Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Balik ke Jakarta


__ADS_3

Adrian sampai di rumahnya, ia terkejut ketika melihat ada mobil lain parkir di samping mobilnya.


Ia pun menanyakan tentang itu pada pak Joko.


"Pak, ini mobil siapa? Ada tamu??" tanya Adrian.


"Iya den, tadi sore tuan Frederick datang.." jawab Joko.


"Hah? Kakek datang? Sama siapa pak?" tanya Adrian.


"Sendiri den, dia diantar supirnya.." jawab Joko.


"Ok ok, makasih pak!" ujar Adrian.


Adrian pun masuk kedalam rumah untuk memastikan itu, dan benar saja terlihat kakeknya sedang duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah foto.


Adrian menghampiri kakeknya itu..


"Kakek, apa kabar? Kenapa kakek gak kasih tau saya kalo mau kesini? Tau gitu kan saya bisa jemput kakek.." ucap Adrian.


"Kamu cepat sekali baliknya.. Kata karyawan kamu di kantor kamu ke Surabaya?" tanya Frederick.


"Iya kek, tapi saya langsung balik ke Jakarta.." jawab Adrian.


"Ohh udah berhasil susul cewek ini?" tanya Frederick sambil menunjukkan foto yang dipegangnya.


"Hah kakek dapet foto Shella darimana??" gumam Adrian.


"Gausah kaget gitu, tadi karyawan kamu yang kasih foto ini ke saya.. Siapa sih dia? Pacar kamu?? Sampe segitunya kamu rela ngejar dia ke Surabaya.." ujar Frederick.


"Dia manajer di kantor kek.." jawab Adrian.


"Oh gitu, tapi kamu suka kan sama dia? Soalnya gak mungkin kamu jauh-jauh susul dia ke Surabaya cuma karena dia manajer kamu.." ujar Frederick.


"Eee enggak lah kek mana mungkin aku suka sama dia.." ucap Adrian.


"Yakin? Jadi kalau kakek minta kamu lupain dia, bisa?" tanya Frederick.


"Eee justru aku mau minta dia buat kerja lagi di kantor kek, soalnya kinerja dia itu bagus.." ucap Adrian.


"Kan bisa kamu cari orang lain, masih banyak yang lebih jago dari dia! Oh ya kakek mau kasih tau ke kamu, gara-gara kamu kejar cewek ini ke Surabaya.. Sebagian calon klien di perusahaan kamu batalin pertemuannya!" ujar Frederick.


"Maaf kek, sepertinya aku emang gak bisa diandalkan untuk mengurus perusahaan ini.." ucap Adrian.


"Ya memang benar yang kamu katakan, kamu ini ceroboh! Demi seorang wanita, kamu korbankan perusahaan ini! Seharusnya adik kamu Bimo yang memimpin perusahaan, tapi entah kenapa Satria malah tunjuk kamu!" ujar Frederick.


"Kalau kakek mau, aku bakal bilang ke papah buat mengundurkan diri dari perusahaan.." ucap Adrian.


"Tidak usah, saya gak mau Satria nanti marah sama saya! Saya masih percaya kamu bisa pimpin perusahaan ini, jangan kecewakan saya Adrian!" ujar Frederick.


"Baik kek,"


"Yasudah, kamu boleh istirahat.. Supaya besok kamu gak loyo di kantor!" ujar Frederick.


"Iya kek,"


"Eh tunggu, dimana Bimo??" tanya Frederick.


"Bimo masih di rumah sakit kek.." jawab Adrian.

__ADS_1


"Apa? Kenapa dia masuk rumah sakit?" tanya Frederick.


"Kemarin Bimo dipukulin orang kek, kondisinya sempat buruk.. Tapi, sekarang dia udah baikan kek!" jawab Adrian.


"Ya ampun kok bisa sih? Emangnya kamu gak jaga dia?? Kamu ini abangnya loh!" ujar Frederick.


"Maaf kek, kan saya fokus mengurus perusahaan.." ucap Adrian.


"Mengurus perusahaan atau mengurus wanita ini??" tanya Frederick.


"Perusahaan kek," jawab Adrian.


"Yasudah kasih tau saya dimana rumah sakitnya!" ujar Frederick.


"Eee kakek mau kesana? Mendingan kita sama-sama kesana besok aja kek, sekarang kan sudah larut dan kakek juga harus istirahat.." ucap Adrian.


"Yasudah,"


Akhirnya tuan Frederick pergi ke kamar meninggalkan Adrian..


Adrian mengambil foto Shella yang tadi dipegang oleh Frederick dan ditinggalkan di meja.


"Sepertinya saya memang harus menjauh dari kamu.. Saya gak mau kamu celaka Shella!" gumam Adrian.


Adrian memasukkan foto Shella ke kantong celananya dan ia pun juga pergi ke kamarnya.


...•••...


Paginya, Shella bersiap untuk kembali ke Jakarta bersama ibunya..


"Kamu yakin mau balik ke Jakarta?" tanya Jenar.


"Yaudah biar ibu temenin ya!" ucap Jenar.


"Iya Bu makasih,"


Lalu, Lidya melihat mereka sedang memasukkan baju ke koper.. Ia pun kepo dan masuk ke kamar mereka.


"Eh, mbak sama Shella mau kemana?" tanya Lidya.


"Ini loh Shella ngajak balik ke Jakarta," jawab Jenar.


"Loh kalian kan baru sampe disini, masa mau balik lagi sih??" ujar Lidya.


"Eee iya Tante, soalnya aku harus selesain masalah ini! Aku gak mau nantinya anak aku gak tau siapa ayah kandungnya.." ucap Shella.


"Oh begitu, yaudah kalian hati-hati ya! Kalau misal mau balik lagi kesini kabarin aja ya!" ujar Lidya.


"Iya, makasih ya Tante udah mau tampung aku disini.." ucap Shella.


"Ada-ada aja kamu emangnya kamu hewan ditampung, kamu kan ponakan tante terus kamu juga udah tante anggap anak sendiri.. Jadi kapanpun kamu mau kesini langsung datang aja!" ujar Lidya.


"Tante baik banget sih," ucap Shella.


"Ya pastilah mbaknya aja baik," ujar Jenar.


"Ih ibu mah gak baik!" ujar Shella.


"Dasar anak gak tau diri, tantenya dipuji-puji sedangkan ibunya dihina!" ucap Jenar.

__ADS_1


"Becanda ibu.."


"Ahaha udah-udah ayo kita sarapan!" ucap Lidya.


Mereka bertiga pun pergi ke meja makan untuk sarapan.


...•••...


Laila & Yasmin sedang sarapan di meja makan..


"Eh La, abang lu mana? Gak ikut sarapan sama kita??" tanya Yasmin.


"Gak tau paling belum bangun, dia mah kebo bangunnya suka siang-siang!" ujar Laila.


"Ohh, beda ya sama almarhum abang gue.. Dia itu rajin, malah dia yang suka bangunin gue!" ucap Yasmin.


"Iya, kalo abang gue mah boro-boro bangunin gue, bangunin dirinya sendiri aja susah!" ujar Laila.


"Ahaha eh btw ortu lu kapan baliknya?" tanya Yasmin.


"Gak tau, mereka mah gajelas.." jawab Laila.


Lalu, Devano turun dan menghampiri mereka berdua.


"Nah itu abang lu bangun!" ujar Yasmin.


"Eh kenapa nih?" tanya Devano.


"Kagak bang, itu tadi Yasmin nanyain lu kok belum turun juga.." jawab Laila.


"Ohh gitu,"


"Iya bang, terus kata Laila lu itu kebo ya sukanya tidur mulu.." ujar Yasmin.


"Ish Yasmin! Kok dibilangin sih?" ucap Laila.


"Lah emang kenapa?" tanya Yasmin.


"Oh jadi gitu, lu suka jelek-jelekin gue di belakang ya.." ujar Devano.


"Ih kagak bang, gue kan bicara fakta jadi bukan jelekin lu dong!" ucap Laila.


"Fakta darimana? Gua tuh gak kebo!" ujar Devano.


"Ih buktinya jam segini baru turun dari kamar," ucap Laila.


"Yeh tapi gue dah bangun daritadi!" ujar Devano.


"Udah-udah jangan ribut! Mending kita makan!" ujar Yasmin.


"Eh La ambilin buat gua dong nasinya!" ucap Devano.


"Dih ambil aja sendiri!" ujar Laila.


"Yeh gitu banget lu sama abang sendiri.." ujar Devano.


"Udah, biar aku aja yang ambilin buat kamu bang.." ucap Yasmin.


Yasmin pun mengambilkan makanan untuk Devano, hal itu membuat Devano makin kesemsem dengan Yasmin.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2