
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 333
...•...
...•...
Shella dan Devano kini berada di tempat wisata yang terdapat berbagai macam wahana, ya memang Devano sendiri yang ingin mengajak istrinya ke tempat seperti ini dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya saat ini.
Shella tentunya juga harus menuruti kemauan suaminya demi menyenangkan hati sang suami itu, ya walau ia sangat takut jika diajak menaiki wahan ekstrim bersama suaminya, karena selama hidup ia belum pernah berani naik yang seperti itu.
Devano pun menggandeng tangan istrinya terus-menerus selama di dalam tempat wisata tersebut, dengan alasan supaya Shella tidak digondol orang lain dan sekaligus ia juga bisa merasakan mulusnya telapak tangan sang istri.
"Mas, kamu kenapa pengen banget ajak aku kesini sih?" tanya Shella penasaran.
Devano menoleh menatap wajah sang istri dari samping lalu tersenyum, perlahan ia mendekatkan wajahnya ke arah Shella sembari menghentikan langkah kakinya.
"Ya karena aku mau seneng-seneng sama kamu, kan belum pernah kita pergi berdua ke tempat ini!" jawab Devano santai.
"Ohh, aku kira ada alasan lain." ucap Shella.
"Hahaha, alasan apa coba? Satu-satunya alasan aku bawa kamu kesini, ya cuma karena aku pengen berduaan dan seneng-seneng sama kamu!" ujar Devano sambil sedikit tertawa.
"Iya iya, tadinya aku pikir kamu sengaja mau bikin aku jantungan!" ucap Shella.
"Kamu kenapa mikir gitu sih? Kan sekarang aku jadi ikut kepikiran begitu juga, kayaknya seru deh kalo aku ajak kamu naik rollercoaster!" ujar Devano.
"Hah? Mas ih, jangan ah!" ujar Shella ketakutan.
"Hahaha, kamu takut?" ucap Devano.
"Ya iyalah, yang begituan kan serem, mas! Nanti kalo misal aku mual-mual atau pingsan gara-gara naik itu gimana?" ujar Shella.
Devano tersenyum lalu mencubit pipi Shella dengan kedua tangannya karena gemas.
"Aduh, kamu tuh gemesin banget sih jadi cewek! Jadi pengen nyubit pipi kamu terus sampe mekar, hahaha..." ujar Devano.
"Ish, dasar nyebelin!" ujar Shella ngambek.
"Tenang aja, aku kali ini gak akan bawa kamu naik yang berbahaya kok! Karena kan aku lagi mau seneng-seneng sama kamu, kita naik wahana yang aman aja ya?" ucap Devano.
"Nah boleh tuh, mas." ucap Shella tersenyum.
__ADS_1
Devano yang gemas kembali mencubit pipi istrinya dan bahkan kali ini juga mengecupnya secara terus-menerus sampai wajah Shella itu memerah karena menahan malu.
"Mas, udah ih! Aku malu tau dilihatin banyak orang!" ujar Shella.
Devano menghentikan aksinya, kemudian melirik ke sekeliling orang yang tengah memperhatikan dirinya.
"Hey, apa lihat-lihat? Kalo iri tinggal cium aja pasangan kalian, jangan ngeliatin saya!" ucap Devano menegur orang-orang itu.
Tentu saja mereka semua langsung mengalihkan pandangan lalu berjalan cepat pergi dari sana.
Shella hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan suaminya yang diluar nalar, walau di satu sisi ia juga senang karena Devano benar-benar memperhatikan dirinya.
"Mas, kamu kok gitu sih?" tanya Shella.
"Aku kenapa? Kan kamu yang bilang kalo kamu malu tadi, aku cuma lakuin apa yang harus aku lakuin sebagai suami kamu!" ucap Devano.
"Iya iya, udah gausah didebatin lagi!" ucap Shella.
"Yaudah, kamu senyum dong!" ujar Devano.
"Nih..." Shella pun tersenyum manis di hadapan suaminya sembari memejamkan mata, seketika lesung pipi miliknya terlihat jelas membuat Devano makin terkesima dengannya.
Bahkan sangking terpesonanya, Devano sampai nekat melumatt bibir Shella di tengah-tengah jalan dan keramaian itu.
Shella yang terkejut berusaha untuk berontak dan melepaskan ciuman suaminya, tetapi gagal karena Devano menahan tengkuknya sangat kuat.
•
•
Setelah puas berkeliling dan menjajal berbagai wahana yang cukup menyenangkan, kini Shella bersama Devano mendatangi tempat makan di dalam sana untuk mengisi perut mereka yang kosong di siang hari ini.
Devano mengajak Shella ke sebuah warung makan bakso yang ada disana, mereka pun memasuki tempat itu lalu duduk di kursi yang masih kosong.
Suasana disana cukup ramai sehingga tiap kursi hampir saja penuh dan tak bisa ditempati, untungnya masih tersisa satu meja serta kursi yang belum ada penghuninya.
"Honey, yuk duduk!" ucap Devano sembari menarik kursi untuk sang istri.
"Makasih, mas." Shella tersenyum kemudian duduk disana dengan anggun.
Devano menyusul Shella duduk di samping wanita itu sambil senyum-senyum menatap wajah cantik nan manis yang dimiliki istrinya itu.
"Kamu mau makan apa?" tanya Devano.
"Umm, kan tadi aku dah bilang. Aku ngikut aja sama kamu maunya pesen apa," jawab Shella.
"Oh iya, lupa. Yaudah, aku pesenin bakso dua ya? Minumnya juga samain aja nih?" ucap Devano.
"Iya mas, terserah kamu aja." ucap Shella.
__ADS_1
"Oke!"
"Masss..." Devano berteriak memanggil pelayan disana sembari mengacungkan tangan.
"Iya, mau pesan apa mas?" tanya pelayan itu.
"Saya pesan baksonya dua sama jus mangga dua." jawab Devano mengatakan pesanannya.
"Baik mas, itu aja atau ada lagi?" tanya pelayan.
"Sekarang itu aja dulu." jawab Devano.
"Baik mas, kami buatkan dulu pesanannya ya?" ujar pelayan itu lalu beralih pergi.
Devano kembali menatap istrinya lalu menarik dagu Shella yang tengah menunduk, hingga kini Devano dapat menatap jelas wajah cantik Shella yang membuatnya tergugah.
"Honey, jangan nunduk dong!" ucap Devano.
"Iya mas..." ucap Shella tersenyum.
Devano pun ikut senyum melihat senyuman di wajah sang istri, ia mengusap lembut bibir bawah Shella sambil menariknya sedikit hingga mulut istrinya itu terbuka tipis, Devano dengan iseng memasukkan jarinya ke dalam mulut Shella seperti malam tadi.
"Mas, malu ah!" ujar Shella kesal lalu menyingkirkan jari suaminya dari dalam mulutnya.
"Hahaha, semalam kok kamu doyan banget ngemutin jari aku?" goda Devano.
"Apa sih, mas? Udah deh jangan bikin mood aku makin down!" ujar Shella.
"Iya iya, kamu tuh kenapa sih sekarang? Kok jadi gampang ngambek begitu?" ujar Devano.
"Ohh, kamu kesel nih gara-gara aku jadi gampang ngambek?" ucap Shella.
"Eh gak gitu, honey. Aku tuh cuma heran aja, aku gak kesel kok!" ucap Devano.
"Halah, bilang aja kamu kesel!" ujar Shella cemberut.
"Enggak honey, aku gak kesel! Serius deh, mana mungkin sih aku bisa kesel sama kamu?" ucap Devano tersenyum berusaha menggoda istrinya agar tidak ngambek lagi.
Shella terdiam sembari membuang muka dan melipat kedua tangannya di depan.
"Hey, honey! Noleh sini dong! Masa suami kamu yang tampan ini dicuekin? Nanti kalo dilirik orang kamu nyesel loh!" ujar Devano.
"Bodoamat!" ujar Shella nampaknya masih kesal.
Devano pun geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang mendadak jadi seperti anak kecil itu, ia juga heran mengapa Shella sekarang bisa begitu dan mudah sekali terbawa emosi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1