginya, Devano terbangun dari tidurnya lalu mengucek-ngucek mata sembari menguap dan merentangkan kedua tangannya ke atas. Ia menoleh ke samping lalu syok karena Shella istrinya tidak ada disana dan sebelahnya kosong tak ada siapapun.
Devano yang cemas langsung beranjak dari kasur untuk mencari keberadaan istrinya, ia pun celingak-celinguk ke segala sudut ruangan kamarnya demi untuk menemukan sang istri, namun tidak ada Shella disana dan yang ada hanyalah bajunya.
Disaat Devano hendak pergi keluar kamar mencari istrinya di luar, tiba-tiba terdengar suara gerocokan air dari arah kamar mandi membuat Devano terhenti langkahnya lalu geleng-geleng kepala, ia yakin kalau istrinya saat ini tengah berada di kamar mandi.
TOK TOK TOK...
Devano mengetuk pintu kamar mandi lalu memanggil nama istrinya dan bahkan meminta dibukakan pintu, ia senyum-senyum sendiri membayangkan wajah Shella yang sedang mandi di dalam sana dengan guyuran air shower.
"Honey, buka dong!" teriak Devano.
Ceklek....
Akhirnya pintu terbuka dari dalam, Shella yang kebetulan sudah selesai mandi pun tampak santai saja melihat suaminya berdiri disana sembari menatapnya.
"Kenapa, mas?" tanya Shella heran.
"Kamu kok udah pake handuk aja sih?" ujar Devano seperti mengecewakan sesuatu.
"Loh emang salah ya, mas?" tanya Shella.
"Ya iya dong, harusnya kamu pas buka pintu itu gausah pake handuk dulu! Kan aku pengen lihat tubuh mulus kamu yang basah, honey!" ujar Devano.
__ADS_1
"Ya ampun, mas! Kamu kayak belum pernah aja deh lihat aku telanjang, lagian kamu ngapain ganggu aku mandi?" ucap Shella heran.
"Hahaha, aku kira kamu tadi pergi kemana! Soalnya pas aku bangun, kamunya udah gak ada! Makanya aku ketuk pintu kamar mandi buat mastiin ada kamu apa enggak, ya sekalian berharap bisa lihat tubuh mulus kamu sih!" ujar Devano nyengir.
"Mas, semalam kan abis kamu puas aku belum sempat mandi... makanya pagi-pagi begini aku langsung mandi, supaya bisa shalat!" ucap Shella.
"Iya aku ngerti, yaudah minggir aku mau mandi juga! Kamu tungguin aku kalau mau shalat, jangan sendirian aja kayak biasanya!" ucap Devano.
"Aku bukannya mau shalat sendirian, tapi kamunya aku bangunin gak pernah mau kok! Makanya aku males bangunin kamu lagi, mending aku sendiri aja daripada telat nanti!" ucap Shella.
"Hehehe, namanya juga orang ngantuk!" ujar Devano nyengir sembari garuk-garuk kepala.
"Yaudah sana mandi! Aku tungguin disini, jangan lama-lama loh masih pagi ini nanti kamu kedinginan!" ucap Shella mengingatkan suaminya.
"Iya aku tau, lagian selama ini aku juga mandi cuma sebentar kok gak nyampe setengah jam! Emangnya kamu yang kalo mandi bisa dua jam lebih malah tiga jam tergantung mood, itu mandi apa mau meeting?" ujar Devano meledek istrinya.
"Ish, nyebelin kamu mas!" ujar Shella.
Shella berjalan melewati suaminya dengan wajah cemberut lalu melepas handuk yang melilit tubuhnya di hadapan Devano, tentu saja Devano tertegun melihat lekuk tubuh Shella yang menggodanya itu apalagi Shella tengah membelakanginya.
"Kok gak mandi, mas?" tanya Shella sembari menoleh ke belakang.
"Iya ini aku mau mandi, lain kali kamu jangan begitu ya! Beraninya godain aku kalau lagi begini doang, coba kamu agak siangan dikit begitu pasti udah aku terkam deh!" ucap Devano.
"Hahaha, tahan nafsuu kamu mas!" ucap Shella.
Devano pun masuk ke dalam kamar mandi dengan segera untuk menghindar dari tubuh Shella yang terus menggodanya, sedangkan Shella sendiri tampak terkekeh melihat reaksi suaminya tadi yang seakan tak menyangka ia bisa melakukan itu.
...•••...
Disisi lain, Viona juga terbangun dari tidurnya dan memegangi keningnya yang terasa pusing serta sangat menyakitkan itu, Viona menatap sekeliling lalu sadar jika ia tidak sedang berada di kamarnya ataupun di ruangan rumahnya.
Viona melirik ke sampingnya melihat Arga masih tertidur pulas dengan tubuh ditutupi selimut, ia coba memastikan apakah Arga melakukan sesuatu padanya atau tidak, Viona langsung syok saat menyadari tubuhnya dalam kondisi telanjang setelah membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
"Apa yang terjadi sama aku? Kenapa aku bisa ada disini sama Arga dan dalam kondisi tanpa busana?" gumam Viona di dalam hatinya kebingungan.
Viona melirik ke arah Arga lalu coba membangunkan pria itu untuk bertanya padanya, karena Viona merasa ada yang tidak beres pada dirinya setelah terasa sangat perih pada bagian sensitif miliknya di bawah sana seperti habis melakukan sesuatu.
__ADS_1
Viona menggoyang-goyangkan tubuh Arga dengan perlahan dan semakin cepat, akhirnya pria itu terbangun membuka matanya kemudian melirik sinis ke arah Viona yang menatapnya.
"Kenapa?" tanya Arga ketus.
"Apa yang udah kita lakukan semalam, Arga? Kenapa kita bisa tidur satu ranjang dan kemana pakaian aku?" ucap Viona cemas.
"Kamu gausah pura-pura gak tau deh, kan kamu sendiri yang maksa aku lakuin itu semalam!" ucap Arga.
"Apa?" Viona terlihat kaget mendengar perkataan Arga barusan.
Viona pun berusaha mengingat kembali kejadian semalam setelah mereka makan malam berdua di ruangan sepi itu, ya ia ingat kali ini saat itu ia tiba-tiba merasa kepanasan dan langsung menghampiri Arga yang ada di hadapannya.
Sontak Viona menoleh ke arah Arga setelah berhasil mengingat semuanya, gadis itu tampak malu dan seketika wajahnya memerah saat mengetahui kegiatan apa yang ia lakukan semalam dengan pria di sampingnya itu.
"Gimana, udah inget kan?" tanya Arga.
"Arga, aku beneran gak tau kenapa semalam aku begitu! Aku ngerasa ada hawa aneh di tubuhku setelah aku minum minuman dari kamu, sama makan kue pemberian kamu itu!" ucap Viona.
"Maksud kamu apa? Kamu nuduh aku masukin obat perangsang gitu di minuman kamu?" ujar Arga.
"Gak gitu, aku cuma—"
"Iya itu benar, Viona! Aku masukin obat yang paling mahal dan sangat digemari orang-orang, terbukti reaksinya bener-bener ampuh!" potong Arga.
"Hah? Kenapa kamu tega lakuin itu, Arga?" tanya Viona seakan tak percaya.
"Supaya kamu gak bisa deketin Devano lagi, karena aku udah tanam benih ku di dalam rahim kamu semalam! Aku juga lelaki pertama yang merenggut kesucian kamu, jadi kamu harus sama aku bukan Devano!" jawab Arga.
"Harusnya kamu gak perlu begitu, aku juga gak akan deketin Devano kalau kamu emang mau terima aku di hati kamu, Arga!" ucap Viona.
"Gapapa, seenggaknya aku lebih merasa aman dari kehilangan kamu!" ucap Arga.
Arga senyum-senyum sembari mengusap wajah Viona lalu mendekap tubuh gadis itu dari samping, sedangkan Viona tampak tersenyum karena Arga mulai jatuh cinta padanya bahkan sampai melakukan tindakan di luar nalarnya.
"Gampang banget dibohongin!" batin Arga.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...