
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 69
...•...
...•...
Akhirnya Adrian sampai di komplek perumahan Nadya, setelah cukup lama mereka terjebak kemacetan di jalan tadi.
"Terimakasih pak udah mau antar saya pulang, saya permisi ya pak.." ucap Nadya.
Nadya hendak turun dari mobil, tapi Adrian mencegahnya dengan menahan tangan Nadya.
"Tunggu Nadya!" ucap Adrian.
Nadya pun mengurungkan niatnya dan kembali menutup pintu mobil Adrian.
"Ada apa pak?" tanya Nadya.
"Setelah ini saya mau ketemu sama kembaran kamu, apa kamu mau ikut?" ujar Adrian.
"Maaf pak, tapi saya gak punya kembaran.." ucap Nadya.
"Nadya, saya tahu kamu kecewa karena tante Jenar udah menelantarkan kamu di panti asuhan.. Tapi, dia tidak benar-benar ingin melakukan itu ke kamu Nadya! Dia terpaksa karena tekanan dari suaminya alias papah kamu!" ujar Adrian.
"Apapun itu gak sepantasnya ibu meninggalkan anaknya sendirian di panti asuhan! Kalau dia emang bener-bener sayang sama aku, pasti dia bakal lebih milih aku daripada saudara kembar aku..!!" ujar Nadya.
Adrian pun terdiam, ia sangat tahu kalau Nadya merasa kecewa dan tidak diinginkan oleh Jenar.
"Sekarang bapak gak perlu repot-repot buat menyatukan aku dan ibu kandung aku lagi! Apalagi sama saudara kembar ku itu..!! Karena aku udah gak peduli sama mereka!" sambung Nadya.
"Tapi Nadya, tante Jenar itu sangat menyesal sudah meninggalkan kamu di panti asuhan 15 tahun lalu.. Dia benar-benar ingin kamu kembali dan berkumpul bersama-sama! Ayolah Nadya, aku juga tahu di lubuk hati kamu yang paling dalam, kamu masih punya rasa sayang pada ibu kandung kamu kan.." ujar Adrian.
"Maaf pak, saya harus turun sekarang..!!" ucap Nadya.
Nadya pun turun dari mobil Adrian dan masuk ke rumahnya..
"Saya bingung harus kasihan pada siapa, saya juga tidak bisa memaksa Nadya untuk memaafkan tange Jenar yang sudah menelantarkan dia.." batin Adrian.
Lalu, handphone Adrian bergetar ada pesan masuk dari Shella.
Ia pun membukanya dan membaca isi pesan itu...
Shella
Adrian, saya sudah on the way kesana.. Cepat kamu juga berangkat!
Adrian tersenyum kemudian membalas pesan Shella.
^^^Adrian^^^
^^^Ok, saya otw sekarang juga!^^^
Setelah itu, ia pun berangkat menuju Mathilda Cafe untuk menemui Shella.
__ADS_1
...•••...
Devano sudah puas berendam di air panas, dia pun kini hendak merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Namun, handphonenya kembali berdering kali ini ada pesan masuk dari Novi.
"Novi kirim foto apa ya??" gumam Devano.
Ia pun membuka isi pesan Novi itu..
Novi
Pak, saya dapat itu dari pak Ronal.. Dia bilang karena email itulah dia menghentikan kerjasama dengan perusahaan kita!
Ya Devano pun merasa kesal setelah melihat foto kiriman dari Novi, disana terdapat email dari perusahaannya yang menyatakan kalau perusahaan memutus kontrak dengan pak Ronal.
"Bisa-bisanya pak Yulius melakukan ini.. Padahal selama ini saya begitu mempercayai dia! Apa sebenarnya yang diinginkan dia?" gumam Devano.
Devano pun menelpon Novi dengan segera..
...📞...
Devano : Halo Novi, kamu tolong yakinkan pak Ronal kalau email itu bukan dari saya! Kalo emang dia tetap memaksa uangnya kembali, kamu bisa hubungi Laura!
Novi : Baik pak siap, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar perusahaan kita tidak mengalami kerugian..
Devano : Terimakasih Novi, yasudah semoga berhasil!
Novi : Iya pak.
Devano pun memutus telponnya dan duduk di pinggir ranjang sambil menundukkan kepalanya.
Dia merasa sangat pusing dengan kondisi perusahaannya sekarang, sampai-sampai ia terus mengacak-acak rambutnya sendiri.
...•••...
Tak lama kemudian, Adrian juga datang dan segera turun dari mobilnya lalu menghampiri Shella.
Adrian langsung menggandeng tangan Shella hingga membuatnya kaget.
"Tenang, ini saya kok!" ucap Adrian tersenyum.
Shella berontak dan berhasil melepaskan tangannya dari Adrian.
"Jangan pernah sentuh saya lagi!" ujar Shella.
"Ya ok, ayo kita masuk!" ucap Adrian.
Mereka berdua pun masuk ke dalam Cafe dan duduk disana.
"Mau pesan apa kamu?" tanya Adrian.
Shella tak menjawab, ia langsung mengatakan pesanannya pada pelayan.
Ya setelah memesan, barulah Shella menatap Adrian bersiap untuk bicara padanya.
"Ok, saya gak mau basa-basi lagi.. Langsung aja kamu jawab, kenapa ibu saya jadi sedih setelah ketemu kamu tadi siang??" ujar Shella.
"Jadi ibu kamu masih sedih sampe sekarang?" tanya Adrian.
"Iya, itu gara-gara kamu kan! Cepat kasih tahu saya apa yang udah kamu lakukan ke ibu saya!" ujar Shella.
__ADS_1
"Tenang Sel, saya gak ngapa-ngapain ibu kamu kok! Mungkin dia begitu karena kangen seseorang.." ucap Adrian.
"Maksud kamu?" tanya Shella.
"Nanti saya jelaskan setelah pesanan kita sampai, sekarang ada yang mau saya bicarakan pada kamu!" ucap Adrian.
"Apa itu?" tanya Shella.
"Tolong, jangan terburu-buru membuat keputusan untuk menikah dengan Devano! Saya takut kamu akan menyesal nantinya jika mengetahui kalau dia bukanlah ayah dari anak kamu itu!" ujar Adrian.
"Kenapa kamu bilang gitu? Devano itu ayah dari anak yang aku kandung ini..!!" ucap Shella.
"Kata siapa? Memangnya kamu sudah tes dna? Belum kan?" tanya Adrian.
Shella terdiam karena memang ia belum mengetahui pasti ayah dari anaknya itu.
"Tunggulah dulu sampai anak di kandungan kamu itu berusia 12 Minggu, saat itu kita lakukan tes dna sama-sama.. Karena ada kemungkinan anak itu adalah anak aku Shella," sambung Adrian.
"Walaupun Devano bukan ayah kandung dari anakku, aku tetap akan menikah dengan dia! Karena aku gak mau nikah sama orang seperti kamu!" ujar Shella.
"Ayolah Shella, aku hanya ingin tahu kebenarannya.. Setelah kita lakukan tes itu, ok terserah kamu mau tetap menikah dengan Devano atau siapapun itu! Gimana?" ucap Adrian.
"Biar aku pikirkan dulu.." ucap Shella.
"Oh oke,"
Lalu, pesanan mereka pun datang dan Shella langsung meminumnya karena haus.
"Pesanannya kan sudah datang, sekarang jelaskan apa maksud kamu bilang kalau ibu saya mungkin kangen dengan seseorang? Siapa seseorang yang kamu maksud??" ujar Shella.
"Saya kan sudah janji dengan tante Jenar tidak akan memberitahu soal ini pada Shella, saya harus jawab apa ya??" gumam Adrian.
Ya Adrian kebingungan harus jawab apa, dia tidak mau mengingkari janjinya pada Jenar.
"Kan tadi saya bilang mungkin berarti belum pasti dong.. Saya juga gak tahu kenapa ibu kamu sedih begitu, bisa jadi gak ada sangkut pautnya sama saya kan!" jawab Adrian.
"Tapi sebelumnya ibu itu ceria-ceria aja kok, kenapa setelah ketemu kamu dia jadi ngurung diri di kamar sambil nangis?? Pasti ada sesuatu yang aku gak tahu," ujar Shella.
"Coba aja kamu tanya langsung ke ibu kamu," usul Adrian.
"Saya udah coba, tapi ibu gak mau buka pintu kamarnya.." ucap Shella.
"Kamu tunggu aja sampai ibu kamu tenang, setelah itu baru deh kamu bisa tanya ke dia kenapa nangis!" ujar Adrian.
Lalu, hp Shella berdering menandakan ada telpon masuk.. Ia pun segera mengangkat telepon dari Bi Yani.
...📞...
Shella : Halo bi, ada apa?
Yani : Gawat non! Bu Jenar pingsan!!!
Shella : Apa?
Shella terkejut mendapat kabar dari Yani kalau ibunya pingsan, ia pun bergegas pergi dari sana tanpa berkata apapun pada Adrian.
"Hei, Shella kamu mau kemana??" teriak Adrian.
Shella tak menggubris Adrian, dia tetap meneruskan langkahnya pergi dari cafe itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...